PENGARUH TUNTUTAN PEKERJAAN TERHADAP STRES KERJA PADA TENAGA KESEHATAN DI RSUD X

Authors

  • Esmasari Rezky Syahdanti Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
  • Lita Ariani Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
  • Dicky Listin Quarta Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

DOI:

https://doi.org/10.51878/healthy.v5i4.13525

Keywords:

Tuntutan Pekerjaan, Stres Kerja, Tenaga Kesehatan

Abstract

ABSTRACT

High job demands represent a major challenge in maintaining healthcare workers' psychological well-being while ensuring the quality of hospital services. Although the relationship between job demands and work-related stress has been widely documented, empirical evidence involving healthcare workers in regional public hospitals remains limited, highlighting the need for more context-specific investigations. This study examined the effect of job demands on work-related stress among healthcare workers at Regional Public Hospital X using a quantitative correlational design. A total of 149 healthcare workers participated in the study through a convenience sampling technique. Data were collected using the Questionnaire sur les Ressources et Contraintes Professionnelles (QRCP) and the Health and Safety Executive Work-Related Stress Scale (HSE-WRSS), and were analyzed using simple linear regression with JASP version 0.96. The findings revealed that job demands had a positive and statistically significant effect on work-related stress, accounting for 17.2% of the variance (R² = 0.172, p < 0.05). These results indicate that job demands explained 17.2% of the variation in work-related stress among healthcare workers, while the remaining 82.8% of the variance was likely attributable to other factors not included in the present research model. The findings suggest that higher job demands are associated with increased levels of work-related stress among healthcare workers and provide empirical evidence that effective management of job demands is a critical component of strategies aimed at enhancing healthcare workers' well-being and strengthening the quality of healthcare services in regional public hospitals.

ABSTRAK

Tingginya tuntutan pekerjaan menjadi salah satu tantangan utama dalam menjaga kesejahteraan psikologis tenaga kesehatan sekaligus mempertahankan mutu pelayanan rumah sakit. Meskipun hubungan antara tuntutan pekerjaan dan stres kerja telah banyak dilaporkan, bukti empiris pada tenaga kesehatan di rumah sakit daerah masih relatif terbatas sehingga konteks tersebut memerlukan kajian yang lebih spesifik. Penelitian ini menganalisis pengaruh tuntutan pekerjaan terhadap stres kerja pada tenaga kesehatan di RSUD X menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sebanyak 149 tenaga kesehatan dilibatkan sebagai responden melalui teknik convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Questionnaire sur les Ressources et Contraintes Professionnelles (QRCP) dan Health and Safety Executive Work-Related Stress Scale (HSE-WRSS), kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan perangkat lunak JASP versi 0.96. Analisis menunjukkan bahwa tuntutan pekerjaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap stres kerja dengan kontribusi sebesar 17,2% (R² = 0,172; p < 0,05). Hasil tersebut mengindikasikan bahwa tuntutan pekerjaan mampu menjelaskan 17,2% variasi stres kerja pada tenaga kesehatan, sedangkan 82,8% variasi lainnya diperkirakan dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak tercakup dalam model penelitian ini. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan tuntutan pekerjaan diikuti oleh meningkatnya kecenderungan stres kerja pada tenaga kesehatan serta memberikan bukti empiris bahwa pengelolaan tuntutan pekerjaan merupakan komponen penting dalam strategi peningkatan kesejahteraan tenaga kesehatan dan penguatan mutu pelayanan di rumah sakit daerah.

References

Alawiyah, R. (2025). Hubungan antara beban kerja dengan stres kerja pada perawat rumah sakit di Indonesia. Zahra: Journal of Health and Medical Research, 4(2), 428–435. https://felifa.net/index.php/ZAHRA/article/view/529

Amalia, F. K., Saftarina, F., Putri, D., & Rika, L. (2026). Stress kerja pada perawat di rumah sakit. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia, 6(1), 482–492. https://doi.org/10.55606/jikki.v6i1.9647

Arnis, J., Sulisna, A., & Gulo, C. N. H. (2024). Pengaruh beban kerja terhadap stres kerja perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Mitra Medika Amplas. Arus Jurnal Sosial dan Humaniora, 4(3), 2066–2073. https://doi.org/10.57250/ajsh.v4i3.837

Aulia, M. (2022). Pengaruh stres kerja terhadap kinerja karyawan PT. PLN (Persero) Area Jambi Rayon Telanaipura. Jurnal Manajemen Terapan dan Keuangan, 10(2), 261–268. https://doi.org/10.22437/jmk.v10i02.13062

Ayuningtyas, S. M., & Hendriani, W. (2021). Stres pada tenaga kesehatan saat pandemi COVID-19: Tinjauan literatur. Psikologi Konseling, 19(2), 1091. https://doi.org/10.24114/konseling.v19i2.30442

Chen, P., & Wu, L. (2022). Impact of job demands on police stress response—The roles of basic psychological needs and job autonomy. BMC Public Health, 22(1), 2275. https://doi.org/10.1186/s12889-022-14758-6

Grasiaswaty, N., Pradita, L., & Sadida, N. (2022). Health and Safety Executive Work Related Stress Scale – Indonesian Version: Reliability and convergent validity. The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health, 11(3), 402–411. https://doi.org/10.20473/ijosh.v11i3.2022.402-411

Gurugala, H. S., & Sobirin, A. (2023). Pengaruh persepsi dukungan organisasi dan tuntutan pekerjaan terhadap stres kerja pegawai dengan motivasi kerja sebagai variabel mediasi. Jurnal Multidisiplin Indonesia, 2(10), 3474–3489.

https://doi.org/10.58344/jmi.v2i10.678

Gynning, B. E., Karlsson, E., Teoh, K., Gustavsson, P., Christiansen, F., & Brulin, E. (2024). Contextualising the Job Demands–Resources model: A cross-sectional study of the psychosocial work environment across different healthcare professions. Human Resources for Health, 22(1), 77. https://doi.org/10.1186/s12960-024-00958-1

Herianti, T., & Andriani, M. (2023). Pengaruh job demands dan job resources terhadap employee well-being (Studi pada karyawan tetap yang menjalani WFH penuh atau kombinasi WFH dan WFO di Jabodetabek). Journal of Accounting, Management and Islamic Economics, 1(2), 645–658. https://doi.org/10.35384/jamie.v1i2.477

Lin, R.-T., Lin, Y.-T., Hsia, Y.-F., & Kuo, C.-C. (2021). Long working hours and burnout in health care workers: Non-linear dose-response relationship and the effect mediated by sleeping hours—A cross-sectional study. Journal of Occupational Health, 63(1), e12228. https://doi.org/10.1002/1348-9585.12228

Maatisya, Y. F., & Santoso, A. P. A. (2022). Rekonstruksi kesejahteraan sosial bagi tenaga kesehatan di rumah sakit. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, 6(3). http://dx.doi.org/10.36312/jisip.v6i3.3298

Nursyah, R., & Lukiastuti, F. (2022). Pengaruh stres kerja terhadap komitmen organisasi melalui peran persepsi dukungan organisasi pada pegawai dalam kondisi pandemi (Studi pada puskesmas se-Kabupaten Tegal). ANALISIS, 12(2), 139–163. https://doi.org/10.37478/als.v12i2.2029

Pasaribu, R., Khairani, F., Adelia, M., Putri, N. A., & Manurung, S. H. (2025). Pengaruh beban kerja dan dukungan sosial terhadap stres kerja karyawan. Jurnal Akademik Ekonomi dan Manajemen, 2(3), 642–652.

https://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jaem/article/view/5769

Pello, E., Abdi Keraf, M. K. P., Wijaya, R. P. C., & Berek, N. (2021). Occupational stress in medical workers at Naibonat Hospital. Journal of Health and Behavioral Science, 3(3), 312–320. https://doi.org/10.35508/jhbs.v3i3.4132

Resmini, R. N., & Fauziah, M. (2025). Gambaran stres kerja pada perawat di rumah sakit tahun 2025. An-Najat, 3(3), 63–69. https://doi.org/10.59841/an-najat.v3i3.3110

Rizan, M., Hanoum, F. C., & Kresnamurti, A. (2022). Peran work-life balance dan stres kerja dalam menciptakan kepuasan kerja serta pengaruhnya terhadap kualitas pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan rumah sakit di Karawang. JRMSI: Jurnal Riset Manajemen Sains Indonesia, 13(2), 306–329. https://doi.org/10.21009/JRMSI.013.2.08

Sahadewa, S., Durry, F. D., Masyarakat, I. K., Kedokteran, F., Wijaya, U., Surabaya, K., ... & Timur, J. (2024). Kesehatan mental dan stres kerja di tempat kerja: Tinjauan pustaka. Jurnal Ners, 8(1), 605–611.

https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/21221

Sumaningrum, N. D. (2022). Analysis correlation between work demands with stress labor at Laboratory X Kediri City. Medicra (Journal of Medical Laboratory Science/Technology), 5(1), 28–34. https://doi.org/10.21070/medicra.v5i1.1630

World Health Organization. (2022). Occupational health: Health workers. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/occupational-health--health-workers

Yousef, C. C., Farooq, A., Amateau, G., Abu Esba, L. C., Burnett, K., & Alyas, O. A. (2024). The effect of job and personal demands and resources on healthcare workers’ wellbeing: A cross-sectional study. PLOS ONE, 19(5), e0303769. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0303769

Yusuf, Y., Jusni, & Nurqamar, I. F. (2024). Pengaruh konflik peran ganda, beban kerja, dan lingkungan kerja pada karyawan wanita terhadap stres kerja di Pabrik Gula Arasoe dan Camming. Peradaban Journal of Economic and Business, 3(1), 1–22. https://doi.org/10.59001/pjeb.v3i1.157

Downloads

Published

2026-08-07

How to Cite

Syahdanti, E. R., Ariani, L., & Quarta, D. L. (2026). PENGARUH TUNTUTAN PEKERJAAN TERHADAP STRES KERJA PADA TENAGA KESEHATAN DI RSUD X. HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan, 5(4), 703–712. https://doi.org/10.51878/healthy.v5i4.13525

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.