HUBUNGAN SELF-ESTEEM DENGAN RESILIENSI PADA DEWASA AWAL KORBAN KEKERASAN DALAM PACARAN

Authors

  • Latifah Liwanti Putri Universitas Tarumanagara
  • Naomi Soetikno Universitas Tarumanagara

DOI:

https://doi.org/10.51878/paedagogy.v6i1.7919

Keywords:

Self-Esteem, Resiliensi, Dewasa Awal, Korban Kekerasan Dalam Pacaran

Abstract

Many victims of dating violence feel worthless, fear abandonment, and blame themselves for situations beyond their control, all of which lead to low self-esteem. Resilience, on the other hand, is a measure of an individual’s ability to cope with stress or difficulties. Individuals with high resilience are better able to reinterpret their experiences of violence as valuable life lessons and avoid lingering trauma. This study aims to analyze the relationship between self- esteem and resilience in young adults who have experienced dating violence. The research method used was a quantitative correlational method with a purposive sampling technique for 305 respondents aged 20–40 years who had a history of dating violence. The instruments used included the Rosenberg Self-Esteem (RSES) and the Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC). The study was conducted online, and data collection was carried out by distributing an online questionnaire using Google Forms distributed through social media such as Instagram, WhatsApp, and Line. The reliability test showed a Cronbach’s Alpha value of 0.839 for self-esteem and 0.968 for resilience. The Kolmogorov-Smirnov normality test yielded a p value > 0.000, so the analysis was continued using the Spearman correlation test. The results of the analysis showed a significant positive relationship between self-esteem and resilience (p = 0.417; p < 0.000), which indicates that individuals with high levels of self-esteem tend to have high levels of resilience as well. This finding confirms that the experience of being a victim of dating violence has an impact on self-improvement and the ability to trust others.

ABSTRAK

Banyak korban kekerasan dalam pacaran merasa tidak berharga, takut ditinggalkan, dan menyalahkan diri sendiri atas situasi yang sebenarnya berada di luar kendali mereka, yang semuanya mengarah pada rendahnya self-esteem. Di sisi lain, resiliensi merupakan tolak ukur kemampuan individu dalam mengatasi tekanan atau kesulitan yang dihadapi. Individu yang memiliki resiliensi tinggi lebih mampu memaknai ulang pengalaman kekerasan yang dialaminya sebagai pembelajaran hidup yang berharga dan tidak larut dalam trauma berkepanjangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self-esteem dengan resiliensi pada dewasa awal yang mengalami korban kekerasan dalam pacaran. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan teknik purposive sampling terhadap 305 responden berusia 20–40 tahun yang memiliki riwayat korban kekerasan dalam pacaran. Instrumen yang digunakan meliputi Rosenberg Self-Esteem (RSES) dan Connor-Davidson Resilience Scale (CD- RISC). Penelitian dilakukan secara online, dan pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuesioner online menggunakan Google Form yang disebarkan melalui media sosial berupa Instagram, Whatsapp, dan Line. Uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,839 pada self-esteem dan 0,968 pada resiliensi. Uji normalitas Kolmogrov-Smirnov menghasilkan nilai p > 0,000, sehingga analisis dilanjutkan menggunakan uji kolerasi Spearman. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara self-esteem dengan resiliensi (p = 0,417; p < 0,000), yang mengindikasikan bahwa individu dengan tingkat self-esteem tinggi cenderung memiliki tingkat resiliensi yang tinggi pula. Temuan ini menegaskan bahwa pengalaman korban kekerasan dalam pacaran berdampak pada peningkatan diri dan kemampuan mempercayai orang lain.

References

Azzahra, A. P., & Herdiana. (2022). Hubungan self-compassion dengan resiliensi perempuan dewasa awal korban kekerasan dalam pacaran. Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental, 2(1). 519–527. https://doi.org/10.20473/brpkm.v2i1.34581

Connor, K. M., & Davidson, J. R. T. (2003). Development of a new resilience scale: The Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC). Depression and Anxiety, 18(2), 76–82. https://doi.org/10.1002/da.10113

Fitri, A. A. (2021). Hubungan antara harga diri dengan intensitas penggunaan media sosial Instagram pada remaja di Kota Pekanbaru. (Skripsi, Universitas Islam Riau). https://repository.uir.ac.id/id/eprint/9598

Ghaisani, F. N. (2024). Hubungan Harga Diri dan Resiliensi pada Remaja Perempuan Korban Kekerasan dalam Pacaran (Skripsi, Universitas Airlangga). http://repository.unair.ac.id/id/eprint/133693

Irmayanti, N., & Zuroidah, A. (2024). Gambaran Ketergantungan Emosional Dan Harga Diri Pada Korban Kekerasan Dalam Pacaran: Sistematik Review. Jurnal Psikologi: Jurnal Ilmiah Fakultas Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan, 11(2), 314-332. https://doi.org/10.35891/jip.v11i2.5456

Jailani, M., & Nurasiah, N. (2021). Fenomena kekerasan dalam berpacaran. Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies, 1(1). http://dx.doi.org/10.30829/jgsims.v1i1.6445

Komnas Perempuan. (2023). Catatan Tahunan Kekerasan terhadap Perempuan. Jakarta: Komnas Perempuan.

Listiyandini, R. A., & Akmal, S. Z. (2015). Hubungan antara kekuatan karakter dan resiliensi pada mahasiswa. prosiding psikologi, 1(01), 231-236. https://conference.univpancasila.ac.id/index.php/prosidingpsikologi/article/view/279

Manoppo, I. (2024). Hubungan Lama Pacaran Dengan Kekerasan Dalam Pacaran (KDP) Pada Mahasiswi Fakultas Keperawatan. Klabat Journal of Nursing, 6(2), 104-111. https://doi.org/10.37771/kjn.v6i2.1169

Muhayati, M., Muhammad, F. Z., & Amalia, J. (2022). Hubungan antara harga diri dengan resiliensi pada remaja yang orang tuanya bercerai. Psychology Journal of Mental Health, 4(1967), 62–80. https://doi.org/10.32539/pjmh.v4i1.71

Pratiwi, P. C. (2017). Upaya peningkatan self-esteem pada dewasa muda penyitas kekerasan dalam pacaran dengan Cognitive Behavior Therapy. Jurnal Psikologi Ulayat, 4(2), 141-159. https://doi.org/10.24854/jpu60

Putri, A. F. (2019). Pentingnya orang dewasa awal menyelesaikan tugas perkembangannya. SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling, 3(2), 35-40. https://doi.org/10.23916/08430011

Ramadhani, A., Sanjaya, D., Febriyanti, D. A., & Kustanti, E. R. (2021). Predicting self-regulated learning among scholarship recipient students working on a thesis through forgiveness and its dimensions: The mediating role of optimism. In International Conference on Indonesian Social and Political Enquiries, ICISPE (Vol. 2020, pp. 9-10). http://dx.doi.org/10.4108/eai.9-10-2020.2304752

Santrock, J. W. (2021). Life-Span Development (18th ed.). McGraw-Hill Education.

Saputro, I., Nashori, F., & Sulistyarini, R. I. (2021). Promoting resilience among family caregiver of cancer through Islamic religious coping. Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi, 6(2), 55-66. https://doi.org/10.23917/indigenous.v6i2.13581

Saragih, B. P., & Soetikno, N. (2023). Self-esteem korban bullying: Studi literatur. Jurnal Muara Medika Dan Psikologi Klinis, 3(1), 79-90. https://journal.untar.ac.id/index.php/JMMPK/article/view/27087

Tisyara, M. K. A., & Valentina, T. D. (2024). Kekerasan dalam Pacaran yang Dialami oleh Perempuan: Sebuah Kajian Literatur. Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi, 5(1), 65-79. http://dx.doi.org/10.24014/pib.v5i1.25696

Winayanti, R. D., & Widiasavitri, P. N. (2016). Hubungan antara trust dengan konflik interpersonal pada dewasa awal yang menjalani hubungan pacaran jarak jauh. Jurnal Psikologi Udayana, 3(1), 10-19. https://doi.org/10.24843/JPU.2016.v03.i01.p02

Downloads

Published

2026-01-12

How to Cite

Putri, L. L., & Soetikno, N. (2026). HUBUNGAN SELF-ESTEEM DENGAN RESILIENSI PADA DEWASA AWAL KORBAN KEKERASAN DALAM PACARAN. PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Psikologi, 6(1), 82-96. https://doi.org/10.51878/paedagogy.v6i1.7919

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.