RELEVANSI DESENTRALISASI TERHADAP DINAMIKA PEMERINTAHAN LOKAL: KAJIAN LITERATUR PADA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN NAGARI KABUPATEN AGAM
DOI:
https://doi.org/10.51878/social.v5i4.8544Keywords:
Relevansi Desentralisasi, Pemerintahan Lokal, Pemberdayaan MasyarakatAbstract
Decentralization is one of the fundamental pillars in public administration that aims to bring government services closer to the people, enhance public participation, and strengthen regional autonomy. The implementation of decentralization in Indonesia is manifested through regional autonomy policies that provide space for local governments to manage governmental affairs in accordance with their needs and potentials. This article aims to analyze the relevance of decentralization theory to the dynamics of local governance, with a particular focus on community empowerment and the nagari system in Agam Regency. The method employed is a literature review, examining theories of decentralization, regulations on regional governance, and relevant previous studies. The findings indicate that decentralization theory not only provides a normative foundation for local governance but also offers a conceptual framework for understanding development dynamics based on community participation. In the context of Agam Regency, the nagari, as a distinctive local governance unit of the Minangkabau tradition, plays a strategic role in driving development and empowering communities. The nagari governance model illustrates how decentralization theory finds its relevance by allowing communities to be directly involved in planning, decision-making, and the implementation of development programs. Nevertheless, several challenges remain, such as limited institutional capacity at the nagari level, coordination among different levels of government, and the sustainability of empowerment programs, which are often constrained by resource limitations. This article concludes that the relevance of decentralization theory in the practice of village governance in Agam Regency not only strengthens community participation, but also emphasizes the importance of strengthening institutional capacity.
ABSTRAK
Desentralisasi merupakan salah satu pilar penting dalam administrasi publik yang bertujuan untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat, meningkatkan partisipasi publik, serta memperkuat kemandirian daerah. Penerapan desentralisasi di Indonesia diwujudkan melalui kebijakan otonomi daerah yang memberi ruang bagi pemerintah lokal untuk mengelola urusan pemerintahan sesuai dengan kebutuhan dan potensi daerahnya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis relevansi teori desentralisasi terhadap dinamika pemerintahan lokal dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat dan nagari di Kabupaten Agam. Metode yang digunakan adalah kajian literatur, yaitu dengan menelaah teori-teori desentralisasi, regulasi tentang pemerintahan daerah, serta penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa teori desentralisasi tidak hanya memiliki landasan normatif dalam penyelenggaraan pemerintahan lokal, tetapi juga memberikan kerangka konseptual untuk memahami dinamika pembangunan yang berbasis partisipasi masyarakat. Dalam konteks Kabupaten Agam, nagari sebagai satuan pemerintahan lokal khas Minangkabau berperan strategis dalam menggerakkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Model pemerintahan nagari memperlihatkan bagaimana teori desentralisasi menemukan relevansinya, yaitu dengan memberikan ruang bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam perencanaan, pengambilan keputusan, serta pelaksanaan pembangunan. Meski demikian, terdapat sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan kapasitas kelembagaan nagari, koordinasi antarlevel pemerintahan, dan keberlanjutan program pemberdayaan yang sering terkendala oleh faktor sumber daya. Artikel ini menyimpulkan bahwa relevansi teori desentralisasi dalam praktik pemerintahan nagari di Kabupaten Agam tidak hanya memperkuat partisipasi masyarakat, tetapi juga menegaskan pentingnya penguatan kapasitas institusional.
Downloads
References
Adabi. (2024). Decentralization and public participation: A literature review on impact and implementation. Adabi: Journal of Public Administration and Business, 11(1), 33–45. https://adabi.ejournaladabiah.org/index.php/adabi/article/view/17
Affandi, L. H., & Suastra, I. W. (2024). Tantangan demokratisasi pendidikan Indonesia. Jurnal Basicedu, 8(3), 1733. https://doi.org/10.31004/basicedu.v8i3.7477
Afrianti, S. (2020). Rimbo larangan kearifan lokal masyarakat Minang Kabau untuk menjaga kelestarian sumber daya alam dan lingkungan. Agroprimatech, 3(2), 74. https://doi.org/10.34012/agroprimatech.v3i2.917
Amin, R. I., & Isharyanto, I. (2022). Asymmetrical sequential decentralization: Resetting the paradigm of regional autonomy. Journal of Governance and Regulation, 11(4), 24. https://doi.org/10.22495/jgrv11i4art3
Braun, V., & Clarke, V. (2021). Thematic analysis: A practical guide. SAGE.
Diva, J. D. I., & Nuruddin, M. (2024). Kelayakan media video interaktif berbasis KineMaster pada materi bagaimana bumi berubah kelas V SD. Abuya Jurnal Pendidikan Dasar, 2(1), 11. https://doi.org/10.52185/abuyavol2iss1y2024403
Dwiyanto, A. (2016). Reformasi birokrasi publik di Indonesia. Gadjah Mada University Press.
Faguet, J. P. (2019). Decentralization and governance. World Development, 122, 313–332. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2019.05.003
Firman, A. A. (2021). Pemberdayaan masyarakat di desa berbasis komunitas: Review literatur. Jurnal Ilmiah Tata Sejuta STIA Mataram, 7(1), 132. https://doi.org/10.32666/tatasejuta.v7i1.196
Guntoro, M. (2021). Desentralisasi dan otonomi daerah. Jurnal CENDEKIA Jaya, 3(2), 1. https://doi.org/10.47685/cendekia-jaya.v3i2.184
Habibani, R. A., Asnil, A., Frinaldi, A., & Putri, N. E. (2025). Pengaruh belanja daerah terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Pariaman. CENDEKIA Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(4), 1905. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i4.7823
Hanifah, Z., Fatimah, S., & Fitrisia, A. (2024). Pemikiran filsafat postmodern dalam membangun pemerintahan yang inklusif. CENDEKIA Jurnal Ilmu Pengetahuan, 4(4), 588. https://doi.org/10.51878/cendekia.v4i4.4007
Harahap, E. K. (2016). Manajemen otonomi pendidikan di Indonesia. Ri’ayah: Jurnal Sosial dan Keagamaan, 1(2), 137. https://doi.org/10.32332/riayah.v1i02.104
Haryanto. (2020). Otonomi daerah dan desentralisasi di Indonesia: Teori dan praktik. Rajawali Pers.
Huda, F., & Sukadiono, S. (2021). Peningkatan penjualan melalui pendampingan online selling pada platform digital. AKSIOLOGIYA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(4), 557. https://doi.org/10.30651/aks.v5i4.10161
Khaerunissa, S., Hasanah, B., & Sururi, A. (2023). Kapasitas inovasi program dana pembangunan wilayah kelurahan dalam mendukung percepatan dan pemerataan pembangunan daerah. Dialogue Jurnal Ilmu Administrasi Publik, 5(2). https://doi.org/10.14710/dialogue.v5i2.20348
Marbi, S., & Widayat, T. N. E. (2025). Kapasitas kepala desa dalam memberdayakan masyarakat Kalurahan Condongcatur Kecamatan Depok Kabupaten Sleman. SOCIAL Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(2), 680. https://doi.org/10.51878/social.v5i2.6200
Mardiasmo. (2018). Desentralisasi fiskal dan keuangan daerah di Indonesia. Andi Offset.
Maulina, M., Ramli, M., & Musdalifah, M. (2024). Strategi kepala sekolah dan komite sekolah dalam pengembangan sarana prasarana di sekolah SMP Muhammadiyah 6 Makassar. LEARNING Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 4(2), 346. https://doi.org/10.51878/learning.v4i2.2898
Pamuja, I. A., Normelani, E., Kasyfi, M. F., Fathoni, M., & Iskandar, A. (2024). A new approach to community empowerment-based tourism village development in Indonesia. Jurnal Geografika, 21(2), 150–165. https://ppjp.ulm.ac.id/journals/index.php/jgp/article/view/15436
Pratama, W. B., Syarfi, I. W., & Hasnah, H. (2023). Efektivitas pemberdayaan masyarakat dengan menggunakan dana desa di Kabupaten Pasaman Barat (studi kasus di nagari maju dan nagari berkembang). Region Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif, 18(2), 534. https://doi.org/10.20961/region.v18i2.59446
Rahim, R. K., Frinaldi, A., & Magriasti, L. (2024). Decentralization and local community welfare: Analysis based on literature studies. Adabi: Journal of Public Administration and Business, 11(1), 1–15. https://adabi.ejournaladabiah.org/index.php/adabi/article/view/15
Rudy, R. (2016). Desentralisasi Indonesia memupuk demokrasi dan penciptaan tata pemerintahan lokal. Fiat Justisia Jurnal Ilmu Hukum, 1(1). https://doi.org/10.25041/fiatjustisia.v1no1.529
Safitri, C., Valentina, T. R., & Putera, R. E. (2023). The utilization of kaum-based village funds as a form of strengthening the capacity of the nagari government during the COVID-19 pandemic. Sosiohumaniora, 25(3), 275–286. https://jurnal.unpad.ac.id/sosiohumaniora/article/view/44998
Siregar, D. O., Simanjorang, E. F. S., & Prayoga, Y. (2023). Penyelenggaraan administrasi dalam mendukung good goverance. Munaddhomah Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 3(4), 398. https://doi.org/10.31538/munaddhomah.v3i4.307
Siswidiyanto, & Sahputri, R. A. M. (2023). Decentralisation and human development in Indonesia: The importance of local government capacity in delivering development outputs and outcomes. Lex Localis – Journal of Local Self-Government, 21(2), 393–419. https://doi.org/10.4335/21.2.393-419(2023
Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333–339. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2019.07.039
Syafri, W. (2021). Desentralisasi dan demokrasi lokal: Teori, kebijakan, dan praktik. Prenada Media.
Xiao, Y., & Watson, M. (2019). Guidance on conducting a systematic literature review. Journal of Planning Education and Research, 39(1), 93–112. https://doi.org/10.1177/0739456X17723971
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













