AN ANALYSIS OF PREFIXES IN IKA NATASSA’S NOVEL IN ARSITEKTUR CINTA

Authors

  • Esterlita Mandalahi Fakultas Sastra Universitas Methodist Indonesia, Indonesia
  • Novitasari Siagian Fakultas Sastra Universitas Methodist Indonesia, Indonesia
  • Grace Shinta Wulandari Siregar Fakultas Sastra Universitas Methodist Indonesia, Indonesia
  • Charli Marbun Fakultas Sastra Universitas Methodist Indonesia, Indonesia
  • Esron Ambarita Fakultas Sastra Universitas Methodist Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51878/language.v5i4.9108

Keywords:

Prefixes, Affixation, Indonesian Morphology, Arsitektur Cinta, Narrative Analysis

Abstract

ABSTRACT

Morphological studies in literary works are important for understanding how linguistic elements contribute to meaning construction and narrative development. This study aims to analyze the use of prefixes in the novel Arsitektur Cinta by Ika Natassa, focusing on the four most productive prefixes in Indonesian, namely di-, me-, ber-, and ter-. The research focuses on the types of prefixes used, their grammatical functions and meanings, and their contribution to character development and narrative dynamics. This study employs a qualitative descriptive method, with data collected through systematic identification, recording, and classification of prefixed words found in the novel. The analysis stages involve grouping the data based on prefix types, morphological functions, and their contextual usage in sentences. The findings show that the prefixes me- and di- are the most dominant, functioning to express actions, processes, and experiences undergone by characters, both as agents and as recipients of actions. Meanwhile, the prefixes ber- and ter- are used to depict states, spontaneous reactions, and conditions that are unintentional or static. These findings indicate that prefixes function not only grammatically but also play an important role in enriching the narrative, strengthening characterization, and supporting plot development. Thus, this study concludes that affixation is a linguistic element that makes a significant contribution to the construction of meaning and narrative dynamics in contemporary Indonesian literary works.

ABSTRAK

Kajian morfologi dalam karya sastra penting dilakukan untuk memahami bagaimana unsur kebahasaan berperan dalam pembentukan makna dan pengembangan narasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan prefiks dalam novel Arsitektur Cinta karya Ika Natassa dengan fokus pada empat prefiks yang paling produktif dalam bahasa Indonesia, yaitu di-, me-, ber-, dan ter-. Fokus permasalahan penelitian ini meliputi jenis prefiks yang digunakan, fungsi gramatikal dan maknanya, serta kontribusinya terhadap pembangunan karakter dan dinamika alur cerita. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa identifikasi, pencatatan, dan pengklasifikasian kata-kata berprefiks yang ditemukan dalam teks novel secara sistematis. Tahapan analisis dilakukan dengan mengelompokkan data berdasarkan jenis prefiks, fungsi morfologis, dan konteks penggunaannya dalam kalimat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prefiks me- dan di- merupakan prefiks yang paling dominan digunakan, yang berfungsi untuk mengekspresikan tindakan, proses, dan pengalaman yang dialami oleh tokoh, baik sebagai pelaku maupun sebagai penerima tindakan. Sementara itu, prefiks ber- dan ter- digunakan untuk menggambarkan keadaan, reaksi spontan, serta kondisi yang bersifat tidak disengaja atau statis. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan prefiks tidak hanya berfungsi secara gramatikal, tetapi juga berperan penting dalam memperkaya narasi, mempertegas karakterisasi, dan mendukung perkembangan alur cerita. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa afiksasi merupakan unsur kebahasaan yang memiliki kontribusi signifikan dalam membangun makna dan dinamika naratif dalam karya sastra Indonesia kontemporer.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ambarita, E. (2018, November). Adjectival Affixations in Toba Batak Language. A Descriptive Analysis of Adjectives. In A Proceeding of International Conference (Vol. 5, pp. 74-83). /links/5ccffbf8299bf14d957afa65/.pdf

Ambarita, E. (2019). Comparative Forms of Adjectives by Prefix um-in Toba Batak. Jurnal Littera: Fakultas Sastra Darma Agung, 1(2), 278–287. https://jurnal.darmaagung.ac.id/index.php/littera/article/view/335

Ambarita, E. (2021). Superlative Forms of Adjectives by Article na+ Prefix um-in Toba Batak. The Explora: Journal of English Linguistics and Language Teaching, 7(3). https://ejournal.uhn.ac.id/index.php/explora/article/view/454

Ambarita, E. (2022). Comparative degree of adjectives: Patterns of the suffix an in Toba Batak. Mega Press Nusantara.

Ambarita, E., Panggabean, H., & Pasaribu, D. E. L. (2025a). Excessive Adjectives Using the Multiple Affixations ma-hu in Toba Batak. Journal of Applied Linguistics, 4(2), 109–122. https://doi.org/10.52622/joal.v4i2.334

Ambarita, E., Panggabean, H., & Sembiring, E. M. (2025b). Excessive Adjectives with the Multiple Affixations pa-hu in Toba Batak. Journal of Applied Linguistics, 5(1), 18–32. https://doi.org/10.52622/joal.v5i1.412

Ambarita, E., Sembiring, E. M. B., & Simanjuntak, F. M. P. (2025, December). Verb Formations with Prefix Pa-in Toba Batak: A Study of Generative Morphology. In International Seminar of Languages, Arts and Literature Education (ISLALE 2025) (pp. 179-202). Atlantis Press. https://doi.org/10.2991/978-2-38476-501-0_18

Ambarita, E., Sibarani, R., Widayati, D., & Setia, E. (2018). Nominal Word Formations in Toba Batak Language: A Study of Generative Morphology. KnE Social Sciences, 306-320. https://www.knepublishing.com/index.php/Kne-Social/article/download/1942/4339

Asmoko, A. S., Ridwan, M., Humairoh, S., & Nuryani, N. (2024). Afiksasi dalam karangan pemelajar BIPA. Dialektika, 8(1), 33–46.

https://doi.org/10.15408/dialektika.v8i1.24771

Ayufitriani. (2021). Kaidah morfofonemik prefiks peng- dalam bahasa Indonesia. Jurnal Ilmu Budaya, 9(2), 123–134.

https://journal.unhas.ac.id/index.php/jib/article/view/14938/7573

Budiarti, D., & Faris, I. N. I. (2025). “Jangan di-read!”: Indonesian affixation to English words on social media. LITE: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya, 19(1), 1–15. https://doi.org/10.33633/lite.v19i1.7492

Faisal, M., Hamzah, R. A., & Syahreza, A. (2025). Struktur kebahasaan bahasa Indonesia dalam kajian morfologi. Jurnal Bima, 3(2), 351–360. https://doi.org/10.61132/bima.v3i2.1745

Mashud, M. W. S. (2024). Penggunaan afiksasi dalam artikel berita media daring Kompas.id. Jurnal Bahasa Daerah Indonesia, 1(3), 1–10. https://doi.org/10.47134/jbdi.v1i3.2570

Hardiani, D. R. (2025). Proses fonologis pada prefiks me- dalam bahasa Indonesia. Philosophica: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya, 2(1), 22–34. https://doi.org/10.35473/po.v2i1.238

Hasan, A. M. M. M. (2024). The power of words: Exploring language and communication in English literature. Journal of Language, Literature, Social and Cultural Studies, 2(2), Article 80. https://doi.org/10.58881/jllscs.v2i2.80

Laksanti, I. D. K. T. A. (2023). Verba berafiks me(N)— dan ber— dalam Bahasa Indonesia: Perbedaan perilaku sintaksis dan derivasinya. Deskripsi Bahasa, 6(2), 105–121. https://doi.org/10.22146/db.v6i2.9903

Lolitasari, E. Morphological Process of Affixation in Forming Code-Mixing Patterns on Instagram Quotes in 2023 to 2024. PRASASTI: Journal of Linguistics, 10(2), 198-213. https://doi.org/10.20961/prasasti.v10i2.97311

Nabilla, J. N. R., & Anekawati, F. (2024). Afiksasi pada bahasa Indonesia dalam teks sastra kontemporer. Sintaksis, 3(3), 210–223. https://doi.org/10.61132/sintaksis.v3i3.2219

Pangestuti, P. (2024). Analisis morfologi dalam penggunaan kosakata pada teks naratif. Indonesian Journal of Applied Linguistics Review, 5(2), 77–89. https://doi.org/10.21009/ijalr.52.01

Ramlan, M. (2009). Morfologi: Suatu tinjauan deskriptif. Yogyakarta: C.V. Karyono.

Saniyah, K., Mardiningsih, M., & Sugianti. (2025). Analisis penggunaan afiksasi dalam teks naratif digital. Jurnal Bahasa Indonesia, 2(2), 145–156. https://doi.org/10.59966/jbi.v2i2.1135

Saputra, G. A. W., Irawan, I. P. A., Sucipta, I. M. D., & Fazalani, R. (2025). Penggunaan afiks dalam bahasa Indonesia: Studi morfologis pada artikel berita online. Jurnal Terapi Wicara dan Bahasa, 3(2), 66–78. https://doi.org/10.59686/jtwb.v3i2.191

Susrina, Y. R., & Muliastuti, L. (2023). Error analysis on the use of affixation in Indonesian academic writing. Lingua Cultura, 12(3), 245–253.

https://doi.org/10.21512/lc.v12i3.4307

Wijaya, D., & Lestari, S. (2023). Aktivasi verba dengan prefiks me- dalam prosa modern Indonesia. Paramasastra, 11(2), 188–209. https://journal.unesa.ac.id/index.php/paramasastra/article/view/33101

Downloads

Published

2026-01-28

How to Cite

Mandalahi, E., Siagian, N., Siregar, G. S. W., Marbun, C., & Ambarita, E. (2026). AN ANALYSIS OF PREFIXES IN IKA NATASSA’S NOVEL IN ARSITEKTUR CINTA. LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 5(4), 295-303. https://doi.org/10.51878/language.v5i4.9108

Issue

Section

Articles