KEPEMIMPINAN SPIRITUAL KEPALA SEKOLAH DALAM PENGUATAN MODERASI BERAGAMA DI SEKOLAH BERBASIS PESANTREN
DOI:
https://doi.org/10.51878/learning.v6i3.11674Keywords:
Kepemimpinan Spiritual, Moderasi Beragama, Kepala Sekolah, Pesantren, Anti-Kekerasan.Abstract
This study aims to analyze the implementation of spiritual leadership by the principal in strengthening religious moderation at SMP Mambaus Sholihin 7 Bintan, a pesantren-based boarding school in Kepulauan Riau. The school faces a real challenge of student violence cases, indicating a gap between spiritual values and students' daily behavior. This research employs a qualitative descriptive method with a single case study design. Data were collected through passive participatory observation, in-depth interviews with the principal, Islamic education teachers, and students, as well as documentation of curriculum and school policies. Data analysis used the Miles and Huberman interactive model with source, technique, and time triangulation. The study is grounded in Louis W. Fry's spiritual leadership theory (Vision, Hope/Faith, and Altruistic Love) and four religious moderation indicators from the Ministry of Religious Affairs of Indonesia. The findings show that the principal embodies spiritual leadership through a vision-oriented mission culture, personal moral exemplification, faith-based motivation, and altruistic care. These dimensions are manifested through an integrated pesantren curriculum, daily religious habituation programs, anti-bullying policies, and a child-friendly school approach. This study identifies a new mechanism termed the "spiritual moderation spiral," wherein authentic principal leadership generates a conducive climate that facilitates the internalization of religious moderation values. This study contributes to Islamic education management discourse, particularly regarding the strategic role of principal leadership in institutionalizing religious moderation within pesantren-based formal schools.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kepemimpinan spiritual kepala sekolah dalam penguatan moderasi beragama di SMP Mambaus Sholihin 7 Bintan, sebuah sekolah berbasis pesantren di Kepulauan Riau. Sekolah ini menghadapi tantangan nyata berupa kasus kekerasan antarsiswa yang menandakan kesenjangan antara nilai-nilai spiritual yang ditanamkan dan realitas perilaku keseharian peserta didik. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus tunggal. Data dikumpulkan melalui observasi partisipasi pasif, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru PAI, dan peserta didik, serta dokumentasi kurikulum dan kebijakan sekolah. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Penelitian berlandaskan teori kepemimpinan spiritual Louis W. Fry (Vision, Hope/Faith, dan Altruistic Love) dan empat indikator moderasi beragama Kementerian Agama RI (komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan akomodasi budaya lokal). Temuan menunjukkan bahwa kepala sekolah mewujudkan kepemimpinan spiritual melalui budaya misi berorientasi visi, keteladanan moral personal, motivasi berbasis iman, dan kepedulian altruistik. Dimensi-dimensi ini terwujud melalui kurikulum pesantren terpadu, program pembiasaan keagamaan harian, kebijakan anti-perundungan, dan pendekatan sekolah ramah anak. Penelitian ini mengidentifikasi mekanisme baru berupa "spiral moderasi spiritual" di mana kepemimpinan autentik kepala sekolah menghasilkan iklim kondusif yang memfasilitasi internalisasi nilai moderasi beragama secara berkelanjutan. Penelitian ini berkontribusi pada wacana manajemen pendidikan Islam, khususnya terkait peran strategis kepemimpinan kepala sekolah dalam melembagakan moderasi beragama di sekolah formal berbasis pesantren.
Downloads
References
Ahmad, N. M., Rohmah, N. K., & Ni’mah, Y. F. F. (2025). Penguatan moderasi beragama di era digital: Studi santri Pondok Pesantren Darul Fikri Jambearum. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 237–250. https://doi.org/10.62059/jpkm.v4i2.282
Albana, H. (2023). Implementasi pendidikan moderasi beragama di Sekolah Menengah Atas. Jurnal SMART (Studi Masyarakat Religi Dan Tradisi), 9(1), 49–64. https://doi.org/10.18784/smart.v9i1.1849
Ananda, R., Wibisono, W. C., Kisvanolla, A., & Purwita, P. A. (2023). Kebijakan merdeka belajar sebagai strategi peningkatan mutu pendidikan. Jurnal Dedikasi Pendidikan, 7(2), 693–708. https://doi.org/10.30601/dedikasi.v7i2.4028
Arfin, Z. (2020). Paradigma studi manajemen berbasis madrasah dan guru profesional. Muróbbî: Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(1), 121–150. https://doi.org/10.52431/murobbi.v4i1.305
Burga, M. A., & Damopolii, M. (2022). Reinforcing religious moderation through local culture-based pesantren. Jurnal Pendidikan Islam, 8(2), 145–162. https://doi.org/10.15575/jpi.v8i2.19879
Desnora, B., Rahman, K., & Ali, R. M. (2026). Kepemimpinan humanistik dalam pengambilan keputusan di sekolah. JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL, 7(2), 1890–1898. https://doi.org/10.38035/jmpis.v7i2.7866
Fauzi, F. (2025). Implementasi nilai-nilai moderasi beragama dalam kurikulum pendidikan: Upaya pencegahan radikalisme sejak dini. Tarbiyah Bil Qalam: Jurnal Pendidikan Agama dan Sains, 9(1), 112–125. https://doi.org/10.58822/tbq.v9i1.317
Feriyadi, F., Asriati, N., Purnama, S., Sulistyarini, S., & Utami, T. (2026). Implementasi nilai-nilai religius dalam menguatkan civic responsibility siswa SMP Muhammadiyah 2 Pontianak. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 6(1), 64–75. https://doi.org/10.51878/learning.v6i1.7977
Firdaus, F., & Hermawan, H. (2024). Kemitraan pembimbing asrama dengan orang tua santri: Kolaborasi yang sukses dalam pendidikan santri di pondok pesantren. Surya Abdimas, 8(4), 556–567. https://doi.org/10.37729/abdimas.v8i4.5290
Firmansah, F., Subroto, D. E., Kristanti, D., & Arifin, A. (2022). Efektivitas impelementasi pendidikan karakter pada sekolah boarding. Risâlah: Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam, 8(3), 1113–1129. https://doi.org/10.31943/jurnalrisalah.v8i3.312
Harefa, A. (2022). Pengaruh globalisasi terhadap perilaku sosial siswa. Educativo: Jurnal Pendidikan, 1(1), 271–277. https://doi.org/10.56248/educativo.v1i1.37
Harmi, H. (2022). Analisis kesiapan program moderasi beragama di lingkungan sekolah/madrasah. JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia), 7(1), 89–98. https://doi.org/10.29210/021748jpgi0005
Hasanah, U., & Ramadhan, Y. (2023). Penerapan nilai-nilai wasathy pada peserta didiK melalui lembaga pendidikan. PARAMUROBI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM, 6(2), 127–137. https://doi.org/10.32699/paramurobi.v6i2.6030
Humaira, H., & Amin, M. A. (2026). Membumikan nilai-nilai tauhid pada siswa SMP IT. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 6(2), 1139–1151. https://doi.org/10.51878/learning.v6i2.9693
Huriah, H., Rayhanah, S., Erawati, E., Suriansyah, S., & Purwanti, R. (2026). Strategi kepala sekolah dalam mengembangkan profesionalisme guru TK. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 6(2), 721–733. https://doi.org/10.51878/learning.v6i2.9681
Jamaludin, M. (2026). Cultural and regulatory transformation of the Ministry of Religious Affairs: Eliminating seniority, breaking the cycle of violence in Islamic boarding schools. AMUYA: INDONESIAN JOURNAL OF MANAGEMENT REVIEWS, 2(1), 1–24. https://doi.org/10.61860/amuya.v2i1.60
Juliani, J., Bagaskara, M. K., Azani, N. S., Anggraini, N., & Pratiwi, R. (2025). Kurikulum PAI dan pendidikan perdamaian: Menanamkan toleransi di kalangan siswa. Mesada: Journal of Innovative Research, 1(2), 152–160. https://doi.org/10.61253/3g4prk36
Khuluk, M. (2026). Model kepemimpinan kepala sekolah berbasis nilai organisasi dan implikasinya terhadap kinerja pendidik serta mutu pendidikan. MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen Dan Supervisi Pendidikan, 6(1), 278–286. https://doi.org/10.51878/manajerial.v6i1.9565
Masturin, M. (2023). Development of Islamic religious education materials based on religious moderation in forming student character. Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 3(4), 246–355. https://doi.org/10.31538/munaddhomah.v3i4.310
Mukhlasin, A., Mukhlis, M., Syahputra, M. R., Suhendri, S., Sari, N., & Iqb?l, M. (2025). Pendidikan Islam moderat sebagai pondasi kehidupan berbangsa (mewujudkan generasi toleran dan multikultural). Prosiding Universitas Dharmawangsa, 5(1), 145–158. https://doi.org/10.46576/prosundhar.v5i1.504
Papilaya, E. I., Lambiombir, H., & Gaite, T. (2026). Peran Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) dalam tindakan perundungan di sekolah SMP. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 6(1), 481–492. https://doi.org/10.51878/social.v6i1.9730
Patimah, S., Arafah, A. L. A., Elice, D., & Liriwati, F. Y. (2024). Merajut harmoni parenting wali santri: Sinergi dengan pondok pesantren untuk membangun generasi unggul di Jannatun Naim International College Lampung. Kesejahteraan Bersama, 1(4), 105–114. https://doi.org/10.62383/bersama.v1i4.722
Pranata, Z. U. Z., & Mukarromah, K. (2025). Penguatan nilai Islam melalui dakwah dalam program Tahfiz Al-Kutub di Pesantren Nurul Islam Pamekasan. Dakwatuna: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi Islam, 11(2), 162–175. https://doi.org/10.54471/dakwatuna.v11i2.3618
Prasetyo, M. A. M., & Anwar, K. (2021). Assessing organizational culture: An important step for enhancing the implementation of junior high school-based pesantren. AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan, 13(1), 646–659. https://doi.org/10.35445/alishlah.v13i1.461
Putri, R., Kurniawati, R. D., & Wulandari, T. S. (2025). Dukungan teman sebaya untuk mengatasi koping tidak efektif pada santri korban bullying. Jurnal Ilmiah Keperawatan Dan Kesehatan Alkautsar (JIKKA), 4(2), 8–21. https://doi.org/10.64314/jikka.v4i2.270
Rohman, M., Akmansyah, M., & Mukhibat, M. (2022). Mainstreaming strategies of religious moderation in madrasah. Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam, 22(1), 95–118. https://doi.org/10.21154/altahrir.v22i1.3806
Saifullah, M. G., & Istikomah, I. (2026). Analisis problematika pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada sekolah kategori terpencil di SD. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 6(2), 762–774. https://doi.org/10.51878/learning.v6i2.9475
Setiawan, A. I., Abidin, Y. Z., Rustandi, R., Sarbini, A., & Aziz, R. (2026). Transforming religious education through inclusivity: How Indonesian pesantren cultivate moderate Islamic values and da’wah practices. Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam, 9(1), 70–92. https://doi.org/10.31538/nzh.v9i1.406
Sya’bani, M. A. Y. (2021). Culture of religious moderation through the actualization of Islamic education wasatiyyah to improve religious reconnection and tolerance in Indonesia. Advances in Social Science, Education and Humanities Research, 585, 412–425. https://doi.org/10.2991/assehr.k.211020.075
Tolchah, M., Yahiji, K., Posangi, S. S., & Ainiyah, N. (2021). The contribution of the School of Peace as a religious moderation implementation. Al-Ulum, 21(1), 50–68. https://doi.org/10.30603/au.v21i1.2199
Wau, B. E. D., Tobing, A. L., Pasaribu, J., & Panjaitan, M. (2025). Analisis efektivitas kebijakan dan program anti bullying di sekolah menengah pertama (Studi kasus SMP Swasta Methodist 5 Medan). Jurnal Ilmu Sosial Dan Politik, 5(1), 106–117. https://doi.org/10.51622/jispol.v5i1.2851
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









