https://jurnalp4i.com/index.php/language/issue/feed LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra 2026-02-08T09:33:07+00:00 Randi Pratama Murtikusuma, M.Pd randi.popo@gmail.com Open Journal Systems <p><strong>LANGUAGE: Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra</strong> <strong> </strong>diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berafiliasi dengan Perguruan Tinggi Indonesia. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Bahasa dan Sastra<br /><strong>e-ISSN : 2807-1670 | p-ISSN : 2807-2316</strong></p> https://jurnalp4i.com/index.php/language/article/view/9057 FROM CHAOS TO CLARITY: HOW ENGLISH SYNTAX CREATES MEANING 2026-01-28T01:54:03+00:00 Faqih Hibatulah Z faqihhibatullah94@gmail.com Ajrul Khair ajrulkhair050905@gmail.com Mhd Ilham Khanis ilhamkhanis2005@gmail.com Maulana Budi Satria Siregar satriamaulana261@gmail.com M. Rafly Raja Gazali Nahulae raflyraja37@gmail.com <p>This article examines the fundamental role of syntactic structure in constructing and determining meaning in the English language. Syntax is understood not merely as a set of formal rules, but as a cognitive framework that organizes lexical elements and transforms potential semantic chaos into clear and purposeful communication. This study employs a qualitative descriptive-analytical approach by using structured sentence examples to reveal the main syntactic mechanisms in English, particularly the relatively fixed word order of Subject–Verb–Object, hierarchical phrase structure, and the process of syntactic ambiguity resolution. The analysis shows that English syntax functions as a generative system that plays an important role in grammatical role assignment, the formation of complex propositions, and the creation of discourse cohesion. Furthermore, syntactic structure is proven to be a primary factor in meaning interpretation and sentence comprehension. These findings emphasize that mastery of syntactic principles is a crucial aspect in achieving clarity, accuracy, and effective communication, and has important implications for language teaching, academic writing, and linguistic studies in conceptual, pedagogical, and applicative dimensions within the context of modern English language learning in the global digital era.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Artikel ini mengkaji peran fundamental struktur sintaksis dalam membangun dan menentukan makna dalam bahasa Inggris. Sintaksis dipahami tidak sekadar sebagai seperangkat aturan formal, melainkan sebagai kerangka kognitif yang mengorganisasi unsur leksikal sehingga mampu mengubah potensi kekacauan makna menjadi komunikasi yang jelas dan terarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan memanfaatkan contoh-contoh kalimat terstruktur untuk mengungkap mekanisme sintaksis utama dalam bahasa Inggris, khususnya urutan kata yang relatif tetap Subject–Verb–Object, struktur hierarkis frasa, serta proses penyelesaian ambiguitas sintaktis. Hasil analisis menunjukkan bahwa sintaksis bahasa Inggris berfungsi sebagai sistem generatif yang berperan penting dalam penentuan peran gramatikal, pembentukan proposisi kompleks, serta penciptaan kohesi wacana. Selain itu, struktur sintaksis terbukti menjadi faktor utama dalam penafsiran makna dan pemahaman kalimat. Temuan ini menegaskan bahwa penguasaan prinsip-prinsip sintaksis merupakan aspek krusial dalam mencapai kejelasan, ketepatan, dan efektivitas komunikasi, serta memiliki implikasi penting bagi pengajaran bahasa, penulisan akademik, dan kajian linguistik secara konseptual, pedagogis, dan aplikatif dalam konteks pembelajaran bahasa Inggris modern di era global digital.</p> 2026-01-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Faqih Hibatulah Z, Ajrul Khair, Mhd Ilham Khanis, Maulana Budi Satria Siregar, M. Rafly Raja Gazali Nahulae https://jurnalp4i.com/index.php/language/article/view/9308 KAJIAN PENDEKATAN EKSPRESIF DALAM PUISI HATIKU SELEMBAR DAUN KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO SEBAGAI REPRESENTASI DINAMIKA DAN KEBIMBANGAN CINTA 2026-01-31T13:38:17+00:00 Try Vya Sipayung try.vya@student.uhn.ac.id <p>This study aims to examine the meaning of love uncertainty in the poem <em>“Hatiku Selembar Daun”</em> by Sapardi Djoko Damono using an expressive approach. This approach is employed to interpret poetry as a representation of the poet’s inner experiences and emotional conditions manifested through linguistic structures and poetic symbols. The research adopts a descriptive qualitative method, with the poem <em>“Hatiku Selembar Daun”</em> serving as the primary data source. The data consist of poetic lines, diction, imagery, and symbolic elements that reflect the emotional expressions of the lyrical subject. Data were collected through library research and close reading techniques, while data analysis was conducted through intensive reading, classification of expressive elements, and interpretative analysis based on expressive theory. The findings indicate that the uncertainty of love is represented through the symbol of “a leaf,” which signifies emotional fragility, resignation, and the absence of control over feelings. The use of simple language and a calm yet melancholic atmosphere reveals the poet’s internal emotional conflict expressed implicitly. Therefore, the poem can be understood as a symbolic reflection of the poet’s emotional experience in confronting the uncertainty of love.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna kebimbangan cinta dalam puisi <em>“Hatiku Selembar Daun”</em> karya Sapardi Djoko Damono melalui pendekatan ekspresif. Pendekatan ini digunakan untuk memahami puisi sebagai representasi pengalaman batin dan kondisi emosional penyair yang tercermin dalam struktur bahasa dan simbol puitik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa teks puisi <em>“Hatiku Selembar Daun”</em>. Data penelitian meliputi larik-larik puisi, pilihan diksi, citraan, serta simbol-simbol yang merepresentasikan ekspresi emosional aku lirik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan teknik baca-catat, sedangkan analisis data dilakukan melalui pembacaan intensif, pengelompokan unsur ekspresif, dan penafsiran makna berdasarkan teori pendekatan ekspresif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebimbangan cinta direpresentasikan melalui simbol “selembar daun” yang menggambarkan kondisi perasaan yang rapuh, pasrah, dan tidak memiliki kendali terhadap arah perasaan. Kesederhanaan bahasa serta suasana yang tenang dan melankolis memperlihatkan konflik batin aku lirik yang bersifat internal dan diungkapkan secara implisit. Dengan demikian, puisi ini merefleksikan pengalaman emosional penyair dalam menghadapi ketidakpastian cinta melalui ungkapan simbolik yang halus dan kontemplatif.</p> 2026-02-07T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Try Vya Sipayung https://jurnalp4i.com/index.php/language/article/view/9084 SYNTAX IN TIKTOK CAPTIONS: A STUDY OF SENTENCE FORMS AND FUNCTIONS 2026-01-21T03:17:47+00:00 Sabrina Salsabila sabrina0304233118@uinsu.ac.id Nurul Fadilah Tambunan nurfahtambunan@gmail.com Nadhifa Shofi Andara nadhifashofi44@gmail.com Celli Geovanni celligeovani@gmail.com Siti Ismahani sitiismahani@uinsu.ac.id <p>This study examines the syntactic forms and sentence functions found in TikTok captions as a representation of digital language communication. TikTok is a social media platform that integrates visual content and text, in which captions play a significant role in conveying meaning and interaction. This research employs a qualitative descriptive approach based on syntactic theories proposed by Chomsky, Givón, Halliday, O’Grady, and Aarts. The data consist of three English captions taken from the TikTok accounts @beaulinaa, @Rikey, and @lilly3ls. The findings reveal that TikTok captions predominantly use simple sentence structures with a high degree of ellipsis as a strategy of linguistic economy while maintaining acceptable grammatical patterns. In terms of function, the captions demonstrate pragmatic variation, including declarative, imperative, and expressive functions used for self-presentation, social relationship building, and audience engagement. These findings indicate that TikTok caption syntax represents a distinctive register of digital English that balances syntactic simplicity with communicative effectiveness in social media contexts.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini mengkaji bentuk sintaksis dan fungsi kalimat yang terdapat dalam caption TikTok sebagai representasi komunikasi bahasa digital. TikTok merupakan platform media sosial yang memadukan konten visual dan teks, di mana caption berperan penting dalam membangun makna dan interaksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan landasan teori sintaksis dari Chomsky, Givón, Halliday, O’Grady, dan Aarts. Data penelitian berupa tiga caption berbahasa Inggris yang diambil dari akun TikTok @beaulinaa, @Rikey, dan @lilly3ls. Hasil analisis menunjukkan bahwa caption TikTok cenderung menggunakan kalimat sederhana dengan tingkat elipsis yang tinggi sebagai bentuk ekonomi bahasa, namun tetap mempertahankan struktur gramatikal yang dapat diterima. Dari segi fungsi, caption menampilkan keragaman fungsi pragmatik, seperti deklaratif, imperatif, dan ekspresif, yang digunakan untuk presentasi diri, pembentukan relasi sosial, serta peningkatan keterlibatan audiens. Temuan ini menunjukkan bahwa sintaksis caption TikTok membentuk ragam bahasa Inggris digital yang khas, yang menyeimbangkan kesederhanaan struktur sintaksis dengan efektivitas komunikasi dalam konteks media sosial.</p> 2026-01-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Sabrina Salsabila, Nurul Fadilah Tambunan, Nadhifa Shofi Andara, Celli Geovanni, Siti Ismahani https://jurnalp4i.com/index.php/language/article/view/9289 DERIVATIONAL SUFFIXES ON ULANGEN IN THE KARO LANGUAGE BIBLE 2026-02-02T14:57:14+00:00 Romaito Marbun romaitomarbun75@gmail.com Julia Carolina Ginting romaitomarbun75@gmail.com Joy Aprilia Samosir romaitomarbun75@gmail.com Esron Ambarita romaitomarbun75@gmail.com <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>This study aims to analyze derivational suffixes found in Ulangen of the Karo Language Bible. The focus of the study is to identify the types, functions, and meanings of derivational suffixes used in the text. This research employs a qualitative descriptive method. The data were taken from verses in Ulangen of the Karo Language Bible containing derivational suffixes and were collected through documentation techniques. The collected data were analyzed based on Yule’s theory of derivation. The findings show that there are three types of derivational suffixes found in Ulangen, namely suffix -ken, suffix -i, and suffix -en. Among these suffixes, suffix -ken is the most dominant and productive derivational suffix, primarily functioning to derive verbs with causative meanings. Suffix -i functions to derive verbs expressing actions, processes, or locative meanings, while suffix -en functions as a nominalizer forming nouns that express results, objects, or abstract concepts. The study concludes that derivational suffixes in the Karo language function to form new lexemes by changing meanings and, in some cases, lexical categories of base words. These findings support Yule’s theory that derivational morphology plays a crucial role in word formation. Furthermore, the consistent use of derivational suffixes in the Karo Language Bible indicates that religious texts provide reliable data for morphological analysis and contribute to the documentation of regional and minority languages.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sufiks derivatif yang terdapat dalam <em>Ulangen</em> pada Alkitab Bahasa Karo. Fokus penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis, fungsi, dan makna sufiks derivatif yang digunakan dalam teks tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diambil dari ayat-ayat dalam <em>Ulangen</em> Alkitab Bahasa Karo yang mengandung sufiks derivatif dan dikumpulkan melalui teknik dokumentasi. Data yang telah dikumpulkan dianalisis berdasarkan teori derivasi yang dikemukakan oleh Yule. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis sufiks derivatif yang ditemukan dalam <em>Ulangen</em>, yaitu sufiks <em>-ken</em>, sufiks <em>-i</em>, dan sufiks <em>-en</em>. Di antara ketiga sufiks tersebut, sufiks <em>-ken</em> merupakan sufiks derivatif yang paling dominan dan produktif, yang terutama berfungsi untuk membentuk verba bermakna kausatif. Sufiks <em>-i</em> berfungsi untuk membentuk verba yang menyatakan tindakan, proses, atau makna lokatif, sedangkan sufiks <em>-en</em> berfungsi sebagai penominal yang membentuk nomina yang menyatakan hasil, objek, atau konsep abstrak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sufiks derivatif dalam bahasa Karo berfungsi untuk membentuk leksem baru dengan mengubah makna dan, dalam beberapa kasus, kategori leksikal kata dasar. Temuan ini mendukung teori Yule yang menyatakan bahwa morfologi derivatif memiliki peran penting dalam pembentukan kata. Selain itu, penggunaan sufiks derivatif yang konsisten dalam Alkitab Bahasa Karo menunjukkan bahwa teks keagamaan dapat menjadi sumber data yang andal untuk analisis morfologis serta berkontribusi pada pendokumentasian bahasa daerah dan bahasa minoritas.</p> 2026-02-08T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Romaito Marbun, Julia Carolina Ginting, Joy Aprilia Samosir, Esron Ambarita https://jurnalp4i.com/index.php/language/article/view/9297 ANALISIS PENDEKATAN EKSPRESIF DALAM PUISI “TAK SEPADAN” KARYA CHAIRIL ANWAR 2026-02-08T09:32:08+00:00 Lentauly Aritonang lentauly.aritonang@student.uhn.ac.id <p>The expressive approach views literary works as direct reflections of the author’s inner experiences, emotions, and personality. This article aims to analyze the poem “Tak Sepadan” by Chairil Anwar using an expressive approach in order to reveal the relationship between the poet’s life experiences and the meaning of the poem. This study employs a descriptive qualitative method with content analysis techniques. The research data consist of the text of the poem “Tak Sepadan”, which is analyzed through intensive and repeated readings to identify expressive elements such as diction, metaphor, imagery, and symbols that represent the emotions of the lyrical “I.” The results of the analysis indicate that the poem “Tak Sepadan” reflects an experience of unrequited love as well as the poet’s awareness of the unequal position between himself and the beloved figure. The dominant emotions expressed include sadness, despair, alienation, and resignation, which are conveyed through metaphors of blind walls, fire, and self-destruction. These elements demonstrate a close connection between Chairil Anwar’s psychological condition and the poetic expression presented in the poem. Therefore, the expressive approach is proven to be relevant and effective in uncovering the meaning of the poem as an authentic representation of the poet’s inner struggle within the context of modern Indonesian literature.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pendekatan ekspresif memandang karya sastra sebagai cerminan langsung dari pengalaman batin, emosi, dan kepribadian pengarang. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis puisi “Tak Sepadan” karya Chairil Anwar dengan menggunakan pendekatan ekspresif guna mengungkap keterkaitan antara pengalaman hidup penyair dan makna puisi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi (<em>content analysis</em>). Data penelitian berupa teks puisi “Tak Sepadan” yang dianalisis melalui pembacaan intensif dan berulang untuk mengidentifikasi unsur-unsur ekspresif seperti diksi, metafora, citraan, dan simbol yang merepresentasikan emosi aku lirik. Hasil analisis menunjukkan bahwa puisi “Tak Sepadan” merefleksikan pengalaman cinta yang tidak berbalas serta kesadaran penyair akan ketidaksejajaran posisi antara dirinya dan sosok yang dicintai. Emosi dominan yang muncul meliputi kesedihan, keputusasaan, keterasingan, dan kepasrahan, yang diekspresikan melalui metafora dinding buta, api, dan kehancuran diri. Unsur-unsur tersebut menunjukkan adanya keterkaitan erat antara kondisi psikologis Chairil Anwar dengan ekspresi puitik yang dihadirkan dalam puisi. Dengan demikian, pendekatan ekspresif terbukti relevan dan efektif dalam mengungkap makna puisi sebagai representasi autentik pergulatan batin penyair dalam khazanah sastra Indonesia modern.</p> 2026-02-12T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Lentauly Aritonang https://jurnalp4i.com/index.php/language/article/view/9304 ANALISIS CITRA PEREMPUAN DAN IDEOLOGI PATRIARKI DALAM NOVEL PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN 2026-02-08T09:32:37+00:00 Nurianti Siagian nuriantisiagian@student.uhn.ac.id Monalisa Frince Sianturi nuriantisiagian@student.uhn.ac.id <p>The novel Perempuan Berkalung Sorban by Abidah El Khalieqy presents a complex portrayal of women’s lives in an Islamic boarding school environment that is strongly influenced by patriarchal ideology. This article aims to analyze the image of women and the forms of patriarchal ideology represented through the female characters in the novel, particularly the character Annisa. This study employs a descriptive qualitative method using a feminist literary criticism approach. The data were obtained through an intensive reading of the novel and collected in the form of relevant quotations, which were then classified according to the focus of the analysis. The findings show that the image of women in the novel is depicted as oppressed, obedient, and restricted in their freedom; however, at the same time, women are also portrayed as developing into critical, progressive individuals who dare to resist injustice. Patriarchal ideology is represented through power relations within the family, forced marriage practices, restrictions on women’s education, verbal and physical violence, as well as the use of gender-biased religious interpretations. The novel not only reflects the reality of gender inequality but also serves as a medium of social criticism against patriarchal structures and highlights women’s struggles to gain freedom and equality.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Novel Perempuan Berkalung Sorban karya Abidah El Khalieqy menghadirkan gambaran kompleks mengenai kehidupan perempuan dalam lingkungan pesantren yang masih kuat dipengaruhi oleh ideologi patriarki. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis citra perempuan serta bentuk-bentuk ideologi patriarki yang direpresentasikan melalui tokoh-tokoh perempuan dalam novel tersebut, khususnya tokoh Annisa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kritik sastra feminis. Data diperoleh melalui pembacaan intensif terhadap teks novel, kemudian dikumpulkan dalam bentuk kutipan-kutipan yang relevan dan diklasifikasikan sesuai fokus kajian. Hasil analisis menunjukkan bahwa citra perempuan dalam novel digambarkan sebagai sosok yang tertindas, patuh, dan dibatasi ruang geraknya, namun pada saat yang sama juga berkembang menjadi pribadi yang kritis, progresif, serta berani melakukan perlawanan terhadap ketidakadilan. Ideologi patriarki ditampilkan melalui relasi kuasa dalam keluarga, praktik perkawinan paksa, pembatasan pendidikan perempuan, kekerasan verbal maupun fisik, serta penggunaan tafsir agama yang bias gender. Novel ini tidak hanya menggambarkan realitas ketimpangan gender, tetapi juga menjadi media kritik sosial terhadap struktur patriarki dan bentuk perjuangan perempuan dalam memperoleh kebebasan serta kesetaraan.</p> 2026-02-12T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Nurianti Siagian, Monalisa Frince Sianturi https://jurnalp4i.com/index.php/language/article/view/9298 ANALISIS PENDEKATAN STRUKTURAL DALAM NOVEL “MATAHARI“ KARYA TERE LIYE 2026-02-08T09:33:07+00:00 Sari Hasibuan sari.juita@student.uhn.ac.id <p>This study aims to analyze the structural elements of the novel Matahari by Tere Liye using a structural approach. The structural approach is employed to examine literary works based on their intrinsic elements without involving extrinsic factors. This research uses a qualitative method with a descriptive approach. The data source of this study is the novel Matahari by Tere Liye, while the research data consist of textual quotations containing structural elements such as theme, plot, characters and characterization, setting, point of view, and moral values. Data were collected through close reading and note-taking techniques, and the data analysis was conducted using content analysis. The results show that the novel Matahari is constructed by intrinsic elements that are interrelated and form a coherent and unified narrative structure. The main theme of the novel is struggle and sacrifice in confronting power and injustice, supported by themes of friendship, courage, and responsibility. The plot is organized chronologically with a progressive and dynamic structure. The characterization is presented consistently, with significant development of the main character, while the imaginative parallel-world setting plays an important role in supporting the conflict and atmosphere of the story. The first-person point of view creates emotional closeness between the character and the reader, while moral values are conveyed implicitly through the characters’ actions and conflicts. Therefore, the structural approach is proven to be effective in revealing the unity and meaning of the novel Matahari by Tere Liye comprehensively.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur pembangun novel Matahari karya Tere Liye dengan menggunakan pendekatan struktural. Pendekatan struktural digunakan untuk mengkaji karya sastra berdasarkan unsur-unsur intrinsiknya tanpa melibatkan faktor di luar teks. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah novel Matahari karya Tere Liye, sedangkan data penelitian berupa kutipan-kutipan teks yang mengandung unsur-unsur struktural, seperti tema, alur, tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang, serta amanat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Matahari dibangun oleh unsur-unsur intrinsik yang saling berkaitan dan membentuk satu kesatuan cerita yang utuh. Tema utama novel ini adalah perjuangan dan pengorbanan dalam menghadapi kekuasaan dan ketidakadilan yang diperkuat oleh tema persahabatan, keberanian, dan tanggung jawab. Alur cerita disusun secara maju dengan struktur yang runtut dan dinamis. Penokohan ditampilkan secara konsisten dengan perkembangan karakter tokoh utama yang signifikan, sedangkan latar dunia paralel yang imajinatif berperan penting dalam mendukung konflik dan suasana cerita. Sudut pandang orang pertama memberikan kedekatan emosional antara tokoh dan pembaca, sementara amanat disampaikan secara implisit melalui tindakan dan konflik tokoh. Dengan demikian, pendekatan struktural terbukti efektif untuk memahami keutuhan dan makna novel Matahari karya Tere Liye secara menyeluruh.</p> 2026-02-13T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Sari Hasibuan