IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR DAN AKSES INTERNET DI WILAYAH BLANK SPOT (STUDI KASUS DI KALURAHAN HARGOMULYO GUNUNGKIDUL)

Authors

  • Gunawan Wibisono Magister Ilmu Pemerintahan, Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa
  • Sri Widayanti Magister Ilmu Pemerintahan, Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa

DOI:

https://doi.org/10.51878/social.v6i3.13650

Keywords:

Implementasi Kebijakan, Infrastruktur Digital, Akses Internet, Wilayah Blank Spot

Abstract

ABSTRACT

Limited internet access remains one of the primary challenges to achieving equitable digital development in blank spot areas, particularly in regions characterized by difficult geographical conditions. Hargomulyo Village, Gedangsari District, Gunungkidul Regency, is one such area that continues to face these challenges due to its hilly topography, inadequate telecommunications infrastructure, and uneven network coverage. This study aims to analyze the implementation of infrastructure development and internet access policies in Hargomulyo Village using Merilee S. Grindle’s policy implementation framework, thereby providing empirical insights into the implementation of digital infrastructure policies in rural blank spot areas. This research employed a qualitative method with an interpretive paradigm. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and documentation, and were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, which consists of data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. The findings indicate that the policy implementation has generally been successful, as reflected in the increased utilization of the internet for public services, education, communication, and community economic activities. However, the equitable distribution of network quality remains constrained by geographical conditions, limited infrastructure, and the inadequate coverage of internet services in several areas. The successful implementation of the policy is supported by collaboration among the local government, village government, Village-Owned Enterprises (BUMDes), internet service providers, and the community. This study concludes that strengthening stakeholder collaboration, expanding digital infrastructure, and improving the quality of internet services are essential prerequisites for reducing the digital divide and promoting sustainable rural development.

ABSTRAK

Keterbatasan akses internet masih menjadi salah satu tantangan utama dalam pemerataan pembangunan digital di wilayah blank spot, terutama pada daerah dengan kondisi geografis yang sulit dijangkau. Kalurahan Hargomulyo, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul merupakan salah satu wilayah yang masih menghadapi kendala tersebut akibat karakteristik topografi perbukitan, keterbatasan infrastruktur telekomunikasi, serta belum meratanya kualitas jaringan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan pengembangan infrastruktur dan akses internet di Kalurahan Hargomulyo menggunakan perspektif implementasi kebijakan Merilee S. Grindle. Penelitian menerapkan metode kualitatif dengan paradigma interpretif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan telah berjalan cukup baik, ditandai dengan meningkatnya pemanfaatan internet untuk pelayanan publik, pendidikan, komunikasi, dan aktivitas ekonomi masyarakat. Meskipun demikian, pemerataan kualitas jaringan masih menghadapi kendala akibat kondisi geografis, keterbatasan infrastruktur, dan belum optimalnya jangkauan layanan di beberapa wilayah. Keberhasilan implementasi kebijakan didukung oleh kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah kalurahan, BUMDes, penyedia layanan internet, dan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan sinergi antarpemangku kepentingan, pemerataan infrastruktur digital, serta peningkatan kualitas layanan internet menjadi faktor penting dalam mengurangi kesenjangan digital dan mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agusta, Y. (2023). Managing The Development Of A Sustainable Digital Village. Sustainability, 15(9), 7575. https://doi.org/10.3390/su15097575

Ahmmed, T., Alidadi, A., Zhang, Z., Chaudhry, A. U., & Yanikomeroglu, H. (2022). The Digital Divide In Canada And The Role Of LEO Satellites In Bridging The Gap. IEEE Communications Magazine, 60(6), 24–30. https://ieeexplore.ieee.org/abstract/document/9800119

Azhari, A., & Mukhaiyar, R. (2023). Alat Pengukur Tinggi Badan Digital Untuk Daerah Blankspot Internet. JTEIN: Jurnal Teknik Elektro Indonesia, 4(1), 75–83. https://doi.org/10.24036/jtein.v4i1.343

Chen, Y., Wang, Z., & Ortiz, J. (2023). A Sustainable Digital Ecosystem: Digital Servitization Transformation And Digital Infrastructure Support. Sustainability, 15(2), 1530. https://doi.org/10.3390/su15021530

Dasnoer, H., Frinaldi, A., & Magriasti, L. (2023). Implementasi Kebijakan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) Di Kecamatan Padang Utara Kota Padang. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(16), 319–324. https://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/4763

Dwiputra, A. R., Maulana, D. A., Nurzamilah, Z., Pambudi, A. P., Nurpulaela, L., & Andromeda, S. (2025). Peran Fiber Optik Dalam Revolusi Teknologi Jaringan Telekomunikasi. JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika), 9(1), 1657–1663. https://doi.org/10.36040/jati.v9i1.12280

Garis, R. R. (2025). Implementasi Kebijakan Publik Dalam Pembangunan Desa. Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 11(4), 1561–1571. https://doi.org/10.25157/moderat.v11i4.5866

Harahap, J., Susanti, S., Azizah, S. N., Nasution, A., & Hasibuan, M. (2025). Dampak Akses Infrastruktur Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Desa Sibontar. Jurnal Ilmiah Nusantara, 2(6), 1207–1214. https://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/6599

Idrus, S. H., Jaya, L. M. G., Jabar, A. S., Nurfikria, I., & Lusianai, W. O. (2025). The Role Of Public Policy In Improving Digital Literacy In Rural Communities. The Journal of Academic Science, 2(6), 1697–1706. https://thejoas.com/index.php/thejoas/article/view/409

Ikbal, M., Erfina, E., Lawelai, H., Lubis, S., & Darlis, M. A. (2025). Digital Transformation In Rural Areas: Directions For Digital Village Development In Developing Countries. Journal of Public Sector Innovations, 9(2), 58–72. https://journal.unesa.ac.id/index.php/jpsi/article/view/38956

Irfan, B., & Anirwan, A. (2024). Explorasi implementasi digitalisasi desa: Studi literatur. Indonesian Journal of Intellectual Publication, 5(1), 1–8. https://doi.org/10.51577/ijipublication.v5i1.546

Izhari, F. (2024). Implementasi Program Peningkatan Literasi Digital Pada Masyarakat Pedesaan Melalui Workshop Komputer. JIPITI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 1(3), 30–36. https://jipiti.technolabs.co.id/index.php/pkm/article/view/18

Khodijah, S., & Harahap, R. R. (2025). Peningkatan Literasi Digital Masyarakat Melalui Pelatihan Dasar Komputer Dan Internet Di Desa Saentis. Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat (JURIBMAS), 3(3), 162–167. https://doi.org/10.62712/juribmas.v3i3.316

Mayyora, R., Sholihah, Q., Wanusmawatie, I., & Wanto, A. H. (2025). Transformasi digital desa dan implikasinya terhadap pembangunan berkelanjutan: Pendekatan literature review. Indonesian Journal of Intellectual Publication, 5(2), 100–111. https://doi.org/10.51577/ijipublication.v5i2.615

Mulyono, B., Rachman, A., Rahayu, N., Eldo, H., & Nuryanto, U. W. (2024). Analisis Dampak Implementasi Teknologi 5G Terhadap Infrastruktur Jaringan Di Indonesia. Jurnal Minfo Polgan, 13(2), 1462–1467.

Nashrullah, M., Rahman, S., Majid, A., Hariyati, N., & Budiyanto. (2025). Transformasi Digital Dalam Pendidikan Indonesia: Analisis Kebijakan Dan Implikasinya Terhadap Kualitas Pembelajaran. Mudir: Jurnal Manajemen Pendidikan, 7(1), 52–59. https://doi.org/10.55352/mudir.v7i1.1290

Samhaji, S., & Anggara, F. D. (2025). Analisis Implementasi Kebijakan Pemerataan Akses Pendidikan Pada Daerah Tertinggal Indonesia. Journal of Governance and Policy Innovation, 5(2), 99–112. https://doi.org/10.51577/jgpi.v5i2.839

Wahyudi, A. H., & Saputra, M. H. A. (2026). Perbandingan peran teknologi komputer dan akses internet pada interaksi sosial masyarakat perkotaan dan pedesaan di Indonesia: Tinjauan literatur. ACCESS: Journal of Computer Science and Information Systems, 3(1), 76–85. https://doi.org/10.54373/access.v3i1.170

Sari, J. A., & Diana, B. A. (2024). Dampak Transformasi Digitalisasi Terhadap Perubahan Perilaku Masyarakat Pedesaan. Jurnal Pemerintahan dan Politik, 9(2), 88–96. https://doi.org/10.36982/jpg.v9i2.3896

Simbolon, E. W., Ndraha, H. N., Simanjorang, M., Pasaribu, F. E., & Damanik, J. A. Y. (2025). Upaya Atau Strategi Penanggulangan Sinyal Blank Spot Pada Sistem Komunikasi Seluler Di Desa Nalela Kecamatan Porsea. Jurnal Kemitraan Masyarakat, 2(1), 47–55. https://doi.org/10.62383/jkm.v2i1.1304

Muthi’ah, S., Suriansyah, A., & Purwanti, R. (2025). Implementasi Kebijakan Program Layanan Internet Desa terhadap Peningkatan Kualitas Pembelajaran di Sekolah Dasar Wilayah Blankspot. Pedagogik Journal of Islamic Elementary School, 8(1), 334–345. https://doi.org/10.24256/pijies.v8i1.7033

Susanti, W. F., Jannatuzzahra, K., Kartika, A. D. P., & Mukaromah, S. (2023). Upaya dalam mengurangi kesenjangan digital pada penerapan smart village. Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan Sistem Informasi, 3(1), 334–343. https://doi.org/10.33005/sitasi.v3i1.336

Wang, Q., Ning, Z., & Tan, M. (2025). A Study On The Impact Of Digital Infrastructure Development On The Health Of Low-Income Rural Residents: Based On Panel Data From 2010 To 2022. Frontiers in Public Health, 13, Article 1503522. https://doi.org/10.3389/fpubh.2025.1503522

Widianingsih, R., Nuha, A. U., Setianti, N., & Bawono, I. R. (2026). Penguatan Literasi Keuangan Dan Digital Marketing UMKM Desa Melalui Optimalisasi Peran BUMDes Dalam Meningkatkan Kinerja Usaha: Studi Pada Desa Srowot, Kabupaten Banyumas. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 4(4), 26871–26876. https://jerkin.org/index.php/jerkin/article/view/6510

Widjaja, I., Isnanto, R. R., Somantri, M., & Nuraya, S. N. (2026). Spatial Recommendation Model For Internet Infrastructure Needs In Indonesia Using GIS. Jurnal Sisfokom (Sistem Informasi dan Komputer), 15(1), 95–102. https://doi.org/10.32736/sisfokom.v15i01.2546

Downloads

Published

2026-07-26

How to Cite

Wibisono, G., & Widayanti, S. (2026). IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR DAN AKSES INTERNET DI WILAYAH BLANK SPOT (STUDI KASUS DI KALURAHAN HARGOMULYO GUNUNGKIDUL). SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 6(3), 1961–1974. https://doi.org/10.51878/social.v6i3.13650

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.