GAMBARAN SELF-COMPASSION PADA PEREMPUAN DEWASA AWAL SETELAH MENGALAMI KEKERASAN DALAM PACARAN
DOI:
https://doi.org/10.51878/paedagogy.v6i3.13087Keywords:
Self-Compassion, Kekerasan Dalam Pacaran, Pemulihan TraumaAbstract
ABSTRACT
Dating violence is a serious problem experienced by many early adult women and significantly impacts victims' psychological conditions, including their ability to develop self-compassion. This study aims to describe self-compassion in early adult women after experiencing dating violence. The research employed a qualitative method with a phenomenological approach. The subjects were two early adult women aged 23 and 24 years who had experienced dating violence. Data collection techniques included in-depth interviews, observation, and documentation. Data analysis used Braun and Clarke's thematic analysis. The findings showed that both participants achieved the three dimensions of self-compassion: self-kindness, common humanity, and mindfulness. Both participants demonstrated a shift from self-blame toward greater self-acceptance, developed an awareness that suffering is a universal human experience, and became more capable of confronting negative experiences mindfully without avoidance or becoming overwhelmed by their emotions. Factors influencing the emergence of self-compassion included social support, self-reflection, information exposure, and emotional regulation skills. This study concludes that self-compassion is a healing response that can be learned and developed gradually after experiencing dating violence.
ABSTRAK
Kekerasan dalam pacaran merupakan masalah serius yang banyak dialami oleh perempuan dewasa awal dan berdampak signifikan terhadap kondisi psikologis korban, termasuk kemampuan mereka untuk mengembangkan self-compassion. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan self-compassion pada perempuan dewasa awal setelah mengalami kekerasan dalam pacaran. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian adalah dua orang perempuan dewasa awal berusia 23 dan 24 tahun yang pernah mengalami kekerasan dalam pacaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis tematik Braun dan Clarke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua partisipan telah mencapai tiga aspek self-compassion, yaitu kebaikan pada diri sendiri (self-kindness), kemanusiaan bersama (common humanity), dan kesadaran penuh (mindfulness). Kedua partisipan mengalami perubahan dari kecenderungan menyalahkan diri menjadi lebih mampu menerima diri, menyadari bahwa penderitaan merupakan pengalaman yang bersifat universal, serta menghadapi pengalaman negatif secara lebih sadar tanpa menghindari atau larut dalam emosi yang berlebihan. Faktor-faktor yang memengaruhi munculnya self-compassion meliputi dukungan sosial, refleksi diri, paparan informasi, dan keterampilan regulasi emosi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa self-compassion merupakan respons penyembuhan yang dapat dipelajari dan dikembangkan secara bertahap setelah mengalami kekerasan dalam pacaran.
Downloads
References
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative research in psychology, 3(2), 77-101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa
Creswell, J. W. (2009). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (3rd ed.). Sage Publications.
Dokkedahl, S. B., Kirubakaran, R., Bech-Hansen, D., Kristensen, T. R., & Elklit, A. (2022). The psychological subtype of intimate partner violence and its effect on mental health: A systematic review with meta-analyses. Systematic Reviews, 11, Article 163. https://doi.org/10.1186/s13643-022-02025-z
Gilbert, P. (2020). Compassion: From its evolution to a psychotherapy. Frontiers in Psychology, 11, 586161. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2020.586161
Goldberg, S. B., Riordan, K. M., Sun, S., & Davidson, R. J. (2022). The empirical status of mindfulness-based interventions: A systematic review of 44 meta-analyses of randomized controlled trials. Perspectives on Psychological Science, 17(1), 108–130. https://doi.org/10.1177/1745691620968771
Harper, L., Jones, A., Goodwin, L., & Gillespie, S. (2022). Association between trait mindfulness and symptoms of post-traumatic stress: A meta-analysis. Journal of Psychiatric Research, 152, 233–241. https://doi.org/10.1016/j.jpsychires.2022.05.027
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (2023, Februari 2). Dare to speak up, hindari toxic relationship dan kekerasan dalam hubungan (Siaran Pers Nomor: B-71/SETMEN/HM.02.04/2/2023).
Misurya, P., Mewse, A., & Karl, A. (2025). A qualitative exploration of the concept of self-compassion amongst individuals with a history of interpersonal traumatic events. Research Square. https://doi.org/10.21203/rs.3.rs-6306510/v1
Nabila, T. N., & Larue, C. D. N. (2023). A quantitative study of intimate partner violence context: Is self-compassion related to sexual esteem? Developmental and Clinical Psychology, 4(1), 11–19. https://doi.org/10.15294/dcp.v4i1.77981
Nabilah, V. A., & Kusristanti, C. (2021). Adolescent women with experience of dating violence: Self-compassion and posttraumatic growth. Psychological Research on Urban Society, 4(2), 29–37. https://doi.org/10.7454/proust.v4i2.116
Neff, K., & Germer, C. (2018). The mindful self-compassion workbook: A proven way to clear self-doubt and ease worry. Guilford Publications.
Nice, M. L., & Joseph, M. (2023). The Features of Emerging Adulthood and Individuation: Relations and Differences by College-Going Status, Age, and Living Situation. Emerging Adulthood, 11(2), 257–270. https://doi.org/10.1177/21676968221116545
Pebrianti, S., & Sahrani, R. (2024). Gambaran self-compassion pada remaja wanita yang pernah mengalami kekerasan dalam berpacaran. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(3), 48487–48495. https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/23367
Pratiwi, T. A., & Herdiana, I. (2023). Pentingnya self-compassion pada mahasiswa penyintas pelecehan seksual. Proceeding Series of Psychology, 1(1), 256-261. https://psikologi.unair.ac.id/proceeding-series-of-psychology/index.php/psp/id/article/view/36
Putri, T. A., & Kurniawan, R. (2024). Gambaran self-compassion pada wanita yang pernah mengalami dating violence: Sebuah pendekatan fenomenologi. ALSYS: Jurnal Keislaman dan Ilmu Pendidikan, 4(6), 805–819. https://doi.org/10.58578/alsys.v4i6.4010
Rusyidi, B., & Hidayat, E. N. (2020). Kekerasan dalam pacaran: Faktor risiko dan pelindung serta implikasinya terhadap upaya pencegahan. Sosio Informa, 6(2), 152-169. https://doi.org/10.33007/inf.v6i2.2208
Sarpina, I., & Saudi, A. N. A. (2025). Peran Self-compasssion dalam Meningkatkan Resiliensi: Studi pada Perempuan Dewasa Awal Korban Dating Violence di Kota Makassar. Jurnal Psikologi Karakter, 5(1), 259-265. https://doi.org/10.56326/jpk.v5i1.6350
Sholikhah, R. S., & Masykur, A. M. (2020). “Atas Nama Cinta, Ku Rela Terluka” (Studi Fenomenologi Pada Perempuan Korban Kekerasan Dalam Pacaran). Jurnal Empati, 8(4), 706-716. https://doi.org/10.14710/empati.2019.26513
Sulistyowati, J. A. W., & Rahmasari, D. (2025). Self-compassion pada remaja perempuan pelaku self-harm. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 12(2), 826–840. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/download/71672/52682
Tisyara, M. K. A., & Valentina, T. D. (2024). Kekerasan dalam pacaran yang dialami oleh perempuan: Sebuah kajian literatur. Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi, 5(1), 65-79. https://doi.org/10.24014/pib.v5i1.25696
World Health Organization. (2021). Violence against women prevalence estimates, 2018: Global, regional and national prevalence estimates for intimate partner violence against women and global and regional prevalence estimates for non-partner sexual violence against women. World Health Organization. https://doi.org/10.4060/CB9682EN
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Lativa Ishaki Bidri, Nancy Naomi Aritonang

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.














