GAMBARAN FORGIVENESS PADA REMAJA AKHIR BROKEN HOME DI KOTA KUPANG

Authors

  • Sarah Marchella Letelay Universitas Nusa Cendana
  • Marylin Susanti Junias Universitas Nusa Cendana
  • Christiani Natasya Miru Universitas Nusa Cendana
  • Mariana Dinah Charlota Lerik Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.51878/paedagogy.v6i3.12602

Keywords:

forgiveness, remaja akhir, broken home, perceraian orang tua

Abstract

This study was motivated by the high number of parental divorce cases in Kupang City, which affect the psychological condition of late adolescents from broken home families, especially in the process of forgiveness. This study aimed to identify and describe in depth the picture of forgiveness among late adolescents from broken home families due to parental divorce in Kupang City. This study used a descriptive qualitative approach with purposive sampling. The participants were five late adolescents aged 18-22 years from broken home families due to parental divorce. Data were collected through semi-structured interviews and documentation and then analyzed using thematic analysis based on Enright’s four stages of forgiveness: the uncovering phase, the decision phase, the work phase, and the deepening phase. The findings showed that the forgiveness process among participants unfolded gradually, beginning with anger, sadness, and feelings of unfairness, then moving toward acceptance, understanding the reasons behind the divorce, and efforts to reconcile with the situation. In the final stage, participants experienced relief, peace, and greater positive meaning in life. In conclusion, forgiveness among late adolescents from broken home families is a complex yet important psychological process that helps adolescents accept parental divorce experiences and build better emotional well-being.

ABSTRAK

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya kasus perceraian orang tua di Kota Kupang yang berdampak pada kondisi psikologis remaja akhir dari keluarga broken home, khususnya dalam proses pemaafan atau forgiveness. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan secara mendalam gambaran forgiveness pada remaja akhir broken home akibat perceraian orang tua di Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah lima orang remaja akhir usia 18-22 tahun yang berasal dari keluarga broken home akibat perceraian orang tua. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik berdasarkan empat tahap forgiveness menurut Enright, yaitu uncovering phase, decision phase, work phase, dan deepening phase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses forgiveness pada partisipan berlangsung secara bertahap, diawali dengan kemarahan, kesedihan, dan rasa tidak adil, kemudian berkembang menjadi penerimaan, pemahaman terhadap alasan perceraian, dan usaha untuk berdamai dengan keadaan. Pada tahap akhir, partisipan merasakan kelegaan, ketenangan, serta pemaknaan hidup yang lebih positif. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa forgiveness pada remaja akhir broken home merupakan proses psikologis yang kompleks tetapi penting dalam membantu remaja menerima pengalaman perceraian orang tua dan membangun kesejahteraan emosional yang lebih baik.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdussamad, Z. (2021). Metode penelitian kualitatif (P. Rapanna, Ed.). CV. Syakir Media Press.

Amalia, R., & Pahrul, Y. (2019). Intervensi konselor sekolah untuk meningkatkan self-esteem bagi anak keluarga broken home. Jurnal Pendidikan Tambusai, 3(2), 632–640.

Arini, D. P. (2021). Emerging adulthood: Pengembangan teori Erikson mengenai teori psikososial pada abad 21. Jurnal Ilmiah Psyche, 15(1), 11–20.

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101.

Dianovinina, K., Surjaningrum, E. R., & Wulandari, P. Y. (2023). Kejadian hidup yang menekan bagi remaja yang memiliki gejala depresi pasca perceraian orang tua. Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology, 10(1), 151–166. https://doi.org/10.24854/jpu581

Enright, R. D. (2019). Forgiveness is a choice: A step-by-step process for resolving anger and restoring hope. American Psychological Association.

Enright, R. D., & Fitzgibbons, R. P. (2015). Forgiveness therapy: An empirical guide for resolving anger and restoring hope. American Psychological Association.

Erikson, E. H. (1968). Identity: Youth and crisis. W. W. Norton & Company.

Fadhilah, N., Lukman, & Zainuddin, K. (2023). Pemaafan pada remaja dengan orang tua yang bercerai karena bapak selingkuh di Makassar. Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan, 2(2), 146–154.

Fitriani, & Hafnidar. (2022). Proses pemaafan remaja dari orang tua bercerai. Jurnal Psikologi Terapan, 5(1), 39–56. https://doi.org/10.29103/jpt.v5i1.10426

Gross, J. J. (Ed.). (2015). Handbook of emotion regulation (2nd ed.). Guilford Press.

Harefa, E. I., & Savira, I. S. (2021). Studi fenomenologi mengenai forgiveness pada perempuan dewasa awal dari keluarga broken home. Jurnal Penelitian Psikologi, 8(1), 167–184.

Hartanti, S. S., & Salsabila, V. (2020). Analisis kondisi fisik dan psikis terhadap anak broken home. Prosiding FMIPA Nasional, 1(1), 563–570.

Hooper, L. M. (2007). The application of attachment theory and family systems theory to the phenomena of parentification. The Family Journal, 15(3), 217–223. https://doi.org/10.1177/1066480707301290

Hurlock, E. B. (2011). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan (Edisi ke-5). Erlangga.

Karlina, L. (2020). Fenomena terjadinya kenakalan remaja. Edukasi Nonformal, 1(2), 147–158.

Kartika, K. S., Riza, W. L., & Aisha, D. (2024). Lebih lekat, lebih berharga: Peran parent dan peer attachment terhadap self-esteem remaja dengan orang tua bercerai di Kabupaten Karawang. Guidena: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling, 14(3), 625–636. https://doi.org/10.24127/gdn.v14i3.10249

Laras, Q., & Setyawan, I. (2020). Melawan sendu, memeluk asa: Studi fenomenologis mengenai post-traumatic growth pada pasien pasca stroke. Jurnal Empati, 8(3), 554–564.

Lenaini, I. (2021). Teknik pengambilan sampel purposive dan snowball sampling. Historis: Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah, 6(1), 33–39.

Lestari, S. (2012). Psikologi keluarga: Penanaman nilai dan penanganan konflik dalam keluarga. Prenadamedia Group.

Liwun, H. H., Bulor, R. M., & Sembiring, K. (2024). Profil kenakalan remaja siswa kelas VIII A SMP Negeri 16 Kupang dan implikasinya bagi bimbingan pribadi sosial. Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora, 4(4), 422–432.

Marunduri, M., Katuuk, D., & Kumaat, T. (2024). Pemaafan remaja broken home di Kota Tomohon. Psikopedia, 5(1), 87–94.

Maulidya, W., Umar, M. F. R., & Saudi, A. N. A. (2024). Gambaran forgiveness pada remaja pasca perceraian orang tua berdasarkan suku Bugis-Makassar. Jurnal Psikologi Karakter, 4(1), 275–281. https://doi.org/10.56326/jpk.v4i1.3763

Najmudin, D. (2021). Upaya peningkatan prestasi belajar peserta didik broken home pada mata pelajaran pendidikan agama Islam. Tarbiyatu Wa Ta’lim: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 3(1), 42–52.

Pahlevi, R. R., Samsir, & Abdillah, M. H. (2025). Kebermaknaan hidup pada anak korban broken home Kota Samarinda. Health Education, Advocacy, and Learning, 1(2), 91–102.

Park, C. L. (2010). Making sense of the meaning literature: An integrative review of meaning making and its effects on adjustment to stressful life events. Psychological Bulletin, 136(2), 257–301. https://doi.org/10.1037/a0018301

Rindianingrum, E. A., Rahmah, S. F., Nurhayati, T., & Hariry, S. (2025). Peran agama dalam menghadapi stres dan kesejahteraan psikologis. JIMU: Jurnal Ilmiah Multidisipliner, 3(3), 1642–1648.

Ro’isah, & Laili, N. (2023). Pendidikan keluarga melalui pendekatan transcultural nursing model dalam penanganan kenakalan remaja di daerah pesisir Probolinggo. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana, 5(2), 23–28. https://doi.org/10.55606/pkmsisthana.v5i2.667

Roziah, S., Wibowo, B. Y., & Conia, P. D. D. (2025). Pengaruh perceraian orang tua terhadap kenakalan remaja pada kelas VII SMPN 2 Kota Serang Tahun Ajaran 2023–2024. Counselia: Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam, 6(1), 295–309. https://doi.org/10.31943/counselia.v6i1.173

Safitri, A. M. (2017). Proses dan faktor yang mempengaruhi perilaku memaafkan pada remaja broken home. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 5(1), 34–40. https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v5i1.4328

Salman, I., Lumintang, O., Gratia, Y. P., & Simamora, S. A. (2021). Ketidakharmonisan keluarga terhadap tindakan sosial dan spiritual remaja di Youth GBI Eben Haezer. Diegesis: Jurnal Teologi, 6(2), 89–103. https://doi.org/10.46933/dgs.vol6i289-103

Salsabila, H. D., & Abdullah, E. S. P. S. (2021). Gambaran self-disclosure remaja yang mengalami broken home. Jurnal Psimawa, 4(2), 110–115. https://doi.org/10.36761/jp.v4i2.1437

Tedeschi, R. G., & Calhoun, L. G. (2004). Posttraumatic growth: Conceptual foundations and empirical evidence. Psychological Inquiry, 15(1), 1–18.

Theofani, E., & Herdiana, I. (2020). Peningkatan resiliensi penyintas kekerasan seksual melalui terapi pemaafan. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 8(1), 201–210.

Trianingsih, M. L. K., & Kurniawan, N. A. (2024). Dampak perceraian orang tua terhadap pola asuh serta motivasi belajar anak di SD Negeri Sidomulyo 03 Kecamatan Selorejo Kabupaten Blitar. Jurnal Lentera Ilmu, 1(1), 15–27.

Van der Wal, R. C., Levelt, L., Kluwer, E., & Finkenauer, C. (2024). Exploring associations between children’s forgiveness following parental divorce and psychological well-being. Family Transitions, 65(3), 248–270. https://doi.org/10.1080/28375300.2024.2310432

Worthington, E. L., Jr., & Wade, N. G. (1999). The psychology of unforgiveness and forgiveness and implications for clinical practice. Journal of Social and Clinical Psychology, 18(4), 385–418.

Downloads

Published

2026-07-04

How to Cite

Letelay, S. M., Junias, M. S., Miru, C. N., & Lerik, M. D. C. (2026). GAMBARAN FORGIVENESS PADA REMAJA AKHIR BROKEN HOME DI KOTA KUPANG. PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Psikologi, 6(3), 2193–2205. https://doi.org/10.51878/paedagogy.v6i3.12602

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)