EKSISTENSI TRADISI ADAT BELANG SEBAGAI CIVIC CULTURE MASYARAKAT BANDA NAIRA
DOI:
https://doi.org/10.51878/social.v6i1.9728Keywords:
Eksistensi, adat belang, civic cultureAbstract
This study aims to analyze the existence of the Adat Belang tradition as the civic culture of the Banda Naira community. Local cultural expressions that grow within a community reflect the distinctive values of the region and become the collective identity of an ethnic group or community. The existence of Adat Belang is not only about tradition, but also about efforts to preserve national identity through the preservation of culture that is deeply rooted in the lives of the local community. The type of research is qualitative research, with the research location being community and religious leaders. The data collection techniques are observation and documentation. The data is analyzed descriptively and qualitatively. The results of the research show that the Belang Custom is not just a boat race or a means of transportation, but a very sacred sociological instrument for the people of Banda Naira. This tradition internalizes civic values such as mutual cooperation (gotong royong), social solidarity, moral responsibility, and harmonious teamwork, which form the foundation of the local community's character. The sustainability of the Belang tradition is highly dependent on the active role of the local community, including traditional leaders, religious leaders, and youth. Through collective involvement in the ritual procession, from the construction to the launching of the boat into the sea, the community has succeeded in preserving their collective memory and maritime identity amid the challenges of modernization and globalization.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi tradisi adat belang sebagai civic culture masyarakat Banda Naira. Ekspresi budaya lokal yang tumbuh di tengah masyarakat mencerminkan nilai-nilai khas daerah dan menjadi identitas kolektif suatu etnis atau komunitas. eksistensi Adat Belang, tidak hanya membicarakan tentang sebuah tradisi, melainkan juga tentang upaya menjaga jati diri bangsa melalui pelestarian budaya yang berakar kuat dalam kehidupan masyarakat lokal. Tipe penelitian adalah penelitian kualitatif, lokasi penelitian Subjek dalam penelitian adalah tokoh masyarakat dan tokoh agama. Teknik pengumpulan data adalah observasi dan dokumentasi. data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian bahwa Tradisi Adat Belang bukan sekadar perlombaan perahu atau sarana transportasi, melainkan instrumen sosiologis yang sangat sakral bagi masyarakat Banda Naira. Tradisi ini menginternalisasi nilai-nilai kewargaan seperti gotong royong (maren), solidaritas sosial, tanggung jawab moral, dan kerja sama tim yang harmonis, yang menjadi fondasi karakter masyarakat setempat. Keberlanjutan tradisi Belang sangat bergantung pada peran aktif masyarakat lokal, termasuk tokoh adat, tokoh agama, dan pemuda. Melalui keterlibatan kolektif dalam prosesi ritual, mulai dari pembuatan hingga penurunan perahu ke laut, masyarakat berhasil menjaga ingatan kolektif dan identitas maritim mereka di tengah tantangan modernisasi dan globalisas
Downloads
References
Afdhal, A. (2023). An examination of traditional customs in Minangkabau leadership tradition: Continuity and changes in the modern era. PUBLICUS Jurnal Administrasi Publik, 1(2), 119. https://doi.org/10.30598/publicusvol1iss2p119-134
Afriansyah, A., & Sukmayadi, T. (2022). Nilai kearifan lokal tradisi sedekah laut dalam meningkatkan semangat gotong royong masyarakat pesisir pantai Pelabuhan Ratu. Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 3(1), 38. https://doi.org/10.23917/sosial.v3i1.549
Ak?n, M. H., & Mardiah, R. (2025). Nilai-nilai pendidikan Islam dalam kearifan lokal Pulau Pajenekang (studi tradisi tammu taung dalam pembentukan sikap sosial dan religius masyarakat). LEARNING Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 5(1), 452. https://doi.org/10.51878/learning.v5i1.4614
Ambon, U. D. (2024). Penguatan kelembagaan adat kewang dalam pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di Maluku. Jurnal Media Hukum, 12(1), 55. https://doi.org/10.59414/jmh.v12i1.655
Damanik, Y. (2022). Internalisasi nilai-nilai karakter kebangsaan melalui literasi budaya dan kewarganegaraan di sekolah. Paidea Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia, 2(2), 36. https://doi.org/10.56393/paidea.v2i2.999
Efendi, D., Ade, A. M., & Mahadika, A. (2022). The spiritual-ecological approaches of indigenous communities of Tidore towards environmental conservation. Jurnal Sosiologi Reflektif, 17(1), 75. https://doi.org/10.14421/jsr.v17i1.2552
Far?d, M. (2020). Pelestarian warisan sejarah melalui sinergi antar-stakeholder dan digitalisasi warisan sebagai model pengembangan pariwisata Banda Naira. KAMBOTI Jurnal Sosial dan Humaniora, 1(1), 44. https://doi.org/10.51135/kambotivol1iss1pp44-58
Fatimah, S., Sulistiyono, S. T., Alhadi, Z., Hidayat, H., & Patra, H. (2024). Local wisdom of multicultural communities in the maritime history network to prevent the nation disintegration. KnE Social Sciences. https://doi.org/10.18502/kss.v9i2.14847
Haliza, V. N., & Dewi, D. A. (2021). Pendidikan kewarganegaraan dalam menjawab tantangan masa depan bangsa ditengah arus globalisasi. Journal of Pendidikan dan Konseling, 3(2), 1. https://doi.org/10.31004/jpdk.v3i2.1615
Hasan, Z., Pradhana, R. F., Andika, A. P., & Jabbar, M. R. D. A. (2024). Pengaruh globalisasi terhadap eksistensi identitas budaya lokal dan Pancasila. JALAKOTEK Journal of Accounting Law Communication and Technology, 1(2), 333. https://doi.org/10.57235/jalakotek.v1i2.2385
Hiswara, A., Aziz, A. M., & Pujowati, Y. (2023). Cultural preservation in a globalized world: Strategies for sustaining heritage. West Science Social and Humanities Studies, 1(3), 98. https://doi.org/10.58812/wsshs.v1i03.250
Indriyani, D., & Naidu, N. B. M. (2025). Revitalisasi nilai lokal: Model proyek partisipatif berbasis budaya Cianjur dalam pembelajaran Pancasila. Jurnal Kewarganegaraan, 22(2), 137. https://doi.org/10.24114/jk.v22i2.64750
Istianah, A., & Komalasari, K. (2023). Dampak isu global terhadap jati diri bangsa dan karakter ke Indonesiaan melalui pendidikan kewarganegaraan. ASANKA Journal of Social Science and Education, 4(1), 97. https://doi.org/10.21154/asanka.v4i1.5576
Jayani, N., Purnama, M., Lidiawati, C., Habibi, S., & Rotari, S. (2026). Akulturasi nilai sosial budaya dalam tradisi tonjokan (hantaran). CENDEKIA Jurnal Ilmu Pengetahuan, 6(2), 917. https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i2.9331
Julianty, A. A. (2022). Pengaruh globalisasi terhadap eksistensi identitas nasional bangsa Indonesia saat ini. ASANKA Journal of Social Science and Education, 3(1). https://doi.org/10.21154/asanka.v3i1.3475
Kasih, T. F. K., Wibowo, A. P., & Widodo, R. (2024). Upaya pemerintah desa dalam melestarikan nilai kearifan lokal tari topeng melalui perspektif pendidikan kewarganegaraan. Jurnal Kewarganegaraan, 21(1), 15. https://doi.org/10.24114/jk.v21i1.51590
Khairunisa, W., & Damayanti, S. (2023). Pentingnya pendidikan kewarganegaraan bagi suatu negara pada generasi milenial abad-21. Ideas Jurnal Pendidikan Sosial dan Budaya, 9(1), 35. https://doi.org/10.32884/ideas.v9i1.1209
Lampe, M. (2021). Sailing and insight reproduction of geo-socio-cultural unity of Nusantara/Indonesia maritime: A study focus of maritime anthropology. ETNOSIA Jurnal Etnografi Indonesia, 6(2). https://doi.org/10.31947/etnosia.v6i2.19339
Maharani, R., & Jauhari, N. (2024). Relevansi nilai-nilai kearifan lokal kirab sesaji di desa Wonosari Gunung Kawi pada pembelajaran sejarah kurikulum merdeka. Cetta Jurnal Ilmu Pendidikan, 7(1), 1. https://doi.org/10.37329/cetta.v7i1.2972
Matitaputty, J. K. (2021). Orientation of sasi cultural values in Maluku. E3S Web of Conferences, 317, 1027. https://doi.org/10.1051/e3sconf/202131701027
Muin, A., & Rakuasa, H. (2023). Sasi laut as a culture of natural resources conservation to overcome the tragedy of the commons in Maluku province. International Journal of Multidisciplinary Approach Research and Science, 1(3), 277. https://doi.org/10.59653/ijmars.v1i03.139
Purnamarini, T. R., & Wiranto, D. (2024). Outreach initiatives to motivate Saparua residents in preserving the Perahu Belang heritage. Community Empowerment, 9(6), 929. https://doi.org/10.31603/ce.11360
Putra, S. J., Ardy, R. F. P., & Herdianto, H. (2024). Perancangan komik cerita rakyat “Doyan Nada” untuk melestarikan cerita tradisional suku Sasak pada kalangan pemuda di pulau Lombok. ANDHARUPA Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia, 9(4), 503. https://doi.org/10.33633/andharupa.v9i4.7125
Rahail, J. V. T., & Widayat, T. N. E. (2025). Jati diri perempuan Kei yang terlupakan (studi tentang perubahan identitas budaya dan peran perempuan dalam pelestarian nilai adat, masyarakat adat Kei, Maluku Tenggara). SOCIAL Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(2), 560. https://doi.org/10.51878/social.v5i2.5738
Rasid, A., Sumarwati, S., & Anindyarini, A. (2025). The meaning and function of the fishermen’s mantra of the Ternate community, North Maluku. International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding, 12(9), 327. https://doi.org/10.18415/ijmmu.v12i9.7106
Rayhan, M., Jati, D. K., Zaky, F. N., Albian, M. R., & Purwanto, E. (2025). Globalisasi budaya dan media digital: Dilema antara modernisasi dan pelestarian budaya lokal. Indonesian Culture and Religion Issues, 2(3), 14. https://doi.org/10.47134/diksima.v2i3.218
Rohmiyati, A., Suwarni, W., & Yanke, R. V. P. (2025). Pemberdayaan generasi muda sebagai penggerak perubahan dalam rangka meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesenian dan kebudayaan. COMMUNITY Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 293. https://doi.org/10.51878/community.v4i2.4374
Rosyidah, H., Naqiyah, N., & Khusumadewi, A. (2026). Internalisasi nilai-nilai budaya lokal “gulat okol” melalui bimbingan konseling multikultural. SOCIAL Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 6(1), 145. https://doi.org/10.51878/social.v6i1.9384
Ruman, R., Nanlohy, W. D., Botanri, A. A. A., & Pisty, K. (2026). Analisis kesiapsiagaan keluarga dalam menghadapi bencana gempa bumi. CENDEKIA Jurnal Ilmu Pengetahuan, 6(2), 967. https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i2.9332
Saptenno, M. J., & Timisela, N. R. (2024). Assessing the role of local sasi practices in environmental conservation and community economic empowerment in Maluku, Indonesia. International Journal of Sustainable Development and Planning, 19(4), 1407. https://doi.org/10.18280/ijsdp.190418
Syam, C., Olendo, Y. O., Dewantara, J. A., & Rahmani, E. F. (2024). Oral literature and social identity of the Dayak Kanayatn: The extinction of oral literature in the midst of contemporary cultural trends. Cogent Arts and Humanities, 11(1). https://doi.org/10.1080/23311983.2024.2376785
Temon, I. N., & Sukerti, N. W. (2022). Perkembangan budaya lokal dalam kemajuan budaya nasional. Widya Duta Jurnal Ilmiah Ilmu Agama dan Ilmu Sosial Budaya, 17(1), 53. https://doi.org/10.25078/wd.v17i1.682
Yusuf, Y., Heriyawati, Y., Bintang, M. M., & Kafri, S. A. (2021). Tari troen u laôt: Identitas masyarakat pesisir Pidie provinsi Aceh. Gondang Jurnal Seni dan Budaya, 5(1), 108. https://doi.org/10.24114/gondang.v5i1.23973
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













