KELEKATAN AMAN TERHADAP IBU DENGAN PERILAKU EMOSI MARAH PADA ANAK USIA 2-4 TAHUN
DOI:
https://doi.org/10.51878/paedagogy.v6i3.10559Keywords:
Kelekatan Aman, Emosi Marah, Anak Usia Dini, Temper TantrumAbstract
Previous studies have primarily examined the relationship between attachment and children’s socio-emotional development, independence, or temper tantrums across different age groups and contexts. However, studies specifically investigating the relationship between secure attachment to mothers and anger-related behavior among children aged 2-4 years remain limited. This study aimed to analyze the relationship between children’s secure attachment to their mothers and anger-related behavior among children aged 2-4 years. A quantitative correlational design was employed. The sample consisted of 50 mother and child pairs selected using an incidental sampling technique. Data on secure attachment were collected using a secure attachment scale completed by the mothers, while children’s anger-related behavior was assessed by teachers using an anger behavior rating scale. The data were analyzed using Spearman’s nonparametric correlation test because they were not normally distributed. The results indicated that no significant relationship was found between children’s secure attachment to their mothers and anger-related behavior among children aged 2–4 years. Therefore, the research hypothesis was not supported by the data. These findings suggest that children’s secure attachment to their mothers was not significantly associated with anger-related behavior in the study sample.
ABSTRAK
Penelitian terdahulu lebih banyak membahas hubungan kelekatan dengan perkembangan sosial-emosional, kemandirian, atau temper tantrum pada kelompok usia dan konteks yang berbeda. Kajian yang secara khusus menguji hubungan antara kelekatan aman kepada ibu dan perilaku emosi marah pada anak usia 2-4 tahun masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kelekatan aman anak kepada ibu dan perilaku marah pada anak usia 2-4 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian terdiri atas 50 pasangan ibu dan anak yang dipilih menggunakan teknik incidental sampling. Data kelekatan aman dikumpulkan menggunakan skala kelekatan aman yang diisi oleh ibu, sedangkan perilaku marah anak dinilai oleh guru menggunakan rating scale perilaku emosi marah. Data dianalisis menggunakan uji korelasi nonparametrik Spearman karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara kelekatan aman anak kepada ibu dan perilaku marah pada anak usia 2–4 tahun. Dengan demikian, hipotesis penelitian tidak didukung oleh data. Temuan ini menunjukkan bahwa kelekatan aman anak kepada ibu belum terbukti berhubungan secara signifikan dengan perilaku marah pada sampel penelitian.
Downloads
References
Amseke, F. V., Naisanu, N. F., & Mimin, U. (2025). Peran kelekatan ibu terhadap perkembangan sosial emosional anak usia dini. Early Childhood Education Development and Studies (ECEDS), 6(1), 16–26. https://doi.org/10.35508/eceds.v6i1.21148
Aprinia, P. (2021). Hubungan Kelekatan Aman Anak Oleh Orang Tua Dengan Kepercayaan Diri Pada Anak Usia Dini (Skripsi). Universitas Darul ‘Ulum: Jombang.
Arianda, V., Salim, I. K., & Ruzain, R. B. (2021). Secure attachment (kelekatan aman) ibu dan anak dengan perkembangan sosial emosional pada anak. Journal of Islamic and Contemporary Psychology (JICOP), 1(2), 67–74. https://doi.org/10.25299/jicop.v1i2.8603
Azwar, S. (2018). Reabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Azwar, S. (2021). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Azwar, S. (2022). Metode Penelitian Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Fatimah, S., Iriyanto, T., & Anisa, N. (2020). Studi kasus perilaku temper tantrum anak dalam bersosialisasi di TK Dharma Wanita Kempleng II. Preschool: Jurnal Perkembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini, 2(1), 155–162. https://doi.org/10.18860/preschool.v2i1.9507
Fikriyah, A. T., & Syafi’i, I. (2021). Peran bimbingan konseling dalam mengatasi anak temper tantrum. WISDOM: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 2(2), 127–140. https://doi.org/10.21154/wisdom.v2i2.3077
Fuadia, N. N. (2022). Perkembangan Sosial Emosi pada Anak Usia Dini. WAWASAN: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta, 3(1), 31-47. https://doi.org/10.53800/wawasan.v3i1.131
Goleman, D. (2016). Emotional Intelligence. PT Gramedia Pustaka Utama.
Handayani, O. D., & Robbi, A. K. (2023). Pengaruh Secure Attachment Ibu-Anak terhadap Kemandirian Anak Usia 5-6 Tahun di RA Kelurahan Lagoa Jakarta Utara. PAUDIA : Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini, 12(2), 218–226. https://doi.org/10.26877/paudia.v12i2.15897
Irzalinda, V., Sofia, A., & Lestari, E. A. (2022). Pentingnya kelekatan ibu dalam membangun kecerdasan sosial emosional anak usia 5–6 tahun. Jurnal Pendidikan Anak, 8(1), 9–16. https://jurnal.fkip.unila.ac.id/index.php/PAUD/article/view/22750
Kamila, Q. (2018). Pengaruh kelekatan (attachment) anak pada orangtua terhadap temper tantrum usia prasekolah [Skripsi sarjana, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim]. E-Theses UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/12664
Karisma, W. T., Prasetiyawati, D. H., & Karmila, M. (2020). Peran orangtua dalam menstimulasi pengelolaan emosi anak usia dini. PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini, 9(1), 94–102. https://doi.org/10.26877/paudia.v9i1.6144
Koo, T. K., & Li, M. Y. (2016). A guideline of selecting and reporting intraclass correlation coefficients for reliability research. Journal of Chiropractic Medicine, 15(2), 155–163. https://doi.org/10.1016/j.jcm.2016.02.012
Komariah, N., Erliana, Y. D., & Rosandi, F. H. (2021). Kelekatan aman (secure attachment) terhadap ibu dan kemandirian pada anak di Taman Kanak-Kanak Ryaadhul Jannah Sumbawa Besar. Jurnal Psimawa: Diskursus Ilmu Psikologi & Pendidikan, 4(1), 1–6. https://doi.org/10.36761/jp.v4i1.1263
Mahyudin, N. (2019). Emosional Anak Usia Dini. Prenadya Group: Jakarta.
McHugh, M. L. (2012). Interrater reliability: The kappa statistic. Biochemia Medica, 22(3), 276–282. https://doi.org/10.11613/BM.2012.031
Nazilah, R. (2020). Hubungan Kelekatan Aman Anak Usia Dini Terhadap Ibu Dengan Perilaku Emosi Marah (Skripsi). Universitas Darul ‘Ulum: Jombang. https://repository.undar.ac.id/id/eprint/1659/1/S1-2025-212373201054
Nurfadilah, M. F. I. (2021). Modifikasi perilaku anak usia dini untuk mengatasi temper tantrum pada anak. Jurnal Pendidikan Anak, 10(1), 69–76. https://doi.org/10.21831/jpa.v10i1.28831
Nurmalitasari, F. (2015). Perkembangan sosial emosi pada anak usia prasekolah. Buletin Psikologi, 23(2), 103–111. https://doi.org/10.22146/bpsi.10567
Permana, F. S., Madjid, A., & Fauzan, A. (2020). Peran kelekatan anak dengan ibu dan kematangan emosi ayah terhadap komunikasi interpersonal anak. Al-Manar: Jurnal Komunikasi dan Pendidikan Islam, 9(2), 45–78. https://doi.org/10.36668/jal.v9i2.189
Putri, A. A. (2021). Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku tantrum pada anak di TK Bunda Dharmasraya. Jurnal Inovasi Penelitian, 1(10), 2041–2048. https://stp-mataram.e-journal.id/JIP/article/view/397/337
Schober, P., Boer, C., & Schwarte, L. A. (2018). Correlation coefficients: Appropriate use and interpretation. Anesthesia & Analgesia, 126(5), 1763–1768. https://doi.org/10.1213/ANE.0000000000002864
Safari, M., & Aryesha, V. (2021). Utilitas pola kelekatan ibu–anak bagi perkembangan anak usia dini. Jurnal Genta Mulia, 12(2), 63–72. https://doi.org/10.61290/gm.v12i2.224
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sukatin, S., Chofifah, N., Turiyana, T., Paradise, M. R. ., Azkia, M. ., & Ummah, S. N. . (2020). Analisis Perkembangan Emosi Anak Usia Dini. Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini, 5(2), 77-90. https://doi.org/10.14421/jga.2020.52-05
Syamsudin, S. (2013). Mengenal perilaku tantrum dan bagaimana mengatasinya. Sosio Informa, 18(2), 73–82. https://doi.org/10.33007/inf.v18i2.72
Ulyah, L., & Anggreni, M. (2023). Hubungan pola asuh, lingkungan, dan sosial ekonomi terhadap kejadian temper tantrum pada anak prasekolah. SIMFISIS: Jurnal Kebidanan Indonesia, 3(2), 653–658. https://doi.org/10.53801/sjki.v3i2.196
Wigati, D., & Mufidah, W. (2022). Pengembangan alat ukur metode observasi rating scale: Perilaku emosi marah dan temper tantrum pada anak usia dini. IDEA: Jurnal Psikologi, 6(2), 99–106. https://doi.org/10.32492/idea.v6i2.6205
Wijayanto, A. (2020). Peran orangtua dalam mengembangkan kecerdasan emosional anak usia dini. Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, 4(1), 55–65. https://doi.org/10.21831/diklus.v4i1.30263
Wijirahayu, A., Krisnatuti, D., & Muflikhati, I. (2016). Kelekatan ibu–anak, pertumbuhan anak, dan perkembangan sosial emosi anak usia prasekolah. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, 9(3), 171–182. https://doi.org/10.24156/jikk.2016.9.3.171
Yuliasari, A. L., & Lestari, G. D. (2021). Peran ibu yang bekerja dalam mengelola emosi anak usia dini. J+PLUS: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah, 10(2), 98–105. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-luar-sekolah/article/view/43091
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Wardatul Mufidah, Denok Wigati, Windy Chintya Dewi, Kiftiyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.














