INTERAKSI SOSIAL TEMAN SEBAYA DAN KEMAMPUAN BICARA ANAK USIA 3–4 TAHUN

Authors

  • Dinda Lestari UNISA Yogyakarta Prodi Psikologi
  • Tri Winarsih Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Ekonomi Sosial dan Humaniora, Universitas Aisyiyah Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.51878/paedagogy.v6i3.9476

Keywords:

interaksi sosial, teman sebaya, kemampuan bicara, anak usia dini

Abstract

This study aims to describe the relationship between peer social interaction and the speech skills of 3-4 year old children. Speech skills are an important aspect in early childhood language development that is influenced by the social environment, especially interactions with peers. This study used a qualitative approach with a case study method. The subjects were 3-4 year old children who interacted with peers in an early childhood education (PAUD) environment. Data collection techniques were carried out through observation and interviews. Data analysis was carried out through a process of data simplification, systematic data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that peer social interactions play a role in stimulating children's speech skills, especially in aspects of vocabulary, speaking courage, and the ability to express ideas verbally. Children who are actively involved in social interactions show more developed speech skills than children who are less involved in interactions with peers. These findings indicate that a supportive social environment and positive interactions between children have an important contribution to the development of speech skills in early childhood. This study is expected to serve as a reference for educators and parents in creating a conducive learning environment to optimize children's language development.

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan antara interaksi sosial teman sebaya dengan kemampuan bicara anak usia 3-4 tahun. Kemampuan bicara merupakan aspek penting dalam perkembangan bahasa anak usia dini yang dipengaruhi oleh lingkungan sosial, khususnya interaksi dengan teman sebaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian adalah anak usia 3-4 tahun yang berinteraksi dengan teman sebaya di lingkungan pendidikan anak usia dini (PAUD). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan melalui proses penyederhanaan data, penyajian data secara sistematis, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial teman sebaya berperan dalam menstimulasi kemampuan bicara anak, terutama dalam aspek kosakata, keberanian berbicara, dan kemampuan mengekspresikan ide secara verbal. Anak yang terlibat aktif dalam interaksi sosial menunjukkan kemampuan bicara yang lebih berkembang dibandingkan anak yang kurang terlibat dalam interaksi dengan teman sebaya. Temuan ini mengindikasikan bahwa lingkungan sosial yang mendukung dan interaksi yang positif antar anak memiliki kontribusi penting dalam perkembangan kemampuan bicara anak usia dini. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pendidik dan orang tua dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif untuk mengoptimalkan perkembangan bahasa anak.

 

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

A’yuni, Q. (2022). Penerapan metode bercerita dalam pengembangan kecerdasan linguistik di PAUD DWP IAIN Surakarta. BUANA GENDER: Jurnal Studi Gender dan Anak, 3(2), 45–56. https://doi.org/10.22515/bg.v3i2.3296

Abdullah, S. H., & Salim, R. M. A. (2020). Parenting style and empathy in children: The mediating role of family communication patterns. Humanitas: Indonesian Psychological Journal, 17(1), 34–43. https://doi.org/10.26555/humanitas.v17i1.13126

Amalia, P., Sianipar, R. L., Situmorang, S. B., Said, N. N., Siagian, S. P., Siringoringo, E., Harahap, R., & Herman, H. (2025). Kesenjangan stimulasi pemerolehan bahasa anak usia 3 tahun antara lingkungan kaya bahasa dan lingkungan minim interaksi. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 5(4), 5818–5824. https://doi.org/10.53769/deiktis.v5i4.2800

Amalia, W. O. S., & Nurlina, N. (2024). Strategi guru untuk meningkatkan perkembangan bahasa anak usia dini melalui aktivitas bermain. ULIL ALBAB: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 3(10), 244–251. https://doi.org/10.56799/jim.v3i10.5278

Andini, S. J., Farica, M. C., & Hastuti, I. B. (2025). Peran kegiatan sehari-hari dalam mendorong aktivitas bicara anak. Early Childhood Research Journal (ECRJ), 8(1), 207–213. https://doi.org/10.23917/ecrj.v8i1.8791

Bonita, E., Suryana, E., Hamdani, M. I., & Harto, K. (2022). The golden age: Perkembangan anak usia dini dan implikasinya terhadap pendidikan islam. Tarbawiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan, 6(2), 115–124. https://doi.org/10.32332/tarbawiyah.v6i2.5537

Dewi, M. B. A. I. J., & Maharani, E. A. (2023). Peran pendampingan orang tua dalam keterampilan berbicara anak pada masa pandemi Covid-19. Aulad: Journal on Early Childhood, 6(2), 251–259. https://doi.org/10.31004/aulad.v6i2.507

Fajari, F. W. U., & Zulkarnaen, Z. (2023). Implementasi perkembangan bahasa anak usia 5-6 tahun melalui metode bercerita. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(6), 7933–7942. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i6.5620

Fitriani, A. (2021). Pengaruh bermain peran (role playing) makro terhadap peningkatan kosakata bahasa Indonesia anak taman kanak-kanak. Al-Urwatul Wutsqo: Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan, 2(1), 60–63. https://doi.org/10.62285/alurwatulwutsqo.v2i1.27

Handayani, N., Putriyanti, L., & Susilo, J. (2025). Peran lingkungan pendidikan dalam menangkal dampak sosial anak dengan gangguan bicara. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(6), 2590–2597. https://doi.org/10.31004/obsesi.v9i6.7040

Herdiyanti, A., & Suparno, S. (2023). Pengaruh model contextual teaching and learning terhadap keterampilan berbicara anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(1), 1063–1072. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i1.3876

Husni, M., Ibrahim, D. S. M., Nursyaid, M. Y., & Parhanuddin, L. (2025). Sinergi peran guru dan orang tua dalam optimalisasi kecerdasan emosional peserta didik di SD Negeri 02 Masbagik Timur. Cokroaminoto Journal of Primary Education, 8(3), 1382–1399. https://doi.org/10.30605/cjpe.8.3.2025.6915

Kurniawan, R., & Qomariyah, C. (2023). Penanganan peserta didik berkebutuhan khusus dengan hambatan speech delay melalui model IPTERE di Tarbiyatul Athfal. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(4), 4465–4474. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i4.3900

Muslikhah, M., Anggraini, H., & Rahayunita, C. I. (2025). Penerapan bermain peran (role play) terhadap perkembangan kemampuan bahasa anak usia 3-4 tahun di KB PKK Al-Huda Ngadireso. Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini, 8(2), 936–944. https://doi.org/10.31326/jcpaud.v8i2.2318

Muyasaroh, M., & Afandi, N. K. (2023). Peningkatan kemampuan berbicara melalui kegiatan bermain peran: Sebuah kajian tindakan kelas. Jurnal PG-PAUD Trunojoyo: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Anak Usia Dini, 10(2), 145–154. https://doi.org/10.21107/pgpaudtrunojoyo.v10i2.22288

Paujiah, T. S., Muslihin, H. Y., & Rahman, T. (2022). Peran lingkungan dalam menstimulasi perkembangan bahasa serta menumbuhkan karakter anak usia dini. PELANGI: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini, 4(1), 103–114. https://doi.org/10.52266/pelangi.v4i1.821

Prasetyo, T., Alya, N., & Rahmatillah, F. (2023). Peran orang tua dalam meningkatkan prestasi akademik anak: Studi kualitatif tentang pola asuh dan pembinaan keluarga. Jurnal Penjaminan Mutu, 9(2), 207–215. https://doi.org/10.25078/jpm.v9i02.2789

Putri, W. D., & Fitria, N. (2021). Pengaruh video pembelajaran cerita dan lagu terhadap kemampuan berbicara anak. Jurnal Anak Usia Dini Holistik Integratif (AUDHI), 2(2), 102–112. https://doi.org/10.36722/jaudhi.v2i2.585

Rahmi, T. N., & Septiana, E. (2023). Efektivitas pendekatan VAK dalam meningkatkan kemampuan artikulasi anak usia 5-6 tahun. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2), 2188–2201. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i2.4302

Rambe, A. M., Sumadi, T., & Meilani, R. S. M. (2021). Peranan storytelling dalam pengembangan kemampuan berbicara pada anak usia 4-5 tahun. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 2134–2143. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.1121

Tresnawati, S. D., Rachmawati, Y., & Djoehaeni, H. (2025). Peran komunikasi efektif dalam menstimulasi perkembangan bahasa anak usia dini. Murhum: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(2), 693–704. https://doi.org/10.37985/murhum.v6i2.1574

Utami, M. P. (2024). Pengaruh interaksi sosial dalam pergaulan terhadap pengembangan sikap kepedulian sosial siswa madrasah ibtidaiyah. Jurnal Basicedu, 8(1), 71–80. https://doi.org/10.31004/basicedu.v8i1.6298

Westhisi, S. M. (2020). “Aku istimewa, aku bisa”: Membaca permulaan bahasa Inggris melalui metode fonik bagi anak speech delay. Al-Athfal: Jurnal Pendidikan Anak, 6(1), 81–92. https://doi.org/10.14421/al-athfal.2020.61-07

Widarnandhana, I. G. D., Ariani, N. W. T., & Jayadiningrat, M. G. (2023). Peran orangtua dalam persiapan anak usia dini menuju pendidikan sekolah dasar. PRATAMA WIDYA: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8(2), 144–154. https://doi.org/10.25078/pw.v8i2.3103

Downloads

Published

2026-07-20

How to Cite

Lestari, D., & Winarsih, T. (2026). INTERAKSI SOSIAL TEMAN SEBAYA DAN KEMAMPUAN BICARA ANAK USIA 3–4 TAHUN. PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Psikologi, 6(3), 2825–2833. https://doi.org/10.51878/paedagogy.v6i3.9476

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.