TRADISI ADOK SEBAGAI WUJUD ESTETIKA BUDAYA DALAM ADAT PERNIKAHAN

Authors

  • Engracia Abelta Namira Prodi PPKn, Universitas Sriwijaya Indonesia
  • Camellia Camellia Prodi PPKn, Universitas Sriwijaya Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51878/social.v6i1.9390

Keywords:

Adat pernikahan, estetika budaya, tradisi adok

Abstract

This study aims to examine the adok tradition as a form of cultural aesthetics within the wedding customs of the Ranau community in Sukamarga Village, South OKU Regency, Indonesia. The adok tradition is not merely a ceremonial ritual but functions as a cultural mechanism embedded with symbolic meanings, aesthetic expressions, and social legitimacy. This research employs a qualitative approach with an ethnographic design, utilizing participant observation during traditional wedding ceremonies, in-depth interviews with customary leaders, community members, and married couples, as well as documentation analysis. The findings reveal that the adok tradition represents Ranau cultural aesthetics through three interrelated dimensions: visual, performative, and symbolic aesthetics. The ngeharak kebayan procession, the use of traditional ornaments, martial arts performances accompanied by kulintang music, and the striking of the gong serve as aesthetic expressions that affirm honor, social recognition, and communal acceptance of the bride and groom. Furthermore, the adok tradition embodies noble values such as togetherness, social responsibility, protection, and respect for customary structures. From the perspective of Pancasila and Civic Education, the adok tradition holds significant relevance as a contextual learning resource grounded in local wisdom, contributing to the formation of civic identity and the internalization of Pancasila values. This study highlights the importance of preserving the Adok Tradition to ensure the sustainability of local culture amid contemporary social transformations.

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tradisi adok sebagai wujud estetika budaya dalam adat pernikahan masyarakat Ranau di Desa Sukamarga, Kabupaten OKU Selatan. Tradisi adok dipahami bukan sekadar ritual seremonial, melainkan sebagai mekanisme adat yang sarat makna simbolik, estetika, dan fungsi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian etnografi, yang dilakukan melalui observasi partisipatif pada prosesi adat pernikahan, wawancara mendalam dengan tokoh adat, masyarakat, dan pasangan pengantin, serta studi dokumentasi adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi adok merepresentasikan estetika budaya Ranau dalam tiga dimensi utama, yaitu estetika visual, performatif, dan simbolik. Prosesi ngeharak kebayan, penggunaan ornamen adat, pertunjukan kuntau dengan iringan kulintang, serta penabuhan gong menjadi ekspresi estetika yang menegaskan kehormatan, legitimasi sosial, dan penerimaan adat terhadap pasangan pengantin. Tradisi adok mengandung nilai-nilai luhur berupa kebersamaan, tanggung jawab sosial, perlindungan, dan penghormatan terhadap struktur adat. Dalam perspektif Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Tradisi adok memiliki relevansi strategis sebagai sumber belajar kontekstual berbasis kearifan lokal yang berkontribusi pada pembentukan identitas kewargaan dan penguatan nilai Pancasila. Penelitian ini menegaskan pentingnya pelestarian tradisi adok sebagai bagian dari keberlanjutan budaya lokal di tengah dinamika sosial modern.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anam, K., Desiyanto, J., & Maryana, T. (2025). Implementasi nilai-nilai Pancasila dan makna simbol dalam tradisi Ber-oberen Desa Batioh Sampang. CIVICUS: Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 13(2), 42–50. https://journal.uir.ac.id/index.php/civicus/article/view/17842

Andharu, D., Widayati, W., Fadillah, M. R. I., & Pasopati, R. U. (2023). Grebeg Mantra Memetri of Wonosari Residents Village, Tutur District: A semiotic studies. Journal Corner of Education Linguistics and Literature, 3(2), 134–146. https://doi.org/10.54012/jcell.v3i2.213

Anis, F., Nugroho, P. A., Hutami, T. S., Puspitaningrum, D. A., Nasution, & Katsuhisa, S. (2025). Integrating Gresik’s local cultural wisdom into character education for shaping the Pancasila student profile. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 22(2), 228–240. https://doi.org/10.21831/jc.v22i2.86062

Arianto, B., & Handayani, B. (2023). Media sosial sebagai saluran komunikasi digital kewargaan: Studi etnografi digital. ARKANA: Jurnal Komunikasi dan Media, 2(2), 220–236. https://doi.org/10.62022/arkana.v2i02.5813

Aris, M., Dewi, R. S., & Lestari, R. Y. (2024). Tradisi uang panai dalam pernikahan diaspora suku Bugis (Studi etnografi pada masyarakat Kampung Bugis di Desa Banten Kecamatan Kasemen Serang Banten). Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 14(1), 1–15. https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/jpk/article/view/52314

Bakri, A. (2022). Nilai Pancasila dan kewarganegaraan dalam tradisi Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau. De Cive: Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 2(4), 165–170. https://doi.org/10.56393/decive.v2i4.1665

Basri, H. (2023). Dampak globalisasi terhadap sistem pendidikan: Perspektif sosiologi pendidikan. Al-Murabbi: Jurnal Pendidikan Islam, 1(1), 128–140. https://doi.org/10.62086/al-murabbi.v1i1.446

Cahyaningsih, A., Nurdin, E. S., Budimansyah, D., & Ruyadi, Y. (2025). Ethno-learning as a character education strategy: Integration of local culture in Cirebon schools. Jurnal Pendidikan PKN (Pancasila dan Kewarganegaraan), 6(1), 287–299. https://jurnal.untan.ac.id/index.php/JPPKn/article/view/93203

Christina, D., Yetti, E., & Herdiati, D. (2025). Membentuk generasi cinta budaya lewat musik tradisional di usia emas. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 5(2), 933–942. https://doi.org/10.51878/learning.v5i2.5643

Fibiona, I. I., Ariwibowo, G., Sumarno, S., Mumfangati, T., Nurwanti, Y., & Dwinanto, A. (2024). Heritage in motion: Safeguarding the cultural legacy of Wayang Kulit Kedu, Indonesia. Trames: Journal of the Humanities and Social Sciences, 28(2), 189–205. https://doi.org/10.3176/tr.2024.2.06

Hidayatullah, R. (2024). Seni Tradisi Indonesia dan Tantangan Masyarakat Global. Grenek Music Journal, 13(1), 107–120. https://doi.org/10.24114/grenek.v13i1.57012

Hiswara, A., Aziz, A. M., & Pujowati, Y. (2023). Cultural preservation in a globalized world: Strategies for sustaining heritage. West Science Social and Humanities Studies, 1(3), 98–105. https://doi.org/10.58812/wsshs.v1i03.250

Iqbal, F. M., Sanusi, A. R., & Susanto, E. (2024). Proyek penguatan profil pelajar Pancasila dalam upacara adat Sunda di MA Miftahul Huda. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan (JPKN), 8(2), 134–143. https://doi.org/10.32530/jpkn.v8i2.152

Kasih, T. F. K., Wibowo, A. P., & Widodo, R. (2024). Upaya pemerintah desa dalam melestarikan nilai kearifan lokal tari topeng melalui perspektif pendidikan kewarganegaraan. Jurnal Kewarganegaraan, 21(1), 15–33. https://doi.org/10.24114/jk.v21i1.51590

Melisa, M., Rustiyarso, R., Atmaja, T. S., Bistari, B., & Purnama, S. (2025). Analisis civic culture dalam pernikahan adat Melayu Sambas sebagai kearifan lokal di Desa Twi Mentibar. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(1), 6370–6379. https://doi.org/10.31004/jptam.v9i1.25482

Muliyana, R., Afif, F., Dinda, D., Pratiwi, D., Akmal, K. S., Mutiara, M., Ramadhani, D. R. S., & Sunardi, S. (2025). Peran mahasiswa KKN tematik UIN Datokarama terhadap generasi muda dalam melestarikan kebudayaan di desa Towale melalui “Festival Towale.” Ardhi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(3), 230–240. https://doi.org/10.61132/ardhi.v3i3.1351

Nurlaili, R., Afifah, A. Z. W., Halima, O. N., Feronica, D., Sugiantoro, & Setyawan, K. G. (2024). Mengungkapkan makna simbolis upacara pernikahan Midodareni di daerah Ngawi. Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi, 6(3), 93–102. https://doi.org/10.33503/maharsi.v6i3.68

Pare, P. Y. D., Tandafatu, F. X. B. U., Mbagha, M. S., Raja, M. O., & Ngaza, W. Y. (2024). Nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam tradisi adat Flores, Nusa Tenggara Timur. PACIVIC: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 4(2), 67–79. https://doi.org/10.37012/pacivic.v4i2.2152

Putra, Z., Jasrudin, J., & Lestari, E. (2024). Nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam tradisi pamali suku Bugis di Desa Lameong-meong. Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan, 9(2), 120–128. https://doi.org/10.24269/jpk.v9i2.9222

Santaka, K. A. (2024). Nilai budaya dan implementasi Pancasila pada tradisi Manten Kucing di Kabupaten Tulungagung. PKn Progresif, 19(1), 120–135. https://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/pknp/article/view/17823

Saputra, R., Hasanah, N., Kamaludin, Azis, M. Y., Putra, M. A., & Armayadi, Y. (2024). Peran seni dalam mempertahankan identitas budaya lokal di era modern. Besaung: Jurnal Seni Desain Dan Budaya, 9(2), 183–192. https://doi.org/10.36982/jsdb.v9i2.4044

Sartika, R., Praja, W. N., & Azis, A. (2022). Sustainable development goals: Recognition of Pancasila education materials in shaping student ethics in the digital era. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 19(2), 303–309. https://doi.org/10.21831/JC.V19I2.48285

Subiyantoro, S., Suharto, M., & Fahrudin, D. (2022). Estetika paradoks wayang Punakawan dalam telaah tafsir simbolik sebagai sumber pendidikan karakter. Jurnal Pendidikan Karakter, 13(1), 45–58. https://doi.org/10.21831/jpka.v13i1.44773

Utami, V., Ahmad, S., & Wahyuni, D. (2023). Tradition’s vital role: Exploring the multifaceted functions of Mandi Ka Luak in Minangkabau society. Journal of Contemporary Rituals and Traditions, 1(2), 89–102. https://doi.org/10.15575/jcrt.381

Woi Mite, K. D., Deru, R., Meze, L. T., Meze, M. D., Naze, M. N., Munde, Y. A., & Dhiu, R. (2024). Reba Ngada sebagai simbol persatuan dan keberagaman dalam Pancasila. PACIVIC: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 4(2), 80–90. https://doi.org/10.37012/pacivic.v4i2.2153

Yulianie, P., Anjani, M., Dotrimensi, D., & Triyani, T. (2025). Membangun identitas nasional melalui pendidikan kewarganegaraan di SMP Kristen Rehobot Palangka Raya. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(1), 105–116. https://doi.org/10.51878/social.v5i1.4626

Downloads

Published

2026-02-16

How to Cite

Namira, E. A. ., & Camellia, C. (2026). TRADISI ADOK SEBAGAI WUJUD ESTETIKA BUDAYA DALAM ADAT PERNIKAHAN . SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 6(1), 12-23. https://doi.org/10.51878/social.v6i1.9390

Issue

Section

Articles