MENGGALI POTENSI INOVASI BUDAYA DI LINGKUNGAN ORGANISASI PUBLIK

Authors

  • Julianti Julianti Universitas Negeri Padang
  • Aldri Frinaldi Universitas Negeri Padang

DOI:

https://doi.org/10.51878/social.v5i2.5371

Keywords:

Inovasi, kolaborasi, budaya organisasi

Abstract

Cultural innovation plays an important role in building optimally functioning public organizations. This study aims to explore the potential for cultural innovation in public organizations using a qualitative approach. This study examines various cultural practices that can enhance creativity and collaboration among employees. The results of the study indicate that cultural values ??such as a sense of belonging, trust, and openness contribute significantly to the creation of innovation in the organizational environment. In addition, the existence of space for experimentation and active employee participation in decision-making have proven to be the main driving factors for effective innovation. However, this study also found several obstacles, such as resistance to change and lack of support from organizational leaders. These findings emphasize the importance of public organizations' efforts to create an environment that supports innovation by strengthening an inclusive and collaborative organizational culture. The implications of this study provide recommendations for public organization managers to focus more on developing an innovative culture in order to improve organizational performance and competitiveness.

ABSTRAK
Inovasi budaya memiliki peran penting dalam membangun organisasi publik yang berfungsi secara optimal. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi potensi inovasi budaya dalam organisasi publik dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Studi ini meneliti berbagai praktik budaya yang dapat meningkatkan kreativitas dan kolaborasi di antara karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya seperti rasa memiliki, kepercayaan, dan keterbukaan berkontribusi signifikan terhadap terciptanya inovasi di lingkungan organisasi. Selain itu, adanya ruang untuk bereksperimen serta partisipasi aktif karyawan dalam pengambilan keputusan terbukti menjadi faktor pendorong utama inovasi yang efektif. Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa kendala, seperti resistensi terhadap perubahan dan kurangnya dukungan dari pimpinan organisasi. Temuan ini menegaskan pentingnya upaya organisasi publik dalam menciptakan lingkungan yang mendukung inovasi melalui penguatan budaya organisasi yang inklusif dan kolaboratif. Implikasi penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pengelola organisasi publik untuk lebih fokus pada pengembangan budaya inovatif guna meningkatkan kinerja dan daya saing organisasi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdi, A., et al. (2023). Pengembangan Modul Flipbook Digital Berbasis Stem Materi Sistem Pencernaan Manusia Untuk Meningkatkan Literasi Sains. Lensa (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA, 13(1), 57–66. https://doi.org/10.24929/lensa.v13i1.294

Agarwal, U. A. (2019). Linking justice, trust and innovative work behaviour to work engagement. Personnel Review, 48(2), 433–454. https://doi.org/10.1108/PR-04-2017-0130

Cross, R., et al. (2016). Collaborative overload. Harvard Business Review, 94(1), 74–79.

Dobni, C. B. (2018). The innovation blueprint: A guide for making innovation a core competency. Business Horizons, 61(4), 543–554. https://doi.org/10.1016/j.bushor.2018.03.009

Edward, A. V., & Frinaldi, A. (2024). Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Penciptaan Perilaku Inovatif dalam Meningkatkan Kinerja Organisasi Publik. Polyscopia, 1(3), 62–68.

Hartley, J., et al. (2013). Collaborative innovation: A viable alternative to market competition and organizational entrepreneurship. Public Administration Review, 73(6), 821–830.

Kardina, M., & Frinaldi, A. (2024). Inovasi budaya organisasi publik untuk meningkatkan kinerja pelayanan publik di Indonesia. Al-Dyas, 3(2), 626–634.

Maynard, M. T., et al. (2016). Empowerment—fad or fab? A multilevel review of the past two decades of research. Journal of Management, 42(5), 1231–1281. https://doi.org/10.1177/0149206316633323

Mea, F. (2024). Peningkatan efektivitas pembelajaran melalui kreativitas dan inovasi guru dalam menciptakan kelas yang dinamis. Inculco Journal of Christian Education, 4(3), 252–275.

Nugraha, A., & Rahman, F. A. (2017). Strategi kolaborasi orangtua dengan konselor dalam mengembangkan sukses studi siswa. Jurnal Konseling GUSJIGANG, 3(1), 128–136.

Osborne, S. P., et al. (2021). Co-production and the co-creation of value in public services: A suitable case for treatment? Public Management Review, 23(1), 1–24. https://doi.org/10.1080/14719037.2019.1640586

Schein, E. H. (2017). Organizational culture and leadership (5th ed.). Wiley.

Sunarto, A. (2020). Pengembangan sumber daya manusia dengan berbasis inovasi untuk menghadapi revolusi industri 4.0. Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA), 4(2), 397–407.

Suryadi, A. (2022). Teknologi dan media pembelajaran jilid I. CV Jejak (Jejak Publisher).

Suryani, E., et al. (2024). Budaya inovasi: Upaya membangun organisasi publik yang agile. Professional: Jurnal Komunikasi Dan Administrasi Publik, 11(1), 81–92.

Wahjono, S. I. (2022). Budaya Organisasi.

Wardana, R. I., & Frinaldi, A. (2024). Budaya Inovasi di Sektor Publik : Strategi , Implementasi , dan Dampaknya pada Kinerja Organisasi. Future Academia: The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced, 2(4), 620–629.

Yuliani, W. (2018). Metode penelitian deskriptif kualitatif dalam perspektif bimbingan dan konseling. QUANTA: Jurnal Kajian Bimbingan Dan Konseling Dalam Pendidikan, 2(2), 83–91. https://doi.org/10.22460/q.v1i1p1-10.497

Downloads

Published

2025-06-13

How to Cite

Julianti, J., & Frinaldi, A. . (2025). MENGGALI POTENSI INOVASI BUDAYA DI LINGKUNGAN ORGANISASI PUBLIK. SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(2), 351-360. https://doi.org/10.51878/social.v5i2.5371

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)