MODERASI BERAGAMA DAN PROFESIONALISME GURU: REFLEKSI KRITIS ATAS PRAKTIK ETIK DI SEKOLAH

Authors

  • Lilik Qonitah UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
  • M.Sugeng Sholehuddin UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
  • Niken Rahmawati UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

DOI:

https://doi.org/10.51878/learning.v6i4.15798

Keywords:

Moderasi Beragama, Profesionalisme Guru, Etika Profesi, Autentisitas, Pendidikan Islam.

Abstract

While the call for religious moderation is widely voiced to curb intolerance and radicalism, a fundamental question arises regarding the direction of this policy if teachers are reduced to mere bureaucratic executors. This policy is formally mandated in the Strategic Plan of the Ministry of Religious Affairs and incorporated into the national agenda through the 2020–2024 RPJMN. However, contemporary literature reveals an overwhelming focus on technical curriculum modifications, positioning educators primarily as passive state instruments. Consequently, the dimensions of professional ethics, moral autonomy, and teacher authenticity are frequently overlooked in critical educational discourse. Employing a qualitative approach via library research, this study examines the nexus between religious moderation and teacher professional ethics through reflective-critical content analysis. The findings indicate that the religious moderation agenda within schools is heavily susceptible to bureaucratic performativity aimed merely at satisfying institutional compliance. In practice, educators experience intricate internal tensions and cognitive dissonance when negotiating top-down state directives against personal theological convictions. This study underscores that the genuine success of religious moderation hinges not on sophisticated curricular designs, but on the ethical sincerity and moral authenticity of teachers in cultivating inclusive values within classroom life.

ABSTRAK

Ketika seruan moderasi beragama digelorakan untuk membendung arus intoleransi dan radikalisme, sebuah pertanyaan mendasar muncul mengenai ke mana arah kebijakan ini bermuara jika guru hanya diposisikan sebagai mesin pelaksana birokrasi. Kebijakan ini secara formal diamanatkan dalam Rencana Strategis Kementerian Agama yang kemudian diangkat menjadi agenda prioritas nasional melalui RPJMN 2020–2024. Namun, amatan terhadap literatur mutakhir memperlihatkan kecenderungan bahwa riset terlalu berfokus pada instrumen teknis kurikulum dan menempatkan pendidik sekadar sebagai penyambung lidah negara. Dimensi etika profesi, otonomi moral, dan autentisitas guru justru kerap luput dari perhatian kritis para akademisi. Melalui pendekatan kualitatif jenis studi kepustakaan (library research), artikel ini menganalisis titik temu antara moderasi beragama dan etika profesi guru menggunakan teknik analisis isi (content analysis) secara reflektif-kritis. Hasil telaah membuktikan bahwa di lingkungan sekolah, proyek pengarusutamaan moderasi rentan terjebak dalam formalitas administratif demi menggugurkan kewajiban institusional semata. Di ruang kelas, guru mengalami pergulatan batin dan disonansi kognitif yang rumit ketika harus mempertemukan kepatuhan regulasi negara dengan keyakinan teologis privat mereka. Riset ini menegaskan bahwa keberhasilan moderasi tidak terletak pada megahnya dokumen kurikulum, melainkan pada ketulusan etik guru dalam merawat nilai-nilai inklusif secara nyata di ruang kelas.

 

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alfiatunnisa, R. N., Syafe’i, I., & Sunarto, S. (2026). Model Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan berfikir kritis peserta didik. EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran, 6(3), 2256–2265. https://doi.org/10.51878/educational.v6i3.12932

Armedi, R., Evinda, A. A., Priyono, A., Fawazi, I., & Apriansyah, A. (2025). Moderasi beragama dalam pelaksanaan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di jenjang SMA/SMK. Journal of Instructional and Development Researches, 5(5), 461–467. https://doi.org/10.53621/jider.v5i5.412

Azis, A. A. (2024). Integrasi moderasi beragama pada pengembangan Kurikulum Merdeka Belajar Pendidikan Agama Islam dalam membentuk penguatan profil pelajar Pancasila. Tadbir Muwahhid, 8(2), 323–353. https://doi.org/10.30997/jtm.v8i2.15809

Aziz, A. A., Masykhur, A., Anam, A. K., Muhtarom, A., Masudi, I., & Duryat, M. (2019). Implementasi moderasi beragama dalam pendidikan Islam. Kelompok Kerja Implementasi Moderasi Beragama Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia bekerjasama dengan Lembaga Daulat Bangsa.

Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice-Hall.

Daga, A. T. (2021). Makna Merdeka Belajar dan penguatan peran guru di sekolah dasar. Jurnal Educatio, 7(3), 1075–1090. https://doi.org/10.31949/educatio.v7i3.1279

Destriani, D. (2022). Pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis moderasi beragama menuju Society Era 5.0. INCARE: International Journal of Educational Resources, 2(6), 647–664. http://ejournal.ijshs.org/index.php/incare/article/view/356

Fauyan, M., Efendi, A., Wahyono, S. B., Sugito, S., & Kholis, N. (2026). Shaping balanced minds: Exploring the integration of religious moderation in Indonesian elementary education. Jurnal Ilmiah Peuradeun, 14(1), 223–248. https://doi.org/10.26811/peuradeun.v14i1.1213

Gani, A., Fattah, A., & Nasri, U. (2024). Social media and radicalization: The latest threat to religious moderation. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 9(1), 141–147. https://doi.org/10.29303/jipp.v9i1.1869

Jannah, M. (2026). Peran Pendidikan Agama Islam dalam membangun moderasi beragama peserta didik di lingkungan pendidikan multikultural. At-Tarbiyyah: Journal of Islamic Religious Education Studies, 1(1), 15–28. https://globaldinipublishing.my.id/ojs/index.php/at/article/view/45

Kementerian Agama RI. (2019). Moderasi beragama. Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.

Khaeroni. (2022). Peningkatan kompetensi profesional guru dalam bidang moderasi beragama melalui pelatihan di wilayah kerja (PDWK) dan pelatihan reguler. Transformasi: Journal of Management, Administration, Education, and Religious Affairs, 4(1), 1–23. https://doi.org/10.53621/jmam.v4i1.112

Kiriana, N., & Widiasih, N. N. S. (2023). Penerapan survei karakter dan survei lingkungan belajar: Sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan di era disrupsi digital. Guna Widya: Jurnal Pendidikan Hindu, 10(1), 48–55. https://doi.org/10.25078/gw.v10i1.1822

Lyotard, J.-F. (1984). The postmodern condition: A report on knowledge (G. Bennington & B. Massumi, Penerj.). University of Minnesota Press.

Mainuddin, M., Tobroni, T., & Nurhakim, M. (2023). Pemikiran pendidikan karakter Al-Ghazali, Lawrence Kohlberg dan Thomas Lickona. Attadrib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 6(2), 283–290. https://doi.org/10.54069/attadrib.v6i2.563

Mu’ani, Mahmutarom, Rasyid, H., Hernawati, S., & Cholid, N. (2024). Peran pengawas sekolah dalam pengembangan moderasi beragama melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah. Dar El-Ilmi: Jurnal Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora, 11(1), 183–204. https://doi.org/10.52166/darelilmi.v11i1.5621

Muhtarom, A., Marbawi, M., & Najib, A. (2021). Integrasi moderasi beragama dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI bekerjasama dengan INOVASI Fase II.

Murtadlo, M. (2021). Pendidikan moderasi beragama: Membangun harmoni, memajukan negeri. LIPI Press.

Nashuddin, N. (2020). Aktualisasi nilai-nilai pendidikan Islam dalam merevitalisasi pemahaman moderasi pada lembaga pendidikan di Indonesia. Jurnal Schemata Pascasarjana UIN Mataram, 9(1), 33–52. https://doi.org/10.20414/schemata.v9i1.2159

Nuraisyah, N., & Rahmat, A. (2022). Internalisasi moderasi beragama dalam Pendidikan Agama Islam. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1(2), 85–96. https://journal.uniga.ac.id/index.php/JPAI/article/view/2691

Perdana, W. C. (2024). Peningkatan kompetensi profesionalisme guru melalui pelatihan moderasi beragama di Balai Diklat Keagamaan Surabaya. Proceedings of Annual Islamic Conference for Learning and Management (AICLeMa), 2, 626–635. https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/AICLeMa/article/view/2967

Pramana, A., Setiawan, D., & Mispani, M. (2026). Strategi guru PAI dalam menanamkan nilai multikultural berbasis cooperative learning. SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah, 6(3), 1061–1070. https://doi.org/10.51878/secondary.v6i3.10809

Putra, D. R., Nurfadilah, B., Marshanda, S., & Sauri, A. (2025). Konsep dasar profesi guru PAI dalam perspektif pendidikan Islam kontemporer. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD FKIP Universitas Mandiri, 11(4), 270–288. https://journal.stkipsubang.ac.id/index.php/didaktik/article/view/2154

Rahmatika, Z. (2022). Guru PAI dan moderasi beragama di sekolah. Tafahus: Jurnal Pengkajian Islam, 2(1), 41–53. https://doi.org/10.58573/tafahus.v2i1.19

Rinawati, P., Mataputun, Y., Kurniawan, D., Kusdianto, K., Hutabarat, I. M., & Wahyudin, U. (2026). Kepemimpinan multikultural kepala sekolah dalam menumbuhkan karakter toleransi siswa. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 6(2), 1286–1302. https://doi.org/10.51878/social.v6i2.11746

Rohana, S., & Suharman, S. (2023). Pemahaman moderasi beragama bagi guru Pendidikan Agama Islam di sekolah. TA'DIBUNA: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 6(2), 151–161. https://doi.org/10.30659/jpai.6.2.151-161

Rosyidah, I., & Amrulloh, F. S. (2026). Nilai-nilai Islam Wasathiyah dalam mewujudkan moderasi beragama pada masyarakat sekolah multikultural. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 6(3), 1836–1844. https://doi.org/10.51878/learning.v6i3.11685

Sa’diyah, Y. I. (2025). Peran guru PAI dalam menguatkan moderasi beragama di SMK PGRI 2 Ponorogo. Al-Abshor: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2(2), 192–204. https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/4542584

Syabuddin, S., Muhammad, M., Sakdiah, S., Fithriani, F., & Furqan, M. (2026). The integrative construction model: A strategic management approach to religious moderation in Indonesian Islamic boarding schools. Kharisma: Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan, 5(1), 113–129. https://doi.org/10.59373/kharisma.v5i1.131

Syalsabila, D., Adawia, A., & Asqia, N. (2025). Peran guru PAI sebagai teladan etika profesi dalam membangun nilai-nilai moderasi umat beragama di sekolah dasar. Jurnal Sipakainge: Inovasi Penelitian, Karya Ilmiah dan Pengembangan, 3(1), 1–22. https://doi.org/10.59373/sipakainge.v3i1.98

Tishana, A., Alvendri, D., Pratama, A. J., Jalinus, N., & Abdullah, R. (2023). Filsafat konstruktivisme dalam mengembangkan calon pendidik pada implementasi Merdeka Belajar di sekolah kejuruan. Journal on Education, 5(2), 1855–1867. https://doi.org/10.31004/joe.v5i2.826

Washilah, W., ?amzah, A., & Aminah, S. (2025). Persepsi siswa MTs Nurul Huda Desa Masaran tahun ajaran 2024/2025 tentang implementasi nilai Kebhinekaan Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(3), 1229–1239. https://doi.org/10.51878/social.v5i3.7035

Yamin, M., & Syahrir, S. (2020). Pembangunan pendidikan Merdeka Belajar (telaah metode pembelajaran). Jurnal Ilmiah Mandala Education, 6(1), 126–136. https://doi.org/10.36312/jime.v6i1.1121

Downloads

Published

2026-10-06

How to Cite

Qonitah, L., Sholehuddin, M., & Rahmawati, N. (2026). MODERASI BERAGAMA DAN PROFESIONALISME GURU: REFLEKSI KRITIS ATAS PRAKTIK ETIK DI SEKOLAH . LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 6(4), 4550–4561. https://doi.org/10.51878/learning.v6i4.15798

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.