BENTUK KRITIK SOSIAL DALAM NOVEL ORANG-ORANG BIASA KARYA ANDREA HIRATA: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA
DOI:
https://doi.org/10.51878/language.v6i3.14815Keywords:
Andrea Hirata, Orang-Orang Biasa, kritik sosial, novel, sosiologi sastraAbstract
Social problems such as educational inequality, poverty, legal injustice, abuse of power, and moral decline continue to occur in society and are frequently represented in literary works. This study aims to describe the forms of social criticism contained in Andrea Hirata’s novel Orang-Orang Biasa through a sociology of literature approach. The study employed a qualitative descriptive design. The data source was the novel Orang-Orang Biasa, while the research data consisted of words, phrases, sentences, dialogues, and narrative passages containing social criticism. Data were collected through intensive reading and note-taking techniques and analyzed through identification, classification, interpretation, and conclusion drawing. The findings reveal five forms of social criticism, consisting of 19 data on education, 12 on economics, 7 on law, 9 on power, and 10 on morality, with a total of 57 data. The criticism is represented through characters, conflicts, dialogues, and events depicting unequal access to education, economic hardship, legal injustice, abuse of power, and moral problems. The findings demonstrate that Orang-Orang Biasa functions not only as a literary work with aesthetic value but also as a medium for reflecting and criticizing social realities. The novel therefore provides relevant material for critical literary studies and learning activities that encourage readers to understand social inequality, justice, responsibility, and humanity.
ABSTRAK
Persoalan sosial seperti ketimpangan pendidikan, kemiskinan, ketidakadilan hukum, penyalahgunaan kekuasaan, dan kemerosotan moral masih menjadi persoalan dalam kehidupan masyarakat dan banyak direpresentasikan dalam karya sastra. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk kritik sosial yang terdapat dalam novel Orang-Orang Biasa karya Andrea Hirata melalui pendekatan sosiologi sastra. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian berupa novel Orang-Orang Biasa, sedangkan data penelitian berupa kata, frasa, kalimat, dialog, dan bagian narasi yang mengandung kritik sosial. Data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat secara intensif, kemudian dianalisis melalui tahap identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan lima bentuk kritik sosial, yaitu kritik terhadap pendidikan sebanyak 19 data, ekonomi sebanyak 12 data, hukum sebanyak 7 data, kekuasaan sebanyak 9 data, dan moral sebanyak 10 data, dengan jumlah keseluruhan 57 data. Kritik tersebut direpresentasikan melalui tokoh, konflik, dialog, dan peristiwa yang menggambarkan ketidakmerataan akses pendidikan, kesulitan ekonomi, ketidakadilan hukum, penyalahgunaan kekuasaan, dan persoalan moral. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Orang-Orang Biasa tidak hanya berfungsi sebagai karya sastra yang memiliki nilai estetis, tetapi juga sebagai media refleksi dan kritik terhadap realitas sosial. Novel tersebut relevan digunakan sebagai bahan kajian sastra kritis yang mendorong pembaca memahami persoalan ketimpangan, keadilan, tanggung jawab, dan kemanusiaan.
Downloads
References
Aji, M. S., & Arifin, Z. (2022). Kritik sosial dalam novel Orang-Orang Oetimu karya Felix K. Nesi serta relevansinya sebagai bahan ajar di SMA: Tinjauan sosiologi sastra. ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya, 2(2), 72–82. https://doi.org/10.37304/enggang.v2i2.3885
Akmal, Y. S., Saputra, D. Y., & Andriani, R. (2026). Kritik sosial dalam lagu “Negara Lucu” perspektif wacana kritis Teun A. Van Dijk. LANGUAGE: Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra, 6(2), 96–106. https://doi.org/10.51878/language.v6i2.11199
Alsyirad, R., & Rosa, H. T. (2020). Kritik sosial dalam cerpen Langit Makin Mendung karya Kipanjikusmin: Tinjauan sosiologi sastra. Arkhais: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia, 11(1), 15–19. https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/2100137
Anshari, A., & Juanda, J. (2024). Kajian sosiologi sastra novel karya Mahfud Ikhwan dan relevansinya terhadap pembelajaran sastra. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 10(1), 680–690. https://doi.org/10.30605/onoma.v10i1.3007
Damono, S. D. (2020). Sosiologi sastra. PT Gramedia Pustaka Utama.
Fatimah, S., Agustina, E., & Chanafiah, Y. (2020). Novel Orang-Orang Biasa karya Andrea Hirata (Kajian sosiologi sastra). Jurnal Ilmiah Korpus, 4(3), 383–392. https://doi.org/10.33369/jik.v4i3.13367
Gusar, M. R. S., Manik, J. A., Sembiring, E. H. B., & Purba, K. (2026). Representasi realitas sosial dalam novel “Orang-Orang Biasa” karya Andrea Hirata: Kajian mimetik. Boraspati Journal: Journal of Bilingualism, Organization, Research Articles, Studies in Pedagogy, Anthropology, Theory, and Indigenous Cultures, 3(1), 265–278. https://doi.org/10.64674/boraspatijournal.v3i1.30
Hirata, A. (2019). Orang-orang biasa. Bentang Pustaka.
Irawan, P. C., Balqis, S. A., Riadi, B., & Prayogi, R. (2025). Kritik sosial dalam novel Tere Liye: Si Putih. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah, 10(4), 1548–1554. https://ejurnal.stkip-pessel.ac.id/index.php/kp/article/view/961
Nabilla, N. Z., & Hikmat, A. (2023). Kritik sosial dalam novel La Muli karya Nunuk Y. Kusmiana dan implikasi dalam pembelajaran sastra di SMA. Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 12(2), 231–240. https://doi.org/10.31000/lgrm.v12i2.9040
Nurgiyantoro, B. (2018). Teori pengkajian fiksi. Gadjah Mada University Press.
Nursalim, M. P., & Saputri, R. D. (2024). Kritik sosial dalam novel Resign karya Almira Bastari (Kajian sosiologi sastra). Narasi: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya, 2(2), 187–196. https://doi.org/10.30762/narasi.v2i2.3748
Pebriliana, H. K., & Devi, W. S. (2022). Kritik sosial pada tokoh Anak Bungsu dalam novel Amelia karya Tere Liye. Sastra Indonesia (Sasindo), 13(1). https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/4386028
Prihartono, R., & Suharyo, S. (2022). Analisis wacana kritis model Teun A. van Dijk dalam “#DebatKeren Papua – Budiman Sudjatmiko VS Dandhy Laksono”. Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya, 1(2), 90–96. https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/wicara/article/view/16367
Rismawati, A. E., & Sunanda, A. (2025). Efektivitas pemanfaatan novel karya Tere Liye sebagai sumber belajar Bahasa Indonesia berbasis nilai sosial di SMA. Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 9(1), 91–101. https://doi.org/10.30998/jh.v9i1.3892
Romdhoningsih, D., Pratama, R. N., & Ain, F. (2024). Tingkat minat baca mahasiswa di Provinsi Banten. Prakata: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Serta Pembelajaran, 1(1), 1–7. https://ejournal.lppmbinabangsa.ac.id/index.php/prakata/article/view/36
Saputra, D. Y., Andriani, R., Astrianingsih, D., & Pratama, R. N. (2023). Penggunaan bahasa prokem terhadap eksistensi bahasa Indonesia di kalangan mahasiswa. TEKS: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, 3(2), 81–89. https://jurnal.untirta.ac.id/index.php/teks/article/view/24239
Saputra, D. Y., Andriani, R., & Subroto, D. E. (2024). Efektivitas penggunaan e-book dalam keterampilan membaca kritis bagi mahasiswa tingkat awal. TEKS: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, 4(1), 1–8. https://jurnal.untirta.ac.id/index.php/teks/article/view/28754
Simanjuntak, T. A., Tambunan, M. A., Purba, N., Simaremare, J. A., & Safira, N. A. (2022). Analisis wacana kritis model Teun A. van Dijk pada surat kabar e-paper Harian Analisa dengan tajuk “Citayam Fashion Week Kaum Muda Pinggiran, Duta Local Pride”. Sintaks: Jurnal Bahasa & Sastra Indonesia, 2(2), 168–174. https://doi.org/10.57251/sin.v2i2.508
Soekanto, S. (2013). Sosiologi suatu pengantar (Edisi revisi). Rajawali Pers.
Sugiono, S., & Mulyono, M. (2021). Konflik antara kelompok abangan dan santri dalam novel Kantring Genjer-genjer karya Teguh Winarsho AS: Kajian sosiologi sastra. Alayasastra, 17(1), 55–71. https://doi.org/10.36567/aly.v17i1.318
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif: Untuk penelitian yang bersifat eksploratif, interpretif, interaktif, dan konstruktif (Cetakan ke-5). Alfabeta.
Ulinnuha, U., Romdhoningsih, D., Mahpudoh, Sari, R. E., Irawan, A. H., & Asi, R. S. (2024). Urgensi sastra digital melalui mata kuliah menulis sastra upaya membentuk karakter mahasiswa. TEKS: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, 4(1), 29–38. https://jurnal.untirta.ac.id/index.php/teks/article/view/28758
Wellek, R., & Warren, A. (2014). Teori kesusastraan (M. Budianta, Penerj.; Cetakan ke-5). PT Gramedia Pustaka Utama.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sri Rahayu, Diana Romdhoningsih, Desma Yuliadi Saputra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













