KONSELING KREATIF : TEHNIK PENYEMBUHAN LUKA KORBAN BULLYING DI SEKOLAH
DOI:
https://doi.org/10.51878/learning.v5i2.5082Keywords:
Bullying, konseling kreatif, terapi seni, terapi musicAbstract
Bullying is a serious problem that has a negative impact on students' psychological health, including depression, anxiety, social isolation and low self-confidence. This study aims to explore the effectiveness of creative counseling as an intervention method in helping the healing process of bullying victims at school. Creative counseling consisting of music and drama art therapy functions as a means of emotional expression, stress reduction and improving social skills. This study uses a literature study method approach. Data were collected from various trusted scientific journal articles in the last 15 years. These findings indicate that art therapy can help victims express their trauma visually, while music therapy is effective in reducing symptoms of depression and anxiety. In addition, drama therapy helps victims rebuild self-confidence and improve social interaction through role-playing. The implementation of integrated creative counseling in schools also has a positive impact on the social environment, creating an inclusive and supportive school culture. The results of this study indicate that creative counseling can reduce the psychological impact of bullying by 30% -40% depending on the method used and the involvement of victims in the intervention process. These findings provide practical implications for school counselors, principals, and the government to integrate creative counseling into school guidance and counseling services. Further research is recommended to evaluate the long-term effectiveness and potential adaptation of this method in various cultural contexts.
ABSTRAK
Bullying merupakan masalah serius yang berdampak negatif pada kesehatan psikologis siswa, termasuk depresi, anxiety, isolasi sosial dan rendahnya kepercayaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas konseling kreatif sebagai metode intervensi dalam membantu proses penyembuhan korban bullying di sekolah. Konseling kreatif yang terdiri dari terapi seni musik dan drama yang berfungsi sebagai sarana ekspresi emosional pengurangan stress dan peningkatan keterampilan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode studi literatur. Data dikumpulkan dari berbagai artikel jurnal ilmiah terpercaya dalam 15 tahun terakhir. Temuan ini menunjukkan bahwa terapi seni mampu membantu korban mengekspresikan trauma mereka secara visual, sementara terapi musik efektif dalam mengurangi gejala depresi dan kecemasan, Selain itu, terapi drama membantu korban membangun kembali kepercayaan diri dan meningkatkan interaksi sosial melalui permainan peran. Implementasi konseling kreatif secara terintegrasi di sekolah juga memberikan dampak positif pada lingkungan sosial, menciptakan budaya sekolah yang inklusif dan mendukung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konseling kreatif dapat mengurangi dampak psikologis dari bullying hingga 30%-40% tergantung pada metode yang digunakan dan keterlibatan korban dalam proses intervensi titik temuan ini memberikan implikasi praktis bagi konselor sekolah, kepala sekolah, dan pemerintah untuk mengintegrasikan konseling kreatif dalam layanan bimbingan konseling sekolah. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengevaluasi efektivitas jangka panjang dan potensi adaptasi metode ini dalam berbagai konteks budaya.
Downloads
References
Adoe, O., & Atty, S. D. (2023). Mengatasi masalah bullying di kalangan remaja melalui konseling Kristen. Jurnal Teologi Injili, 3(1), 25–36.
Aisyah, S. (2023). Upaya guru bimbingan konseling dalam mencegah perilaku bullying di sekolah [Skripsi, Institut Agama Islam Negeri Palopo].
Amanda, V., Wulandari, S., Wulandari, S., Syah, S. N., Restari, Y. A., Atikah, S., Engkizar, E., Anwar, F., & Arifin, Z. (2020). Bentuk dan dampak perilaku bullying terhadap peserta didik. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah, 5(1), 19–32.
Andini, L. S., & Kurniasari, K. (2021). Bullying berhubungan dengan kejadian gangguan cemas pada pelajar SMA. Jurnal Biomedika dan Kesehatan, 4(3), 99–105.
Andrianti, S. (2024). Strategi pelayanan konseling guru pendidikan agama Kristen dalam menyembuhkan luka batin korban bullying. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan.
Aulina, N. (2019). Konsep diri, kematangan emosi, dan perilaku bullying pada remaja. Cognicia, 7(4), 434–445.
Aulia, D., & Nababan, R. (2021). Dampak bullying terhadap peserta didik SMA.
Azizah, D. M., Hanifah, N., & Muallifah, M. (2024). Konseling individu: Intervensi efektif mengatasi bullying dengan pendekatan reality therapy. Al-Musyrif: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, 7(1), 111–122. https://doi.org/10.38073/almusyrif.v7i1.1754
Febriana, T. F., & Rahmasari, D. (n.d.). Gambaran penerimaan diri korban bullying.
Harefa, M., Munthe, M., Damanik, H. R., & Lase, F. (2024). Menerapkan teori konseling realitas sebagai intervensi untuk mengurangi perilaku bullying pada peserta didik. Journal of Education, 7(1), 2818–2830. https://doi.org/10.31004/joe.v7i1.6874
Kurniawan, D. E. (2023a). Konseling kelompok dengan teknik sosiodrama sebagai upaya mengatasi perilaku bullying di sekolah [Skripsi, Universitas Islam Negeri Palopo].
Kurniawan, D. E. (2023b). Penanganan perilaku bullying teman sebaya menggunakan analisis transaksional. Al-Tazkiah: Jurnal Pendidikan Islam.
Lutfiani F, S. (2020). Efektivitas terapi realitas terhadap mekanisme koping remaja korban perundungan: Literature review. Universitas Pendidikan Indonesia. http://repository.upi.edu/50156/8/TA_JKR_1708041_Title.pdf
Nafingah, I. (2023). Perspektif konseling pastoral dalam menghadapi bullying yang dialami remaja. Jurnal Pendidikan Agama dan Teologi Widyakarya.
Ningrum, E. K., Sari, R. P., & Pratiwi, D. (2023). Layanan konseling individu bagi korban bullying (Studi kasus SMA Negeri 1 Jepon). In Prosiding Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling (SMAILING) (Vol. 1, pp. 232–243).
Rahayu, S. M. (2017). Konseling krisis: Sebuah pendekatan dalam mereduksi masalah traumatik pada anak dan remaja. JP (Jurnal Pendidikan): Teori dan Praktik, 2(1), 65–69.
Siregar, N. H. N. (2023a). Konseling individu dengan pendekatan realitas untuk pemulihan psikis anak korban bullying [Skripsi, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung].
Siregar, N. H. N. (2023b). Konseling Islam dengan play therapy untuk mengatasi bullying di sekolah [Skripsi, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara].
Soma, Y. M., & Karneli, Y. (2021). Penerapan teknik art therapy untuk mengurangi kecemasan sosial terhadap korban cyberbullying. SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling.
Sulistyanti, E. (2017). Layanan konseling art therapy untuk mengatasi trauma anak korban bullying di sekolah. In Proceeding International Conference on Innovation and Creativity in Counseling.
Sulisrudatin, N. (2018). Kasus bullying dalam kalangan pelajar (Suatu tinjauan kriminologi). Jurnal Ilmiah Hukum Dirgantara, 5(2).
Trisnani, R. P., & Wardani, S. Y. (2016). Perilaku bullying di sekolah. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 1(1).
Zakiyah, E. Z., Humaedi, S., & Santoso, M. B. (2017). Faktor yang mempengaruhi remaja dalam melakukan bullying. Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2).
Zuraida, D. J. (2024). Penyuluhan pencegahan dan penanganan bullying di sekolah melalui teknik eco art therapy. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













