MODEL COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PELAKSANAAN PROGRAM DESA TANGGUH BENCANA

Authors

  • Ilham Nurul Khoiri Universitas Merdeka Madiun
  • Endang Murti Univeristas Merdeka Madiun
  • Agus Wiyaka Univeristas Merdeka Madiun

DOI:

https://doi.org/10.51878/community.v6i2.13185

Keywords:

Collaborative Governance, destana, kesiapsiagaan, mitigasi, partisipasi

Abstract

The high vulnerability to hydrometeorological disasters in urban areas demands the strengthening of community preparedness independently and sustainably through a collaboration-based approach among actors. This study analyzes the implementation of the Disaster Resilient Village/Sub-district (Destana) program in Nambangan Kidul Sub-district, Madiun City, to map the cooperative relationship patterns between the government, Regional Disaster Management Agency (BPBD), sub-district, volunteers, and the community. The analytical framework evaluates four dimensions of collaborative governance: starting conditions, institutional design, facilitative leadership, and collaborative processes. This qualitative case study research collected data through observation, in-depth interviews, and documentation, which were analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The evaluation results indicate that the implementation of Destana has been running quite well through role division, disaster training, simulations, and the utilization of digital communication channels. Nevertheless, substantive obstacles remain, such as operational budget constraints, the lack of specific standard operating procedures at the sub-district level, and uneven community participation. This study concludes that collaborative governance is able to strengthen local community preparedness, although its sustainability requires institutional capacity building and cross-sectoral coordination synchronization.

ABSTRAK

Tingginya kerentanan bencana hidrometeorologi di kawasan perkotaan menuntut penguatan kesiapsiagaan masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan melalui pendekatan berbasis kolaborasi antaraktor. Penelitian ini menganalisis implementasi program Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (Destana) di Kelurahan Nambangan Kidul, Kota Madiun, guna memetakan pola hubungan kerja sama antara pemerintah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kelurahan, relawan, dan masyarakat. Kerangka analisis mengevaluasi empat dimensi collaborative governance, yaitu kondisi awal, desain kelembagaan, kepemimpinan fasilitatif, dan proses kolaboratif. Penelitian kualitatif studi kasus ini mengumpulkan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, yang dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil evaluasi mengindikasikan bahwa pelaksanaan Destana berjalan cukup baik melalui pembagian peran, pelatihan kebencanaan, simulasi, dan pemanfaatan saluran komunikasi digital. Meskipun demikian, hambatan substantif masih ditemukan berupa keterbatasan anggaran operasional, ketiadaan standar operasional prosedur khusus tingkat kelurahan, serta partisipasi warga yang belum merata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa collaborative governance mampu memperkuat kesiapsiagaan komunitas lokal, namun keberlanjutannya memerlukan penguatan kapasitas kelembagaan serta sinkronisasi koordinasi lintas sektor.

 

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alhadi, Z., Permana, I., Putera, R. E., Eriyanti, F., Yusran, R., Hidayat, R., Fajri, H., & Riandini, O. (2026). Policy capacity and local disaster management effectiveness: Assessing institutional performance in Rokan Hulu Regency, Indonesia. International Journal of Safety and Security Engineering, 16(1), 29–42. https://doi.org/10.18280/ijsse.160103

Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032

BNPB. (2012). Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 1 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Desa/Kelurahan Tangguh Bencana. Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

BNPB. (2025). Infografis peta sebaran penanganan kejadian bencana wilayah Kota Madiun tahun 2025. BPBD Kota Madiun.

Emerson, K., Nabatchi, T., & Balogh, S. (2012). An integrative framework for collaborative governance. Journal of Public Administration Research and Theory, 22(1), 1–29. https://doi.org/10.1093/jopart/mur011

Ilham, F., & Alhadi, Z. (2025). Peran pemerintah dalam mitigasi bencana banjir bandang di Nagari Bukik Batabuah Kabupaten Agam. Jurnal Teori dan Riset Administrasi Publik, 9(2), 89–98. https://doi.org/10.24036/jtrap.v9i2.167

Imaduddina, A. H., Widodo, W. H. S., & Sasongko, I. (2023). Kajian kerentanan bencana gempa bumi berdasarkan perspektif multitemporal. Prosiding SEMSINA, 45–52. https://doi.org/10.1234/semsina.v2023.2023

Lestari, L. W., Qibtiyah, N. D. M. A., Nugraha, I. C., Qibtiyah, M., & Shafira, S. (2024). Mitigasi bencana banjir melalui normalisasi Daerah Aliran Sungai Beringin dan pemanfaatan flood early warning system di Kelurahan Mangkang Wetan. Region: Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif, 19(1), 211. https://doi.org/10.20961/region.v19i1.65726

Mardiyanta, A., & Ermawan, D. (2023). Gray area between policy success and failure: Assessing the degree of success of Law Number 7 of 2016 in the salt industrialization program in West Nusa Tenggara Province. Masyarakat, Kebudayaan dan Politik, 36(1), 156–171. https://doi.org/10.20473/mkp.v36i12023.156-171

McNaught, R. (2024). The application of collaborative governance in local level climate and disaster resilient development – A global review. Environmental Science and Policy, 151, Article 103627. https://doi.org/10.1016/j.envsci.2023.103627

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2023). Qualitative data analysis. SAGE Publications.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Napir, S. (2019). Model collaborative governance dalam pelaksanaan program Desa Online di Kabupaten Pohuwato. Kybernan: Jurnal Studi Kepemerintahan, 5(2), 41–50. https://doi.org/10.35326/kybernan.v5i2.404

Newig, J., Challies, E. D., Jager, N. W., Kochskaemper, E., & Adzersen, A. (2018). The environmental performance of participatory and collaborative governance: A framework of causal mechanisms. Policy Studies Journal, 46(2), 269–297. https://doi.org/10.1111/psj.12209

Portal Satu Data. (2025). Data kejadian bencana Kota Madiun. Pemerintah Kota Madiun.

Priadi, A. (2024). Model of collaborative governance in housing provision (Study on social rehabilitation program of uninhabitable houses in Prabumulih City South Sumatra Province). KnE Social Sciences. https://doi.org/10.18502/kss.v9i18.16352

Punjabi, S., Misra, S., Rippy, M. A., & Grant, S. B. (2026). Collaborative communities, brokers, and integrators in a convergence research team: A social network analysis. Minerva. https://doi.org/10.1007/s11024-026-09643-0

Rachman, M. G., Zelvany, Z. T., & Favali, F. E. (2025). Analisis risiko kebencanaan Indonesia untuk mendukung kebijakan publik. Journal of Infrastructure Policy and Management, 8(1), 12–24. https://doi.org/10.1234/jipm.v8i1.2025

Royani, N., & Agusna, P. (2025). Kolaborasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah dengan masyarakat dalam menanggulangi bencana banjir bandang di Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan. Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP), 109–130. https://doi.org/10.33701/jpkp.v7i2.5426

Sasmito, L., Supranoto, Indriastuti, S., Prayitno, H., & Sawir, M. (2026). From symbolic compliance to strategic action: Local governance and the implementation of Indonesia’s stunting reduction policy. SN Social Sciences, 6(5). https://doi.org/10.1007/s43545-026-01448-y

Savari, M., Jafari, A. J., & Sheheytavi, A. (2024). The impact of social capital to improve rural households’ resilience against flooding: Evidence from Iran. Frontiers in Water, 6. https://doi.org/10.3389/frwa.2024.1393226

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Susanti, R., Hidir, A., Kadarisman, Y., Widodo, T., Risdayati, & Amin, M. L. (2025). Community social capital as a strategy to reduce the risk of flood disasters in Pelalawan Regency. SOSIOEDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan dan Sosial, 14(4), 3997–4008. https://doi.org/10.36526/sosioedukasi.v14i4.6945

Wicaksana, G. T., Mulyono, J., & Arifiyanti, J. (2025). Modal sosial dalam mitigasi struktural banjir: Studi kasus forum pengurangan risiko bencana di DAS Kalijompo. Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA), 8(2), 218. https://doi.org/10.30829/jisa.v8i2.25630

Zaki, A. S., Safoora, A., Sajid, I., & Hassan, Z. (2025). Leading through facilitation: Transforming collaboration, trust, and change readiness in Maldivian institutions. International Journal of Social Science and Human Research, 8(11). https://doi.org/10.47191/ijsshr/v8-i11-87

Downloads

Published

2026-08-17

How to Cite

Khoiri, I. N., Murti, E., & Wiyaka, A. (2026). MODEL COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PELAKSANAAN PROGRAM DESA TANGGUH BENCANA . COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(2), 1363–1377. https://doi.org/10.51878/community.v6i2.13185

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.