ANALISIS CAMPUR KODE DALAM PERCAKAPAN SISWA-SISWI DI SMA NEGERI 1 LARANTUKA KABUPATEN FLORES TIMUR
DOI:
https://doi.org/10.51878/language.v6i4.15844Keywords:
Campur Kode, Percakapan, SiswaAbstract
This study aims to describe the linguistic forms of code-mixing and identify the causal factors underlying its occurrence in student conversations at SMA Negeri 1 Larantuka, East Flores Regency. A qualitative approach utilizing a descriptive method grounded in sociolinguistic theory was employed. The data sources were obtained from the spoken interactions of 24 eleventh-grade students gathered through non-participant observation, audio recording, field note-taking, and semi-structured interviews conducted between January and March 2026. Data analysis followed the stages of data condensation, syntactic categorization, data display, and conclusion drawing. The findings from 36 identified speech corpora reveal that code-mixing manifests at three linguistic levels: the word level with 23 data (63.89%), the phrase level with 9 data (25.00%), and the clause level with 4 data (11.11%). Inner code-mixing was dominated by Larantuka Malay dialect and Lamaholot elements, whereas outer code-mixing appeared through English lexical items. The underlying causal factors include the role factor of equality among peers to foster intimacy, the informal situational register outside classroom hours, and the speakers' desire to emphasize communicative intentions and express spontaneous emotional nuances.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk campur kode pada tataran kebahasaan serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya peristiwa campur kode dalam percakapan siswa di SMA Negeri 1 Larantuka, Kabupaten Flores Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang berlandaskan pada teori sosiolinguistik. Sumber data diperoleh dari interaksi lisan 24 siswa kelas XI yang dihimpun melalui teknik simak bebas libat cakap, perekaman audio, pencatatan lapangan, dan wawancara semi-terstruktur pada periode Januari hingga Maret 2026. Analisis data dilakukan melalui tahap kondensasi data, klasifikasi satuan sintaksis, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian terhadap 36 korpus tuturan menunjukkan bahwa campur kode terwujud ke dalam tiga tataran kebahasaan, yakni tataran kata sebanyak 23 data (63,89%), tataran frasa sebanyak 9 data (25,00%), dan tataran klausa sebanyak 4 data (11,11%). Campur kode ke dalam (inner code-mixing) didominasi oleh unsur bahasa Melayu Larantuka dan bahasa Lamaholot, sedangkan campur kode ke luar (outer code-mixing) berwujud leksikon bahasa Inggris. Faktor-faktor penyebab terjadinya campur kode meliputi faktor peran kesetaraan antarsiswa untuk membangun keakraban, faktor ragam santai dalam situasi pergaulan informal di luar jam pelajaran, serta keinginan penutur untuk menegaskan maksud dan mengekspresikan emosi secara lebih spontan.
Downloads
References
Akfan, S. S. (2025). Indonesian-English code-switching in contemporary contexts: Insights from 2023–2024 data. JETLEE: Journal of English Language Teaching, Linguistics, and Literature, 5(2), 347–359. https://doi.org/10.47766/jetlee.v5i2.5937
Alfarras, R. P., & Siwi, P. (2025). Patterns and awareness of code-mixing among Indonesian youths in an English-speaking community: A sociolinguistic analysis. Journal of Language, 7(2), 400–406. https://doi.org/10.30743/jol.v7i2.12006
Chaer, A., & Agustina, L. (2004). Sosiolinguistik: Perkenalan awal. PT Rineka Cipta.
Fiantika, F. R., Wasil, M., & Jumiyati, S. (2022). Metodologi penelitian kualitatif. PT Global Eksekutif Teknologi.
Gabriella, R., & Rengkung, F. Z. (2025). Code-switching as social identity marker among Chinese-Indonesian students in urban educational settings. Jurnal Tahuri, 22(2), 157–177. https://doi.org/10.30598/tahurivol22issue2page157-177
Haerani, D., Wiyanti, S., & Fadlilah, A. (2024). Campur kode dalam penjudulan karya sastra di media literasi Wattpad: Kajian sosiolinguistik. Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 6(2), 204–217. https://doi.org/10.22236/imajeri.v6i2.13824
Hardani, Auliya, N. H., Andriani, H., Fardani, R. A., Ustiawaty, J., Utami, E. F., Sukmana, D. J., & Istiqomah, R. R. (2020). Metode penelitian kualitatif & kuantitatif. CV Pustaka Ilmu.
Hasjim, M., Arimi, S., Kushartanti, B., Arafah, B., & Taqdir. (2026). Language transformation in social media and its impact on the linguistic identity of Indonesian youth. Journal of Language Teaching and Research, 17(1), 296–305. https://doi.org/10.17507/jltr.1701.30
Hutabarat, A. N. S. (2023). Analisis campur kode dalam WhatsApp grup pertukaran mahasiswa. Sintaks: Jurnal Bahasa & Sastra Indonesia, 3(1), 21–24. https://doi.org/10.51878/sintaks.v3i1.1892
Karhi, K. L., Lawet, P. W., & Leu, Y. Y. M. (2026). Analisis bentuk abreviasi dan komposisi pada media sosial mahasiswa Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 6(4), 3641–3648. https://doi.org/10.51878/learning.v6i4.15317
Kholiq, A., Yulianto, B., Suhartono, S., Ahmadi, A., Azizan, Y. R., & Rizal, M. A. S. (2024). Campur kode dalam pemerolehan bahasa Indonesia sebagai bahasa ketiga pada mahasiswa BIPA. Arbitrer: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 6(3), 1237–1248. https://doi.org/10.30598/arbitrervol6no3hlm1237-1248
Kurniasih, N., Sobarna, C., & Afsari, A. S. (2025). Campur kode pada akun Instagram @fiksiaunurofik: Analisis sosiolinguistik berbantu mini korpus. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 4(4), 6571–6582. https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.4596
Manuhutu, M. A., Rahmadani, A. I., & Suardana, I. P. E. (2024). Language contact phenomena: A case study of Indonesian-English code-switching in social media communication. Focus: Journal Language Review, 2(2), 85–96. https://doi.org/10.62795/fjlg.v2i2.291
Marpaung, H. O., Ambarita, Y. S. A., Saqinah, A., & Rangkuti, R. (2025). Bahasa Medan in digital interaction: A sociolinguistic study of TikTok youth culture. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa, 4(3), 432–444. https://doi.org/10.55606/jurribah.v4i3.7049
Masniati, A., Alwiyah, T., Margana, M., Rumbia, A., Henaulu, A., & Badri, A. R. (2026). Code-switching and mixed morphology in multilingual social media: A thematic NVivo analysis. Inspiring: English Education Journal, 9(1), 170–187. https://doi.org/10.35905/inspiring.v9i1.16500
Nuryani, Isniah, S., & Eliya. (2021). Sosiolinguistik dalam pengajaran bahasa berbasis multikultural: Teori dan praktik penelitian. In Media.
Pande, R. (2024). Campur kode bahasa pada interaksi komunikasi mahasiswa Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka. Jurnal Balitbangda Lampung, 12(2), 145–158. https://doi.org/10.37081/jbl.v12i2.2140
Putra, I. B. R., Sudiarthi, D. N. A., Widarsini, N. P. N., Teguh, I. W., Nama, I. K., & Temaja, I. G. B. W. B. (2025). Revitalization of regional language as cultural identity in the digital era. The Eastasouth Journal of Social Science and Humanities, 3(1), 45–58. https://doi.org/10.58812/esssh.v3i01.760
Putri, R. N. (2025). Penggunaan alih kode dan campur kode dalam komunikasi sehari-hari di Stasiun Rawabuntu: Analisis sosiolinguistik. Pratyaksa: Jurnal Ilmu Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 1(3), 55–62. https://doi.org/10.51878/pratyaksa.v1i3.1420
Rahmania, A., Tresnawati, G., Nurlatipah, S., Nurkamila, S., & Lisnawati, I. (2025). Pengaruh campur kode dalam ekspresi generasi Z pada komunikasi sehari-hari. Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra), 10(4), 1238–1249. https://doi.org/10.36709/jb.v10i4.18925
Rahmawati, S. S., & Djuharie, O. S. (2026). The phenomenon of mixed Indonesian–English language on Instagram social media. Figshare. https://doi.org/10.6084/m9.figshare.31077817
Salsabila, A. N., Ngasi, A. D. E., Ulfa, M., Ahmad, J., Malik, C., & Anhar, A. (2025). Code-mixing dan code-switching dalam media sosial. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa, 4(3), 357–373. https://doi.org/10.55606/jurribah.v4i3.7217
Tianda, N. D., Wulandari, D., Turnip, L. R., Rizky, S. N., Alparwis, A. R., Siahaan, A., Saragih, D. R. C., & Harefah, M. S. (2024). Bahasa sebagai cerminan identitas personal di era digital. Garuda: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Filsafat, 2(4), 88–94. https://doi.org/10.59581/garuda.v2i4.4363
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Theresia Jawa Da Silva, Rikardus Pande, Pilipus Wai Lawet

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














