COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://jurnalp4i.com/index.php/community <p><strong>COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat</strong> diterbitkan 2 kali setahun (April dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan <em>Education Training Centre </em>UNESA. Jurnal ini berisi tulisan/artikel hasil Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat.<br /><strong>e-ISSN : 2797-0159</strong><strong>| </strong><strong>p-ISSN :</strong> <strong>2797-0574</strong></p> Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia en-US COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2797-0574 PEMENUHAN HAK KESEHATAN BALITA DALAM RANGKA PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PELAKSANAAN POSYANDU KELILING DI KABUPTEN LUMAJANG https://jurnalp4i.com/index.php/community/article/view/1220 <p>The fulfillment of the rights of children under five in the health sector, among others, is carried out through Posyandu activities, with a scheduled and planned implementation pattern, and refers to Law Number 36 of 2009 concerning Health and Law Number 25 of 2009 concerning Public Services. However, during the Covid-19 pandemic, activities that are usually carried out in a closed room were forced to undergo changes, namely requiring cadres to pick up the ball to the target object, so that toddlers do not lose their rights to support growth at their golden age as well as anticipate stunting. The aim is to examine juridically related to efforts to fulfill children's health rights, on the elements of compatibility of weight and height, nutritional adequacy, emotional stability, and so on, even though the situation has limitations. The method used to review the implementation of the Mobile Posyandu is through a legal approach (juridish approach) as a material for monitoring the accuracy of the program with policies determined by the Regional Government, and a case approach (case approach) as an evaluation material for the success of activities related to the intended final achievement. As a result, juridically, the implementation of the Mobile Posyandu is very much in accordance with the provisions of the Health Protocol, which does not require toddlers and pregnant women to meet face-to-face with many people, but monitoring their health, including the anticipation of stunting, is still carried out by cadres who move from house to house, so as to minimize the risk of stunting. Covid-19 transmission. Meanwhile, socially, the presence of cadres to the homes of children under five is clear evidence that health services for children under five are still a concern of the Regional Government in addition to being busy dealing with the pandemic. Thus, Mobile Posyandu can be a strategic alternative model in an effort to provide health services for toddlers, without deviating from the applicable laws and regulations.</p> <p><strong>ABSTRAK <br></strong>Pemenuhan hak anak balita di bidang kesehatan, diantaranya dilakukan melalui kegiatan Posyandu, dengan pola pelaksanaan terjadwal dan terencana, dan mengacu pada Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan serta Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Namun di masa pandemi Covid-19, kegiatan yang biasanya dilaksanakan dalam satu ruang tertutup terpaksa mengalami perubahan, yakni mengharuskan kader melakukan jemput bola terhadap obyek yang dituju, sehingga para balita tidak sampai kehilangan hak-haknya untuk menunjang pertumbuhan di usia emasnya sekaligus mengatisipasi terjadinya stunting. Tujuannya untuk mengkaji secara yuridis terkait upaya memenuhi hak kesehatan balita, pada unsur kesesuaian berat dan tinggi badan, kecukupan gizi, kestabilan emosi, dan sebagainya, meskipun situasinya ada keterbatasan. Metode yang digunakan untuk mengkaji pelaksanaan Posyandu Keliling adalah melalui pendekatan hukum (<em>yuridish approacht</em>) sebagai bahan monitoring ketepatan program dengan kebijakan yang ditentukan oleh Pemerintah Daerah, dan pendekatan kasus (<em>case approacht</em>) sebagai bahan evaluasi terhadap keberhasilan kegiatan berkaitan dengan capaian akhir yang dituju. Hasilnya, secara yuridis pelaksanaan Posyandu Keliling sangat sesuai dengan ketentuan Protokol Kesehatan, yang tidak mengharuskan para balita dan ibu hamil bertatap muka dengan orang banyak, namun pemantauan kesehatannya termasuk antisipasi terjadinya stunting, tetap terlaksana oleh kader yang bergerak dari rumah ke rumah, sehingga dapat meminimalisir penularan Covid-19. Sedangkan secara sosial, kehadiran kader ke rumah para balita menjadi bukti nyata bahwa pelayanan kesehatan balita, tetap menjadi perhatian Pemerintah Daerah disamping kesibukannya mengatasi pandemi. Dengan demikian Posyandu Keliling bisa menjadi alternatif model yang strategis dalam upaya memberikan pelayanan kesehatan bagi balita, tanpa menyimpang dari peraturan perundang-undangan yang berlaku.</p> ANIES MARSUDIATI PURBADIRI TITIS SRIMURNI Copyright (c) 2022 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2022-06-08 2022-06-08 2 1 1 11 10.51878/community.v2i1.1220 PENYULUHAN HYGIENI DAN SANITASI MAKANAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI PUKESMAS AIR TAWAR KOTA PADANG https://jurnalp4i.com/index.php/community/article/view/1317 <p>Food Sanitation Prevents food contamination with substances thatcan cause health problems, it is necessary to apply food sanitation.Food sanitation is an effort to secure and save foodto keep it clean. Food sanitation is efforts food hygiene and safety so as not to expose a danger of poisoning anddisease in humans. In order to maintain public health, it is necessarysupervision of the manufacture and supply of food ingredients anddrinks so as not to endanger public health. Talking about sanitationfood, problems concerning the nutritional value or the compositionfood ingredients that suit the needs of the body, less attention. Food sanitation more emphasized on supervision of the manufacture andprovision of food so as not to endanger health. Hygiene Goalsand Food Sanitation Food hygiene and sanitation is an effort tocontrol the factors of food, people, places and equipment that canor may cause disease or health problems.</p> <p><strong>ABSTRAK<em> <br /></em></strong>Sanitasi Makanan Mencegah kontaminasi makanan dengan zat-zat yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan diperlukan penerapan sanitasi makanan. Sanitasi makanan adalah usaha untuk mengamankan dan menyelamatkan makanan agar tetap bersih. Sanitasi makanan adalah upaya-upaya yang ditujukan untuk kebersihan dan keamanan makanan agar tidak menimbulkan bahaya keracunan dan penyakit pada manusia. Untuk memelihara kesehatan masyarakat perlu sekali pengawasan terhadap pembuatan dan penyediaan bahan-bahan makanan dan minuman agar tidak membahayakan kesehatan masyarakat. Membicarakan sanitasi makanan, permasalahan yang menyangkut nilai gizi ataupun mengenai komposisi bahan makanan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, kurang diperhatikan. 6 Sanitasi makanan lebih ditekankan pada pengawasan terhadap pembuatan dan penyediaan bahan makanan agar tidak membahayakan kesehatan. Tujuan Hygiene dan Sanitasi Makanan Hygiene dan sanitasi makanan adalah upaya untuk mengendalikan faktor makanan, orang, tempat dan perlengkapannya yang dapat atau mungkin dapat menimbulkan penyakit atau gangguan kesehatan.</p> YUSTI SIANA MHD NURHUDA RINITA AMELIA MUHAMAD IVAN EFRIZA EFRIZA RAHMA TRI YANA Copyright (c) 2022 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2022-07-12 2022-07-12 2 1 12 15 10.51878/community.v2i1.1317 SOSIALISASI PROTOKOL KESEHATAN DAN RAMADHAN PEDULI COVID 19 https://jurnalp4i.com/index.php/community/article/view/1393 <p>Socialization of health protocols in the month of Ramadan is very much needed by the community. The implementation of community service was attended by 150 residents representing RW 007 Perwira Village, North Bekasi. Based on the news from the website Bekasi.bps.go.id. Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) is an infectious disease caused by Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). The method used in this activity is by direct exposure to socialization on the page of the University of Bina Sarana Informatika, Kaliabang Campus. The implementation of crowd restrictions by regulating arrival times, implementing social distancing, wearing the right masks, washing hands with soap and running water, and reducing mobility is given during the distribution of Ramadan gifts. This is done to remind the camp to the public regarding the implementation of health protocols in the month of Ramadan. From the results of the study, it can be concluded that the community still does not understand the importance of implementing health protocols and the lack of socialization related to health protocols. Community service implementers hope that during worship, iftar together or gathering with extended families, they will continue to apply health protocols to break the chain of COVID-19 in the community and family.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Sosialisasi protokol kesehatan di bulan Ramadhan sangat diperlukan oleh masyarakat. Pelaksanaan pengabdian masyarakat diikuti oleh 150 warga yang mewakili RW 007 Kelurahan Perwira, Bekasi Utara. Berdasarkan berita dari website bekasi.bps.go.id<em>. </em><em>Coronavirus Disease</em> 2019 (Covid-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh <em>Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus</em> 2 (SARS-CoV-2). Metode yang digunakan dalam kegiatan ini dengan cara pemaparan sosialisasi secara langsung pada Halaman Universitas Bina Sarana Informatika Kampus Kaliabang. Penerapan pembatasan kerumunan dengan mengatur waktu kedatangan, pemberlakuan jaga jarak<em>, </em>memakai masker yang benar, cara mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, dan mengurangi mobilitas diberikan saat pembagian bingkisan Ramadhan. Hal ini dilakukan guna mengingatkan kem kepada masyarakat mengenai penerapan protokol kesehatan dibulan Ramadhan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa masyarakat masih belum memahami pentingnya menerapkan protokol kesehatan dan kurangnya sosialisasi terkait protokol kesehatan. Pelaksana pengabdian masyarakat berharap pada saat ibadah, buka puasa bersama maupun berkumpul dengan keluarga besar tetap menerapkan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai COVID – 19 di lingkungan masyarakat dan keluarga.</p> DONNA EKAWATY CHANISSA PURWANINGRUM Copyright (c) 2022 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2022-08-03 2022-08-03 2 1 16 20 10.51878/community.v2i1.1393