POTENSI PEMBELAJARAN IPAS DALAM MEMPERKENALKAN KEARIFAN LOKAL DI SEKOLAH DASAR
DOI:
https://doi.org/10.51878/social.v6i1.9386Keywords:
pembelajaran IPAS, kearifan local, Kurikulum Merdeka, sekolah dasarAbstract
The implementation of the Independent Curriculum, which integrates science and social studies into the science subject, aims to create a comprehensive understanding of science. However, the rapid flow of globalization has triggered the urgency of preserving local wisdom values in national education. This study aims to instill the potential and learning strategies of science as an effective means of introducing local culture in elementary schools. Using a qualitative descriptive approach through a literature study method, this study examines various scientific sources through four systematic stages: data collection, authoritative source collection, content analysis, and comprehensive conclusions. The research findings reveal that the integration of local wisdom of the Dayak Tribe in Bengkayang Regency, such as the ethnobotanical practice of medicinal plants and traditional agricultural rituals, into the science curriculum has great potential to increase the connection of the material with the real life reality of students. The results of the literature synthesis confirm its high effectiveness with a success rate of up to 97.41% in increasing students' learning interest and critical thinking skills compared to the use of conventional methods. The main conclusion confirms that science is a pedagogical strategy medium for strengthening cultural identity while realizing the Pancasila Student Profile with ecological and religious characteristics. The success of this implementation fosters active collaboration between schools, traditional leaders, and the government in developing a contextual curriculum to ensure traditional knowledge remains sustainable for future generations.
ABSTRAK
Implementasi Kurikulum Merdeka yang mengintegrasikan IPA dan IPS menjadi mata pelajaran IPAS bertujuan untuk menciptakan pemahaman sains yang utuh, namun derasnya arus globalisasi memicu urgensi pelestarian nilai kearifan lokal dalam dunia pendidikan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi dan strategi pembelajaran IPAS sebagai sarana efektif untuk memperkenalkan budaya lokal di jenjang sekolah dasar. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui metode studi pustaka atau literatur, penelitian ini menelaah berbagai sumber ilmiah melalui empat tahapan sistematis yang meliputi pengumpulan data, identifikasi sumber otoritatif, analisis konten, serta penarikan kesimpulan secara komprehensif. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa integrasi kearifan lokal Suku Dayak di Kabupaten Bengkayang, seperti praktik etnobotani tanaman obat dan ritual pertanian tradisional, ke dalam kurikulum IPAS berpotensi besar meningkatkan keterkaitan materi dengan realitas kehidupan nyata peserta didik. Hasil sintesis literatur mengonfirmasi adanya efektivitas tinggi dengan persentase keberhasilan hingga 97,41% dalam meningkatkan minat belajar serta keterampilan berpikir kritis siswa dibandingkan penggunaan metode konvensional. Simpulan utama menegaskan bahwa IPAS merupakan media pedagogis strategis untuk memperkuat identitas budaya sekaligus mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang berkarakter ekologis dan religius. Keberhasilan implementasi ini menuntut kolaborasi aktif antara pihak sekolah, tokoh adat, dan pemerintah dalam penyusunan kurikulum kontekstual agar pengetahuan tradisional tetap lestari bagi generasi masa depan.
Downloads
References
Akbar, M., Samsudin, S., Saiful, M., & Sahril, S. (2025). Evaluasi pembelajaran pendidikan agama Islam berbasis nilai Pancasila: Tinjauan konseptual dan normatif. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 5(3), 1205–1215. https://doi.org/10.51878/learning.v5i3.6643
Amalia, D., & Widiyono, A. (2025). Peran guru dalam membentuk profil pelajar Pancasila dimensi gotong royong siswa sekolah dasar. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(3), 960–970. https://doi.org/10.51878/social.v5i3.6936
Annisha, D. (2024). Integration of the use of local wisdom in the learning process on the concept of Merdeka Belajar curriculum. Jurnal Basicedu, 8(3), 2108–2115. https://doi.org/10.31004/basicedu.v8i3.7706
Batigin, R. W., Irianti, M., & Sutomo, E. (2024). Pengembangan e-modul IPA berbasis kearifan lokal Papua pada materi interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya kelas VII SMP/MTs. EDUPROXIMA: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA, 6(3), 758–765. https://doi.org/10.29100/eduproxima.v6i3.4811
Faedah, A., Ngazizah, N., & Suyoto, S. (2024). Pengembangan modul berbasis kearifan lokal terintegrasi profil pelajar Pancasila pada mata pelajaram IPAS materi energi kelas IV di SDN Kliwonan. Jurnal Binagogik, 11(1), 213–220. https://ejournal.stkipbbm.ac.id/index.php/pgsd/article/view/3196
Fatimah, K., Viono, T., & Ambarwati, A. (2023). Pengembangan e-modul interaktif berbasis gamifikasi pada pembelajaran teks fabel. DIGLOSIA: Jurnal Kajian Bahasa Sastra dan Pengajarannya, 6(4), 945–960. https://doi.org/10.30872/diglosia.v6i4.728
Febrianti, W. E., Ngazizah, N., Khaq, M., & Purworejo, M. (2024). Pengembangan multimedia berbasis kearifan lokal. Jurnal Binagogik, 11(1), 31–37. https://ejournal.stkipbbm.ac.id/index.php/pgsd/article/view/3169
Febriyanto, A. Y. A., Subiyantoro, H., & L, A. H. (2025). Pengembangan video pembelajaran berbasis kontekstual untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa materi perubahan sosial budaya. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(3), 885–895. https://doi.org/10.51878/social.v5i3.6537
Hamzah, M. (2021). Problematik pendidikan bahasa Indonesia kajian pembelajaran bahasa Indonesia pada sekolah dasar. Syntax Transformation: Jurnal Ilmiah Pendidikan, 2(6), 843–848. https://doi.org/10.46799/jst.v2i6.305
Jannah, L., & Nuriana, E. (2024). Efektivitas technology-enhanced learning dalam pembelajaran interaktif berbasis Kurikulum Merdeka di kelas 5 SDN 01 Sukorejo Kab. Nganjuk. Jurnal Pembelajaran dan Ilmu Pendidikan, 4(1), 315–322. https://doi.org/10.28926/jpip.v4i1.1384
Luthfiyah, L., & Handayani, N. S. (2024). Analisis pengelolaan grey literature sebagai sumber referensi di Perpustakaan Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung. THE LIGHT: Journal of Librarianship and Information Science, 4(2), 78–91. https://doi.org/10.20414/light.v4i2.10309
Maharani, O., Sarwi, S., & Sudarmin, S. (2024). Implementasi discovery learning berbasis etnopedagogi dalam pembelajaran di sekolah dasar: Potensi kearifan lokal untuk pembentukan karakter siswa. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 4(4), 1206–1215. https://doi.org/10.51878/learning.v4i4.3762
Margaretha, W. (2023). Peran kearifan lokal pada pembelajaran mulok di sekolah dasar. Sebatik, 27(1), 327–332. https://doi.org/10.46984/sebatik.v27i1.2163
Natalina, K., Fransiska, C., Prawati, M., & Kurniati, D. (2025). Pemanfaatan tanaman lokal Dayak Ngaju sebagai sumber belajar konservasi keanekaragaman hayati. Jurnal Sains dan Edukasi Sains, 8(2), 120–126. https://doi.org/10.24246/juses.v8i2.13850
Nazilatun, N., & Maisaroh, S. (2024). Pengembangan bahan ajar IPAS berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IV SD Negeri Blekatuk Pituruh Purworejo. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(4), 338–351. https://journal.unpas.ac.id/index.php/pendas/article/view/15729
Nuryani, S. (2023). Implementasi Kurikulum Merdeka pada pembelajaran IPAS di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Flobamorata, 4(2), 599–603. https://doi.org/10.51494/jpdf.v4i2.969
Purwanto, A., Pramono, R., Asbari, M., Santoso, P. B., Wijayanti, L. M., Hyun, C. C., & Putri, R. S. (2020). Studi eksploratif dampak pandemi COVID-19 terhadap proses pembelajaran online di sekolah dasar. Journal of Education, Psychology and Counseling, 2(1), 1–12. https://ummaspul.e-journal.id/Edupsycouns/article/view/397
Rahayu, R. (2020). Penerapan pembelajaran berbasis kearifan lokal terhadap peningkatan rasa nasionalisme peserta didik. Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti, 7(1), 1–8. https://doi.org/10.38048/jipcb.v7i1.73
Rosalina, S. S., & Suhardi, A. (2020). Need analysis of interactive multimedia development with contextual approach on pollution material. INSECTA: Integrative Science Education and Teaching Activity Journal, 1(1), 93–102. https://doi.org/10.21154/insecta.v1i1.2107
Rosiyani, A. (2024). Penerapan pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka pada pembelajaran IPAS di sekolah dasar. JPGSD: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 12(2), 346–355. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-guru-sekolah-dasar/article/view/57421
Safitri, L., Susanti, M., Anggun, C., Wahyuni, S., Yusmar, F., & Nuha, U. (2023). Penguatan nilai-nilai kearifan lokal dalam pembelajaran IPA pada Kurikulum Merdeka untuk membentuk profil pelajar Pancasila: Studi literatur. Jurnal Muara Pendidikan, 8(1), 223–229. https://doi.org/10.52060/mp.v8i1.1227
Saputri, A. N., & Desstya, A. (2023). Implementasi pembelajaran IPA sekolah dasar berbasis kearifan lokal di Kabupaten Sragen. ELSE (Elementary School Education Journal), 7(2), 154–165. https://doi.org/10.30651/else.v7i2.18280
Satyaningrum, R., Mubaligh, A., & Fitriani, L. (2024). Kearifan lokal dalam perspektif budaya Kalimantan Barat. Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial, 11(3), 328–345. https://doi.org/10.31571/sosial.v11i3.8382
Septiawan, F. (2019). Pentingnya pembelajaran mobile, kearifan lokal, dan kepariwisataan. Bioscientist: Jurnal Ilmiah Biologi, 7(2), 146–150. https://doi.org/10.33394/bioscientist.v7i2.2153
Solikah, A. U., Izzah, A., & Asmara, A. H. (2024). Corak budaya Indonesia dalam bingkai kearifan lokal. Uwais Inspirasi Indonesia. https://books.google.co.id/books?id=C_H1EAAAQBAJ
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta. https://books.google.co.id/books/about/Metode_Penelitian_Kualitatif.html?id=guOSDwAAQBAJ
Sumarni, M. L., Jewarut, S., Silvester, S., Melati, F. V., & Kusnanto, K. (2024). Integrasi nilai budaya lokal pada pembelajaran di sekolah dasar. Journal of Education Research, 5(3), 2993–2998. https://doi.org/10.37985/jer.v5i3.1330
Susanto, Y. (2024). Potensi pembelajaran sejarah dalam memperkenalkan kearifan lokal suku Dayak sebagai upaya pencegahan stunting. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, 2, 22–30. https://prosiding.e-journal.palangkaraya.ac.id/index.php/snp
Suswandari, Septiana, K., Kodir, A., Kurniawati, H., & Lestari, M. W. (2024). Multikulturalisme dan kearifan lokal dalam pembelajaran IPS. Penerbit Lakeisha. https://books.google.co.id/books?id=ZwTUEAAAQBAJ
Wahyu, N. (2023). Persepsi guru sekolah dasar terhadap mata pelajaran IPAS pada Kurikulum Merdeka. Metodik Didaktik: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an, 18(1), 54–64. https://doi.org/10.17509/md.v18i1.54580
Wurdianto, K., Norsandi, D., & Fitriana, E. (2022). Etnopedagogi Batang Garing suku Dayak Ngaju sebagai nilai pendidikan karakter peduli lingkungan. Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme, 4(3), 45–64. https://doi.org/10.37680/scaffolding.v4i3.1936
Yohanes, Y., Martinus, M., Cosella, M., & Wuysang, J. M. (2024). Case study of the promotion policy culture in the preservation of the Dayak Bidayuh Nibakng religious tradition in the borderlands Siding District, Bengkayang Regency. JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia), 10(3), 1001. https://doi.org/10.29210/020244569
Yuliatin, Y., Sawaludin, S., & Haslan, M. M. (2022). Kearifan lokal suku Sumawa yang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran PPKn SMP. CIVICUS: Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 9(2), 7–14. https://doi.org/10.31764/civicus.v9i2.6832
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













