MODERASI BERAGAMA PERSPEKTIF TAFSIR AL-MISHBAH KARYA M. QURAISH SHIHAB SEBAGAI PRINSIP PENDIDIKAN ISLAM

Authors

  • Azkia Faiqotun Ni’mah Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto
  • Enjang Burhanudin Yusuf Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

DOI:

https://doi.org/10.51878/educational.v5i4.8199

Keywords:

Wasathiyyah, Tafsir Maudhu'i, Pendidikan Agama Islam (PAI)

Abstract

ABSTRACT

Extremism and religious terrorism pose a serious threat to social cohesion and national stability, demanding wasathiyyah (religious moderation) as a fundamental solution. Wasathiyyah encompasses the pillars of Justice (Al-Adl), Balance (Tawazun), and Tolerance, serving as a counterweight to both limitless liberalism and rigid radicalism. Given that this phenomenon is driven by rigid textual interpretation, the integration of moderation concepts into Islamic Religious Education (PAI) is imperative. This research aims to address the gap in conceptual literature by formulating a strategic design for integrating wasathiyyah values into PAI, utilizing M. Quraish Shihab's Tafsir Al-Mishbah as the primary philosophical and methodological basis. The study employs a purely qualitative approach with a library research design, treating Tafsir Al-Mishbah as the primary data. Data was processed using Content Analysis with the Tafsir Maudhu'i (Thematic Interpretation) approach, classifying the substance of wasathiyyah within the domain of PAI. The findings indicate that the integration of wasathiyyah into PAI must be philosophically supported by Al-Attas's Concept of Din (for the balance of knowledge) and methodologically by Tafsir Maudhu'i (for comprehensive and contextual Qur'anic guidance). Practically, the strategic design includes (1) curriculum revision ensuring balance (Al-Adl and Tawazun); (2) dialogical, critical, and collaborative learning strategies; and (3) reinforcement of an anti-discrimination school culture. Student success indicators are measured by their ability to achieve Justice (Al-Adl) in critical thinking and Balance (Tawazun) in pro-social interaction. Therefore, wasathiyyah is the anti-extremism solution that must be mainstreamed in PAI. PAI must transform into an intellectual fortress that shapes balanced (mutawassit) Muslim individuals through the application of the Tafsir Maudhu'i methodology, yielding contextual guidance and measurable achievement indicators.

ABSTRAK

Ekstremisme dan terorisme berdalih agama merupakan ancaman serius bagi kohesi sosial dan stabilitas nasional, sehingga menuntut wasathiyyah (moderasi beragama) sebagai solusi fundamental. Wasathiyyah yang mencakup pilar Keadilan (Al-Adl), Keseimbangan (Tawazun), dan Toleransi adalah penyeimbang terhadap liberalisme tanpa batas dan radikalisme kaku. Mengingat fenomena ini sering dimotori oleh penafsiran dalil yang rigid, integrasi konsep moderasi ke dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi imperatif. Penelitian ini bertujuan mengisi kesenjangan literatur konseptual dengan merumuskan desain strategis untuk mengintegrasikan nilai-nilai wasathiyyah ke dalam PAI, dengan menjadikan Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab sebagai basis filosofis dan metodologis utama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif murni dengan desain studi kepustakaan (library research), menjadikan Tafsir Al-Mishbah sebagai data primer. Data diolah menggunakan metode Analisis Isi (Content Analysis) dengan pendekatan Tafsir Maudhu'i (Tematik), untuk mengklasifikasikan substansi wasathiyyah ke dalam ranah PAI (kurikulum, pedagogi, evaluasi, dan budaya sekolah). Hasil dari penelitian ini menerangkan bahwa integrasi wasathiyyah ke dalam PAI harus didukung secara filosofis oleh Konsep Din Al-Attas (untuk keseimbangan ilmu) dan secara metodologis oleh Tafsir Maudhu'i (untuk panduan Qur'ani yang utuh dan kontekstual). Secara praktis, desain strategis mencakup (1) revisi kurikulum yang seimbang (Al-Adl dan Tawazun); (2) strategi pembelajaran dialogis, kritis, dan kolaboratif; dan (3) penguatan budaya sekolah anti-diskriminasi. Indikator keberhasilan siswa diukur dari kemampuan mereka mencapai Keadilan (Al-Adl) dalam berpikir kritis dan Keseimbangan (Tawazun) dalam interaksi pro-sosial. Dengan demikian dapat dusimpulkan bahwa wasathiyyah adalah solusi anti-ekstremisme yang harus diarusutamakan dalam PAI. PAI harus bertransformasi menjadi benteng intelektual yang membentuk individu Muslim seimbang (mutawassit) melalui penerapan metodologi Tafsir Maudhu'i, sehingga menghasilkan panduan kontekstual dan indikator capaian yang terukur.

References

Abiyyah Naufal Maula. (2023). Moderasi beragama sebagai upaya pencegahan ekstremisme berbasis agama di Indonesia. Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam, 7 (2), 134–148.

https://journal.unipdu.ac.id/index.php/jppi/article/view/4876

Al-Hasyimi, M. L., & Khoirun Nisa (2024). Moderasi beragama di Indonesia dalam perspektif fiqih pemikiran Yusuf Al-Qardhawi. Jurnal Keislaman, 7(1), Article 256. https://doi.org/10.54298/jk.v7i1.256

Anifah, & Yunus, M. (2022). Implementasi wasathiyyah dalam pendidikan Islam kontemporer. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 10(2), 45–60. https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/6753

Aris Munandar, S., & Amin, S. (2025). Contemporary interpretation of religious moderation in the Qur’an: Thought analysis Quraish Shihab and its relevance in the Indonesian context. QiST: Journal of Quran and Tafseer Studies, 2(3). https://doi.org/10.23917/qist.v2i3.1448

Awwaliansyah, A. (2021). Tafsir maudhu'i dalam kurikulum PAI: Analisis relevansi kontemporer. Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam , 7(1), 22–35.

https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/1680

Esposito, JL, & Yilmaz, I. (2018). Islam dan perjuangan untuk demokrasi dan moderasi. Jurnal Demokrasi, 29 (4), 96–110. https://doi.org/10.1353/jod.2018.0064

Fauzan, A. (2021). Integrasi ilmu dan pendidikan karakter dalam perspektif Al-Attas. Jurnal Pendidikan Islam , 12(3), 101–115. http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/88266

Firnanda, R., & Husnaini, M. (2024). Islamisasi ilmu ditengah arus modernitas: Analisis tantangan dan peluang berdasarkan pandangan al-Faruqi dan al-Attas. Al-Hikmah: Jurnal Pendidikan dan Pendidikan Agama Islam, 7(2), Article 4608. https://doi.org/10.36378/al-hikmah.v7i2.4608

Hafez, MM (2017). Radikalisasi, kontra-terorisme, dan politik ketakutan. International Studies Quarterly, 61 (1), 121–133. https://doi.org/10.1093/isq/sqw047

Harto, K. (2021). Pembelajaran Pendidikan Agama Islam berwawasan wasathiyyah. Jurnal Pendidikan Islam, 12 (2), 201–214. https://journal.uinjkt.ac.id/index.php/tarbiya/article/view/18854

Hashas, M., de Ruiter, J., & Vinding, N. (2018). Imam di Eropa Barat: Perkembangan, transformasi, dan tantangan kelembagaan. Jurnal Muslim di Eropa, 7 (2), 123–138.

https://doi.org/10.1163/22117954-12341371

Jamaluddin, M., Hasib, K., & Ardiansyah, M. (2025). Islamisasi dan integrasi ilmu pengetahuan dalam perspektif Syed Muhammad Naquib al-Attas. Cognitive: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 3(3), 15–26. https://doi.org/10.61743/cg.v3i3.159

Kamalia, S. (2025). Konsep Islamisasi ilmu menurut pemikiran Syed Naquib al-Attas dan Ismail Raji al-Faruqi. IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam, 3(4), Article 2109. https://doi.org/10.61104/ihsan.v3i4.2109

Latifa, R., Fahri, M., & Mahida, N. F. (2021). Alat ukur sikap moderasi beragama (tesis). Repository UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/67063

Munandar, S. A., & Amin, S. (2023). Contemporary interpretation of religious moderation in the Qur’an: Thought analysis Quraish Shihab and its relevance in the Indonesian context. QiST: Journal of Quran and Tafseer Studies, 2(3), 290–309. https://doi.org/10.23917/qist.v2i3.1448

Muslih, M., Susanto, H., & Perdana, M. P. (2021). The paradigm of Islamization of knowledge according to SMN Al-Attas (from Islamization of science to Islamic science). Tasfiyah: Jurnal Pemikiran Islam, 5(1), 25–48. https://doi.org/10.21111/tasfiyah.v5i1.5269

Nabila A. P., & Fadlullah, M. E. (2025). Wasathiyyah (moderasi beragama) dalam perspektif Quraish Shihab. INCARE: International Journal of Educational Resources, 3(1). https://doi.org/10.59689/incare.v3i1.390

Rahmadi, R., Syahbudin, A., & Barni, M. (2025). Tafsir ayat wasathiyyah dalam Al-Qur’an dan implikasinya dalam konteks moderasi beragama di Indonesia. Jurnal Ilmiah Ilmu Ushuluddin. https://doi.org/10.18592/jiiu.v22i1.8572

Sahin, A. (2018). Isu-isu kritis dalam studi pendidikan Islam: Memikirkan kembali pedagogi Islam. British Journal of Religious Education, 40 (4), 368–381.

https://doi.org/10.1080/01416200.2017.1405796

Samsudin, S., Nasor, M., & Masykur, R. (2023). Analisis Moderasi Beragama Perspektif Yusuf Al-Qardhawi dan M. Quraish Shihab Serta Relevansinya terhadap Pendidikan Islam. JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(5), 3647-3657. https://doi.org/10.54371/jiip.v6i5.2005

Samsudin, S., Nasor, M., & Masykur, R. (2023). Analisis moderasi beragama perspektif Yusuf Al-Qardhawi dan M. Quraish Shihab serta relevansinya terhadap pendidikan Islam. JIIP – Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(5), 3647–3657. https://doi.org/10.54371/jiip.v6i5.2005

Shihab, M. Q. (2019). Wasathiyyah: Wawasan Islam tentang moderasi beragama. Tangerang: PT Lentera Hati. https://perpuskita.perpustakaandigital.com/detail/wasathiyyah--wawasan-islam-tentang-moderasi-beragama/66675 perpuskita.perpustakaandigital.com

Siregar, N., Aprison, W., Rostiana, H., Khamim, S., & Yaldi, Y. (2024). Islamisasi ilmu; telaah konsep Muhammad Naquib al-Attas dan relevansinya dengan pendidikan Islam di Indonesia. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(1), Article 11733. https://doi.org/10.23969/jp.v9i1.11733

Sulistyarini, S., & Khusnan, M. (2022). Moderasi beragama perspektif M. Quraish Shihab dalam pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, 6 (2), 189–203.

https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/jpii/article/view/14567

Sumarto, S., & Kholilah, S. (2019). Islam Nusantara dan moderasi beragama dalam masyarakat multikultural. Jurnal Sosiologi Reflektif, 13 (2), 271–286.

https://ejournal.uin-suka.ac.id/isoshum/sosiologireflektif/article/view/1624

Ulinnuha, M., & Nafisah, M. (2025). Moderasi beragama perspektif Hasbi Ash-Shiddieqy, Hamka, dan Quraish Shihab. SUHUF, 13(1). https://doi.org/10.22548/shf.v13i1.519

Ulinnuha, M., & Nafisah, Z. (2020). Moderasi beragama dalam perspektif ulama kontemporer global. Jurnal Teologia, 31 (1), 55–72.

https://doi.org/10.21580/teo.2020.31.1.XXXX

Ulinnuha, M., & Nafisah, Z. (2020). Moderasi beragama perspektif ulama kontemporer. Jurnal Teologia, 31 (1), 55–72. https://journal.walisongo.ac.id/index.php/theologia/article/view/6107

Zuhdi, M. (2018). Menantang Muslim moderat: Sekolah Muslim di Indonesia di tengah konservatisme agama. Agama, 9 (10), 310. https://doi.org/10.3390/rel9100310

Downloads

Published

2025-12-22

How to Cite

Ni’mah, A. F., & Yusuf , E. B. (2025). MODERASI BERAGAMA PERSPEKTIF TAFSIR AL-MISHBAH KARYA M. QURAISH SHIHAB SEBAGAI PRINSIP PENDIDIKAN ISLAM. EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran , 5(4), 1402-1415. https://doi.org/10.51878/educational.v5i4.8199

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.