INTERNALISASI NILAI-NILAI BUDAYA LOKAL “GULAT OKOL” MELALUI BIMBINGAN KONSELING MULTIKULTURAL
DOI:
https://doi.org/10.51878/social.v6i1.9384Keywords:
gulat okol, bimbingan konseling multikultural, budaya lokalAbstract
Indonesia boasts a diverse range of cultures spread across its regions. Culture is a national identity; every country in the world certainly has its own. Culture can function to shape the attitudes and behavior of a group of people, and can serve as a guide for life in conducting themselves. Globalization also triggers a shift in societal mindsets from traditional perspectives to more logical and rational thinking. One effort to prepare and fortify adolescents in the era of globalization is to build adolescent character based on local cultural values. In this context, the role of multicultural guidance and counseling becomes crucial. The purpose of this study is to uncover the internalization of local cultural values of the okol wrestling tradition through multicultural guidance and counseling. This study used a qualitative approach with a literature study method (library research) with a period of 2020-2025. Data collection was carried out using a literature review technique, namely by collecting secondary data from various relevant and credible sources. The results of the study show that the okol wrestling tradition is a local cultural tradition that is not only recreational or competitive, but also contains educational and psychosocial values, including: (1) Sportsmanship, (2) Emotional control, (3) Social solidarity and togetherness, (4) respect for others. Through the internalization of the okol wrestling cultural values in this multicultural counseling guidance, it also contributes to strengthening the local cultural identity of students, fostering a sense of pride and love for their own regional culture, and can reduce individualistic values that tend to emerge as a result of globalization.
ABSTRAK
Indonesia memiliki beragam macam budaya yang tersebar di berbagai penjuru wilayah. Budaya merupakan identitas bangsa, setiap negara di dunia pasti memiliki budayanya masing-masing. Budaya dapat berfungsi membentuk sikap dan perilaku suatu golongan masyarakat, serta dapat menjadi pedoman hidup dalam bertingkah laku. Globalisasi juga memicu pergeseran pola pikir masyarakat dari cara pandang tradisional menuju pemikiran yang lebih logis dan rasional. Salah satu upaya untuk mempersiapakan dan membentengi remaja dalam era globalisasi adalah membangun karakter remaja berbasis nilai budaya lokal. Dalam konteks inilah peran bimbingan dan konseling multikultural menjadi sangat penting. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap internalisasi nilai budaya lokal tradisi gulat okol melalui bimbingan konseling multikultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur (library researchca) dengan rentang tahun 2020-2025. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik kajian pustaka, yaitu dengan menghimpun data sekunder dari berbagai sumber yang relevan dan kredibel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi gulat okol merupakan tradisi budaya lokal yang tidak hanya bersifat rekreatif ataupun kompetitif saja, melainkan juga mengandung nilai-nilai edukatif dan psikososial antara lain : (1) Sportivitas, (2) Pengendalian emosi, (3) Solidaritas sosial dan kebersamaan, (4) penghargaan terhadap orang lain. Melalui internalisasi nilai budaya gulat okol dalam bimbingan konseling multikultural ini turut memberikan kontribusi dalam menguatkan identitas budaya lokal siswa, menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap budaya daerah sendiri, serta dapat mengurangi nilai-nilai individualis yang cenderung muncul akibat dari globalisasi.
Downloads
References
Amalia, N. A., & Agustin, D. (2022). Peranan pusat seni dan budaya sebagai bentuk upaya pelestarian budaya lokal. Sinektika: Jurnal Arsitektur, 19(1), 34. https://doi.org/10.23917/sinektika.v19i1.13707
Arti, D., Sagala, R., & Kusuma, G. C. (2024). Penguatan nilai-nilai karakter melalui pendidikan agama islam. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 4(3), 671. https://doi.org/10.51878/learning.v4i3.3183
Asikin, A. (2021). Social cohesion of local wisdom for plural communities. International Journal Ihya' 'Ulum al-Din, 23(2), 210. https://doi.org/10.21580/ihya.23.2.8261
Astari, D. J., Banjarnahor, Y. Y., Sihite, L. M., & Batubara, A. (2024). Pendekatan pendidikan integratif dalam menanggulangi westernisasi pada generasi muda. Indonesian Culture and Religion Issues, 1(2), 9. https://doi.org/10.47134/diksima.v1i2.8
Ataupah, W. V., & Parhan, M. (2025). Kurikulum yang membumi: Integrasi nilai-nilai kearifan lokal dalam pembelajaran IPS untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan, 5(4), 1133. https://doi.org/10.51878/manajerial.v5i4.8045
Ghufroni, G., Nurpratiwiningsih, L., & Ramdhan, N. A. (2023). Pemberdayaan pariwisata melalui teater budaya jalawastu berbasis digitalisasi sebagai upaya eduwisata. Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming, 6(4), 1203. https://doi.org/10.30591/japhb.v6i4.5981
Guntoro, G. (2020). Transformasi budaya terhadap perubahan sosial di era globalisasi. ASKETIK, 4(1), 22. https://doi.org/10.30762/ask.v4i1.2122
Habibah, A. F., & Irwansyah, I. (2021). Era masyarakat informasi sebagai dampak media baru. Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Bisnis, 3(2), 350. https://doi.org/10.47233/jteksis.v3i2.255
Khair, M. R., Tang, M., & Alwi, U. (2024). Peran tokoh agama dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan islam pada remaja di desa naru barat kecamatan sape kabupaten bima. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 4(3), 711. https://doi.org/10.51878/learning.v4i3.3188
Maharani, O., Sarwi, S., & Sudarmin, S. (2024). Implementasi discovery learning berbasis etnopedagogi dalam pembelajaran di sekolah dasar: Potensi kearifan lokal untuk pembentukan karakter siswa. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 4(4), 1206. https://doi.org/10.51878/learning.v4i4.3762
Malahayati, M., & Syamsuar, D. (2022). Investigasi hambatan dan tantangan penerapan sistem informasi manajemen di rumah sakit. Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, 9(5), 901. https://doi.org/10.25126/jtiik.2022944954
Mardiana, A., & Syamsurizal, R. H. (2025). Bakti kepada orang tua dalam tinjauan hadis shahih: Upaya menguatkan karakter generasi z di era digital. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(4), 1891. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i4.7822
Marsudi, M., Sampurno, M. B. T., Wiratmoko, C., & Ratyaningrum, F. (2020). Kontribusi desain komunikasi visual dalam anti-hoax system saat pandemi covid-19 di indonesia. SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i, 7(10). https://doi.org/10.15408/sjsbs.v7i10.15844
Marzuki, S., Nurhayati, N., & Zurriyati, Z. (2025). Implementasi metode nazam aceh dalam pembelajaran PAI untuk meningkatkan hasil belajar siswa di MIN 1 Aceh Utara. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 5(2), 948. https://doi.org/10.51878/learning.v5i2.6098
Nugraha, R. A., Abdillah, H., Untoro, S. T., & Makruf, A. (2022). Partisipasi masyarakat melalui metode 4A dalam pengembangan sektor wisata dusun serut. MAWA'IZH: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan, 13(1), 27. https://doi.org/10.32923/maw.v13i1.2290
Nur, D. M. M., Aini, A. N., Musdalifah, M., Azizah, O., & Albab, M. U. (2024). Makna simbolik dan nilai kearifan lokal dalam tradisi meron di desa sukolilo kabupaten pati. Journal on Education, 6(4), 18772. https://doi.org/10.31004/joe.v6i4.5783
Nur, R. J., Wildan, D., & Komariah, S. (2023). Kekuatan budaya lokal: Menjelajahi 3S (sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge’) sebagai simbol kearifan lokal. MIMESIS, 4(2), 166. https://doi.org/10.12928/mms.v4i2.8105
Nurasiah, I., Marini, A., Nafiah, M., & Rachmawati, N. (2022). Nilai kearifan lokal: Projek paradigma baru program sekolah penggerak untuk mewujudkan profil pelajar pancasila. Jurnal Basicedu, 6(3), 3639. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i3.2727
Rahmi, A., Prastowo, A. N. B., Biwono, D. C. C., & Puspitasari, R. (2021). Kepedulian mahasiswa terhadap pelestarian budaya indonesia di masa pandemi. De Cive: Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 1(11). https://doi.org/10.56393/decive.v1i11.303
Rizani, A. H., & Wiranti, D. A. (2025). Analisis program penguatan pendidikan karakter jiwa nasionalisme di kelas 4 SD negeri 6 suwawal. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 5(2), 1013. https://doi.org/10.51878/learning.v5i2.6439
Rosa, S., Olivia, I., Gayatri, S., Fitria, T. N., & Rojabi, A. R. (2021). Increasing youth awareness of local culture through active learning. Cypriot Journal of Educational Sciences, 16(4), 1582. https://doi.org/10.18844/cjes.v16i4.6014
Runtuwene, M., Nuchri, A. A., & Dariwu, C. T. (2026). Representasi kebudayaan kawasan perbukitan di desa woloan dalam arsitektur rumah adat walewangko. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 6(1), 306. https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i1.8877
Setianingsih, S., Rufiana, I. S., & Dewi, R. S. I. (2025). Analisis kritis pembelajaran karakter pancasila di sekolah dasar melalui pendekatan berbasis nilai: Tinjauan sistematis literatur (SLR). SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(4), 1329. https://doi.org/10.51878/social.v5i4.8036
Sidabutar, I. M. (2025). Nilai-nilai kearifan lokal dalam karya sastra nusantara: Implikasi bagi kurikulum merdeka. Boraspati Journal, 1(1), 15. https://doi.org/10.64674/boraspatijournal.v1i1.2
Subhani, A., Hadi, M. S., Agustina, S., Murdi, L., & Haerudin, H. (2024). Eksplorasi nilai-nilai edukasi konservasi mata air pada tradisi ngalun aik di lombok timur. Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan, 10(2), 297. https://doi.org/10.29408/jhm.v10i2.25803
Sukiastini, I. G. A. N. K., Tika, I. N., & Artawan, P. (2024). Literature review: Integrasi model pembelajaran IPA dengan digitalisasi dan kearifan lokal untuk menghadapi tantangan di masa depan. SCIENCE: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA, 4(4), 318. https://doi.org/10.51878/science.v4i4.3343
Ulimawati, Y., Supriyono, S., & Rahayuningsih, S. (2025). Pemeliharaan bandeng kawak untuk festival lelang bandeng kabupaten sidoarjo sebagai pembelajaran kontekstual berbasis proyek. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(4), 1760. https://doi.org/10.51878/social.v5i4.8556
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













