IMPLEMENTASI NILAI إِيَّاكَ نَسْتَعِينُ DALAM PENGUATAN MENTAL DAN RESILIENSI PESERTA DIDIK
DOI:
https://doi.org/10.51878/educational.v6i3.15313Keywords:
isti'anah, resiliensi, kesehatan mental, pendidikan Islam, QS. Al-FatihahAbstract
Mental health problems among students, including anxiety, academic stress, and low psychological resilience, have become important concerns in contemporary education. Meanwhile, educational approaches that emphasize cognitive aspects have not fully integrated the spiritual dimension as a source of mental strength. This study aims to: (1) analyze the concept of isti'anah in Qur'an Surah Al-Fatihah verse 5 based on scholarly interpretations; (2) identify the relevance of isti'anah to related psychospiritual constructs, including tawakal, patience, gratitude, religiosity, and religious practices; and (3) formulate the implementation of isti'anah in Islamic education as a conceptual framework for supporting students' mental strength and resilience. This study employed a qualitative approach using a library research design. The data sources consisted of the Qur'an, three major tafsir works, and 15 scholarly journal articles selected purposively based on thematic relevance, bibliographic traceability, and the availability of an active DOI or verifiable publisher information. Data were analyzed through source identification and selection, data extraction, thematic categorization, comparative analysis, and conceptual synthesis. The findings indicate that isti'anah in Qur'an Surah Al-Fatihah verse 5 represents a spiritual orientation that connects reliance on Allah with human effort. The literature synthesis indicates that psychospiritual constructs closely related to isti'anah, particularly tawakal, patience, gratitude, religiosity, and religious practices, are relevant to resilience, emotional regulation, optimism, stress management, and mental health. Based on this synthesis, the implementation of isti'anah can be carried out through the integration of tawhid into learning, habituation of worship and spiritual reflection, teacher role modeling, and the strengthening of a religious school culture. This study concludes that isti'anah can be positioned as a psychospiritual foundation that complements modern psychological approaches to strengthening students' mental health and resilience, although a direct causal relationship cannot be established through library research.
ABSTRAK
Krisis mental peserta didik berupa kecemasan, stres akademik, dan rendahnya daya tahan psikologis menjadi persoalan penting dalam dunia pendidikan kontemporer. Sementara itu, pendekatan pendidikan yang berorientasi pada aspek kognitif belum sepenuhnya mengintegrasikan dimensi spiritual sebagai sumber penguatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis konsep isti'anah dalam QS. Al-Fatihah ayat 5 berdasarkan penafsiran ulama; (2) mengidentifikasi relevansi isti'anah dengan konstruk psikospiritual yang berdekatan, seperti tawakal, sabar, syukur, religiusitas, dan praktik ibadah; serta (3) merumuskan implementasi nilai isti'anah dalam pendidikan Islam sebagai kerangka konseptual untuk mendukung penguatan mental dan resiliensi peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi pustaka (library research). Sumber data terdiri atas Al-Qur'an, tiga karya tafsir utama, dan 15 artikel jurnal ilmiah yang dipilih secara purposif berdasarkan relevansi tema, keterlacakan bibliografis, dan ketersediaan DOI atau identitas penerbit yang dapat diverifikasi. Data dianalisis melalui identifikasi dan seleksi sumber, ekstraksi data, kategorisasi tematik, analisis komparatif, dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isti'anah dalam QS. Al-Fatihah ayat 5 merupakan orientasi spiritual yang menghubungkan ketergantungan kepada Allah dengan ikhtiar manusia. Sintesis literatur menunjukkan bahwa konstruk psikospiritual yang memiliki kedekatan dengan isti'anah, terutama tawakal, sabar, syukur, religiusitas, dan praktik ibadah, relevan dengan resiliensi, regulasi emosi, optimisme, pengelolaan stres, dan kesehatan mental. Berdasarkan sintesis tersebut, implementasi nilai isti'anah dapat dilakukan melalui integrasi tauhid dalam pembelajaran, pembiasaan ibadah dan refleksi spiritual, keteladanan guru, serta penguatan budaya sekolah religius. Penelitian ini menegaskan bahwa isti'anah dapat diposisikan sebagai landasan psikospiritual yang melengkapi pendekatan psikologi modern dalam penguatan mental dan resiliensi peserta didik, meskipun hubungan kausal langsung belum dapat dibuktikan melalui studi pustaka.
Downloads
References
Al-Bukhari. (2002). Shahih Al-Bukhari. Dar Ibn Katsir.
Al-Ghazali. (2005). Ihya Ulumuddin. Dar Al-Ma'rifah.
An-Nawawi. (2005). Riyadhus Shalihin. Dar Al-Minhaj.
As-Sa'di, A. bin N. (2000). Taisir Al-Karim Al-Rahman fi Tafsir Kalam Al-Mannan. Mu'assasah Ar-Risalah.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.
Garssen, B., Visser, A., & Pool, G. (2021). Does spirituality or religion positively affect mental health? Meta-analysis of longitudinal studies. The International Journal for the Psychology of Religion, 31(1), 4–20. https://doi.org/10.1080/10508619.2020.1729570
Goleman, D. (2005). Emotional intelligence: Why it can matter more than IQ. Bantam Books.
Habibah, R., Lestari, S. D., Oktaviana, S. K., & Nashori, F. (2018). Resiliensi pada penyintas banjir ditinjau dari tawakal dan kecerdasan emosi. Jurnal Psikologi Islam dan Budaya, 1(1), 29–36. https://doi.org/10.15575/jpib.v1i1.2108
Harpan, A. (2015). Peran religiusitas dan optimisme terhadap kesejahteraan psikologis pada remaja. Empathy: Jurnal Fakultas Psikologi, 3(1). https://doi.org/10.12928/empathy.v3i1.3198
Husnar, A. Z., Saniah, S., & Nashori, F. (2017). Harapan, tawakal, dan stres akademik. Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi, 2(1), 94–105. https://doi.org/10.21580/pjpp.v2i1.1179
Ibnu Katsir. (1999). Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim. Dar Al-Kutub Al-'Ilmiyyah.
Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah. (1996). Madarijus Salikin. Dar Al-Kutub Al-'Ilmiyyah.
Isdianto, A., Al Indunissy, N., & Fitrianti, N. (2025). Shalat dan kesehatan mental: Tinjauan psikospiritual terhadap pengurangan stres dalam perspektif Islam. Indonesian Journal of Islamic Studies, 1(2), 478–494. https://doi.org/10.62567/ijis.v1i2.935
Karimah, A., Mahpur, M., & Solichatun, Y. (2022). Eksplorasi budaya “Bapa' Babu' Guru Rato” dalam menciptakan kebersyukuran siswa kepada orang tua. Jurnal Psikologi Islam dan Budaya, 5(2), 133–148. https://doi.org/10.15575/jpib.v5i2.17818
Maesaroh, S., & Muslih, I. (2023). Sabar dan syukur menurut Ulya Ali Ubaid dalam perspektif pendidikan Islam. Irsyaduna: Jurnal Studi Kemahasiswaan, 3(1), 67–91. https://doi.org/10.54437/irsyaduna.v3i1.904
Maharani, W. O. A., Shofiah, V., & Rajab, K. (2025). Model psikoterapi sabar dalam perspektif psikologi Islam. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(2), 139–147. https://doi.org/10.61104/alz.v3i2.959
Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.
Muslim. (2006). Shahih Muslim. Dar Ihya At-Turats Al-'Arabi.
Rahman, D. M., & Miftahurrahmat. (2025). Pendidikan Islam sebagai modal resiliensi mental di era digital. AN-NUR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 1(1), 58–82. https://doi.org/10.65802/an-nur.v1i1.4
Reivich, K., & Shatté, A. (2003). The resilience factor. Broadway Books.
Saputra, A. M., Faruqi, A., & Kurniawan, I. N. (2022). Tawakal kepada Allah memprediksi resiliensi akademik pada pembelajaran online. Jurnal Psikologi Islam dan Budaya, 5(1), 1–10. https://doi.org/10.15575/jpib.v5i1.15832
Saputra, D. T., Wulandari, M. D., & Darsinah, D. (2024). Penanaman karakter disiplin peserta didik melalui keteladanan guru di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 8(1), 99–109. https://doi.org/10.31004/basicedu.v8i1.6838
Sartika, A., & Kurniawan, I. N. (2015). Skala tawakal kepada Allah: Pengembangan ukuran-ukuran psikologis surrender to God dalam perspektif Islam. Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi, 20(2), 129–142. https://doi.org/10.20885/psikologika.vol20.iss2.art3
Seligman, M. E. P. (2002). Authentic happiness. Free Press.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan. Alfabeta.
Vanesha, C., Samiana, A., Syella, V., Nabilfaizy Albib, N., Novita Sari, E., & Muliani, Y. (2025). Regulasi emosi dalam psikologi Islam: Systematic literature review. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(1), 5304–5315. https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/28011
Wulandari, M., Tetteng, B., & Mansyur, A. Y. (2023). Pengaruh tawakal terhadap stres akademik pada mahasiswa. Jurnal Psikologi TALENTA, 8(2), 32–46. https://doi.org/10.26858/talenta.v8i2.44461
Yusuf, M., Rahmadani, A. L., Lestari, Y., & Kurniawan, D. S. (2022). Urgensi pendidikan Islam dalam menjaga kesehatan mental remaja di lingkungan sekolah pada era media sosial. IQ (Ilmu Al-Qur'an): Jurnal Pendidikan Islam, 5(1), 1–17. https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/2863584
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















