HUBUNGAN PARENT ATTACHMENT DENGAN REGULASI EMOSI PADA PEREMPUAN DEWASA USIA 28-33 YANG BELUM MENIKAH
DOI:
https://doi.org/10.51878/paedagogy.v6i2.11802Keywords:
Kelekatan Orang Tua, Regulasi Emosi, Perempuan Dewasa, Belim MenikahAbstract
ABSTRACT
This study is motivated by the presence of social pressure and developmental demands experienced by unmarried adult women, which can affect their ability to regulate emotions. The purpose of this study was to determine the relationship between parental attachment and regulation emotion in unmarried women aged 28 to 33 years. This study used a quantitative approach with a correlational design. The subjects in this study were 93 women selected using purposive sampling technique. The instruments used in the study were the Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA) scale to measure parental attachment and Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) to measure emotional regulation. Data were analyzed using the Spearman correlation test, with the results showing a positive and significant relationship between parental attachment and emotional regulation (r = 0,0443; p< 0.01). This finding means that the higher the emotional regulation. This study demonstrates the importance of the role of parental attachment to children in helping develop good emotional regulation in adulthood.
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya tekanan sosial dan tuntutan tahapan perkembangan pada perempuan dewasa yang belum menikah dan dapat memengaruhi kemampuan regulasi emosi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kelekatan orang tua dengan regulasi emosi pada perempuan usia 28 hingga 33 tahun yang belum menikah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 93 perempuan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah skala Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA) untuk mengukur kelekatan orang tua dan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) untuk mengukur regulasi emosi. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman dengan hasil penelitian yang menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara kelekatan orang tua dengan regulasi emosi (r = 0,443; p < 0,01). Temuan ini berarti semakin tinggi kelekatan orang tua maka semakin tinggi regulasi emosi. Penelitian ini menunjukkan bahwa pentingnya peran kelekatan orang tua dengan anak dalam membantu mengembangkan regulasi emosi dengan baik pada masa dewasa.
Downloads
References
Adetya, S., & Manurung, G. Y. (2022). Pengaruh coping stress dengan subjective well-being pada wanita dewasa awal yang belum menikah. Jurnal Kajian Ilmiah, 22(2), 119–128. https://doi.org/10.31599/810yqx54
Agustini, D. (2025). Manajemen Tantrum Seumur Hidup: Integrasi Psikologi Modern Dan Pendidikan Islam Dalam Regulasi Emosi Anak Hingga Dewasa. Lisyabab: Jurnal Studi Islam dan Sosial, 6(1), 125-143.
Ayu Garini, N. (2024). Pengaruh kelekatan orang tua terhadap regulasi emosi siswa kelas VIII di SMP Negeri 11 Kota Jambi (Doctoral dissertation, Universitas Jambi).
https://repository.unja.ac.id/72359/
Cassidy, J. (2008). The nature of the child’s ties. In J. Cassidy & P. R. Shaver (Eds.), Handbook of attachment: Theory, research, and clinical applications (2nd ed., pp. 3–22). Guilford Press.
Cahyasari, M. S. D., & Winta, M. V. I. (2022). Menemukenali berbagai manifestasi quarter life crisis pada perempuan usia dewasa awal yang belum menikah. Reswara Journal of Psychology, 1(2), 1-15. https://doi.org/10.26623/rjp.v1i1.5243
Dewi, A. N., & Ambarwati, K. D. (2023). Hubungan kelekatan ayah dengan regulasi emosi pada wanita dewasa awal yang bekerja dan belum menikah. Psyche 165 Journal, 16(4), 282–287. https://doi.org/10.35134/jpsy165.v16i4.291
Fadillah, U., & Rozi, F. (2024). Pengaruh dukungan sosial dan regulasi emosi terhadap quarter life crisis pada dewasa awal. Instructional Development Journal, 7(2), 373–379. https://doi.org/10.24014/idj.v7i2.30204
Fauzi, N. C., & Selian, S. N. (2025). Regulasi emosi pada individu dewasa awal yang mengalami quarter-life crisis. Kognisi: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Konseling, 2(1), 9–21. https://glonus.org/index.php/kognisi/article/view/280
Febriani, F. Y., & Khasan, M. (2025). Celebrity worship ditinjau dari kelekatan orang tua dan harga diri pada wanita dewasa awal penggemar musik K-Pop. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 8(1), 1155–1161.
http://www.jiip.stkipyapisdompu.ac.id/jiip/index.php/JIIP/article/view/7032
Garini, N. A., Rahman, K. A., & Zulfikar, M. (2025). Pengaruh kelekatan aman orang tua terhadap regulasi emosi siswa kelas VIII di SMP Negeri 11 Kota Jambi. Jurnal Mahasiswa BK An-Nur: Berbeda, Bermakna, Mulia, 10(3), 202–207. https://ojs.uniska-bjm.ac.id/index.php/AN-NUR/article/view/16413
Gross, J. J., & John, O. P. (2003). Individual differences in two emotion regulation processes: Implications for affect, relationships, and well-being. Journal of Personality and Social Psychology, 85(2), 348–362. https://doi.org/10.1037/0022-3514.85.2.348
Hijril, A. M., & Rifani, R. (2025). Efektifitas Pelatihan Berpikir Positif Terhadap Attachment Style (Insecure Attachment) Pada Dewasa Awal Di Kota Makassar. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 4(2), 1993-2001.
https://doi.org/10.56799/peshum.v4i2.7527
Kustanto, N. D., & Khoirunnisa, R. N. (2022). Hubungan antara peer attachment dengan regulasi emosi pada mahasiswa tingkat akhir. Character Jurnal Penelitian Psikologi, 9(5), 134-142. https://doi.org/10.26740/cjpp.v9i5.47492
Kusumaningrum, N. A. D., & Jannah, M. (2023). Representasi quarter life crisis pada dewasa awal ditinjau berdasarkan demografi. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 10(2), 18–27. https://doi.org/10.26740/cjpp.v10i2.53204
Lerner, J. S., Li, Y., Valdesolo, P., & Kassam, K. S. (2015). Emotion and decision making. Annual Review of Psychology, 66(1), 799–823. https://doi.org/10.1146/annurev-psych-010213-115043
Morris, A. S., Silk, J. S., Steinberg, L., Myers, S. S., & Robinson, L. R. (2007). The role of the family context in the development of emotion regulation. Social Development, 16(2), 361–388. https://doi.org/10.1111/j.1467-9507.2007.00389.x
Nanik, N., Surijah, E. A., Natalya, L., & Chrisyanti, M. (2022). Efek mediasi ketakutan menjadi lajang dalam hubungan antara stereotip negatif dan kesejahteraan psikologi perempuan lajang. Persona: Jurnal Psikologi Indonesia, 11(1), 1–19.
Oktavia, M. D., & Fahmawati, Z. N. (2025). Hubungan regulasi emosi dan dukungan sosial dengan subjective well-being pada mahasiswa yang mengalami quarter life crisis. Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam, 8(1), 305–316. https://jurnal.pabki.org/index.php/alisyraq/article/view/874
Perwitasari, Y., Meiyuntariningsih, T., & Ramadhani, H. S. (2023). Peran regulasi emosi terhadap kecenderungan self-injury pada wanita di masa quarter life crisis. SUKMA: Jurnal Penelitian Psikologi, 4(2), 176–185.
https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/sukma/article/view/10135
Rahmah, A. D., & Masfufah, U. (2023). Krisis pada quarter-life, peran dukungan sosial dalam membantu melewatinya. Flourishing Journal, 3(10), 450–458.
https://doi.org/10.17977/um070v3i102023p450-458
Ramadhani, M. H., & Kustanti, E. R. (2020). Hubungan kelekatan orang tua dengan penyesuaian diri siswa boarding school di SMA Pondok Pesantren Modern Selamat Kendal. Jurnal Empati, 7(3), 924–933. https://doi.org/10.14710/empati.2018.21837
Safitri, R., & Jayanti, A. M. (2023). Harga diri dan kecemasan memilih pasangan hidup wanita dewasa awal fase quarter life crisis. Indonesian Psychological Research, 5(1). https://jurnalfpk.uinsa.ac.id/index.php/IPR/article/view/765
Yunus, A. W., Murdiana, S., & Siswanti, D. N. (2023). Hubungan antara attachment style dengan kekerasan pada perempuan dewasa yang telah menikah di kota makassar. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 3(1), 140-157.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Meilina Dwi Kurniawati, Dewita Karema Sarajar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.














