TRANSFORMASI BUDAYA ORGANISASI DI SEKTOR PUBLIK: INOVASI MENUJU PELAYANAN PUBLIK YANG LEBIH RESPONSIF

Authors

  • May Sendika Magister Administrasi Publik, Universitas Negeri Padang
  • Aldri Frinaldi Magister Administrasi Publik, Universitas Negeri Padang

DOI:

https://doi.org/10.51878/social.v5i2.5376

Keywords:

budaya organisasi, inovasi sektor publik, pelayanan publik, transformasi, responsivitas

Abstract

Organizational culture transformation is an important element in responding to the increasingly complex and dynamic challenges of the public sector. Rigid, bureaucratic organizational culture and resistance to change have become obstacles in creating responsive and community-oriented public services. This study aims to examine in depth the transformation of organizational culture in the public sector as an innovative strategy in improving service quality. The main focus lies on the dynamics of changes in values, norms, and work performance practices that support efficiency and service responsibility. This study uses a literature review method by examining the results of exchange research from both national and international sources, especially those related to innovation, bureaucratic reform, and public services. The study was conducted systematically by identifying patterns of organizational culture change, major obstacles, and strategies for successful transformation. The results of the study show that organizational culture transformation requires visionary leadership, digital technology support, and strengthening the values ??of integrity and orientation towards service users. In addition, changes must be implemented gradually and involve all elements of the organization in order to create a new culture that is adaptive to external changes and challenges. In conclusion, organizational culture transformation is an unavoidable strategic step in realizing a responsive, efficient, and competitive public sector in this modern era.

ABSTRAK
Transformasi budaya organisasi menjadi elemen penting dalam menjawab tantangan sektor publik yang semakin kompleks dan dinamis. Budaya organisasi yang kaku, birokratis, dan resistensi terhadap perubahan telah menjadi hambatan dalam menciptakan pelayanan publik yang responsif dan berorientasi pada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam transformasi budaya organisasi di sektor publik sebagai strategi inovatif dalam meningkatkan kualitas pelayanan. Fokus utama terletak pada dinamika perubahan nilai, norma, dan praktik kerja birokrasi yang mendukung efisiensi dan responsivitas pelayanan. Penelitian ini menggunakan metode literatur review dengan menelaah hasil-hasil riset mutakhir baik dari sumber nasional maupun internasional, terutama yang berkaitan dengan inovasi, reformasi birokrasi, dan pelayanan publik. Kajian dilakukan secara sistematis dengan mengidentifikasi pola-pola perubahan budaya organisasi, hambatan utama, serta strategi keberhasilan transformasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi budaya organisasi memerlukan kepemimpinan visioner, dukungan teknologi digital, dan penguatan nilai-nilai integritas serta orientasi pada pengguna layanan. Selain itu, perubahan harus dilaksanakan secara bertahap dan melibatkan seluruh elemen organisasi agar tercipta budaya baru yang adaptif terhadap perubahan dan tantangan eksternal. Kesimpulannya, transformasi budaya organisasi merupakan langkah strategis yang tidak dapat dihindari dalam mewujudkan sektor publik yang responsif, efisien, dan berdaya saing di era modern ini.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adekamwa, A., et al. (2024). Tren penelitian pelayanan publik di Indonesia: Suatu tinjauan sistematis literatur. Jurnal Administrasi Negara, 30(3), 240–263.

Agustinus, J. (2014). Analogi manajemen keuangan model affirmative action dalam perspektif otonomi khusus. Dalam Model Pengelolaan Dana Otsus di Papua.

Aiman, R. (2024). Pemetaan penyebab persistensi korupsi di sektor publik: Memahami motivasi individu, dukungan faktor eksternal, dan normalisasi dalam budaya organisasi. Peradaban Journal of Economic and Business, 3(1), 23–38.

Andry, A., & Sawir, M. (2024). Membangun budaya pelayanan publik yang ramah: Implementasi teknologi digital dalam birokrasi pemerintahan. Journal of Governance and Local Politics (JGLP), 6(2), 216–228.

Atmim, R. R., et al. (2024). Kajian teori budaya dalam organisasi berbasis lingkungan sebagai upaya mendorong inovasi dan meningkatkan keterlibatan karyawan untuk membangun dampak positif dimata publik. Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Al-Multazam, 10(2), 319–332.

Bass, B. M., & Riggio, R. E. (2006). Transformational leadership (2nd ed.). Lawrence Erlbaum Associates.

Cameron, K. S., & Quinn, R. E. (2011). Diagnosing and changing organizational culture. Jossey-Bass.

Choirunnisa, L., et al. (2023). Peran sistem pemerintah berbasis elektronik (SPBE) dalam meningkatkan aksesibilitas pelayanan publik di Indonesia. Sosio Yustisia: Jurnal Hukum dan Perubahan Sosial, 3(1), 71–95.

Denhardt, J. V., & Denhardt, R. B. (2015). The new public service: Serving, not steering. Routledge.

Firman, A., et al. (2024). Efek motivasi kerja, lingkungan kerja dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi, 7(4), 425–435.

Gil-Garcia, J. R. (2015). Enacting electronic government success. Springer.

Hartanto, D. (2019). Kajian wilayah birokrasi bersih dan melayani Kepolisian Resort Kota Besar Medan. Publikauma: Jurnal Administrasi Publik Universitas Medan Area, 7(2), 71–87.

Jaskyte, K. (2004). Transformational leadership, organizational culture, and innovativeness in nonprofit organizations. Nonprofit Management & Leadership, 15(2), 153–168.

Julianti, D. (2024). Strategi kebijakan penguatan pelayanan publik dan pengawasan perizinan berusaha dengan aplikasi berbasis teknologi informasi. Kybernology Jurnal Ilmu Pemerintahan Dan Administrasi Publik, 2(2), 324–363.

Munir, F. (2017). Pengaruh kepimpinan negara-negara di Asia dalam refomasi birokrasi Indonesia. Jurnal Kajian Pemerintahan, Politik dan Birokrasi WEDANA, 3(1), 314–323.

Osborne, D., & Brown, K. (2011). Managing change and innovation in public service organizations. Routledge.

Peters, B. G. (2019). The politics of bureaucracy. Routledge.

Saputra, W. N., et al. (2024). Trasformasi birokrasi digital dalam pelayanan publik: Studi kasus penerapan e-government. Jurnal Sosial, Ekonomi dan Humaniora, 3(2), 82–94.

Schein, E. H. (2010). Organizational culture and leadership (4th ed.). Jossey-Bass.

Sedarmayanti, S. H. (2012). Strategi penguatan etika dan integritas birokrasi dalam rangka pencegahan korupsi guna meningkatkan kualitas pelayanan. Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi, 9(3), 5.

Suryono, A. (2011). Manajemen sumberdaya manusia: Etika dan standar profesional sektor publik. Universitas Brawijaya Press.

Yulanda, A., & Adnan, M. F. (2023). Transformasi digital: Meningkatkan efisiensi pelayanan publik ditinjau dari perspektif administrasi publik. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 1(3), 103–110.

Zin, E. M., et al. (2023). Studi literatur: Gaya kepemimpinan transformasional dan motivasi kerja. Journal of Management and Social Sciences, 1(3), 208–231.

Downloads

Published

2025-06-13

How to Cite

Sendika, M., & Frinaldi, A. . (2025). TRANSFORMASI BUDAYA ORGANISASI DI SEKTOR PUBLIK: INOVASI MENUJU PELAYANAN PUBLIK YANG LEBIH RESPONSIF . SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(2), 371-380. https://doi.org/10.51878/social.v5i2.5376

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)