MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL MELALUI KEGIATAN BUDAYA RUTINAN YASIN–TAHLIL
DOI:
https://doi.org/10.51878/social.v6i1.9383Keywords:
interaksi sosial, Yasin–Tahlil, budaya lokalAbstract
Social interaction is the primary foundation for creating a harmonious and cohesive society. In the context of modernization, globalization, and the development of individualistic lifestyles, as well as the intensity of social interactions within society, particularly in the field of education, religious activities and local religious practices hold a strategic role as a means to foster and strengthen social ties among members of the community. The purpose of this article is to examine the routine cultural activities of Yasin-Tahlil as a means to enhance social interaction among the residents of Jatikalang Village, Krian Subdistrict. The author of this article employs a descriptive qualitative approach, utilizing literature analysis and social analysis in relation to the practical implementation of Yasin-Tahlil activities in the community. The focus is on how these activities are conducted, how the community participates, and the existing social norms. The findings of the analysis indicate that the Yasin-Tahlil activities are more than just a means of worship. In addition to strengthening the religious and cultural identity of the community, these activities can foster social cohesion, solidarity, and brotherhood. Thus, the routine of Yasin-Tahlil makes a significant contribution to improving the quality of social interaction and strengthening the social cohesion of the Jatikalang Village community. The preservation and strengthening of such cultural-religious activities are essential for promoting social harmony and the sustainability of the community's way of life in the face of social change.
ABSTRAK
Interaksi sosial merupakan dasar utama untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dan kohesif. Dalam konteks modernisasi, globalisasi, dan perkembangan gaya hidup individualistis, serta intensitas interaksi sosial di dalam masyarakat , khususnya di bidang pendidikan ,. Dalam konteks ini , kegiatan keagamaan dan keagamaan lokal memiliki peran strategis sebagai sarana untuk membina dan memperkuat ikatan sosial di antara masyarakat . Tujuan artikel ini adalah untuk meneliti kegiatan budaya rutin Yasin - Tahlil dalam rangka meningkatkan interaksi sosial di antara warga Desa Jatikalang, Kecamatan Krian. Penulis artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis literatur dan analisis sosial dalam kaitannya dengan implementasi praktis kegiatan Yasin - Tahlil di masyarakat. Fokusnya adalah pada bagaimana kegiatan tersebut dilakukan , bagaimana masyarakat berpartisipasi , dan norma - norma sosial yang ada . Temuan analisis menunjukkan bahwa kegiatan Yasin - Tahlil lebih dari sekadarsarana ibadah. Selain memperkuat identitas keagamaan dan budaya masyarakat , kegiatan ini dapat menumbuhkan kohesi sosial , solidaritas dan persaudaraan . Dengan demikian , rutinitas Yasin - Tahlil memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas interaksi sosial dan memperkuat kohesi sosial masyarakat Desa Jatikalang . Pelestarian dan penguatan kegiatan budaya - keagamaan semacam ini sangat penting untuk mendorong keharmonisan sosial dan keberlanjutan cara hidup masyarakat dalam menghadapi perubahan sosial.
Downloads
References
Annajih, M. Z. H., Fakhriyani, D. V., & Sa’idah, I. (2021). Konseling indigenous: Kajian pada kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan. Edu Consilium: Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam, 2(1). https://doi.org/10.19105/ec.v2i1.4255
Asmiyanto, T., & Sugiyanto, S. (2025). Inovasi pendamping sekolah lapang dalam mewujudkan desa inklusif.
Ataupah, W. V., & Parhan, M. (2025). Kurikulum yang membumi: Integrasi nilai-nilai kearifan lokal dalam pembelajaran IPS untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan, 5(4), 1133. https://doi.org/10.51878/manajerial.v5i4.8045
Awaliah, S. (2021). Zakat dan halal: Pengaruh pivilese praktik keagamaan dalam regulasi pembangunan di Indonesia. Idarotuna, 3(2), 162. https://doi.org/10.24014/idarotuna.v3i2.11813
Colfer, C. J. P., & Prabhu, R. (2023). Responding to environmental issues through adaptive collaborative management. Routledge. https://doi.org/10.4324/9781003325932
Faedlulloh, D., Karmilasari, V., Meutia, I. F., & Yulianti, D. (2021). Examining social capital for urban societies in the midst of Covid-19 through digital gotong royong. Advances in Social Science, Education and Humanities Research. https://doi.org/10.2991/assehr.k.211206.028
Farah, N. (2020). Makna ritual maulidan bagi masyarakat buntet pesantren kecamatan astanajapura kabupaten cirebon. Jurnal Tamaddun: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam, 8(2). https://doi.org/10.24235/tamaddun.v8i2.7262
Humaedi, M. A., Wibowo, D. P., Hariyanto, W., Susilo, S. R. T., Wijayanti, F., Hakim, F. N., Martino, M., Wijaya, G., Andari, R. N., Yumantoko, Y., & Tessa, A. (2025). Shifting collective values: The role of rural women and gotong royong in village fund policy. Humanities and Social Sciences Communications, 12(1). https://doi.org/10.1057/s41599-025-04577-6
Indriyani, D., Komalasari, K., Malihah, E., & Fitriasari, S. (2023). Promoting civic engagement among students in the preservation of local culture during a time of disruption. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 20(1), 104. https://doi.org/10.21831/jc.v20i1.58790
Irawan, A., Parukka, R. A. P., Pane, L. R., Tuhumena, J. R., & Redu, S. T. (2023). Pemberdayaan masyarakat melalui budidaya pembesaran ikan lele dengan sistem bioflo. Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdira), 3(1), 228. https://doi.org/10.31004/abdira.v3i1.251
Junaedi, J., Dikrurohman, D., & Abdullah, A. (2023). Analysis of social change in rural communities due to the influence of urbanization and globalization in Indonesia. Edunity: Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan, 2(3), 431. https://doi.org/10.57096/edunity.v2i3.76
Khotimah, K., & Rosidi, I. (2020). Negotiating piety and radicalism: A study among Muslim youth in Pekanbaru, Indonesia. Jurnal Ilmiah Peuradeun, 8(3), 633. https://doi.org/10.26811/peuradeun.v8i3.377
Kondi, B. R. P., Pillakoannu, R. T., & Lattu, I. Y. M. (2021). Ritual wulla poddu sebagai model resiliensi masyarakat marapu di kampung tarung dan praiijing sumba barat. Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology), 6(2), 172. https://doi.org/10.24114/antro.v6i2.18494
Kristanti, D., Edison, E., Yunanto, M. K., Alfiandri, A., Utari, D. S., Samnuzulsari, T., Akbar, D., Suyito, S., Solina, E., & Yudiatmaja, W. E. (2021). Strengthening social capital of urban community during COVID-19 disaster. E3S Web of Conferences, 331, 1013. https://doi.org/10.1051/e3sconf/202133101013
Kristanto, T. B. A., & Putri, A. A. (2021). Pengembangan masyarakat berbasis aset sebagai upaya pemberdayaan masyarakat melalui sektor wisata kebugaran di Indonesia. Journal of Social Development Studies, 2(2), 43. https://doi.org/10.22146/jsds.2272
Maulana, L., Mardian, N., Galuh, R., & Hayunandgea, V. (2025). Menanamkan nilai gotong royong melalui kearifan lokal desa penglipuran. Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan, 3(3), 112. https://doi.org/10.62383/risoma.v3i3.756
Muchlashin, A., Putri, W. A., Asya’bani, N., & Nurfajrin, S. (2022). Pemberdayaan ekonomi masyarakat nelayan di kampung mumes raja ampat papua barat. Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement, 3(2), 235. https://doi.org/10.37680/amalee.v3i1.1562
Murtadlo, M., Albana, H., Helmy, M. I., Libriyanti, Y., Izazy, N. Q., & Saloom, G. (2024). Preserving the gotong royong character for Indonesian Gen-Z in the digital era. International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE), 13(3), 1631. https://doi.org/10.11591/ijere.v13i3.27175
Nababan, R., Dharma, S., Siahaan, P. G., Junaidi, J., Fatimah, U., & Faudzi, W. S. D. bin M. (2025). Transforming civic education through nationalism projects to strengthen global diversity character in higher education. Jurnal Kewarganegaraan, 22(2), 160. https://doi.org/10.24114/jk.v22i2.65623
Noviar, T. N. A., Zakiah, K., & Setiawan, E. (2021). Komunikasi spiritual wanita karir di lingkungan rumah sakit kota bandung. Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi, 5(2), 185. https://doi.org/10.15575/cjik.v5i2.15064
Rahman, L., Fajriyani, G., Triani, P. N., & Aslan, E. (2022). Revisiting ritual and ancestral practice: Belief and belonging within the jamasan bende tradition in bumijawa tegal, central java. Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 30(1), 103. https://doi.org/10.21831/ws.30.1.13067
Rojak, R., Zuhri, S., & Sastradiharja, J. (2021). Pengaruh media sosial dan lingkungan sosial sekolah terhadap perilaku religius siswa. Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta, 2(1), 74. https://doi.org/10.53800/wawasan.v2i1.65
Segara, I. N. Y. (2020). "Bade Beroda": Transformasi dan komodifikasi budaya dalam upacara ngaben di Bali. Mudra: Jurnal Seni Budaya, 35(1), 94. https://doi.org/10.31091/mudra.v35i1.810
Solihin, S., & Adnan, A. (2020). Model penyampaian pelatihan bisnis online pada masyarakat desa dengan kolaborasi perguruan tinggi dan pesantren. TEMALI: Jurnal Pembangunan Sosial, 3(1), 86. https://doi.org/10.15575/jt.v3i1.7484
Surwanti, A., & Puspitosari, W. A. (2021). Penguatan kader rehabilitasi berbasis masyarakat guna mewujudkan masyarakat yang inklusi. Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat. https://doi.org/10.18196/ppm.32.199
Utami, M. P. (2024). Pengaruh interaksi sosial dalam pergaulan terhadap pengembangan sikap kepedulian sosial siswa madrasah ibtidaiyah. Jurnal Basicedu, 8(1), 71. https://doi.org/10.31004/basicedu.v8i1.6298
Utami, S. M., & Arsi, A. A. (2022). Lingkungan perdesaan: Sebuah tantangan perubahan bagi masyarakat pegunungan. Bookchapter Alam Universitas Negeri Semarang, 1, 90. https://doi.org/10.15294/ka.v1i1.86
Wignjosasono, K. W. (2022). Transformasi sosial budaya masyarakat pasca pandemi Covid-19. Sebatik, 26(1), 387. https://doi.org/10.468484/sebatik.v26i1.1855
Wulandari, D. R., & Trinugraha, Y. H. (2025). From collective solidarity to rational participation: Transforming the royongan omah tradition in ngasinan village, Indonesia. Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI), 6(1), 29. https://doi.org/10.22373/jsai.v6i1.6660
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













