PENGARUH KELEKATAN TEMAN SEBAYA DAN REGULASI EMOSI TERHADAP KECENDERUNGAN KECEMASAN SOSIAL SISWA KELAS XI DI SMAN 3 CIKAMPEK

Psikologi

Authors

  • Isma Nurul Aulya Universitas Buana Perjuangan Karawang
  • Puspa Rahayu Utami Rahman Universitas Buana Perjuangan Karawang
  • M. Choirul Ibad Universitas Buana Perjuangan Karawang

DOI:

https://doi.org/10.51878/paedagogy.v6i2.11344

Keywords:

Kelekatan Teman Sebaya , Regulasi Emosi, Kecemasan Sosial, Siswa SMA

Abstract

This study aims to examine the predictive contribution of peer attachment and emotion regulation to social anxiety tendencies among 11th-grade students at SMAN 3 Cikampek. This study employed a quantitative method with a correlational-predictive design. The sample consisted of 167 students, determined using the Isaac and Michael table with a 5% margin of error and a nonprobability sampling technique. The instruments used were the Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA), the Emotion Regulation Questionnaire (ERQ), and the Social Anxiety Scale for Adolescents (SAS-A). Data were analyzed using normality tests, linearity tests, multiple linear regression, and coefficient of determination tests with SPSS 25.0. The results showed that peer attachment and emotion regulation simultaneously made a significant contribution to students’ social anxiety. Partially, peer attachment made a significant contribution to social anxiety, whereas emotion regulation did not show a significant contribution to social anxiety. These findings indicate that peer attachment played a more prominent role than emotion regulation in explaining students’ social anxiety tendencies. Practically, this study implies the importance of strengthening peer relationships through peer support programs, group counseling, and school activities that promote social acceptance as an effort to help reduce students’ social anxiety tendencies.

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi prediktif kelekatan teman sebaya dan regulasi emosi terhadap kecenderungan kecemasan sosial pada siswa kelas XI di SMAN 3 Cikampek. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional-prediktif. Sampel penelitian berjumlah 167 siswa yang ditentukan menggunakan tabel Isaac dan Michael dengan taraf kesalahan 5% serta teknik nonprobability sampling. Instrumen yang digunakan yaitu Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA), Emotion Regulation Questionnaire (ERQ), dan Social Anxiety Scale for Adolescents (SAS-A). Teknik analisis data menggunakan uji normalitas, uji linearitas, regresi linear berganda, dan uji koefisien determinasi dengan bantuan SPSS 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelekatan teman sebaya dan regulasi emosi secara simultan berkontribusi signifikan terhadap kecemasan sosial siswa. Secara parsial, kelekatan teman sebaya berkontribusi signifikan terhadap kecemasan sosial, sedangkan regulasi emosi tidak menunjukkan kontribusi yang signifikan terhadap kecemasan sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa kelekatan teman sebaya memiliki peran yang lebih menonjol dibandingkan regulasi emosi dalam menjelaskan kecenderungan kecemasan sosial siswa. Secara praktis, hasil penelitian ini mengimplikasikan pentingnya penguatan relasi teman sebaya melalui program peer support, konseling kelompok, dan kegiatan sekolah yang mendorong penerimaan sosial sebagai upaya untuk membantu menurunkan kecenderungan kecemasan sosial pada siswa.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Puspa Rahayu Utami Rahman, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Dosen Psikologi

M. Choirul Ibad, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Dosen Psikologi

References

Apriliana, I. P. A., & Suranta, K. (2019). Hubungan kecemasan sosial dengan interaksi sosial pada remaja. Jurnal Psikologi Udayana, 6(2), 120–128. https://doi.org/10.24036/0201983105819-0-00

Armsden, G. C., & Greenberg, M. T. (2009). Inventory of parent and peer attachment. Prevention Research Center.

Ari, N., & Soetjiningsih, C. H. (2024). Hubungan dukungan teman sebaya dengan penyesuaian diri remaja. Jurnal Psikologi Indonesia, 13(1), 45–56. https://doi.org/10.30598/jbkt.v8i1.1892

Demmamusu, & Alwi. (2023). Kelekatan teman sebaya pada remaja dan pengaruhnya terhadap perkembangan sosial. Jurnal Psikologi Pendidikan, 11(2), 87–96. https://eprints.unm.ac.id/31928/

Elfariani, R., & Anastasya, A. (2023). Hubungan regulasi emosi dengan kecemasan sosial pada remaja di SMAN 1 Lhokseumawe. Jurnal Psikologi Insight, 7(1), 55–66. https://doi.org/10.29103/jpt.v5i1.10421

Field, A. (2018). Discovering Statistics Using IBM SPSS Statistics (5th ed.). Sage Publications.

Gullone, E., & Taffe, J. (2011). The Emotion Regulation Questionnaire for Children and Adolescents (ERQ-CA): A psychometric evaluation. Psychological Assessment, 23(2), 409–417. https://doi.org/10.1037/a0025777

La Greca, A. M., & Lopez, N. (1998). Social anxiety among adolescents: Linkages with peer relations and friendships. Journal of abnormal child psychology, 26(2), 83-94.

Mahardika, R., dkk. (2024). Perkembangan psikologis remaja dalam lingkungan sosial sekolah. Jurnal Pendidikan dan Psikologi, 9(1), 14–25. http://www.jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/9803

Mota, C., dkk. (2024). Peer attachment and social anxiety in adolescents and young adults. Journal of Adolescence, 96, 45–58. https://doi.org/10.3390/socsci13090445

Mushofa, A., dkk. (2024). Metode nonprobability sampling dalam penelitian psikologi. Jurnal Metodologi Penelitian, 5(1), 33–42. https://www.jurnalsyntaxadmiration.com/index.php/jurnal/article/view/1992

Olivares, J., Ruiz, J., Hidalgo, M. D., García-López, L. J., Rosa, A. I., & Piqueras, J. A. (2005). Social Anxiety Scale for Adolescents (SAS-A): Psychometric properties in a Spanish-speaking population. International Journal of Clinical and Health Psychology, 5(1), 85–97. https://www.redalyc.org/pdf/337/33701005.pdf

Pickering, L., dkk. (2020). Peer relationships and adolescent social anxiety: A systematic review. Child and Adolescent Mental Health, 25(3), 145–154. https://doi.org/10.1007/s40894-019-00120-5

Radde, H. A., dkk. (2021). Adaptasi Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) pada remaja Indonesia. Jurnal Psikologi Teori dan Terapan, 12(1), 50–61. https://journal.unibos.ac.id/jpk/article/view/1284

Sahi, R. S., Eisenberger, N. I., & Silvers, J. A. (2023). Peer facilitation of emotion regulation in adolescence. Developmental Cognitive Neuroscience, 62, 101262. https://doi.org/10.1016/j.dcn.2023.101262

Santrock, J. W. (2021). Life-Span Development (18th ed.). McGraw-Hill Education.

Sigarlaki, H., & Nurvinkania, R. (2022). Kecemasan sosial pada remaja ditinjau dari interaksi sosial. Jurnal Psikologi Humanistik, 6(1), 66–75. https://journal.maranatha.edu/index.php/humanitas/article/view/5807

Sugiyono. (2021). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kuantitatif. Alfabeta.

Syavira, T., Rahman, P. R. U., & Aisha, D. (2025). Perilaku Agresif Siswa Smk: Peran Kelekatan Orang Tua Dan Teman Sebaya. Jurnal Psikologi Malahayati, 7(2). https://dx.doi.org/10.33024/jpm.v7i2.20915

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Nurul Aulya, I., Rahayu Utami Rahman, P., & Ibad, M. C. (2026). PENGARUH KELEKATAN TEMAN SEBAYA DAN REGULASI EMOSI TERHADAP KECENDERUNGAN KECEMASAN SOSIAL SISWA KELAS XI DI SMAN 3 CIKAMPEK: Psikologi. PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Psikologi, 6(2), 2035–2047. https://doi.org/10.51878/paedagogy.v6i2.11344

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.