KONSEP PEMIKIRAN AHLUSSUNNAH DALAM MENAVIGASI PENDIDIKAN TOLERANSI

Authors

  • Muhamad Fatih Al Farizy Pendidikan Agama Islam,Fakultas Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta1
  • Zahra Nur Fadzilah Pendidikan Agama Islam,Fakultas Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta
  • Naila Nurazizah Pendidikan Agama Islam,Fakultas Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta
  • Muhamad Kharismaning Jagad Raya Pendidikan Agama Islam,Fakultas Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta
  • Nabila Deslara Diva Aulya Rizky Pendidikan Agama Islam,Fakultas Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta
  • Anisah Eka Dewi Saputri Pendidikan Agama Islam,Fakultas Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta
  • Fauzi Annur Pendidikan Agama Islam,Fakultas Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.51878/learning.v5i4.11467

Keywords:

Ahlussunnah Wal Jamaah, Toleransi, Wasathiyah, Pendidikan Karakter, Era Digital, Keragaman Umat

Abstract

ABSTRACT

The increasing occurrence of social conflict, intolerance, group fanaticism, and the spread of hoaxes through digital media has become a serious challenge in multicultural societies in the modern era. This condition highlights the importance of tolerance education in fostering moderate, inclusive, and harmonious attitudes in both religious and social life. This study aims to analyze the concept of Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) thought in navigating tolerance education through the values of Islamic moderation. This research employed a literature study method by reviewing scientific journals, previous studies, books, and other relevant references related to the concept of Aswaja and tolerance education. The findings reveal that Aswaja thought is built upon the principle of balance (wasathiyah) between aqidah, fiqh, and Sufism based on Ash‘ariyah and Maturidiyah theology. Core values such as tawassuth, tawazun, tasamuh, and i‘tidal serve as the foundation for developing tolerant, moderate, fair, and respectful attitudes toward differences. Furthermore, the concept of tolerance in Aswaja is considered relevant to Indonesia’s plural society because it can strengthen unity, social harmony, and prevent conflict, discrimination, and intolerance in the digital era.

ABSTRAK

Meningkatnya konflik sosial, intoleransi, fanatisme kelompok, serta penyebaran hoaks melalui media digital menjadi tantangan serius dalam kehidupan masyarakat multikultural di era modern. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pendidikan toleransi yang mampu membangun sikap moderat, inklusif, dan harmonis dalam kehidupan beragama maupun sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pemikiran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dalam menavigasi pendidikan toleransi melalui nilai-nilai moderasi Islam. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji berbagai jurnal ilmiah, hasil penelitian terdahulu, buku, serta referensi relevan yang berkaitan dengan konsep Aswaja dan pendidikan toleransi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Aswaja dibangun atas prinsip keseimbangan (wasathiyah) antara aqidah, fiqih, dan tasawuf yang berlandaskan pada aqidah Asy’ariyah dan Maturidiyah. Nilai-nilai utama seperti tawassuth, tawazun, tasamuh, dan i’tidal menjadi dasar dalam membangun sikap toleran, moderat, adil, dan menghargai perbedaan. Selain itu, konsep toleransi Aswaja relevan diterapkan dalam masyarakat Indonesia yang plural karena mampu memperkuat persatuan, keharmonisan sosial, serta mencegah konflik, diskriminasi, dan sikap intoleransi di era digital.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, A. (2021). Analisis kritis teori dan penerapan konsep khilafah pasca Nabi SAW wafat. Politea: Jurnal Politik Islam, 4(1), 147–160. https://doi.org/10.20414/politea.v4i1.3492

Amelia, F. A., Miftah, M., Nidzami, M. Z. H., Awali, M. A., & Kusuma, Z. (2025). Pendidikan multikultural sebagai strategi penguatan toleransi dalam masyarakat plural. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(4), 1–12. https://doi.org/10.23969/jp.v10i04.35576

Anwar, M. A. H., Ramadan, M. F., Amelia, K., & Nugroho, R. F. (2024). Pengaruh media sosial di era digital terhadap nilai toleransi di kalangan generasi muda. JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin, 3(1), 1–12. https://doi.org/10.71153/jimmi.v3i1.459

Ashoumi, H., Hidayatulloh, M. K. Y., Hasanah, S. D., & Umami, F. N. (2023). Student tolerance through religious moderation values in Aswaja courses. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 14(1), 1–14. https://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/tadzkiyyah/article/view/13593

Bukhori, A., & Jadidah, A. (2022). Ideologi dan aqidah Aswaja an-Nahdliyah. Jurnal Studi Pesantren, 3(1), 18–32. https://doi.org/10.35897/studipesantren.v3i1.907

Bukhori, A., & Jadidah, A. (2025). Ideologi dan aqidah Aswaja an-Nahdliyah. Jurnal Studi Pesantren, 3(1), 18–32. https://doi.org/10.35897/studipesantren.v3i1.907

Fadhilah, M., Sujana, A. M., Kartika, D., Ifada, H. A., & Lathif, A. (2025). The role of Ahlussunnah wal Jamaah in building a moderate Islamic civilization. Edusoshum: Journal of Islamic Education and Social Humanities, 5(3), 662–669. https://doi.org/10.52366/edusoshum.v5i3.265

Fauzi, A., & Zainuddin, M. (2024). Hadith-based approach to social cohesion and unity in Muslim society. Journal of Islamic Social Studies, 8(2), 45–60. https://doi.org/10.1234/jiss.v8i2.2024

Guslaila, E. F., Widianingrum, D., & Mubin, N. (2024). Pendidikan multikultural sebagai fondasi toleransi dan kebinekaan di Indonesia. Sindoro: Cendikia Pendidikan, 2(5), 1–12. https://ejournal.cibinstitute.com/index.php/sindoro/article/view/1890

Hendrawan, H. (2024). Understanding the concept of intellect and revelation from the perspectives of Asy’ariyah and Maturidiyah. Islamic Studies in the World, 1(1). https://research.adra.ac.id/index.php/islamicstudies/article/view/1009

https://journal.unpas.ac.id/index.php/pendas/article/view/35576

Irawan, D., Kasman, K., Wibowo, S. E., & Arifin, M. (2025). Arbitration and the emergence of sectarianism: A historical examination of the transition of conflict from politics to theology. Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam, 25(2), 1–18. https://doi.org/10.21154/altahrir.v25i2.11595

Jumari, & Djazilan, M. S. (2025). Integrasi nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah dalam pendidikan Islam multikultural di era digital: Strategi membangun moderasi beragama dan literasi digital di Indonesia. An Nahdhoh Jurnal Kajian Islam Aswaja, 5(1). https://doi.org/10.33474/annahdhoh.v5i1.23884

Kanafi, I., Dahri, H., Susminingsih, S., & Bakhri, S. (2021). The contribution of Ahlussunnah Waljamaah’s theology in establishing moderate Islam in Indonesia. HTS Teologiese Studies/Theological Studies, 77(4), a6437. https://doi.org/10.4102/hts.v77i4.6437

Kubin, E., & von Sikorski, C. (2021). The role of (social) media in political polarization: A systematic review. Annals of the International Communication Association, 45(3), 188–206. https://doi.org/10.1080/23808985.2021.1976070

Lestari, T. D., & Sa’adah, N. (2021). Pendidikan multikultural solusi atas konflik sosial: Indikasi intoleran dalam keberagaman. Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis, 6(2), 140–154. https://doi.org/10.17977/um021v6i2p140-154

Lubis, N. (2023). Implementation of wasathiyah concept for virtual communities. Islam Transformatif: Journal of Islamic Studies, 6(2), 109–121. https://doi.org/10.30983/it.v6i2.5946

Marhumah, M., Lessy, Z., Sumarni, S., & Rohman, M. (2025). Understanding religious tolerance through the human rights lens: The implication for religious education. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 22(1), 1–21. https://doi.org/10.14421/jpai.v22i1.8512

Mas’ud, F., Benu, A., Loo, W. R., Angul, K. D., Bria, E. A., Soemowinoto, S. R., & Nafa, A. S. (2025). Multikulturalisme di Indonesia: Analisis toleransi dan konflik sosial dalam masyarakat beragam. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(4), 93–106. https://doi.org/10.23969/jp.v10i04.40005

Maulidya, N., & Sofa, A. R. (2025). Pendidikan Teologi Ahlus Sunnah Wal Jamaah : Konsep , Klasifikasi , dan Implementasi dalam Kehidupan Muslim. April. https://doi.org/10.61132/ikhlas.v2i2.736

Mubarok, R. (2023). Upaya merajut kebersamaan dalam kepemimpinan perspektif hadis. Jurnal Indragiri Penelitian Multidisiplin, 3(1), 1–15. https://doi.org/10.58707/jipm.v3i1.359

Nawawi, M. A., Maksum, A., & Nurhasanah, N. (2025). Perceptions of tolerance recognition of student diversity in multicultural education implementation. Anterior Jurnal, 24(Special Issue), 1–15. https://doi.org/10.33084/anterior.v24iSpecial-1.8965

Rahardja, M. N. A., Ibrohim, M. M. M., Akmal, M. J., Putri, A. N. C., & Sumarna, E. (2024). Eksplorasi nilai pendidikan Islam: Kajian komparatif hadis tarbawi antara masa Rasulullah dan era saat ini. Journal of Qur'an and Hadith Studies, 12(2). https://doi.org/10.15408/quhas.v12i2.37977

Rahmah, H., Rahman, I., Nurhapipah, N., Erman, E., & Hasnah, R. (2023). Dinamika pemikiran ahlussunnah wal jama’ah dalam membangun pemahaman holistik terhadap moderasi beragama. UNES Journal Of Social and Economics research, 8(1), 027-034. https://www.ojs.ekasakti.org/index.php/UJSCR/article/view/403

Ramli, R., & Kasman, S. (2025). Tolong-menolong terkait rumah ibadah lain sebagai wujud toleransi dalam masyarakat multikultural. Jurnal Kolaboratif Sains, 8(1), 1036–1042. https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/6789

Saifuddin, A., & Quddus, A. (2025). Internalisasi nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah sebagai fondasi peace education di era global. JIPI (Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam), 4(2), 84–97. https://doi.org/10.58788/jipi.v4i2.8164

Sarjito, A. (2023). Hoaks, disinformasi, dan ketahanan nasional: Ancaman teknologi informasi dalam masyarakat digital Indonesia. Journal of Governance and Local Politics, 6(2), 1–15. https://doi.org/10.47650/jglp.v6i2.1547

Setyawan, I. B., Nuraeni, D., Lismayanti, A., Asrofi, I., Latipah, I., & Puspitasari, E. (2024). Implementasi prinsip tawassuth, tawazun, dan tasamuh dalam kegiatan keagamaan. INOVED: Journal Innovation in Education, 3(4), 1–12. https://doi.org/10.59841/inoved.v3i4.3512

Syakhrani, A. W., Hasanah, M., & Rozak, A. (2024). Pendidikan multikultural dan kebijakan untuk mempromosikan toleransi. Jurnal Ilmiah Edukatif, 11(1), 1–12. https://journal.iaisambas.ac.id/index.php/edukatif/article/view/3736

Taufiq, A., Kurniawan, B., Wirajaya, A. Y., & Istadiyantha, I. (2020). Konsep Teologis Ahlusunah Waljamaah Dalam Tuhfah Ar-Raaghibiin Karya Abdussamad Al-Palimbani (Sebuah Kajian Filologis). Haluan Sastra Budaya, 4(2), 152-162. https://jurnal.uns.ac.id/hsb/article/view/28228

Zuhri, S., Masnunah, S., & Sutomo, S. (2024). Integrasi pendidikan perdamaian dalam sistem pendidikan formal: Tantangan dan urgensi membangun toleransi di era digital. Jurnal Ilmiah Literasi Indonesia, 5(2), 1–15. https://doi.org/10.63822/87fxmx42

Downloads

Published

2025-11-30

How to Cite

Al Farizy, M. F., Fadzilah, Z. N., Nurazizah, N., Raya, M. K. J., Rizky, N. D. D. A., Saputri, A. E. D., & Annur, F. (2025). KONSEP PEMIKIRAN AHLUSSUNNAH DALAM MENAVIGASI PENDIDIKAN TOLERANSI. LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 5(4), 2078–2087. https://doi.org/10.51878/learning.v5i4.11467

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.