STUDI KUALITATIF : RESILIENSI REMAJA YANG MEMILIKI ORANG TUA BERCERAI

Authors

  • Mega Widyastuti Fakultas Psikologi, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
  • Ecep Supriatna Fakultas Psikologi, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
  • Mic Finanto Ario Bangun Fakultas Psikologi, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

DOI:

https://doi.org/10.51878/paedagogy.v5i3.6945

Keywords:

fenomenologi, perceraian orang tua, religiusitas, remaja, resiliensi

Abstract

Parental divorce can have significant psychological impacts on adolescents. However, not all adolescents experience the same negative impacts, some are able to adapt and recover from these experiences through resilience. This study aims to describe and understand the dynamics of resilience in adolescent girls whose parents divorced. The approach used was a qualitative approach with a phenomenological method, with three adolescent girls living in a densely populated area with a lower-middle economic background as subjects. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using thematic interpretative techniques. The results showed that the aspects of resilience that emerged included emotional regulation, impulse control, optimism, root cause analysis, empathy, self-efficacy, and the ability to find solutions. However, this study also found that religiosity plays a significant role as a source of psychological and spiritual strength that helps adolescents in the process of meaning-making, acceptance, and emotional healing. This aspect of religiosity emerged as a new finding that expands the previous theoretical framework and reflects the Indonesian cultural context, which is strongly based on religious values. This study concludes that the resilience of adolescents with divorced parents is determined not only by individual skills but also by the social support and spiritual values surrounding them. These findings are expected to inform the development of culturally and religiosity-based psychological interventions and serve as a reference for further research in similar contexts.

ABSTRAK
Perceraian orang tua dapat berdampak psikologis yang signifikan terhadap remaja. Namun, tidak semua remaja mengalami dampak negatif yang sama, beberapa mampu beradaptasi dan pulih dari pengalaman tersebut melalui resiliensi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memahami dinamika resiliensi pada remaja putri yang orang tuanya bercerai. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, dengan tiga remaja putri yang tinggal di daerah padat penduduk dengan latar belakang ekonomi menengah ke bawah sebagai subjek. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan teknik interpretatif tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek-aspek resiliensi yang muncul meliputi regulasi emosi, pengendalian impuls, optimisme, analisis akar permasalahan, empati, efikasi diri, dan kemampuan menemukan solusi. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa religiusitas berperan signifikan sebagai sumber kekuatan psikologis dan spiritual yang membantu remaja dalam proses pembentukan makna, penerimaan, dan penyembuhan emosional. Aspek religiusitas ini muncul sebagai temuan baru yang memperluas kerangka teori sebelumnya dan mencerminkan konteks budaya Indonesia yang sangat berlandaskan nilai-nilai agama. Studi ini menyimpulkan bahwa resiliensi remaja dengan orang tua yang bercerai tidak hanya ditentukan oleh keterampilan individu, tetapi juga oleh dukungan sosial dan nilai-nilai spiritual yang melingkupinya. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan intervensi psikologis berbasis budaya dan religiusitas, serta menjadi referensi bagi penelitian lebih lanjut dalam konteks serupa.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adi, L. (2022). Pendidikan keluarga dalam perspektif Islam. Jurnal Pendidikan Ar-Rasyid, 7(1), 1–9.

Anshori, M. S., & Hayat, T. J. (2024). Ensuring the best interests of the child in divorce judgments through the lens of masla?ah principles. Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam, 24(1), 89–110.

Aritonang, D. E. (2023). Peran PAK dalam proses penyembuhan mental remaja yang berduka berdasarkan teori 5 stages of grief. Apostolos: Journal of Theology and Christian Education, 3(2), 109–117. https://doi.org/10.52960/a.v3i2

Aziz, M. (2015). Perilaku sosial anak remaja korban broken home dalam berbagai perspektif (Suatu penelitian di SMPN 18 Kota Banda Aceh). Jurnal Al-Ijtimaiyyah, 1(1), 30–50. https://doi.org/10.22373/al-ijtimaiyyah.v1i1.252

Biggs, A., et al. (2017). Lazarus and Folkman’s psychological stress and coping theory. In The handbook of stress and health: A guide to research and practice. John Wiley & Sons, Ltd.

Bikul, P. (2025). BNN bongkar peredaran gelap narkotika 25KG di Tanah Tinggi Jakarta Pusat. Kompasiana. https://www.kompasiana.com/desifitriani6747/682e2f6134777c3445213a34/bnn-bongkar-peredaran-gelap-narkotika-25kg-di-tanah-tinggi-jakarta-pusat

Burlian, P. (2021). Patologi sosial. PT Bumi Aksara.

Chadi, N., et al. (2019). Understanding the implications of the “vaping epidemic” among adolescents and young adults: A call for action. Substance Abuse. https://doi.org/10.1080/08897077.2019.158024

Cherewick, M., et al. (2015). Coping among trauma-affected youth: A qualitative study. Conflict and Health, 9(1), 1–12. https://doi.org/10.1186/s13031-015-0062-5

Christian. (2023). Polisi buru pelaku tawuran antar kelompok di Gang T Johar Baru. Media Indonesia. https://mediaindonesia.com/megapolitan/628438/polisi-buru-pelaku-tawuran-antar-kelompok-di-gang-t-johar-baru

Evans-Whipp, T., & Gasser, C. (2018). Adolescents’ resilience. [Nama Jurnal Tidak Diketahui], 109, 109–120.

Farisi, B. A., & Kuwado, F. J. (2024). Menelusuri kampung kumuh dan kemiskinan ekstrem dekat Istana Negara. Kompas.com. https://megapolitan.kompas.com/read/2024/04/26/07253121/menelusuri-kampung-kumuh-dan-kemiskinan-ekstrem-dekat-istana-negara

Hashim, M., et al. (2024). Association of childhood emotional maltreatment with adolescents’ psychopathology: A systematic review and meta-analysis. Trauma, Violence, & Abuse, 25(4), 2986–3004. https://doi.org/10.1177/15248380241233538

Junaidi, A., et al. (2023). Dampak perselisihan dan perceraian orang tua terhadap kehidupan religius dan spiritual anak. Al-Mada: Jurnal Agama, Sosial, Dan Budaya, 6(3), 511–523. https://doi.org/10.31538/almada.v6i3.3455

Klonsky, E. D., et al. (2016). Suicide, suicide attempts, and suicidal ideation. Annual Review of Clinical Psychology, 12, 307–330. https://doi.org/10.1146/annurev-clinpsy-021815-093204

Kotikalapudi, B. B., & Daka, J. (2025). Hanna case - The impact of emotional neglect in marriages on self esteem: A case study report. International Journal of Innovations In Science Engineering And Management, 4(1), 72–74. https://doi.org/10.69968/ijisem.2025v4i172-74

Luthar, S. S., & Eisenberg, N. (2017). Resilient adaptation among at-risk children: Harnessing science toward maximizing salutary environments. Child Development, 88(2), 337–349.

Malhi, G. S., et al. (2019). Modelling resilience in adolescence and adversity: A novel framework to inform research and practice. Translational Psychiatry, 9(1), 2–16. https://doi.org/10.1038/s41398-019-0651-y

Manna, N. S., et al. (2021). Cerai gugat: Telaah penyebab perceraian pada keluarga di Indonesia. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Humaniora, 6(1), 11–21.

Masten, A. S. (2018). Resilience theory and research on children and families: Past, present, and promise. Journal of Family Theory & Review, 10(1), 12–31. https://doi.org/10.1111/jftr.12255

Ratliff, E. L., et al. (2023). Supportive parent-adolescent relationships as a foundation for adolescent emotion regulation and adjustment. Frontiers in Psychology, 14. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2023.1193449

Salsabila, M., & Mahasin, A. (2023). Dampak perceraian bagi anak dalam mencapai SDGs di Indonesia. Pro Justicia: Jurnal Hukum Dan Sosial, 3(1), 1–10.

Suitor, J. J., et al. (2015). Role of perceived maternal favoritism and disfavoritism in adult children’s psychological well-being. Journals of Gerontology: Social Sciences, 72(6), 1054–1066. https://doi.org/10.1093/geronb/gbv089

Sumardianto, E., et al. (2024). Analisis dampak negatif minuman keras dan judi online dalam perspektif Al-Qur’an. IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman, 8(2), 281–291.

Supriyadi, T., et al. (2024). Dukungan sosial dan religiusitas dalam penyesuaian diri mahasiswa perantau. Jurnal Psikologi Perseptual, 9(2), 258–271. https://doi.org/10.24176/perseptual.v9i2.13607

Wang, J., et al. (2023). Impact of parents’ satisfaction of home-school cooperation on adolescent mental resilience: Chain mediating effects of education anxiety and emotional warmth. Journal of Clinical and Basic Psychosomatics, 1(2), 1–9. https://doi.org/10.36922/jcbp.1109

Widyastuti, M., et al. (2024). Studi literatur: Faktor-faktor kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan dampaknya pada anak. Well_Being Psychological Journal, 1(1), 1–10.

Wijayanti, U. T. (2021). Analisis faktor penyebab perceraian pada masa pandemi Covid-19 di Kabupaten Banyumas. Jurnal Ilmu Keluarga Dan Konsumen, 14(1), 14–26. https://doi.org/10.24156/jikk.2021.14.1.14

Wilson, J. K. (2019). Cycle of violence. In The encyclopedia of women and crime. https://doi.org/10.1002/9781118929803.ewac0083

Wiskana, K. W., & Susilawati, L. K. P. A. (2024). Dampak perceraian orang tua pada masa kanak-kanak dan remaja: Sebuah literature review. MagnaSalus: Jurnal Keunggulan Kesehatan, 6(4), 50–57.

Yuliani, W., & Supriyatna, E. (2023). Metode penelitian bagi pemula. Penerbit Widina.

Downloads

Published

2025-09-16

How to Cite

Widyastuti, M., Supriatna, E. ., & Bangun, M. F. A. . (2025). STUDI KUALITATIF : RESILIENSI REMAJA YANG MEMILIKI ORANG TUA BERCERAI . PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Psikologi, 5(3), 1123-1132. https://doi.org/10.51878/paedagogy.v5i3.6945

Issue

Section

Articles