TRANSFORMASI DIRI: MENGUBAH SELF-CONCEPT NEGATIF SISWA DENGAN SENTUHAN PERSON-CENTERED COUNSELINGU

Authors

  • Ahmad Arif Prasetyo Universitas Ahmad Dahlan
  • Wahyu Nanda Eka Saputra Program Studi Magister Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Ahmad Dahlan

DOI:

https://doi.org/10.51878/learning.v5i2.4352

Keywords:

Person Centered, Konsep Diri

Abstract

The objective of this research is to determine whether Person-Centered Counseling can change students' negative self-concept. Each individual has a different way of accepting themselves and accepting others' opinions about themselves; therefore, the resulting self-concept will be different, and the characteristics of that self-concept will not be the same. Several experts have stated that there are types of self-concept, such as high, medium, and low, as well as positive and negative self-concepts. This research uses a literature review of previous studies. The research subjects are the results of several previous studies that are relevant to the variables discussed in this research. The results of research on Person-Centered Counseling can be used to improve students' positive self-concept, as evidenced by changes in subjects after counseling (previous literature review). The results of research on Person-Centered Counseling can be used to improve students' positive self-concept. This is evidenced by changes in subjects after counseling (previous literature review). The conclusion of this research is that Person-Centered Counseling can be used to improve students' positive self-concept or change it from negative to positive

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tekhnik Person Centered Counseling dalam mengubah self Concept Negatif siswa. Setiap individu memiliki perbedaan dalam menerima dirinya sendiri maupun menerima apa pendapat orang lain terhadap dirinya sendiri., maka konsep diri yang akan muncul pasti akan berbeda dan karakteristik dari konsep diri tersebut tidaklah sama. Beberapa ahli menyatakan terdapat beberapa jenis konsep diri, yakni konsep diri positif dan konsep diri negative. Metode penelitian ini menggunakan kajian literatur dari penelitian terdahulu. Terdaat 6 artikel yang di analisis dalam penelitian ini. Artikel tererbut terbit dari tahun 2019 sampai 2024 dengan pengindeks sinta. Hasil penelitian terhadap konseling Person centered dapat digunakan dalam meningkatkan konsep diri positif siswa, hal ini dibuktikan dengan adanya perubahan subjek setelah pelaksanaan konseling (kajian literatur terdahulu). Hasil penelitian konseling Person Centered Counseling dapat digunakan dalam meningkatkan konsep diri positif siswa atau mengubah konsep diri negatif menjadi positif. Hal ini terbukti dengan adanya perubahan subjek setelah pelaksanaan konseling (kajian literatur terdahulu). Simpulan penelitian ini adalah Person Centered Coaunseling yang dapat digunakan dalam meningkatkan konsep diri positif siswa atau mengubah dari konsep diri negatif menjadi positif

Downloads

Download data is not yet available.

References

Dewi, R., Dalimunthe, R. Z., Nurhafsari, U., & Harmen, H. (2024, April). BMB3 Strategy Counseling Teaching Materials to Improve Student’s Metacognition Skills. In Proceedings of the 2nd Annual International Conference: Reimagining Guidance and Counselling in the VUCA Era (AICGC 2023) (p. 108). Springer Nature.

Febrianti, F., & Dewita K., S. (2024). Konsep diri dan kematangan karier siswa kelas XII SMA di Kabupaten Semarang. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 9(1), 628–635. https://doi.org/10.31316/gcouns.v9i1.6463

Gumiandari, S. (2024). Pengaruh konsep diri positif dan negatif terhadap rasa percaya diri siswa SMA Plus Pagelaran Cisalak Subang. Jurnal, 3(1), 137–154.

Gunawan, G., Komalasari, G., & Herdi, H. (2021). Implementasi konseling individual dengan pendekatan person centered dalam menangani masalah konsep diri anak dari orang tua yang bercerai. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 9(4), 343. https://doi.org/10.29210/170400

Harahap, S. H., Siregar, A., & Hasibuan, A. D. (2024). Pengaruh pendekatan client centered terhadap konsep diri siswa di sekolah SMP Islam Al-Ulum Terpadu Medan. Sosial Simbiosis: Jurnal Integrasi Ilmu Sosial dan Politik, 1(4), 1–22.

Hasni, E. (2021). Pendekatan client-centered penggunaan konseling client centered dalam meningkatkan konsep diri positif siswa (studi kasus siswa kelas X, berikut: 1) kepada guru bimbingan, 7–9.

Hibatullah A, D. (2023). Cendikia pendidikan. Cendekia Pendidikan, 1(1), 1–13. https://doi.org/10.9644/scp.v1i1.332

Jannah, M., & Karneli, Y. (2024). Teknik konseling kelompok dengan pendekatan person centered therapy untuk meningkatkan kualitas hidup korban kekerasan seksual. Jurnal, 5(2), 341–356.

Jhoni P, U. (2019). Konsep diri pada pasien luka kaki diabetik. In Oksana (pp. 1–50).

Marlia, L., Rosra, M., & Mayasari, S. (2018). Peningkatan konsep diri menggunakan pendekatan client centered. ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling), 6(1), 1–16. http://jurnal.fkip.unila.ac.id/index.php/ALIB/article/view/14909

Ningsih, D. R. (2019). Model pendekatan person centered dalam upaya meningkatkan konsep diri remaja. Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, 1(1), 1–20. https://ejournal.iaiskjmalang.ac.id/index.php/isrof/issue/view/61

Fatimah N, A., & Emilia A., S. (2024). Meningkatkan self-awareness siswa SMP melalui bimbingan konseling islami dengan metode client-centered. Jurnal Pendidikan Berkarakter2, 2(1), 254–261. https://doi.org/10.51903/pendekar.v2i1.595

Permatawati, N., Suryati, S., & Noviza, N. (2023). Pendekatan teknik client centered untuk meningkatkan pemahaman identitas diri pada waria. Social Science and Contemporary Issues Journal, 1(3), 571–577. https://doi.org/10.59388/sscij.v1i3.363

Putri, O. D., Zurweni, Z., & Hamidah, A. (2024). Pengaruh lingkungan belajar terhadap konsep diri akademik siswa: Model rekonstruksi dalam pembelajaran fisika. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 9(1), 602–610. https://www.jipp.unram.ac.id/index.php/jipp/article/view/1901

Purnomosidi, A. (2017). Konsep perlindungan hak konstitusional penyandang disabilitas di Indonesia. Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum, 1(2), 161–174.

Saifullah, F. (2015). Hubungan antara konsep diri dengan bullying. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 3(3), 289–301. https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v3i3.3786

Suhur, M. K., Imaniar, F. A., Widyaningrum, F. R., Ramadhani, N., & ‘Ilm, A. M. (2023). Pengembangan Aplikasi Rahajeng.Id Berbasis Tri Hita Karana untuk Membentuk Karakter Pribadi Unggul pada Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Karakter, 13(2), 115-128. https://doi.org/10.21831/jpk.v13i2.2023

Syahraeni, A. (2019). Pembentukan konsep diri remaja. Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam, 6, 67–80.

Ummah, M. S. (2019). Urban growth and access to opportunities: A challenge for Latin America. Sustainability (Switzerland), 11(1), 1–14. http://scioteca.caf.com/bitstream/handle/123456789/1091/RED2017-Eng-8ene.pdf?sequence=12&isAllowed=y

Yusuf, S. (2009). Program bimbingan dan konseling di sekolah. Bandung: Rizqi Press.

Downloads

Published

2025-05-29

How to Cite

Prasetyo, A. A. ., & Saputra, W. N. E. . (2025). TRANSFORMASI DIRI: MENGUBAH SELF-CONCEPT NEGATIF SISWA DENGAN SENTUHAN PERSON-CENTERED COUNSELINGU. LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 5(2), 725-732. https://doi.org/10.51878/learning.v5i2.4352

Issue

Section

Articles