REPRESENTASI MAKNA KONOTASI DAN DENOTASI PADA LIRIK LAGU O, TUAN KARYA FEAST

Authors

  • Husnul Hotimah Universitas Bina Bangsa
  • Desma Yuliadi Saputra Universitas Bina Bangsa
  • Rina Andriani Universitas Bina Bangsa

DOI:

https://doi.org/10.51878/language.v6i2.10590

Keywords:

makna konotasi, makna denotasi, lirik lagu, Feast, semiotika

Abstract

This study aims to analyze the denotative and connotative meanings in the lyrics of the song “O, Tuan” by Feast through a semiotic approach. The research employs a descriptive qualitative method using text analysis techniques, focusing on interpreting meanings based on linguistic signs found in the song lyrics. The data consist of selected lyric excerpts that contain denotative and connotative meanings, which are then analyzed systematically with reference to semiotic theory. The findings reveal that the denotative meanings in the lyrics represent literal conditions related to death, time, and human life experiences. Meanwhile, the connotative meanings reflect deeper dimensions, such as existential fear, psychological trauma, anxiety about mortality, and critical reflections on life. Furthermore, the use of diction and metaphor in the lyrics strengthens the emotional nuances conveyed by the songwriter. These findings confirm that music functions not only as entertainment but also as a medium of expression capable of representing complex personal and social experiences, while providing a broad space for interpretation among listeners.

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna denotasi dan konotasi dalam lirik lagu “O, Tuan” karya Feast melalui pendekatan semiotika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis teks, yang berfokus pada interpretasi makna berdasarkan tanda-tanda linguistik yang terdapat dalam lirik lagu. Data penelitian berupa potongan lirik yang mengandung makna denotatif dan konotatif, kemudian dianalisis secara sistematis dengan mengacu pada teori semiotika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna denotatif dalam lirik lagu tersebut merepresentasikan kondisi literal yang berkaitan dengan kematian, waktu, dan pengalaman hidup manusia secara langsung. Sementara itu, makna konotatif yang terkandung di dalamnya mencerminkan dimensi yang lebih dalam, seperti ketakutan eksistensial, trauma psikologis, kecemasan terhadap kematian, serta refleksi kritis terhadap kehidupan. Selain itu, penggunaan diksi dan metafora dalam lirik memperkuat nuansa emosional yang ingin disampaikan oleh pencipta lagu. Temuan ini menegaskan bahwa musik tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media ekspresi yang mampu merepresentasikan pengalaman personal dan sosial secara kompleks serta membuka ruang interpretasi yang luas bagi pendengarnya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Barthes, R. (2007). Membedah mitos-mitos budaya massa: Semiotika atau sosiologi tanda, simbol, dan representasi. Jalasutra.

Barthes, R. (2019). Mythologies (Reprint ed.). Vintage Classics. (Original work published 1957).

Barus, E., Aisyah, A., Siregar, E. F., & Risnawaty, R. (2025). An analysis of Roland Barthes' semiotic theory: Focusing on denotation, connotation, and myth. International Journal of Educational Research Excellence (IJERE), 4(2), 355–363. https://doi.org/10.55299/ijere.v4i2.1438

Cahya, S. I. A., & Sukendro, G. G. (2022). Musik sebagai media komunikasi ekspresi cinta (Analisis semiotika lirik lagu “Rumah ke Rumah” karya Hindia). Koneksi, 6(2), 246–254. https://doi.org/10.24912/kn.v6i2.15565

Chandler, D. (2020). Semiotics: The basics (3rd ed.). Routledge.

Creswell, J. W. (2022). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6th ed.). Sage Publications.

Damayanti, I. K. (2022). Makna terhadap mitos dalam lirik lagu “Takut” karya Idgitaf: Kajian semiotika Roland Barthes. Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 9(1), 31–35. https://doi.org/10.33603/deiksis.v9i1.6150

Damayanti, R., Bahrudin, A., Badrih, M., & Fatimah, K. (2024). Analisis makna konotatif dalam lagu Cundamani karya Denny Caknan: Kajian semiotik. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 10(1), 933–942. https://doi.org/10.30605/onoma.v10i1.3398

Hasanah, D. F., Mulyati, Y., & Hadianto, D. (2023). Quarter life crisis (QLC): Kajian psikolinguistik pada album lagu Hindia Menari dengan Bayangan. Adabiyy?t: Jurnal Bahasa dan Sastra, 7(1), 64–82. https://doi.org/10.14421/ajbs.2023.07014

Hidayat, R. (2024). Analisis semiotika dalam lirik lagu sebagai media komunikasi sosial. Jurnal Bahasa, Sastra, dan Seni, 52(1), 45–56. https://journal3.um.ac.id/index.php/fs/article/view/4462

Hutabarat, D. Y. A., Floranti, A. D., & Iswandi, F. (2024). Semiotic analysis of representation of life on the 2022 Indonesian popular songs in Spotify. E-Journal of Linguistics, 18(1), 81–97. https://doi.org/10.24843/e-jl.2024.v18.i01.p08

Karim, M. F. A. (2026). Representasi makna kehilangan dalam lirik lagu “O, Tuan” karya Feast: Analisis semiotika Roland Barthes. ResearchGate. https://www.researchgate.net/publication/402203762

Mabruroh, N., Tabrani, A., & Maharany, E. R. (2025). Analisis semiotika Roland Barthes pada lirik lagu album Tanpa Aku karya Panji Sakti. Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran, 20(18). https://jim.unisma.ac.id/index.php/jp3/article/view/28737

Mukminin, M. S. (2024). Nostalgia in song lyrics: A semiotic analysis of NIKI's “High School in Jakarta”. Research on English Language Education, 6(2), 14–26. https://doi.org/10.57094/relation.v6i2.2156

Nasution, A. H., Aldzakhiroh, N., Nopriansyah, B., & Hasan, N. (2024). Analisis makna denotatif dan konotatif pada lirik lagu “Dialog Hati” karya Nadzira Shafa. Jurnal Metamorfosa, 12(1), 1–15. https://doi.org/10.46244/metamorfosa.v12i1.2375

Pratama, A., & Nugroho, B. (2022). Analisis makna denotatif dan konotatif dalam lirik lagu menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 9(2), 123–134. https://jurnal.ugj.ac.id/index.php/Deiksis/article/view/6150

Rahma, K., Abdullah, H. H., Anugerah, R., & Santoso, A. (2024). Representasi makna self improvement pada lirik lagu Tulus “Diri” (Analisis semiotika Roland Barthes). Karimah Tauhid, 3(4), 4903–4916. https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v3i4.12970

Ratunis, G. P. (2020). Representasi makna kesendirian pada lirik lagu “Ruang Sendiri” karya Tulus. Jurnal Penelitian Humaniora, 25(2), 50–58. https://doi.org/10.21831/hum.v25i2.37830

Sultanatta, C., & Maryam, S. (2019). Representasi fase five stages of grief dalam lirik lagu “Gala Bunga Matahari” karya Sal Priadi: Analisis semiotika Roland Barthes. Jurnal Education and Development. https://doi.org/10.33822/jep.v1i01.448

Trimo Wati, T. W., Ikmaliani, D. S., & Mustolehudin. (2022). Representasi makna denotasi dan konotasi dalam lirik lagu Kun Fayakun (Analisis semiotika Roland Barthes). Alibbaa’: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab, 3(1), 73–102. https://doi.org/10.19105/ajpba.v3i1.5172

Downloads

Published

2026-05-11

How to Cite

Hotimah, H., Saputra, D. Y., & Andriani, R. (2026). REPRESENTASI MAKNA KONOTASI DAN DENOTASI PADA LIRIK LAGU O, TUAN KARYA FEAST. LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 6(2), 79–87. https://doi.org/10.51878/language.v6i2.10590

Issue

Section

Articles

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.