ANALISIS NIAI-NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM SASTRA LISAN PADA UPACARA DEMU UE MASYARAKAT DESA KARAWATUNG
DOI:
https://doi.org/10.51878/language.v6i4.15845Keywords:
Nilai, Kearifan Lokal, Sastra Lisan, Demu UeAbstract
This study aims to describe the semantic meaning structure and analyze the local wisdom values reflected in the oral literature of the Demu Ue traditional ceremony in Karawatung Village, West Solor District, East Flores Regency. This study utilized a qualitative descriptive method with a contextual semantic analysis framework to dissect the lexical, grammatical, and cultural meanings of ritual speech. The primary data consisted of 12 ritual speech units (koda) chanted by custom leaders (Bapa Tobo Lango) and gathered through participatory observation, audio recording, structured in-depth interviews, and phonetic transcription. Data validity was established through source triangulation across community elders and methodological triangulation. Semantic analysis reveals that the oral literature of Demu Ue embodies five primary local wisdom values: (1) transcendental religious values (Lera Wulan Tana Ekan), (2) genealogical togetherness values, (3) sacred ancestral reverence, (4) cosmic ecological harmony with nature, and (5) functional mutual cooperation. The novel finding of this study underscores that Demu Ue oral literature serves not merely as an agrarian ceremonial complement, but functions as a cosmological legitimizing apparatus sustaining the social ecosystem and environmental preservation of the Solor Island community.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur makna semantik serta menganalisis nilai-nilai kearifan lokal yang terefleksi dalam sastra lisan pada upacara adat Demu Ue di Desa Karawatung, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan kerangka analisis semantik kontekstual untuk membedah makna leksikal, gramatikal, dan makna kultural tuturan ritual. Data penelitian bersumber dari 12 unit tuturan ritual (koda) yang dilantunkan oleh pemangku adat (Bapa Tobo Lango) dan dihimpun melalui observasi partisipatif, rekaman audio, wawancara mendalam terstruktur, serta teknik pencatatan fonetis. Keabsahan data diuji secara ketat melalui triangulasi sumber terhadap tetua adat serta triangulasi teknik. Hasil analisis semantik membuktikan bahwa sastra lisan Demu Ue mengandung lima pilar nilai kearifan lokal utama, yaitu: (1) nilai religiusitas transendental (Lera Wulan Tana Ekan), (2) nilai kebersamaan genealogis, (3) nilai penghormatan sakral terhadap leluhur, (4) nilai keharmonisan kosmis dengan alam, dan (5) nilai gotong royong fungsional. Keunikan temuan penelitian ini menegaskan bahwa sastra lisan Demu Ue tidak sekadar berfungsi sebagai pelengkap seremoni agraris, melainkan merupakan media legitimasi kosmologis yang memelihara ekosistem sosial dan kelestarian lingkungan hidup masyarakat Pulau Solor.
Downloads
References
Adiputra, D. K., Assayid, W. S., Arini, I., & Nugroho, N. (2025). Generasi muda pelestari kearifan lokal untuk inklusi adat di era modern. PROFICIO, 6(2), 333–339. https://doi.org/10.36728/jpf.v6i2.4760
Afriansyah, A., & Sukmayadi, T. (2022). Nilai kearifan lokal tradisi sedekah laut dalam meningkatkan semangat gotong royong masyarakat pesisir Pantai Pelabuhan Ratu. Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 3(1), 38–54. https://doi.org/10.23917/sosial.v3i1.549
Askodrina, H. (2021). Penguatan kecerdasan perspektif budaya dan kearifan lokal. Al-Ihda: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran, 16(1), 52–63. https://doi.org/10.55558/alihda.v16i1.52
Aurlani, F., & Septianingsih, P. A. (2025). Bahasa sebagai legitimasi adat: Studi antropolinguistik pada tradisi basarang di Minangkabau. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa dan Sastra, 11(4), 4450–4462. https://doi.org/10.30605/onoma.v11i4.6834
Butar-butar, C. (2021). Semantik: Teori dan analisis makna. UMSU Press.
Chaer, A. (2016). Hakikat semantik: Pengantar telaah makna. Rineka Cipta.
Dhapa, D. (2022). Takung wae cebong sebagai bentuk tradisi lisan Kabupaten Manggarai. Retorika: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(2), 118–126. https://doi.org/10.37478/rjpbsi.v3i2.2346
Didipu, H. (2023). Kearifan lokal dalam tradisi lisan tuja’i sebagai pilar pembangunan karakter bangsa. Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya, 13(2), 145–158. https://doi.org/10.37905/jbsb.v13i2.1892
Gani, S. A. (2025). Kearifan lokal dalam tradisi lisan Aceh: Peran budaya dalam menyelesaikan konflik masyarakat. Journal of Education Science (JES), 11(1), 94–98. https://doi.org/10.3314/jes.v11i1.2140
Hadiati, D. N., Nursafitri, R., Al-Dhamari, G. A. N., & Selvarajan, S. (2026). Ethnolinguistic encoding of cosmology and social hierarchy in Sundanese life-cycle ritual discourse. Journal of Language, Literature, and Educational Research, 3(1), 21–33. https://doi.org/10.37251/jolle.v3i1.2831
Harun, H., & Asrini, H. W. (2026). Performatif bahasa ritual cucurangi togo lasalimu dalam pembelajaran bahasa Indonesia berbasis budaya lokal. EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran, 6(3), 1838–1847. https://doi.org/10.51878/educational.v6i3.11741
Hidajati, E., Sulistiyo, U., Nazurty, N., & Abrar, M. (2024). Echoes of wisdom: Unveiling ecological education in oral literature for an enriched school literacy movement. AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan, 16(2), 901–911. https://doi.org/10.35445/alishlah.v16i2.4764
Huberman, A. M., Miles, M. B., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Hutauruk, D. D. R. (2024). Dynamics of cultural values in modern Malay literature: An ethnolinguistic analysis of Tenas Effendy’s didactic poetry. Journal of Society Innovation and Development, 6(1), 91–99. https://doi.org/10.63924/jsid.v6i1.96
Jayani, N., Purnama, M., Lidiawati, C., Habibi, S., & Rotari, S. (2026). Akulturasi nilai sosial budaya dalam tradisi tonjokan (hantaran). CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 6(2), 917–926. https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i2.9331
Julia, J. (2021). Nilai-nilai kearifan lokal pada tradisi senjang di Desa Bailangu Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin. Jurnal Kebudayaan dan Sastra Daerah, 11(2), 112–125. https://doi.org/10.31004/jksd.v11i2.1450
Keban, Y. B. (2021). Ritual toto dula dalam perbandingan dengan sakramen pembabtisan dalam kehidupan masyarakat Balaweling. JAPB: Jurnal Agama, Pendidikan dan Budaya, 1(1), 48–54. https://doi.org/10.56358/japb.v1i1.44
Limbong, S. L., Siregar, J., Tambunan, M. A., Sirait, J., & Silitonga, I. D. B. (2026). Analisis makna umpasa pada proses acara saur matua budaya Batak Toba (kajian semantik). Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 4(1), 380–398. https://doi.org/10.58540/isihumor.v4i1.1511
Madi, N. L., & Adriani, A. (2025). Penguatan kearifan perempuan dan mitos alam dalam sastra lisan pandara Kota Tidore Kepulauan (suatu kajian ekofeminisme). Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa dan Sastra, 11(4), 4318–4334. https://doi.org/10.30605/onoma.v11i4.7038
Mahastuti, N. M. M., Adhika, I. M., Dwijendra, N. K. A., & Susanta, I. N. (2026). The architectural transformation of bale banjar under the pressures of modern tourism in Bali: An integrative model based on cultural and community fingerprint. Civil Engineering and Architecture, 14(1), 642–654. https://doi.org/10.13189/cea.2026.140143
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.
Mujiyono, M., Rahmawati, N. N., Hakim, P. R. N., Jasmine, A. N., Kastama, I. M., Derson, D., Suyasa, I. M., Salendra, I. W., & Abdillah, M. (2024). Symbolism and spiritual wisdom: Bridging nature, culture, and identity in Dayak architectural heritage. International Journal of Religion, 5(10), 4254–4264. https://doi.org/10.61707/zgvvhz11
Muntaha, M. (2023). Nilai kearifan lokal dalam tradisi bekarang di Desa Jambi Kecil sebagai alternatif bahan pembelajaran di SMA. Jurnal Ilmiah Dikdaya, 13(1), 88–97. https://doi.org/10.33087/dikdaya.v13i1.412
Nair, D. (2025). Oral traditions and folk literature: Voices of sustainability across generations. International Journal for Multidisciplinary Research, 7(5), Article 57977. https://doi.org/10.36948/ijfmr.2025.v07i05.57977
Nasri, U. (2024). Sasak language in rituals and traditions: An anthropological analysis of communication in the Lombok community. Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan, 19(2), 89–99. https://doi.org/10.14710/sabda.19.2.89-99
Ongky, S. K. (2025). Menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan alam lingkungan pandangan Khonghucu. Jurnal Ilmiah Ekonomi, Sosial dan Agama, 3(1), 1–19. https://doi.org/10.55558/spoc.v3i1.35
Permana, D. D. D., Rohayani, I., & Rahmat, R. (2022). Globalisasi dan lunturnya budaya gotong royong masyarakat DKI Jakarta. Jurnal Kewarganegaraan, 6(2), 5256–5261. https://doi.org/10.31316/jk.v6i2.3155
Runtuwene, M., Nuchri, A. A., & Dariwu, C. T. (2026). Representasi kebudayaan kawasan perbukitan di Desa Woloan dalam arsitektur rumah adat walewangko. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 6(1), 306–319. https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i1.8877
Sukmawan, S., Setyanto, A., & Efrizal, E. (2018). Kearifan ekologi dalam sastra lisan Tengger dan pemanfaatannya sebagai sarana mitigasi bencana. Jurnal Ilmiah Edukasi & Sosial, 8(2), 149–159. https://doi.org/10.31004/jies.v8i2.100
Susanto, D., & Jailani, M. S. (2023). Teknik pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian ilmiah. QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora, 1(1), 53–61. https://doi.org/10.61104/jq.v1i1.53
Sutarto, A. (2009). Sastra lisan Tengger pilar utama pemertahanan tradisi Tengger. Atavisme, 12(1), 9–21. https://doi.org/10.24257/atavisme.v12i1.153.9-21
Takwa, Arafah, B., Hasyim, M., Akhmar, A. M., & Taqdir. (2026). Linguistic units and cultural meanings in the ritual speech of mowindahako among the Tolaki Mekongga ethnic group. Journal of Language Teaching and Research, 17(2), 665–676. https://doi.org/10.17507/jltr.1702.29
Utama, E. S. W., Marfu, A., Fauzi, A., & Supardi, S. (2025). Pendidikan dan perubahan sosial budaya. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(2), 723–732. https://doi.org/10.51878/social.v5i2.5835
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Maria Imaculata Mura Sogen, Pilipus Wai Lawet, Rikardus Pande

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














