EKSPLORASI MAKNA "TEMAN BELAJAR" BAGI SISWA KELAS II SD DALAM MEMBANGUN SEMANGAT BELAJAR
DOI:
https://doi.org/10.51878/educational.v5i4.7839Keywords:
Teman Belajar, Semangat Belajar, Siswa SD, Psikologi BelajarAbstract
Learning enthusiasm is a crucial factor in the academic achievement of elementary school students. In the second grade, social interactions with peers begin to play a significant role. This study focuses on understanding the meaning of "study buddy" from the students' own perspective and its contribution to building learning enthusiasm. It explores the meaning of "study buddy" and describes the role of study buddy in building learning enthusiasm according to second grade elementary school students. This study uses a qualitative approach with a phenomenological method. Data collection was conducted through passive participant observation and semi-structured in-depth interviews with 8 second grade elementary school students selected using a purposive sampling technique. Data were analyzed using the Miles and Huberman data analysis model (data reduction, data presentation, and conclusion drawing). The research findings reveal three main themes. First, study buddy is interpreted as a "partner in difficulty" who is there to help each other with assignments. Second, study buddy as a "source of encouragement" through behaviors such as inviting, waiting, and providing verbal motivation. Third, study buddy as a "playmate" who makes the learning process feel fun and not boring. For second-grade elementary school students, a "study buddy" is not just a nearby individual, but rather a figure who provides academic, emotional, and social support. The presence of a study buddy creates a safe, enjoyable, and supportive learning environment, which ultimately significantly builds and maintains their enthusiasm for learning. The implications of this research can be considered by teachers to further encourage and design collaborative learning activities.
ABSTRAK
Semangat belajar merupakan faktor krusial dalam pencapaian akademik siswa sekolah dasar. Di jenjang kelas II SD, interaksi sosial dengan teman sebaya mulai memegang peran penting. Penelitian ini berfokus untuk memahami makna "teman belajar" dari perspektif siswa itu sendiri dan kontribusinya dalam membangun semangat belajar. Mengeksplorasi makna "teman belajar" dan mendeskripsikan peran yang dijalankan teman belajar dalam membangun semangat belajar menurut siswa kelas II SD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan pasif dan wawancara mendalam secara semi-terstruktur terhadap 8 siswa kelas II SD yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan). Temuan penelitian mengungkap tiga tema utama. Pertama, teman belajar dimaknai sebagai "partner dalam kesulitan" yang hadir untuk saling membantu mengerjakan tugas. Kedua, teman belajar sebagai "sumber semangat" melalui perilaku mengajak, menunggu, dan memberikan motivasi verbal. Ketiga, teman belajar sebagai "teman bermain" yang menjadikan proses belajar terasa menyenangkan dan tidak membosankan. Bagi siswa kelas II SD, "teman belajar" bukan hanya sekadar individu yang berada di dekatnya, melainkan sebuah figur yang memberikan dukungan akademik, emosional, dan sosial. Keberadaan teman belajar menciptakan lingkungan belajar yang aman, menyenangkan, dan saling mendukung, yang pada akhirnya secara signifikan membangun dan menjaga semangat belajar mereka. Implikasi dari penelitian ini dapat menjadi pertimbangan bagi guru untuk lebih mendorong dan merancang aktivitas pembelajaran kolaboratif.
Downloads
References
Abidin, Z. (2020). Belajar matematika asyik dan menyenangkan. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika, 1(1), 1–4. https://doi.org/10.35339/jp2m.v1i1.1743
Aisyah, S., & Rohmani, A. H. (2025). Urgensi teori kognitivisme dan implementasinya dalam pembelajaran PAI di UPT SD Negeri 358 Gresik. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 5(3), 1095. https://doi.org/10.51878/learning.v5i3.6618
Alisti, N. M., et al. (2025). Petualangan nusantara: Model game-based learning untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam berliterasi pada materi sejarah di kelas 7 SMPN 24 Malang. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 5(3), 1363. https://doi.org/10.51878/learning.v5i3.6648
Andini, M., et al. (2024). Peran guru dalam menciptakan proses belajar yang menyenangkan. Maras: Jurnal Penelitian Multidisiplin, 2(4), 2298–2305. https://doi.org/10.60126/maras.v2i4.354
Andriana, E., et al. (2023). Pengaruh reward terhadap motivasi belajar peserta didik di kelas 1 SDN Cinanggung. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 9(5), 2456–2472. https://doi.org/10.36989/didaktik.v9i5.2078
Anggreni, D. P. D., & Rudiarta, I. W. (2022). Pengaruh teman sebaya terhadap motivasi belajar agama Hindu perspektif teori belajar sosial. Padma Sari: Jurnal Ilmu Pendidikan, 1(02), 142–151. https://doi.org/10.53977/ps.v1i02.502
Arjanggi, R., & Suprihatin, T. (2010). Metode pembelajaran tutor teman sebaya meningkatkan hasil belajar berdasar regulasi-diri. Makara Human Behavior Studies in Asia, 14(2), 91–97. https://doi.org/10.7454/mssh.v14i2.666
Azizah, W. A., et al. (2024). Program inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan karakter siswa SD. Reativ Publisher.
Cahyani, A. R. D. (2024). Strategi guru dalam menerapkan pendekatan humanistik untuk membangun kepercayaan diri siswa kelas V di SDN Karang Anyar 1. Jurnal PGMI UNIGA, 3(1), 50–59. https://journal.uniga.ac.id/index.php/jpgmi/article/view/3642
Dwijantie, J. S. (2024). Perencanaan pembelajaran PAUD: Menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan edukatif. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 10(4). https://doi.org/10.31949/educatio.v10i4.8690
Herlina, E., et al. (2025). Potret awal self-efficacy siswa SMP pada materi zat aditif. SCIENCE: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA, 5(1), 333. https://doi.org/10.51878/science.v5i1.4630
Karma, I. N., et al. (2023). Analisis kesulitan belajar Bahasa Indonesia peserta didik kelas IVA SDN 32 Cakranegara. Journal of Classroom Action Research, 5(2), 1–11. https://doi.org/10.29303/jcar.v5i2.3082
Kurniawan, D., et al. (2024). Analisis pengalaman belajar siswa melalui penerapan pendekatan pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan. Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar, 3(1), 27–35. https://doi.org/10.56855/jpsd.v3i1.921
Kusumawati, R., et al. (2024). Peran keluarga dan teman sebaya dalam membentuk identitas sosial. JSPH: Jurnal Sosial Politik Humaniora, 1(1), 24–32. https://doi.org/10.61250/jsph.v1i1.30
Kuswidyawati, D., et al. (2025). Penerapan bimbingan kelompok dengan media video dan praktik penyusunan jadwal kegiatan untuk mengurangi prokrastinasi akademik. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(3), 1218. https://doi.org/10.51878/social.v5i3.7033
Masardi, D. A. (2025). Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning berbantu media interaktif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar IPAS peserta didik kelas 5 SDN Gogodalem 1. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(3), 941. https://doi.org/10.51878/social.v5i3.6865
Nabila, N., et al. (2025). Penerapan model kolaborasi sosial untuk membangun karakter positif siswa di SD Muhammadiyah Gilipanda Kota Bima. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(1), 284. https://doi.org/10.51878/social.v5i1.5148
Nasution, N. C. (2018). Dukungan teman sebaya dalam meningkatkan motivasi belajar. Al-Hikmah: Jurnal Dakwah, 12(2), 159–174. https://doi.org/10.24260/al-hikmah.v12i2.1154
Palyanti, M. (2023). Media pembelajaran asik dan menyenangkan untuk meningkatkan motivasi belajar mahasiswa dalam mata kuliah Bahasa Indonesia. Attractive: Innovative Education Journal, 5(2), 1014–1026. https://doi.org/10.51278/attractive.v5i2.831
Pratiwi, M. D., et al. (2022). Implementasi bimbingan teman sebaya dalam keaktifan belajar siswa kelas IV SDN Paron 1. Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 11(2), 415. https://doi.org/10.33578/jpfkip.v11i2.8879
Purba, A. Z., et al. (2025). Implikasi perkembangan peserta didik dalam pembelajaran di kelas 6 SD. Katalis Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Matematika, 2(1), 172–183. https://doi.org/10.55719/kp.v2i1.1090
Rahman, R. N., et al. (2025). Analisis implementasi profil pelajar Pancasila dimensi bernalar kritis dan kreatif dalam pembelajaran IPAS. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(3), 1107. https://doi.org/10.51878/social.v5i3.6518
Rahmawati, R., et al. (2024). Analisis dampak penggunaan media sosial TikTok pada kepercayaan diri siswa SMKN 2 Mataram. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 4(4), 535. https://doi.org/10.51878/social.v4i4.3791
Sabrina, S., & Siregar, H. L. (2025). Penanaman karakter toleransi dalam pembelajaran PPKn untuk meminimalisir perilaku perundungan pada siswa kelas IX SMP Negeri 20 Medan tahun pelajaran 2024/2025. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(3), 1318. https://doi.org/10.51878/social.v5i3.7218
Samudera, M. T. (2025). Strategi guru kelas dalam mengembangkan self esteem siswa Sekolah Dasar Bina Anak Shaleh Kota Pasuruan [Skripsi/Tesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim]. Repository UIN Malang. http://etheses.uin-malang.ac.id/66596/
Sari, M. (2023). Penanaman nilai-nilai agama Islam dalam pembentukan karakter dan etika siswa di tingkat sekolah dasar. Al-Mujahadah: Islamic Education Journal, 1(1), 54–71. https://doi.org/10.51806/al-mujahadah.v1i1.53
Sunarti, S. (2021). Metode mengajar kreatif dalam menciptakan pembelajaran yang menyenangkan. Jurnal Perspektif, 13(2), 129–137. https://journal.unismuh.ac.id/index.php/perspektif/article/view/5888
Sutadi, B., & Vidya, A. (2022). Implementasi Merdeka Belajar di sekolah dasar. Ananta Vidya.
Wati, D. A., et al. (2025). Pendidikan sebagai katalis perubahan: Membangun masyarakat masa depan. Penerbit KBM Indonesia.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













