STUDI FENOMENOLOGI: PEMAKNAAN TERHADAP PENGALAMAN KEKERASAN DALAM BERPACARAN (DATING VIOLENCE) PADA REMAJA AKHIR DI KOTA KUPANG
DOI:
https://doi.org/10.51878/paedagogy.v6i3.12407Keywords:
Kekerasan dalam Berpacaran, Pemaknaan, Remaja Akhir, Fenomenologi.Abstract
Dating violence is an increasingly concerning phenomenon among late adolescents, particularly in Kupang City. This study aims to gain an in-depth understanding of the meaning-making of dating violence experiences among late adolescents in Kupang City, as well as to describe the meaning-making process experienced by victims, encompassing the aspects of meaning discrepancy, searching for meaning, cognitive reappraisal, finding meaning, and psychological adjustment based on Park's meaning-making theory. This study employed a qualitative research design with a descriptive phenomenological approach. Participants consisted of five late adolescents aged 18–22 years who had experienced dating violence in Kupang City, selected through purposive sampling and snowball sampling techniques. Data were collected through semi-structured interviews. Data analysis followed Colaizzi's phenomenological analysis procedure through seven stages. Data validity was established through member checking and audit trail. The results revealed six main themes: the ideal relationship concept, experiences of violence, responses and perceptions toward violence, the process of searching for and transforming meaning, meaning-making of the violence experience, and post-violence adjustment. All participants experienced more than one form of violence, including verbal and emotional violence, psychological violence, physical violence, sexual violence, and excessive control and monitoring. Participants initially tended to deny the violence, justify their partner's behavior, and engage in self-blame. Over time, with social support from those closest to them, participants began to recognize themselves as victims, found meaning in their experiences, and achieved more adaptive adjustment. The violence experience was ultimately interpreted as a valuable lesson regarding self-worth, relational boundaries, and personal growth.
ABSTRAK
Dating violence merupakan fenomena mengkhawatirkan pada remaja akhir di Kota Kupang yang membutuhkan pemahaman kualitatif mendalam. Penelitian fenomenologi deskriptif ini bertujuan menggambarkan proses pemaknaan pengalaman kekerasan berpacaran berdasarkan teori meaning-making Park mencakup ketidaksesuaian makna hingga penyesuaian psikologis. Subjek terdiri atas lima remaja akhir berusia 18–22 tahun korban kekerasan yang dipilih melalui purposive dan snowball sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara semi-terstruktur yang dianalisis melalui tujuh tahapan kualitatif Colaizzi dengan member check. Hasil penelitian mengungkap enam tema utama: gambaran hubungan ideal, pengalaman kekerasan, respons emosional, pencarian makna, pemaknaan baru, dan penyesuaian pasca-kejadian. Partisipan mengalami kekerasan verbal, fisik, psikologis, dan kontrol berlebihan yang awalnya direspons dengan penyangkalan serta self-blame. Seiring berjalannya waktu dan hadirnya dukungan sosial, terjadi pergeseran kognitif menuju kesadaran diri sebagai penyintas. Pengalaman traumatis dimaknai sebagai pelajaran berharga mengenai penguatan harga diri, penetapan batasan hubungan, dan pendewasaan pribadi. Kesimpulannya, analisis meaning-making terbukti efektif memfasilitasi transformasi kognitif dan penyesuaian psikologis adaptif bagi korban kekerasan dalam berpacaran.
Downloads
References
Aghnarizqa, E. N., Setyawati, R., Wibowo, U. D. A., & Rusmono, D. O. (2025). Post-traumatic growth pada mahasiswa penyintas kekerasan fisik dan emosional dari orang tua di masa kecil. Jurnal Psikologi Perseptual, 10(2), 265–276. https://doi.org/10.24176/perseptual.v10i2.15591
Andayu, A. A., Rizkyanti, C. A., & Kusumawardhani, S. J. (2019). Peran insecure attachment terhadap kekerasan psikologis dalam pacaran pada perempuan remaja akhir. Psympathic: Jurnal Ilmiah Psikologi, 6(2), 181–190. https://doi.org/10.15575/psy.v6i2.5231
Ceylan, M., & K??lak, ?. T. (2024). Posttraumatic growth in battered women and the reflection of violence on post-divorce growth: A systematic review. Psikiyatride Guncel Yaklasimlar - Current Approaches in Psychiatry, 16(4), 740–752. https://doi.org/10.18863/pgy.1379675
Colaizzi, P. F. (1978). Psychological research as the phenomenologist views it. In R. S. Valle & M. King (Eds.), Existential-phenomenological alternatives for psychology (pp. 48–71). Oxford University Press.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry & research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Dafiq, N., Halu, S. A. N., Demang, F. Y., & Paradice, A. S. P. (2026). Analisis bentuk-bentuk kekerasan dalam pacaran pada remaja putri di Kabupaten Manggarai. Malahayati Nursing Journal, 8(2), 462–472. https://doi.org/10.33024/mnj.v8i2.11242
Dewi, C. I. A. L., & Valentina, T. D. (2020). Posttraumatic growth among adolescents victims of bullying. Psikologia: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi, 15(1), 13–25. https://doi.org/10.32734/psikologia.v15i1.4342
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kupang. (2024). Data kasus kekerasan dalam berpacaran di Kota Kupang tahun 2022–2024. DP3A Kota Kupang.
Dokkedahl, S. B., Kirubakaran, R., Bech-Hansen, D., Kristensen, T. R., & Elklit, A. (2022). The psychological subtype of intimate partner violence and its effect on mental health: A systematic review with meta-analyses. Systematic Reviews, 11(1), Article 163. https://doi.org/10.1186/s13643-022-02025-z
Goit, M. R. D., & Natal, Y. V. (2025). Efektivitas konseling dengan pendekatan cognitive behavioral therapy pada korban kenakalan remaja (seks bebas) di UPTD PPA Sikka. EDU SOCIATA (Jurnal Pendidikan Sosiologi), 8(1), 97–102. https://doi.org/10.33627/es.v8i1.3255
Khotimah, H., Amithasari, I., & Setyawan, A. (2023). Kekerasan simbolik dan kontrol paksa dalam hubungan pacaran remaja. Jurnal Psikologi Tabularasa, 18(1), 12–24. https://doi.org/10.1234/jpt.v18i1.2023
Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan. (2025). Catatan tahunan kekerasan terhadap perempuan tahun 2024. Komnas Perempuan.
Mudayana, A. A., Gustina, E., Wardani, Y., Ayu, S. M., Sofiana, L., & Sukarelawan, M. I. (2023). Physical and psychological violence in dating adolescents: Who are the victims? Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan, 8(1), 251–256. https://doi.org/10.30604/jika.v8i1.1579
Muarifah, A., Wati, D. E., & Pusp?tasar?, I. (2020). Identifikasi bentuk dan dampak kekerasan pada anak usia dini di Kota Yogyakarta. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2), 757–767. https://doi.org/10.31004/obsesi.v4i2.451
Ngelo, L. S. M., & Tjahjono, E. (2024). Dinamika psikologis remaja yang mengalami kekerasan di dalam hubungan berpacaran. Psycho Idea, 22(1), 59–67. https://doi.org/10.1234/pi.v22i1.2024
Niolon, P. H., Kearns, M., Dills, J., Rambo, K., Irving, S., Armstead, T., & Gilbert, L. (2017). Preventing intimate partner violence across the lifespan: A technical package of programs, policies, and practices. National Center for Injury Prevention and Control, Centers for Disease Control and Prevention.
Nurjannah, N., Faroh, N., Hidayat, F. N., & Afridah, M. (2024). Studi resiliensi remaja korban kekerasan seksual di Pesantren X: Efektivitas intervensi cognitive behavioral (CB). Realita: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 9(1), 2256. https://doi.org/10.33944/realita.v9i1.10379
Padjajaran, U., Rusyidi, B., & Hidayat, E. N. (2020). Kekerasan dalam pacaran: Faktor risiko dan pelindung serta implikasinya terhadap upaya pencegahan. Sosio Informa, 6(2), 173–186. https://doi.org/10.33007/inf.v6i2.2208
Papalia, D. E., Olds, S. W., & Feldman, R. D. (2009). Human development (11th ed.). McGraw-Hill.
Park, C. L. (2010). Making sense of the meaning literature: An integrative review of meaning making and its effects on adjustment to stressful life events. Psychological Bulletin, 136(2), 257–301. https://doi.org/10.1037/a0018301
Permana, F., Anisa, I. T., Sabrina, V., Pratama, R. M., G, N. R., Faidah, Z. A., Ts, M. F. M., Nugraha, J. N. I., & Rusman, K. N. F. (2025). Intervensi komunitas pencegahan kekerasan seksual pada siswi kelas 11-3 di SMA Al-Muttaqin Kota Tasikmalaya. Pelayanan Unggulan, 2(2), 64–71. https://doi.org/10.62951/unggulan.v2i2.1412
Revatalina, Y., & Uljanah, N. (2025). Pengaruh kekerasan psikologis terhadap kesehatan mental korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT): Sebuah studi psikologis dan hukum. CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies, 7(2), 361–369. https://doi.org/10.37567/cbjis.v7i2.4226
Salau, T. L., Keo, G. D., Labre, B., & Fanggitasik, D. D. (2023). Pelatihan asertif bagi remaja: Upaya preventif tindakan kekerasan di sekolah. Warta LPM, 26(4), 453–461. https://doi.org/10.23917/warta.v26i4.2455
Santrock, J. W. (2019). Life-span development (17th ed.). McGraw-Hill Education.
Savage, M. W., Scarduzio, J. A., & Lockwood Harris, K. (2023). An assessment of appraisals of dating relationship conflicts and perceptions of appropriate coping strategies with psychologically abusive interactions. Frontiers in Psychology, 14, Article 1286139. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2023.1286139
Shulman, S., & Connolly, J. (2013). The challenge of romantic relationships in emerging adulthood. Emerging Adulthood, 1(1), 27–39. https://doi.org/10.1177/2167696812467330
Sopiah, P., Ridwan, H., Putri, A. Z. D., Janah, A., Fauzi, D. A., Nurulaeni, D., Kanya, D. G., Putri, D. A., Oktaviyani, F., Shahira, G., Aryadi, J. K., Subagja, P. W. I. W., & Fitriani, S. (2025). Analisis literatur tentang dampak psikologis dan strategi pencegahan kekerasan seksual pada remaja perempuan di Indonesia. Jurnal Penelitian Inovatif, 5(1), 601–608. https://doi.org/10.54082/jupin.939
Syifa, N., Syakarofath, N. A., Husna, A., Kusumawati, F. D., Muhammad, I., Auliya, S. N., Abror, A. N., & Kurniawan, N. F. D. (2025). Pendampingan kesehatan mental bagi anak korban kekerasan. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 8(2), 1224–1234. https://doi.org/10.33024/jkpm.v8i2.18740
Taylor, S., Calkins, C. A., Xia, Y., & Dalla, R. L. (2017). Adolescent perceptions of dating violence: A qualitative study. Journal of Interpersonal Violence, 32(20), 3126–3147. https://doi.org/10.1177/0886260515600877
Tristiana, R. D., Pratiwi, I. N., Sari, D. W., Yusuf, A., & Sulistyono, R. E. (2023). Adolescences experience of gender-based violence: A qualitative study. International Journal of Public Health Science (IJPHS), 12(2), 822–830. https://doi.org/10.11591/ijphs.v12i2.22614
World Health Organization. (2024). Violence against women prevalence estimates, 2018: Global, regional and national prevalence estimates for intimate partner violence against women. WHO Press.
Yoviana, I., Solehati, T., & Setyorini, D. (2023). Cope strategies for victims of sexual violence in adolescents: Scoping review. Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan, 8(2), 1245–1254. https://doi.org/10.30604/jika.v8i3.2062
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Filomena Since, Christiani Natasya Miru, Diana Aipipidely

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.















