ANALISIS KEBIJAKAN ALOKASI BELANJA DAERAH KABUPATEN AGAM TAHUN 2024 : DOMINASI BELANJA OPERASI DAN DAMPAKNYA PADA PEMBANGUNAN DAERAH
DOI:
https://doi.org/10.51878/social.v5i4.8557Keywords:
Belanja Daerah, Pembangunan Daerah, Kebijakan FiskalAbstract
This study aims to analyze the expenditure allocation policy of Agam Regency in the Fiscal Year 2024, with a particular focus on the dominance of operational expenditure and its implications for regional development. The 2024 local government budget (APBD) of Agam Regency amounts to approximately IDR 1.67 trillion, of which operational expenditure accounts for IDR 1.30 trillion, or about 77 percent of total spending. Meanwhile, capital expenditure expected to play a strategic role in promoting infrastructure development and improving public services is allocated only IDR 165.78 billion, or around 9.8 percent. This imbalance illustrates the limited fiscal space faced by the regional government in making long-term, productivity-oriented investments essential for stimulating regional economic growth. This research employs a qualitative descriptive method using secondary data sourced from the APBD document of Agam Regency for the 2024 fiscal year. The findings reveal that the dominance of operational expenditure is primarily attributed to the high burden of personnel expenditure, goods and services expenditure, and grants, all of which absorb a substantial portion of fiscal resources. Consequently, this condition restricts the government’s flexibility in allocating funds for capital expenditure that directly supports the development of strategic infrastructure such as roads, irrigation networks, and public facilities. The dominance of operational expenditure has significant implications for regional development, including the slower pace of infrastructure expansion, limited improvement in the quality of public facilities, and reduced government capacity to stimulate productive economic sectors. These conditions highlight the need for a more efficiency-oriented budgeting policy and an increased allocation for capital expenditure. This study recommends strengthening fiscal capacity through the optimization of locally generated revenues (PAD), rationalizing less productive expenditures, and implementing performance-based budgeting to ensure that regional development progresses more effectively, sustainably, and with tangible benefits for public welfare.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan alokasi belanja daerah Kabupaten Agam Tahun Anggaran 2024 dengan menitikberatkan pada dominasi belanja operasi serta implikasinya terhadap pembangunan daerah. Struktur APBD menunjukkan bahwa belanja daerah Kabupaten Agam tahun 2024 mencapai Rp1,67 triliun, dengan porsi belanja operasi sebesar Rp1,30 triliun atau sekitar 77 persen dari total belanja. Sementara itu, belanja modal yang seharusnya berperan penting dalam mendorong pembangunan infrastruktur dan peningkatan layanan publik hanya dialokasikan sebesar Rp165,78 miliar atau sekitar 9,8 persen. Ketimpangan alokasi ini menggambarkan keterbatasan ruang fiskal yang dialami pemerintah daerah dalam melakukan investasi jangka panjang yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi daerah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis data sekunder yang bersumber dari dokumen APBD Kabupaten Agam Tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominasi belanja operasi terutama disebabkan oleh tingginya beban belanja pegawai, belanja barang dan jasa, serta belanja hibah, yang secara keseluruhan menyerap sebagian besar sumber daya anggaran. Kondisi ini mengurangi fleksibilitas pemerintah daerah dalam mengalokasikan anggaran untuk belanja modal yang memiliki kontribusi langsung terhadap pembangunan infrastruktur strategis, seperti jalan, jaringan irigasi, dan gedung pelayanan publik. Dampak dominasi belanja operasi terlihat pada terhambatnya percepatan pembangunan daerah, terbatasnya peningkatan kualitas sarana dan prasarana publik, serta rendahnya kemampuan pemerintah daerah dalam mendorong sektor-sektor ekonomi produktif. Situasi tersebut menunjukkan perlunya kebijakan penganggaran yang lebih berorientasi pada efisiensi belanja serta peningkatan proporsi belanja modal. Penelitian ini merekomendasikan perlunya strategi peningkatan kapasitas fiskal melalui optimalisasi PAD, rasionalisasi belanja yang kurang produktif, serta perencanaan anggaran berbasis kinerja agar pembangunan daerah dapat berjalan lebih efektif, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Downloads
References
Andriyani, N., Mukhzarudfa, M., & Pa, E. D. (2020). Pengaruh kinerja keuangan pemerintah daerah terhadap belanja modal (Studi di Kabupaten/Kota Provinsi Jambi tahun 2014 – 2018). Jurnal Akuntansi & Keuangan Unja, 5(2), 132. https://doi.org/10.22437/jaku.v5i2.10263
Dewabrata, C., Firmansyah, A., Andrias, D., Tarigan, R. P., & Trisnawati, E. (2022). Hubungan intellectual capital dan kinerja belanja pada instansi pemerintah. Jurnal Pajak dan Keuangan Negara (PKN), 4(1), 368. https://doi.org/10.31092/jpkn.v4i1s.1830
Dinarjito, A., & Dharmazi, A. (2020). Pengaruh desentralisasi fiskal, investasi, dan indeks pembangunan manusia terhadap pertumbuhan ekonomi regional di Provinsi Kalimantan Timur. Jurnal Pajak dan Keuangan Negara (PKN), 1(2), 57. https://doi.org/10.31092/jpkn.v1i2.789
Habibani, R. A., Asnil, A., Frinaldi, A., & Putri, N. E. (2025). Pengaruh belanja daerah terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Pariaman. Cendekia: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(4), 1905. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i4.7823
Hermain, H., Daulay, A. N., & Enre, D. T. (2020). Analysis of value for money income budgets government of the City of Medan. Ad Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam, 4(2), 115. https://doi.org/10.30868/ad.v4i2.843
Hutajulu, D. M., Panjawa, J. L., Islami, F. S., & Sugiharti, R. R. (2020). Determinan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan wilayah induk dan pemekaran di kawasan timur Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 23(2), 263. https://doi.org/10.24914/jeb.v23i2.3293
Kanaiya, I. P. C., & Mustanda, I. K. (2020). Kepuasan kerja memediasi hubungan kompensasi terhadap retensi karyawan. E-Jurnal Manajemen Universitas Udayana, 9(3), 1109. https://doi.org/10.24843/ejmunud.2020.v09.i03.p15
Kurniawan, A., & Ihsan, M. (2021). Infrastruktur, investasi dan implikasinya terhadap pertumbuhan ekonomi. Jurnal Riset Ilmu Ekonomi, 1(2), 78. https://doi.org/10.23969/jrie.v1i2.15
Marseno, B., & Mulyani, E. (2020). Pengaruh pertumbuhan ekonomi, pendapatan asli daerah (PAD), jumlah penduduk dan luas wilayah terhadap belanja modal pemerintah daerah. Jurnal Eksplorasi Akuntansi, 2(4), 3452. https://doi.org/10.24036/jea.v2i4.295
Purwanto, P., Indrawan, R., & Heryanti, A. N. (2022). Capital expenditure allocation analysis of local governments. International Journal of Science Technology & Management, 3(2), 453. https://doi.org/10.46729/ijstm.v3i2.479
Rizky, Z., & Syahputra, D. K. (2022). Optimalisasi pendapatan asli daerah Provinsi Jawa Barat sebagai upaya mewujudkan kemandirian fiskal. Jurnal Pajak Indonesia (Indonesian Tax Review), 6(1), 47. https://doi.org/10.31092/jpi.v6i1.1545
Sariono, E., & Sitorus, M. (2024). Prinsip good governance dalam pengelolaan keuangan daerah Pemerintah Kota Depok. Journal of Economic Business and Accounting (COSTING), 7(5), 3580. https://doi.org/10.31539/costing.v7i5.12128
Surahmi, S., Ahmad, M. S., & Muttaqin, M. (2025). Evaluasi kinerja pejabat fungsional auditor di Kantor Inspektorat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan. Social: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(4), 1630. https://doi.org/10.51878/social.v5i4.8136
Ulfa, S. N., & Frinaldi, A. (2025). Inovasi pemerintah daerah dalam penerapan kebijakan publik dan pelayanan publik. Social: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(2), 610. https://doi.org/10.51878/social.v5i2.5965
Wahyudi, S. T., & Kurniawati, L. (2022). The effect of fiscal decentralization on economic growth: A study of the province level in Indonesia. Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan, 15(1), 37. https://doi.org/10.24843/jekt.2022.v15.i01.p03
Winarni, E., Ahmad, A. A., & Suharno, S. (2020). Pengaruh investasi dan belanja modal terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 20(2), 447. https://doi.org/10.33087/jiubj.v20i2.946
Wulandari, W. R., & Hapsari, A. N. S. (2021). Peran kearifan lokal dalam mewujudkan akuntabilitas pengelolaan keuangan desa. Jurnal Proaksi, 8(2), 400. https://doi.org/10.32534/jpk.v8i2.2195
Yasin, M. (2020). Analisis pendapatan asli daerah dan belanja pembangunan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten/Kota Jawa Timur. Journal of Economic Business and Accounting (COSTING), 3(2), 465. https://doi.org/10.31539/costing.v3i2.1161
Yudiastuti, L. N., Sujana, E., & Sinarwati, N. K. (2025). Belanja modal memoderasi pengaruh pendapatan asli daerah dan dana perimbangan terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah. Journal of Accounting and Finance Management, 6(1), 51. https://doi.org/10.38035/jafm.v6i1.1570
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













