ANALISIS MAKNA DENOTASI DAN KONOTASI PADA DAFTAR MENU KAFE DI WATAMPONE

Authors

  • Indar Ramadhan Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Bone
  • Suhardiman Suhardiman Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Bone
  • Muhammad Idris Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Bone

DOI:

https://doi.org/10.51878/language.v6i4.16434

Keywords:

analisis, makna denotasi, konotasi, daftar menu kafe, Watampone

Abstract

This study aims to describe denotative meanings and analyze connotative meaning patterns within café menu names in Watampone through the lens of Roland Barthes's semantic signification theory. Menu item naming in the contemporary urban culinary sector has progressed beyond routine administrative labeling into a deliberate linguistic sign combining literal lexical information with symbolic marketing imagery. This descriptive qualitative research investigated 158 linguistic units compiled from five prominent cafés in Watampone, Bone Regency, collected through textual observation, corpus document transcription, and confirmatory interviews with 5 business owners and baristas. The interactive data analysis categorized linguistic tokens into two hierarchical tiers: primary literal significance and secondary socio-cultural associative significance. The findings reveal that all 158 menu items carry denotative meanings, comprising 132 purely denotative items referencing raw ingredients or processing methods, and 26 items that simultaneously encompass layered connotative meanings. These connotative dimensions span six associative categories: affective resonance, nostalgia and local wisdom, luxury and globality, visual aesthetics, brand identity, and traditional culinary status elevation. These outcomes reinforce semantic contributions to local commercial discourse, demonstrating that gastronomic lexical designs operate integrally as factual informational tools and cultural persuasive instruments.

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna denotasi serta menganalisis makna konotasi pada nama-nama menu kafe di Watampone berdasarkan perspektif semantik signifikasi Roland Barthes. Penamaan hidangan pada industri kuliner urban modern tidak lagi diposisikan sebagai sekadar pelabelan produk yang mekanis, melainkan telah bertransformasi menjadi tanda kebahasaan terencana yang mengintegrasikan informasi leksikal literal dengan citra simbolik pemasaran. Penelitian kualitatif deskriptif ini meneliti 158 satuan lingual nama menu yang dihimpun dari lima kafe representatif di Watampone, Kabupaten Bone, yang diperoleh melalui observasi tekstual, pencatatan korpus dokumen, serta wawancara konfirmasi bersama 5 informan pengelola usaha. Analisis data interaktif membagi data ke dalam dua tataran hierarkis, yakni tataran makna primer leksikal dan tataran makna sekunder sosio-kultural. Hasil penelitian membuktikan bahwa seluruh menu mengemban makna denotasi, dengan 132 menu berkarakteristik denotasi murni yang merujuk lugas pada bahan dasar maupun cara peracikan, sedangkan 26 menu lainnya secara simultan mengemban lapisan makna konotasi. Lapisan konotasi tersebut terdistribusi ke dalam enam orientasi nilai asosiatif, meliputi konotasi afektif, nostalgia dan kearifan lokal, kemewahan dan globalitas, estetika visual, identitas merek, serta elevasi status panganan tradisional. Temuan ini menegaskan kontribusi kajian semantik pada wacana komersial lokal bahwa kreasi leksikal kuliner berfungsi secara terpadu sebagai media informasi faktual sekaligus instrumen persuasi kultural.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amanda, F., & Tur, A. P. A. (2026). The flavor of names: How Yogyakarta cafés brand their beverages. Lire Journal (Journal of Linguistics and Literature), 10(1), 1–17. https://doi.org/10.33019/lire.v10i1.549

Aziza, S. N., & Dallyono, R. (2024). Analisis alih kode dan campur kode serta elemen visual pada iklan make-up PT. Paragon di Instagram. Jurnal Bahasa dan Sastra, 12(2), 339. https://doi.org/10.24036/jbs.v12i2.129992

Barthes, R. (1957). Mythologies. Éditions du Seuil.

Budiasningrum, R. S., Suhardianto, S., Setiawan, J., & Efendi, A. S. (2023). Features of words used in restaurant menus. Jurnal Konseling Pendidikan Islam, 4(2), 227–236. https://doi.org/10.32806/jkpi.v4i2.2

Chaer, A. (2020). Pengantar semantik bahasa Indonesia. Rineka Cipta.

Difa, N. S., Widyaningtyas, H. M. P., Mursalin, S., Firmansyah, D., Juansah, D. E., & Fauziah, M. T. (2025). Analisis makna konotatif pada slogan iklan makanan di media elektronik. Deiktis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 5(4), 5343–5352. https://doi.org/10.53769/deiktis.v5i4.2682

Ertürk, H. A. (2026). Bir gastrodiplomasi örne?i olarak Almanya’da Döner: Gündelik kültürden söylemsel uzla?malara. ?leti?im ve Diplomasi, 243–262. https://doi.org/10.54722/iletisimvediplomasi.1882633

Halim, F. A. S., Saehu, A., & Sakinah, R. M. N. (2024). Semiotic elements of Barthes model on Wall’s ice cream advertisement. International Journal of English Linguistics, Literature and Education (IJELLE), 6(2). https://doi.org/10.32585/ijelle.v6i2.6024

Hidayat, A. (2024). Dinamika linguistik pada nama produk UMKM kuliner: Kajian pergeseran makna dari tradisional ke kontemporer. Jurnal Linguistik Kuliner, 5(1), 33–48. https://doi.org/10.31227/jlk.v5i1.3348

Isnaniah, S., Agustina, T., Rochman, M. A., & Kusmanto, H. (2024). The naming of halal food and beverages: A multimodal semiology study. Studies in English Language and Education, 11(1), 454–473. https://doi.org/10.24815/siele.v11i1.30095

Kinanti, K. P., Setyowati, E., & Nugrahani, A. (2025). Bentuk, makna, dan refleksi sosiokultural pada restoran berkonsep tradisional di Malang Raya. Lingua Scientia: Jurnal Bahasa, 17(2), 327–347. https://doi.org/10.21274/ls.2025.17.2.327-347

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). SAGE Publications.

Monadia, R., et al. (2023). Jenis makna pada penamaan menu makanan unik di kafe dan warung Kota Lhokseumawe (kajian semantik). Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa, 7(2), 101–118. https://doi.org/10.22373/jbpb.v7i2.101

Mukhoddam Billah, B. G., et al. (2023). Analisis makna denotasi dan konotasi pada penamaan brand makanan di Kota Malang. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 8(1), 55–70. https://doi.org/10.21009/jpbsi.v8i1.5570

Nur, M. R. O., & Khusna, F. A. (2020). The owners’ preference in using English as culinary trademark branding in Magelang street food and café. Proceeding UMSurabaya, 1(1), 2801. https://doi.org/10.30651/pro.v1i1.4838

Pastini, W., Sudiparwati, P. A., Juniari, N. K. E., & Waluyo, I. (2026). The influence of local culture on naming of food and drink in English: A case study in Jimbaran Village, Badung Regency, Bali. Akrab Juara: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial, 11(1), 301–314. https://doi.org/10.58487/akrabjuara.v11i1.2741

Pertiwi, S. A., Harjanto, R., Damayanti, N., Sari, Y., & Akib, S. (2023). Decoding the meaning of tumpeng in Roland Barthes’s semiology perspective. Wacana: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 22(2), 392–399. https://doi.org/10.32509/wacana.v22i2.3553

Rabab’ah, G., & Al-Qudah, S. (2022). Linking cognition with pathos in American restaurants’ menus: Jordan as a case. Heliyon, 8(2), Article e09000. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2022.e09000

Rahmawati, C. D., Busri, H., & Badrih, M. (2024). Makna denotasi dan konotasi meme dalam media sosial Twitter: Kajian semiotika Roland Barthes. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 10(2), 1244–1256. https://doi.org/10.30605/onoma.v10i2.3479

Suhardiman, Nurmi, Rusdi Muhammad, Idris Muhammad. 2023. Efektivitas Strategi Pair Check terhadap Kemampuan Menulis Narasi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Palakka Kabupaten Bone. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Muhammadiyah Bone.

Simatupang, L., & Setyawati, R. (2023). Kajian penamaan kuliner di Balikpapan menggunakan teori semantik Ogden-Richard. JSHP: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan, 7(1), 18–31. https://doi.org/10.32487/jshp.v7i1.1601

Suhardi, & Salamah. (2025). Absensi bahasa Lampung dan dominasi identitas kuliner lain di Bandar Lampung pada daftar merchant “Near Me” portal Gofood.co.id. Journal Media Public Relations, 5(2), 56–70. https://doi.org/10.37090/pba80g04

Suswandi, I. (2020). Gender dalam pelabelan nama kuliner nusantara: Suatu tinjauan semiotik studi kasus: Kuliner di Kota Depok. Mimesis, 1(1), 1–12. https://doi.org/10.12928/mms.v1i1.1539

Sya’adah, H., Efendi, A. N., Purnomo, E., & Amirah, S. N. (2025). Menu naming as a branding strategy of Indonesian restaurants in Kuala Lumpur: A socio-onomastic approach. Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 7(1). https://doi.org/10.19105/ghancaran.v7i1.11209

Widuhung, S. M., & Sartika, R. (2022). Tren penggunaan endorser pria dalam iklan kecantikan. Jurnal Public Relations (J-PR), 3(1), 1–8. https://doi.org/10.31294/jpr.v3i1.1030

Wiyana, T., Bendesa, I. K. G., & Tomahuw, R. (2021). Onomastics and branding for culinary tourism: Evidence soto traditional culinary. TRJ: Tourism Research Journal, 5(1), 69–82. https://doi.org/10.30647/trj.v5i1.108

Yanuar, I. D. (2023). Penggunaan bahasa Inggris dalam penamaan produk kuliner: Analisis persepsi konsumen Indonesia. Journal of Sharia Tourism and Hospitality, 1(2), 170–179. https://doi.org/10.24235/jetour.v1i2.29

Yetti, D., Akbar, R., Nurkholis, N., Nofiar, A., & Perdana, M. A. (2025). Pengaruh penerapan bahasa Inggris pada menu makanan terhadap minat beli konsumen pada Dapur Seblak Bangkinang. Dinamika Publik: Jurnal Manajemen dan Administrasi Bisnis, 3(2), 14–22. https://doi.org/10.59061/dinamikapublik.v3i2.1085

Downloads

Published

2026-11-03

How to Cite

Ramadhan, I., Suhardiman, S., & Idris, M. (2026). ANALISIS MAKNA DENOTASI DAN KONOTASI PADA DAFTAR MENU KAFE DI WATAMPONE . LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 6(4), 765–774. https://doi.org/10.51878/language.v6i4.16434

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.