COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
https://jurnalp4i.com/index.php/community
<p><strong>COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat | <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/11570">Terakreditasi Sinta 5</a></strong> diterbitkan 2 kali setahun (April dan Oktober) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berafiliasi dengan Perguruan Tinggi Indonesia. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji tulisan/artikel hasil Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. <br /><strong>e-ISSN : 2797-0159</strong><strong>| </strong><strong>p-ISSN :</strong> <strong>2797-0574</strong></p>Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesiaen-USCOMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat2797-0574PENINGKATAN DAYA SAING UMKM MELALUI DIGITALISASI PEMASARAN PRODUK PADA MEDIA SOSIAL TIKTOK
https://jurnalp4i.com/index.php/community/article/view/8201
<p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p>The development of digital technology encourages micro, small, and medium enterprises (MSMEs) to adopt social media–based marketing strategies in order to enhance business visibility and competitiveness. However, many traditional MSMEs still face limitations in digital literacy and remain dependent on conventional marketing practices, as experienced by UD Sumber Genteng. This community service activity focuses on strengthening the partner’s digital capacity through mentoring in the use of the TikTok platform as a product promotion medium. The stages of the activity include identifying the partner’s needs, mentoring in the establishment of a digital identity, training in content planning and production that highlights the roof tile manufacturing process, and an initial evaluation of the partner’s readiness to manage digital marketing independently. The results indicate an improvement in the partner’s understanding of the importance of digital identity, enhanced ability to develop more targeted and authentic promotional content, and initial readiness to implement social media–based marketing strategies in a sustainable manner. This activity concludes that optimizing TikTok as a marketing medium has the potential to expand market reach and improve the competitiveness of traditional MSMEs, provided it is supported by continuous mentoring and consistency in digital content management.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Perkembangan teknologi digital mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengadopsi strategi pemasaran berbasis media sosial guna meningkatkan visibilitas dan daya saing usaha. Namun, sebagian UMKM tradisional masih menghadapi keterbatasan literasi digital dan ketergantungan pada pola pemasaran konvensional, sebagaimana dialami oleh UD Sumber Genteng. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada peningkatan kapasitas digital mitra melalui pendampingan pemanfaatan platform TikTok sebagai sarana promosi produk. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan mitra, pendampingan pembentukan identitas digital, pelatihan perencanaan dan produksi konten yang menonjolkan proses pembuatan genteng, serta evaluasi awal kesiapan mitra dalam mengelola pemasaran digital secara mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mitra terhadap pentingnya identitas digital, kemampuan menyusun konten promosi yang lebih terarah dan autentik, serta kesiapan awal dalam menerapkan pemasaran berbasis media sosial secara berkelanjutan. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa optimalisasi TikTok sebagai media pemasaran berpotensi memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing UMKM tradisional apabila didukung oleh pendampingan berkelanjutan serta konsistensi dalam pengelolaan konten digital.</p>Mulyani MulyaniRiska Nadya SariSelpiana SelpianaTarisa OktaviaTika Rahmawati
Copyright (c) 2026 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-022026-01-02611910.51878/community.v6i1.8201STRATEGI BPBD PROVINSI JAWA TIMUR DALAM MENSOSIALISASIKAN PENTINGNYA MITIGASI BENCANA ALAM
https://jurnalp4i.com/index.php/community/article/view/8480
<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>The high level of vulnerability to natural disasters in East Java Province necessitates well-planned pre-disaster mitigation strategies, particularly through the strengthening of disaster education for communities. In this context, the Regional Disaster Management Agency (BPBD) of East Java Province plays a strategic role in designing and implementing disaster mitigation socialization for educational institutions and the general public. This study aims to analyze the disaster mitigation socialization strategies implemented by the BPBD of East Java Province in both formal and non-formal educational settings, as well as to identify the supporting and inhibiting factors influencing their implementation. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through in-depth interviews and documentation of disaster education programs. The data were analyzed thematically to capture strategic patterns and implementation dynamics. The findings indicate that the BPBD of East Java Province implements disaster mitigation socialization through various programs, including the School-Based Disaster Risk Reduction (SPAB) initiative, disaster training and simulation activities, the utilization of disaster education facilities, and the use of print and digital media. These strategies contribute to improving understanding, risk awareness, and preparedness among target groups, although their implementation continues to face challenges such as limited resources, varying levels of disaster literacy, and the wide geographical coverage of service areas. The study concludes that the effectiveness of education-based disaster mitigation socialization is strongly influenced by strengthened cross-sectoral collaboration, the involvement of local actors, and sustained institutional support as key prerequisites for long-term success.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Tingginya tingkat kerawanan bencana alam di Provinsi Jawa Timur menuntut adanya strategi mitigasi prabencana yang terencana, khususnya melalui penguatan edukasi kebencanaan bagi masyarakat. Dalam konteks tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur berperan strategis dalam merancang dan melaksanakan sosialisasi mitigasi bencana bagi kelompok pendidikan dan masyarakat umum. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi sosialisasi mitigasi bencana yang diterapkan oleh BPBD Provinsi Jawa Timur pada ranah pendidikan formal dan nonformal, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan dokumentasi terhadap program edukasi kebencanaan yang dilaksanakan. Data dianalisis secara tematik untuk menggambarkan pola strategi dan dinamika pelaksanaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPBD Provinsi Jawa Timur mengimplementasikan sosialisasi mitigasi bencana melalui berbagai program, antara lain Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), pelatihan dan simulasi kebencanaan, pemanfaatan sarana edukasi bencana, serta penggunaan media cetak dan digital. Strategi tersebut berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman, kesadaran risiko, dan kesiapsiagaan kelompok sasaran, meskipun masih dihadapkan pada keterbatasan sumber daya, variasi tingkat literasi kebencanaan, dan luasnya cakupan wilayah layanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas sosialisasi mitigasi bencana berbasis pendidikan sangat dipengaruhi oleh penguatan kolaborasi lintas sektor, keterlibatan aktor lokal, serta dukungan kelembagaan yang berkelanjutan sebagai prasyarat keberhasilan jangka panjang.</p>Dewi Masrifah
Copyright (c) 2026 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-022026-01-0261101710.51878/community.v6i1.8480PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MELALUI PENGGUNAAN TEKNOLOGI DALAM MENDESAIN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ARTIFICIAL INTELLIGENCE DAN LITERASI ABAD 21
https://jurnalp4i.com/index.php/community/article/view/8258
<p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p>The rapid development of <em>Artificial Intelligence</em> (AI) technology presents significant opportunities to create personalized, adaptive, and learning environments aligned with 21st-century literacy demands. However, at the primary education level, many teachers still face limitations in professional competence when integrating AI into instructional media and learning tools. This community service program aimed to enhance elementary school teachers’ capacities in designing and implementing AI-based learning media effectively. The program was conducted at SD Islam Plus YLPI Pekanbaru and involved 32 teachers over a three-day period. The implementation employed <em>Participatory Training</em> and <em>Collaborative Learning</em> approaches through material presentations, hands-on practice, group discussions, and continuous mentoring. The training materials covered 21st-century literacy, fundamental concepts of AI in education, and the utilization of AI-based platforms such as Canva AI, ChatGPT, and Quillionz. The results indicated a notable improvement in teachers’ conceptual understanding and technical skills in leveraging AI to develop interactive, creative, and contextual learning media. Participants were able to produce digital learning media prototypes and integrate them into their instructional planning. Furthermore, the active and collaborative interactions during the training enhanced teachers’ confidence in independently adopting and sustainably implementing AI-based educational technologies in classroom practices.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Perkembangan teknologi <em>Artificial Intelligence</em> (AI) membuka peluang besar dalam menghadirkan pembelajaran yang personal, adaptif, dan relevan dengan tuntutan literasi abad ke-21. Namun, pada jenjang pendidikan dasar, masih ditemukan keterbatasan kompetensi profesional guru dalam mengintegrasikan AI ke dalam media dan perangkat pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru sekolah dasar dalam merancang dan mengimplementasikan media pembelajaran berbasis AI secara efektif. Kegiatan dilaksanakan di SD Islam Plus YLPI Pekanbaru dengan melibatkan 32 guru dan berlangsung selama tiga hari. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan <em>Participatory Training</em> dan <em>Collaborative Learning</em> melalui pemaparan materi, praktik langsung, diskusi kelompok, serta pendampingan berkelanjutan. Materi pelatihan mencakup literasi abad ke-21, konsep dasar AI dalam pendidikan, serta pemanfaatan platform berbasis AI seperti Canva AI, ChatGPT, dan Quillionz. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman konseptual dan keterampilan teknis guru dalam memanfaatkan AI untuk mengembangkan media pembelajaran yang interaktif, kreatif, dan kontekstual. Guru mampu menghasilkan prototipe media pembelajaran digital dan mengintegrasikannya ke dalam perangkat pembelajaran yang digunakan di kelas. Selain itu, interaksi yang aktif dan kolaboratif selama pelatihan turut meningkatkan kepercayaan diri guru dalam mengadopsi teknologi pembelajaran berbasis AI secara mandiri dan berkelanjutan.</p>Laili RahmiDea Mustika
Copyright (c) 2026 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-022026-01-0261182510.51878/community.v6i1.8258MAKANAN BERGIZI SEIMBANG UNTUK PENCEGAHAN STUNTING DI KABUPATEN MOJOKERTO
https://jurnalp4i.com/index.php/community/article/view/8775
<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Stunting remains a chronic nutritional problem that is commonly found in rural areas, including Mojokerto Regency, and has serious implications for child growth and development. This community service activity aimed to enhance the knowledge and awareness of mothers with young children and <em>posyandu</em> cadres regarding stunting prevention through balanced nutrition education and the utilization of local food resources. The activity was implemented using an educational and participatory approach, including socialization sessions, nutrition counseling, interactive discussions, and hands-on assistance in preparing nutritious local food–based meals. The program targeted mothers of children under five, <em>posyandu</em> cadres, and members of the village community. The results indicated an improvement in participants’ understanding of the importance of balanced nutrition, appropriate parenting practices, age-appropriate child feeding, and the use of local food such as pumpkin as an alternative nutritious complementary food. In addition, the activity encouraged positive behavioral changes, particularly in regular child growth monitoring at <em>posyandu</em>. Overall, this community-based nutrition socialization contributed positively to stunting prevention efforts and strengthened community participation in improving child health and development outcomes.</p> <p> </p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Stunting merupakan permasalahan kronis gizi yang masih banyak ditemukan di wilayah pedesaan, termasuk Kabupaten Mojokerto, dan berdampak serius terhadap kualitas tumbuh kembang anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu balita serta kader posyandu mengenai pencegahan stunting melalui sosialisasi gizi seimbang dan pemanfaatan pangan lokal. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui sosialisasi, penyuluhan gizi, diskusi interaktif, serta pendampingan praktik pengolahan makanan berbahan pangan lokal bergizi. Sasaran kegiatan meliputi ibu balita, kader posyandu, dan masyarakat desa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya gizi seimbang, pola asuh yang tepat, praktik memberikan makan anak sesuai usia, serta pemanfaatan pangan lokal seperti labu kuning sebagai alternatif MP-ASI Bergizi. Kegiatan ini juga mendorong perubahan sikap masyarakat dalam melakukan pemantauan pertumbuhan balita secara rutin di posyandu. Secara keseluruhan, sosialisasi gizi berbasis komunitas ini memberikan kontribusi positif dalam upaya pencegahan stunting dan penguatan peran masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak.</p>Saadatul AthiyaIsa Anshori
Copyright (c) 2026 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-062026-01-0661263310.51878/community.v6i1.8775PENDAMPINGAN PENGELOLAAN DANA DESA DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA SUMBERTEBU KABUPATEN MOJOKERTO
https://jurnalp4i.com/index.php/community/article/view/8774
<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Village Funds are a strategic government instrument to promote rural development and community empowerment in a sustainable manner. However, their implementation often faces challenges, particularly limited administrative capacity of village officials and suboptimal community participation in planning and program implementation. This community service activity aimed to assist the government and community of Sumbertebu Village, Bangsal District, Mojokerto Regency, in managing Village Funds in a more participatory, accountable, and empowerment-oriented manner. The methods applied included joint problem identification with community partners, participatory program planning, implementation of mentoring activities, as well as monitoring and evaluation. The mentoring focused on strengthening the capacity of village officials in Village Fund administration, optimizing the role of the village-owned enterprise (BUMDes) as a driver of the local economy, and enhancing community understanding of village development programs. The results indicate an improvement in village officials’ understanding of Village Fund governance principles, strengthened functions of BUMDes in supporting local economic activities, and increased community participation in development and empowerment initiatives. Overall, this community service activity contributes to improved Village Fund governance and the sustainable enhancement of community welfare in Sumbertebu Village.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Dana Desa merupakan instrumen strategi pemerintah dalam mendorong pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa secara berkelanjutan. Namun dalam pelaksanaannya, pemanfaatan Dana Desa masih menghadapi berbagai kendala, terutama keterbatasan kapasitas aparatur desa dan belum optimalnya partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan program. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi pemerintah dan masyarakat Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, dalam pengelolaan Dana Desa agar lebih partisipatif, akuntabel, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi identifikasi permasalahan bersama mitra, perencanaan program secara partisipatif, pelaksanaan pendampingan, serta pemantauan dan evaluasi. Pendampingan difokuskan pada penguatan kapasitas aparatur desa dalam pengelolaan administrasi Dana Desa, optimalisasi peran BUMDes sebagai penggerak ekonomi lokal, serta peningkatan pemahaman masyarakat terhadap program pembangunan desa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman aparatur desa terhadap prinsip tata kelola Dana Desa, penguatan fungsi BUMDes, serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan pembangunan dan pemberdayaan. Kegiatan ini memberikan kontribusi pada penguatan tata kelola Dana Desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Sumbertebu secara berkelanjutan.</p>Fiki Hurin BaridahIsa Anshori
Copyright (c) 2026 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-062026-01-0661344210.51878/community.v6i1.8774PENGUATAN SISTEM KETENAGAKERJAAN KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT MELALUI PENYUSUNAN DAN IMPLEMENTASI RENCANA TENAGA KERJA DAERAH (RTKD) 2025–2029
https://jurnalp4i.com/index.php/community/article/view/8718
<p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p>Regional labor development plays a crucial role in promoting economic growth and enhancing the quality of human resources. In West Seram Regency, relatively favorable labor conditions continue to face challenges related to the limited availability of integrated and data-driven labor information systems and planning frameworks. This situation may hinder the sustainability of labor development if not addressed through systematic interventions. This community service initiative focuses on strengthening the regional labor system through assistance in the preparation and implementation of the Regional Labor Plan (RTKD) for the 2025–2029 period. The approach involved policy planning assistance conducted over a 90-day period, encompassing the collection and processing of labor data, the projection of labor supply and demand based on economic growth elasticity, and cross-sectoral coordination among local government institutions. The results indicate the establishment of a structured and integrated labor database, the formulation of medium-term labor projections, and the development of evidence-based labor policies, strategies, and programs. In addition, the activity enhanced the capacity of local government officials to utilize the RTKD as a reference for policy decision-making. Overall, this community service activity demonstrates that data-driven labor planning assistance is effective in strengthening more focused, measurable, and sustainable regional labor governance and has the potential to be replicated in regions with similar characteristics.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pembangunan ketenagakerjaan di tingkat daerah merupakan elemen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Di Kabupaten Seram Bagian Barat, capaian ketenagakerjaan yang relatif baik masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan sistem informasi dan perencanaan ketenagakerjaan yang terintegrasi serta berbasis data. Kondisi tersebut berpotensi menghambat keberlanjutan pembangunan ketenagakerjaan apabila tidak ditangani secara sistematis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini difokuskan pada penguatan sistem ketenagakerjaan daerah melalui pendampingan penyusunan dan implementasi Rencana Tenaga Kerja Daerah (RTKD) periode 2025–2029. Metode yang digunakan berupa pendampingan perencanaan kebijakan selama 90 hari kalender yang meliputi pengumpulan dan pengolahan data ketenagakerjaan, penyusunan proyeksi persediaan dan kebutuhan tenaga kerja berdasarkan elastisitas pertumbuhan ekonomi, serta koordinasi lintas perangkat daerah. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya basis data ketenagakerjaan yang terstruktur dan terintegrasi, tersusunnya proyeksi tenaga kerja jangka menengah, serta dirumuskannya arah kebijakan, strategi, dan program ketenagakerjaan yang lebih berbasis bukti. Selain itu, kegiatan ini turut meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah daerah dalam memanfaatkan RTKD sebagai acuan pengambilan kebijakan. Secara keseluruhan, pengabdian ini menegaskan bahwa pendampingan perencanaan ketenagakerjaan berbasis data efektif dalam memperkuat tata kelola ketenagakerjaan daerah yang terarah, terukur, dan berkelanjutan, serta berpotensi direplikasi pada daerah dengan karakteristik serupa.</p>Pahrul Idham KalikyAndiah Nurhaeny
Copyright (c) 2026 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-072026-01-0761435210.51878/community.v6i1.8718IOT UNTUK EFISIENSI PETERNAKAN UNGGAS SKALA RUMAHAN DALAM PROGRAM MANDIRI PANGAN
https://jurnalp4i.com/index.php/community/article/view/8632
<p>The home-scale poultry farming sector in rural areas still faces challenges due to manual management that causes instability in the cage environment, waste of feed, and high poultry mortality rates. This condition hinders productivity and is contrary to the vision of the Food Independence Program which encourages village-based food sovereignty. This service activity aims to increase the efficiency and productivity of home-scale poultry farming through the implementation of an <em>Internet of Things </em>(IoT)-based automation system in Mlilir Village, Grobogan Regency. The participatory action research approach is applied through six stages: preparation, socialization, installation of IoT prototypes, technical training, intensive mentoring, and monitoring and evaluation during the trial period. The developed IoT system consists of temperature, humidity, and light sensors, feed and drinking water automation mechanisms, as well as a mobile interface based on ESP32 and Bardi Smart devices. The implementation has succeeded in stabilizing the cage environment, saving feed by up to 12%, reducing poultry mortality by 15%, and increasing the independence of farmers in operating technology. This activity proves that IoT-based appropriate technology can be an effective solution for the modernization of micro farms. The main contribution of the activity is the integration of digital technology with the national policy of Mandiri Pangan, as well as strengthening the digital literacy-based empowerment model at the village level.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Sektor peternakan unggas skala rumahan di pedesaan masih menghadapi tantangan akibat pengelolaan manual yang menyebabkan ketidakstabilan lingkungan kandang, pemborosan pakan, dan tingginya angka kematian unggas. Kondisi ini menghambat produktivitas dan bertentangan dengan visi Program Mandiri Pangan yang mendorong kedaulatan pangan berbasis desa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas peternakan unggas skala rumahan melalui implementasi sistem otomasi berbasis <em>Internet of Things </em>(IoT) di Desa Mlilir, Kabupaten Grobogan. Pendekatan participatory action research diterapkan melalui enam tahap: persiapan, sosialisasi, instalasi prototipe IoT, pelatihan teknis, pendampingan intensif, serta monitoring dan evaluasi selama periode uji coba. Sistem IoT yang dikembangkan terdiri atas sensor suhu, kelembaban, dan cahaya, mekanisme otomatisasi pakan dan air minum, serta antarmuka mobile berbasis ESP32 dan perangkat Bardi Smart. Implementasi berhasil menstabilkan lingkungan kandang, menghemat pakan hingga 12%, menurunkan angka kematian unggas sebesar 15%, dan meningkatkan kemandirian peternak dalam mengoperasikan teknologi. Kegiatan ini membuktikan bahwa teknologi tepat guna berbasis IoT dapat menjadi solusi efektif untuk modernisasi peternakan mikro. Kontribusi utama kegiatan adalah integrasi teknologi digital dengan kebijakan nasional Mandiri Pangan, sekaligus memperkuat model pemberdayaan berbasis literasi digital di tingkat desa.</p>M. Hafidz AhdiansyahDhega FebiharsaFuad Abdillah
Copyright (c) 2026 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-072026-01-0761536210.51878/community.v6i1.8632PENINGKATAN KOMPETENSI GURU SMA AL-FURQAN JEMBER MELALUI WORKSHOP DEEP LEARNING BERBANTUAN AI
https://jurnalp4i.com/index.php/community/article/view/8410
<p>Digital transformation in education requires teachers not only to master technology but also to integrate it into <em>meaningful</em> <em>learning</em> practices. This community service program aimed to enhance the competencies of teachers at SMA Al-Furqan Jember in implementing deep <em>learning</em> supported by artificial intelligence (AI). The activity was conducted through an intensive <em>workshop</em> involving 16 teachers from various subject areas, focusing on strengthening AI literacy, understanding the concepts of deep <em>learning</em> namely <em>meaningful</em>, <em>mindful</em>, and <em>joyful learning</em> and utilizing Padlet TA and Gimkit as <em>learning</em> platforms. The implementation methods included needs analysis, theoretical and practical training sessions, as well as evaluation through pre-tests, post-tests, questionnaires, and interviews. The results showed an improvement in teachers’ competencies in designing AI-assisted lesson plans, developing interactive <em>learning</em> activities, and understanding deep <em>learning</em> concepts more comprehensively. Teachers also expressed positive responses to the use of Padlet and Gimkit, as these tools were considered effective in increasing student engagement and <em>learning</em> creativity. This program demonstrates that practice-based mentoring is effective in supporting the sustainable implementation of deep <em>learning</em> in school-based instruction.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Transformasi digital dalam pendidikan menuntut guru tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu mengintegrasikannya dalam pembelajaran yang bermakna. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru SMA Al-Furqan Jember dalam menerapkan pembelajaran <em>deep learning</em> berbantuan kecerdasan buatan (AI). Kegiatan dilaksanakan melalui <em>workshop</em> intensif yang melibatkan 16 guru dari berbagai mata pelajaran, dengan fokus pada penguatan literasi AI, pemahaman konsep <em>deep learning</em> yang meliputi <em>meaningful, mindful</em>, dan <em>joyful learning</em>, serta pemanfaatan platform Padlet TA dan Gimkit. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, pelatihan teori dan praktik, serta evaluasi melalui <em>pre-test, post-test</em>, angket, dan wawancara. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi guru dalam menyusun perangkat pembelajaran berbantuan AI, merancang aktivitas pembelajaran interaktif, serta memahami konsep pembelajaran mendalam secara lebih komprehensif. Guru juga memberikan respons positif terhadap penggunaan Padlet dan Gimkit karena dinilai mampu meningkatkan keterlibatan dan kreativitas dalam pembelajaran. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendampingan berbasis praktik efektif dalam mendorong implementasi pembelajaran <em>deep learning</em> secara berkelanjutan di sekolah.</p>Randi Pratama MurtikusumaErvin OktavianingtyasDinawati TrapsilasiwiRobiatul Adawiyah
Copyright (c) 2026 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-082026-01-0861637210.51878/community.v6i1.8410PEMBERDAYAAN UMKM MELALUI STRATEGI PEMASARAN DAN PELATIHAN PRODUKSI ES PISANG IJO BAGI MASYARAKAT
https://jurnalp4i.com/index.php/community/article/view/8342
<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play an important role in local economic development, yet they are often constrained by limited production skills and marketing strategies. This community service program aims to enhance MSME capabilities through training in making <em>es pisang ijo</em> and marketing strategies for the community of Jorong Ujung Padang, Nagari Tanjung. The activities were conducted using a descriptive qualitative approach with a Participatory Action Research (PAR) model. The stages of the program included socialization of MSME concepts and marketing strategies, practical training on making <em>es pisang ijo</em> (ingredient preparation, cooking, serving, and packaging), and promotion training through social media. The results showed that participants, particularly women and young women, were highly enthusiastic and actively engaged in discussions and practical activities. The program successfully improved participants’ knowledge and skills in producing <em>es pisang ijo</em> as well as their understanding of simple marketing strategies. The main conclusion of this program is that the community recognizes <em>es pisang ijo</em> as a promising business opportunity to increase household income and support local economic development, while also encouraging sustainable local potential–based economic independence that is adaptive to market demands.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>UMKM berperan penting dalam pembangunan ekonomi lokal, namun sering terkendala oleh keterbatasan keterampilan produksi dan strategi pemasaran. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapabilitas UMKM melalui pelatihan pembuatan es pisang ijo dan strategi pemasaran bagi masyarakat Jorong Ujung Padang, Nagari Tanjung. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif deskriptif menggunakan model <em>Participatory Action Research</em> (PAR). Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi konsep UMKM dan strategi pemasaran, pelatihan praktik pembuatan es pisang ijo (persiapan bahan, pemasakan, penyajian, pengemasan), dan pelatihan promosi melalui media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan peserta, khususnya perempuan dan remaja putri, sangat antusias dan aktif berpartisipasi dalam diskusi maupun praktik. Kegiatan berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memproduksi es pisang ijo serta memahami strategi pemasaran sederhana. Kesimpulan utama dari kegiatan ini adalah masyarakat menyadari es pisang ijo sebagai peluang usaha yang menjanjikan untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga dan mendukung pembangunan ekonomi lokal<strong>, </strong>serta mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal yang berkelanjutan dan adaptif terhadap kebutuhan pasar.</p>Dony NovaliendryWahdatul AuliaAdrian Rama PutraAnita Ica RiskiaDwi Ayu AzizaHulwa Zuhrahriani HibatullahSelma Eka PutriVega Lovita
Copyright (c) 2026 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-082026-01-0861738210.51878/community.v6i1.8342PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI EDUKASI EKOWISATA DIGITAL DAN KEGIATAN REKREASI ALAM DI DESA AIQ BERIK, KABUPATEN LOMBOK TENGAH
https://jurnalp4i.com/index.php/community/article/view/7486
<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Aiq Berik Village in Central Lombok has significant ecotourism potential, but its development is hampered by low digital literacy, weak tourism institutions, and minimal integration between conservation and public health. This community service program aims to empower the community through an interdisciplinary approach that integrates ecotourism education, digital skills training, development of nature recreation activities, and institutional strengthening. This program was implemented for a duration of 2 days involving 15 youth participants and village officials. The methods used include participatory workshops, hands-on training (learning by doing), and intensive mentoring. The program results show a significant increase in community understanding of sustainable ecotourism, as measured by pre- and post-tests with an average increase above 85%. In addition, this program has succeeded in producing concrete outputs in the form of a youth-managed digital promotion channel, the initiation of an edu-recreation program, and the formation of the “Aiq Berik Lestari” Tourism Awareness Group (Pokdarwis). This program has successfully laid the foundation for the transformation of Aiq Berik Village into an independent and sustainable digital ecotourism destination, by breaking the cycle of stagnation through local capacity building. The sustainability of this program depends on community commitment and infrastructure support from relevant stakeholders.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Desa Aiq Berik di Lombok Tengah memiliki potensi ekowisata yang signifikan, namun pengembangannya terhambat oleh rendahnya literasi digital, lemahnya kelembagaan pariwisata, dan minimnya integrasi antara konservasi dan kesehatan masyarakat. Program pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pendekatan interdisipliner yang mengintegrasikan edukasi ekowisata, pelatihan keterampilan digital, pengembangan kegiatan rekreasi alam, dan penguatan kelembagaan. Program ini dilaksanakan selama durasi 2 hari dengan melibatkan jumlah peserta 15 pemuda dan aparat desa. Metode yang digunakan meliputi workshop partisipatif, pelatihan praktik langsung (<em>learning by doing</em>), dan pendampingan intensif. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman masyarakat tentang ekowisata berkelanjutan, yang terukur melalui <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em> dengan peningkatan rata-rata di atas 85%. Selain itu, program ini berhasil menghasilkan luaran konkret berupa kanal promosi digital yang dikelola pemuda, inisiasi program edu-rekreasi, serta terbentuknya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Program ini berhasil meletakkan fondasi bagi transformasi Desa Aiq Berik menjadi destinasi ekowisata digital yang mandiri dan berkelanjutan, dengan memutus siklus stagnasi melalui peningkatan kapasitas lokal. Keberlanjutan program ini bergantung pada komitmen masyarakat dan dukungan infrastruktur dari pemangku kepentingan terkait.</p>Maulidin MaulidinIrna Ningsih Amalia RachmaM. Ary IrawanHastuti Diah IkawatiZul Anwar
Copyright (c) 2026 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-102026-01-1061839110.51878/community.v6i1.7486IMPLEMENTASI KEWIRAUSAHAAN BERBASIS LINGKUNGAN: PEMBUATAN LILIN AROMA TERAPI DARI LIMBAH MINYAK JELANTAH
https://jurnalp4i.com/index.php/community/article/view/8842
<p> </p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kewirausahaan berbasis lingkungan adalah konsep bisnis yang menekankan penggunaan inovasi dan kreativitas untuk mengatasi masalah lingkungan dan keberlanjutan. Pendekatan ini bertujuan tidak hanya bisnis yang menghasilkan keuntungan finansial, tetapi juga berdampak positif pada lingkungan. Peluang bisnis yang berbasis lingkungan diantaranya adalah daur ulang dan pengelolaan limbah. Minyak jelantah merupakan salah satu limbah yang dapat didaur ulang dan dimanfaatkan sebagai bahan baku suatu produk. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat tentang kewirausahaan berbasis lingkungan dan memberikan pelatihan tentang pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi sebagai suatu peluang bisnis. Sasaran dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah para pelaku UMKM di Kelurahan Rejosari Semarang Timur. Target yang ingin dicapai adalah masyarakat dapat memahami tentang kewirausahaan berbasis lingkungan, dan dapat menerapkannya sebagai suatu usaha yang menghasilkan keuntungan finansial. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah metode sosialisasi, edukasi dan pelatihan. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang Kewirausahaan barbasis lingkungan, peningkatan semangat berwirausaha berbasis lingkungan, kesadaran terhadap lingkungan yang aman dari pencemaran dan peningkatan kemampuan mengelola limbah minyak jelantah menjadi produk yang bernilai ekonomis. Kegiatan ini diharapkan bisa membangkitkan ide-ide kreatif bagi para peserta pengabdian untuk berwirausaha berbasis lingkungan.</p> <p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p>Environmentally based entrepreneurship is a business concept that emphasizes the use of innovation and creativity to address environmental and sustainability issues. This approach aims not only for businesses to generate financial profits, but also to have a positive impact on the environment. Environmentally based business opportunities include recycling and waste management. Used cooking oil is a type of waste that can be recycled and used as a raw material for a product. The purpose of this community service program is to educate the public about environmentally based entrepreneurship and provide training on utilizing used cooking oil into aromatherapy candles as a business opportunity. The target of this community service program is MSMEs in Rejosari Village, East Semarang. The target to be achieved is for the community to understand environmental-based entrepreneurship and be able to apply it as a business that generates financial profits. The methods of implementing community service program activities are socialization, education, and training. The results of this community service program are increased knowledge and understanding of environmental-based entrepreneurship, increased enthusiasm for environmental-based entrepreneurship, awareness of a safe environment from pollution, and increased ability to manage used cooking oil waste into products with economic value. This activity is expected to generate creative ideas for community service participants to become environmentally based entrepreneurs.</p>Tri Endang YaniTotok WibisonoSujito Sujito
Copyright (c) 2026 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-122026-01-12619210110.51878/community.v6i1.8842PELATIHAN PENGGUNAAN MAIL MERGE MICROSOFT WORD UNTUK KEGIATAN ADMINISTRASI YANG EFEKTIF BAGI GURU DAN STAF TPQ BINA UMMAH
https://jurnalp4i.com/index.php/community/article/view/8841
<p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk administrasi lembaga pendidikan. Namun, observasi di TPQ Bina Ummah menunjukkan bahwa sebagian staf belum menguasai penggunaan fitur TIK secara optimal, khususnya Mail Merge pada Microsoft Word, sehingga proses administrasi masih dilakukan secara manual, memakan waktu lebih lama, dan rawan kesalahan. Penelitian ini bertujuan memberikan pelatihan Mail Merge kepada staf dan guru TPQ Bina Ummah untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi administrasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan tahapan ceramah, demonstrasi, diskusi, dan praktik langsung menggunakan modul latihan. Data dikumpulkan melalui observasi, catatan partisipasi, dan dokumentasi hasil latihan, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menilai pemahaman dan kemampuan peserta. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan keterampilan peserta dari rata-rata skor <em>pretest</em> 57,0 menjadi 85,6 pada <em>posttest</em>, dengan peningkatan kemampuan teknis, kreativitas, kemandirian, serta pemahaman menyeluruh dalam pengelolaan dokumen administrasi. Pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi kerja, akurasi dokumen, dan kesiapan staf serta guru menghadapi transformasi digital. Secara keseluruhan, integrasi Mail Merge dan pelatihan berbasis praktik memberikan dampak positif bagi kualitas administrasi TPQ Bina Ummah dan dapat menjadi model yang direplikasi di lembaga pendidikan nonformal lain dengan keterbatasan sumber daya teknologi.</p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>The development of Information and Communication Technology (ICT) has significantly transformed various aspects of life, including educational administration. However, observations at TPQ Bina Ummah indicate that some staff have not fully mastered ICT features, particularly the Mail Merge function in Microsoft Word, causing administrative processes to be manual, time-consuming, and prone to errors. This study aimed to provide Mail Merge training to the staff and teachers of TPQ Bina Ummah to improve administrative efficiency and accuracy. A descriptive qualitative method was employed, involving lectures, demonstrations, discussions, and hands-on practice with training modules. Data were collected through direct observation, participant notes, and documentation of practice results, then analyzed descriptively to assess participants’ understanding and skills. The training results showed an improvement in participants’ skills, with the average pretest score increasing from 57.0 to 85.6 in the posttest, enhancing technical abilities, creativity, independence, and overall document management competence. The training proved effective in improving work efficiency, document accuracy, and staff readiness for digital transformation. Overall, the integration of Mail Merge and practice-based training positively impacted the quality of administration at TPQ Bina Ummah and can serve as a replicable model for other nonformal educational institutions with limited technological resources.</p>Firstianty Wahyuhening FibrianyBaginda Oloan LubisEri RianaSantoso Setiawan
Copyright (c) 2026 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-122026-01-126110210910.51878/community.v6i1.8841PENGEMBANGAN SISTEM ANGGARAN SEDERHANA (ANGGARAN KAS DAN PENJUALAN) UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PENGELOLAAN KEUANGAN PADA PABRIK TEMPE GUNUNG SULAH
https://jurnalp4i.com/index.php/community/article/view/8370
<p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p>Unstructured financial management remains a major problem among micro and small enterprises, including the Gunung Sulah Tempe Factory, resulting in weak cash flow control and inadequate business planning. This study aims to design and implement a simple budgeting system consisting of a cash budget and a sales budget to improve the effectiveness of financial management and business resilience. The study employs a qualitative descriptive approach, with data collected through observation, in-depth interviews with the business owner, and analysis of available financial documents. The research stages include identifying initial conditions, developing budget formats tailored to business characteristics, implementing the budgets in operational activities, and evaluating the effectiveness of their application. The results indicate that the simple budgeting system improves the regularity of financial record-keeping, helps the business owner project cash flows and set sales targets more rationally, and reduces the risk of cash shortages. Therefore, the implementation of a simple budgeting system not only supports more effective financial management but also contributes to enhancing the resilience and sustainability of micro enterprises with limited resources and accounting knowledge.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pengelolaan keuangan yang belum terstruktur masih menjadi permasalahan utama pada usaha mikro dan kecil, termasuk Pabrik Tempe Gunung Sulah, yang berdampak pada lemahnya pengendalian arus kas dan perencanaan usaha. Penelitian ini bertujuan merancang dan menerapkan sistem anggaran sederhana berupa anggaran kas dan anggaran penjualan sebagai upaya meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan dan ketahanan usaha. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan pemilik usaha, serta analisis dokumen keuangan. Tahapan penelitian meliputi identifikasi kondisi awal, penyusunan format anggaran sesuai karakteristik usaha, penerapan dalam kegiatan operasional, dan evaluasi hasil implementasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem anggaran sederhana mampu meningkatkan keteraturan pencatatan keuangan, membantu pemilik usaha dalam memproyeksikan arus kas dan menetapkan target penjualan secara lebih rasional, serta mengurangi risiko kekurangan dana. Dengan demikian, penerapan anggaran sederhana tidak hanya mendukung pengelolaan keuangan yang lebih efektif, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan resiliensi dan keberlanjutan usaha mikro dengan keterbatasan sumber daya dan pemahaman akuntansi.</p>Ruli HaryantoEka ApriliaNani NaniSevika Nopa LiaSyifa Azzahra
Copyright (c) 2026 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-142026-01-146111011910.51878/community.v6i1.8370PKM PENDAMPINGAN PEMANDU WISATA DALAM MENGINTEGRASIKAN TOURISM DISCOURSE, STORYTELLING, DAN ISTILAH PARIWISATA BERBAHASA INGGRIS
https://jurnalp4i.com/index.php/community/article/view/8194
<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>The ability of tour guides to use contextual, communicative, and discourse-based English remains limited, resulting in information delivery that has not yet been able to create meaningful tourism experiences for international tourists in a professional, adaptive manner oriented toward the needs of today’s global travelers. This program aims to enhance tour guides’ competencies in integrating tourism discourse, storytelling, and English tourism terminology as effective communication strategies in the global tourism era. The PKM employed interactive training, guiding simulations, field practice at tourist sites, and continuous mentoring as its main methods. The implementation stages included needs analysis, training on tourism discourse and storytelling concepts, practice in using English tourism terminology, and evaluation and reflection. The results indicate significant improvements in tour guides’ confidence, communicative competence, and narrative skills in conveying cultural, historical, and local uniqueness information in a more coherent and engaging manner. The main conclusion is that a discourse-based teaching approach is effective in strengthening tour guides’ communicative competence and contributes to enhancing the image of community-based tourist destinations in a sustainable way.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Masih terbatasnya kemampuan pemandu wisata dalam menggunakan bahasa Inggris yang kontekstual, komunikatif, dan berbasis wacana, sehingga penyampaian informasi belum mampu membangun pengalaman wisata yang bermakna bagi wisatawan mancanegara secara profesional, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan wisatawan global masa kini. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pemandu wisata dalam mengintegrasikan <em>tourism discourse</em>, <em>storytelling</em>, dan istilah pariwisata berbahasa Inggris sebagai strategi komunikasi yang efektif di era pariwisata global. Metode pelaksanaan PKM meliputi pelatihan interaktif, simulasi pemanduan, praktik lapangan di objek wisata, serta pendampingan berkelanjutan. Tahapan kegiatan mencakup analisis kebutuhan, pelatihan konsep <em>tourism discourse</em> dan <em>storytelling</em>, praktik penggunaan istilah pariwisata berbahasa Inggris, serta evaluasi dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, serta keterampilan naratif pemandu wisata dalam menyampaikan informasi budaya, sejarah, dan keunikan lokal secara lebih koheren dan komunikatif. Simpulan utama dari kegiatan ini adalah bahwa pendekatan <em>discourse-based teaching</em> efektif dalam memperkuat kompetensi komunikatif pemandu wisata dan berkontribusi pada penguatan citra destinasi wisata berbasis masyarakat secara berkelanjutan.</p>Ajeng SetyoriniDias Andris SusantoAndi PriyolistiyantoNurul Fatimatus Sholihah
Copyright (c) 2026 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-152026-01-156112013010.51878/community.v6i1.8194PERAN DIGITALISASI SISTEM PEGADAIAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN NASABAH
https://jurnalp4i.com/index.php/community/article/view/8942
<p>The rapid development of digital technology has encouraged service transformation in financial institutions, including PT Pegadaian (Persero). One form of this transformation is the implementation of the Tring digital system as an integrated service platform for customers. This article aims to examine the role of the Tring digitalization system in improving customer service quality at Pegadaian. The method employed is a community service (abdimas) approach using a descriptive qualitative design, conducted through preparation, implementation, and evaluation stages. Data were collected through observation, assistance in using the Tring application, and short interviews with customers and service officers. The results indicate that the Tring system enhances service speed, accessibility, data accuracy, and transaction security, leading to more efficient customer experiences. However, limited digital literacy among some customers remains a challenge, highlighting the need for continuous assistance. In conclusion, the Tring system plays a significant role in improving Pegadaian’s service quality and has strong potential to support inclusive digital financial services.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Perkembangan teknologi digital mendorong transformasi layanan pada lembaga jasa keuangan, termasuk PT Pegadaian (Persero). Salah satu bentuk transformasi tersebut adalah penerapan sistem digital Tring sebagai platform layanan terintegrasi bagi nasabah. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran digitalisasi sistem Tring Pegadaian dalam meningkatkan kualitas pelayanan nasabah. Metode yang digunakan adalah pengabdian kepada masyarakat (abdimas) dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan dilakukan melalui observasi, pendampingan penggunaan aplikasi Tring, serta wawancara singkat dengan nasabah dan petugas layanan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa digitalisasi sistem Tring mampu meningkatkan kecepatan dan kemudahan layanan, meningkatkan keakuratan serta keamanan data transaksi, dan memberikan pengalaman layanan yang lebih efisien bagi nasabah. Meskipun demikian, masih ditemukan kendala berupa keterbatasan literasi digital pada sebagian nasabah sehingga diperlukan pendampingan berkelanjutan. Simpulan menunjukkan bahwa sistem Tring berperan penting dalam peningkatan kualitas pelayanan Pegadaian dan berpotensi mendukung pengembangan layanan keuangan digital yang lebih inklusif.</p> <p> </p>Hasinah HasinahSulastri Irbayuni
Copyright (c) 2026 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-152026-01-156113114010.51878/community.v6i1.8942ANALISIS KEDISIPLINAN SISWA SMPN 10 SALATIGA MENYIKAPI PEMUTARAN LAGU INDONESIA RAYA SETIAP PUKUL 10.00 WIB
https://jurnalp4i.com/index.php/community/article/view/8948
<p>Student discipline in responding to the playing of the Indonesian national anthem is an important part character of nationalism and respect for national symbols in the school environment. However, in practice, there are still variations in student responses, ranging from punctuality in standing, awareness of following the rules, to respectful behavior while the song is playing. This study aims to analyze the discipline of students at SMP 10 Salatiga in responding to the playing of the Indonesia Raya every day at 10:00 a.m. and to identify the factors that influence this behavior. The study uses a descriptive qualitative approach with observation, interviews, and documentation techniques. Data was obtained from teachers, students, and school officials directly involved in the implementation of this discipline program. The results showed that most students demonstrated disciplined behavior, such as stopping their activities, standing at attention, and following the teacher's instructions, in line with the finding that routine school activities can strengthen moral character and discipline. However, several obstacles were found, such as a lack of supervision at certain points, a low understanding of the meaning of the activities, and differences in individual awareness. In conclusion, student discipline is influenced by the consistency of school rules, teacher role models, and student understanding of the value of nationalism. Strengthening socialization and routine monitoring are necessary to maintain the sustainability of a culture of discipline in schools.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kedisiplinan siswa dalam menyikapi pemutaran Lagu Indonesia Raya merupakan bagian penting dari pembentukan karakter nasionalisme dan penghargaan terhadap simbol negara di lingkungan sekolah. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan variasi respons siswa, mulai dari ketepatan waktu berdiri, kesadaran mengikuti aturan, hingga sikap menghormati selama lagu diputar. Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kedisiplinan siswa SMP 10 Salatiga dalam merespons pemutaran Lagu Indonesia Raya setiap pukul 10.00 WIB serta mengidentifikasi faktor yang memengaruhi perilaku tersebut. Pengabdian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data diperoleh dari guru, siswa, dan pihak sekolah yang terlibat langsung dalam pelaksanaan program kedisiplinan ini. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah menunjukkan sikap disiplin seperti berhenti beraktivitas, berdiri tegap, dan mengikuti instruksi guru, sejalan dengan temuan bahwa kegiatan rutin sekolah dapat memperkuat karakter moral dan kedisiplinan. Namun, beberapa kendala ditemukan, seperti kurangnya pengawasan di titik tertentu, rendahnya pemahaman tentang makna kegiatan, serta perbedaan kesadaran individu. Kesimpulannya, kedisiplinan siswa dipengaruhi oleh konsistensi aturan sekolah, keteladanan guru, dan pemahaman siswa terhadap nilai nasionalisme. Penguatan sosialisasi dan monitoring rutin diperlukan untuk menjaga keberlanjutan budaya disiplin di sekolah.</p> <p> </p>Katrine Ananda SardiyosaWildan ImaduddinMuhammad Sirril WafaTanaya Elghifara Syah RizalNoor Malihah
Copyright (c) 2026 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-152026-01-156114115110.51878/community.v6i1.8948PERAN BPJS KETENAGAKERJAAN DALAM MENINGKATKAN PERLINDUNGAN SOSIAL BAGI GURU TPQ DI SURABAYA
https://jurnalp4i.com/index.php/community/article/view/8936
<p>Social protection for Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) teachers, categorized as informal workers, still faces challenges, particularly related to low social security literacy and limited access to formal state protection programs. This study aims to analyze the role of the Social Security Agency for Employment (BPJS Ketenagakerjaan) in enhancing social protection for TPQ teachers in Surabaya through educational activities, community outreach, and multi-stakeholder collaboration. A qualitative descriptive method was employed, with data collected through in-depth interviews with BPJS Ketenagakerjaan officials, document review, and indirect observation of the socialization process and registration mechanism. The findings indicate that BPJS Ketenagakerjaan conducted tiered socialization to PAC FKPQI and TPQ heads, delivering materials covering the benefits of Employment Injury Insurance (JKK) and Death Benefits (JKM), claim procedures, and reporting mechanisms. PAC served as a key liaison in data collection and coordination of reporting through communication groups. The Surabaya City Government also strengthened the program through APBD funding, ensuring all TPQ teachers received protection without any cost burden. This program was proven to enhance a sense of security, access to protection, and benefit certainty for TPQ teachers and their beneficiaries. The study concludes that the collaboration between BPJS Ketenagakerjaan, PAC, and the local government is effective in expanding social protection for informal workers.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Perlindungan sosial bagi guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) sebagai pekerja informal masih menghadapi tantangan, terutama rendahnya literasi jaminan sosial dan keterbatasan akses terhadap program perlindungan negara. Pengabdian ini bertujuan menganalisis peran BPJS Ketenagakerjaan dalam meningkatkan perlindungan sosial bagi guru TPQ di Surabaya melalui kegiatan edukasi, sosialisasi, dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan petugas BPJS Ketenagakerjaan, telaah dokumen, serta observasi tidak langsung terhadap alur sosialisasi dan mekanisme pendaftaran. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan melaksanakan sosialisasi berjenjang kepada PAC FKPQI dan kepala TPQ, dengan materi mencakup manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), prosedur klaim, serta tata cara pelaporan. PAC berperan sebagai narahubung dalam pendataan dan koordinasi pelaporan melalui grup komunikasi. Pemerintah Kota Surabaya turut memperkuat program melalui pendanaan APBD sehingga seluruh guru TPQ mendapatkan perlindungan tanpa beban biaya. Program ini terbukti meningkatkan rasa aman, akses perlindungan, dan kepastian manfaat bagi guru TPQ dan ahli waris. Pengabdian menyimpulkan bahwa kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan, PAC, dan pemerintah daerah efektif memperluas perlindungan sosial bagi pekerja informal.</p> <p> </p> <p> </p>Mellysa Rahmalia PutriKustini Kustini
Copyright (c) 2026 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-152026-01-156115216310.51878/community.v6i1.8936IMPLEMENTASI PENGELOLAAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN LEMBAGA PENDIDIKAN BERBASIS WEBSITE DI MI PLUS WALISONGO TRENGGALEK
https://jurnalp4i.com/index.php/community/article/view/8952
<p>This Community Service (PkM) program was motivated by the urgent need to address the challenges of managing educational institutions, which are still dominated by manual and semi-digital systems at MI Plus Walisongo Trenggalek, resulting in time inefficiency, difficulty in accessing data, and potential accountability issues. The main objective of this activity is to implement and assist in the management of a website-based Management Information System (MIS) to transform administrative workflows into an integrated, efficient, and data-driven decision-making system. The methods used were the System Development Approach and Participatory Assistance, including stages of partner needs analysis, MIS module design and development (covering master data, academic, attendance, and reporting modules), intensive user training (staff and teachers), and continuous monitoring and evaluation. The results of the Community Service Program show that the website-based SIM has been successfully implemented and is operating well. This achievement is supported by a significant increase in the competence of madrasah human resources, where the level of system mastery after training has had a very positive impact. Managerially, the implementation of the SIM has successfully reduced data processing and recapitulation report generation time, enabling madrasah management to monitor student data in real-time and make faster, more accurate, and data-driven decisions. It is concluded that the effective implementation of website-based SIM management can transform the administration of MI Plus Walisongo into an efficient, structured, and accountable digital system, which ultimately contributes to improving the quality of educational institutions' services.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilatarbelakangi oleh urgensi untuk mengatasi tantangan pengelolaan administrasi lembaga pendidikan yang masih didominasi oleh sistem manual dan semi-digital di MI Plus Walisongo Trenggalek, yang berdampak pada inefisiensi waktu, kesulitan akses data, dan potensi masalah akuntabilitas. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah mengimplementasikan dan mendampingi pengelolaan Sistem Informasi Manajemen (SIM) berbasis website guna mentransformasi alur kerja administrasi menjadi sistem digital yang terpadu, efisien, dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Metode yang digunakan adalah Pendekatan Pengembangan Sistem dan Pendampingan Partisipatif, meliputi tahapan analisis kebutuhan mitra, perancangan dan pengembangan modul SIM (mencakup modul data induk, akademik, kehadiran, dan pelaporan), pelatihan intensif pengguna (staf dan guru), serta monitoring dan evaluasi berkelanjutan. Hasil PkM menunjukkan bahwa SIM berbasis website berhasil diimplementasikan dan dioperasikan dengan baik. Capaian ini didukung oleh peningkatan signifikan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) madrasah, di mana tingkat penguasaan sistem pasca-pelatihan sangat berdampak baik. Secara manajerial, implementasi SIM berhasil memangkas waktu pemrosesan data dan pembuatan laporan rekapitulasi, memungkinkan manajemen madrasah untuk memantau data siswa secara real-time dan melakukan pengambilan keputusan yang lebih cepat, akurat, dan didasarkan pada data yang valid. Disimpulkan bahwa implementasi pengelolaan SIM berbasis website secara efektif mampu mentransformasi administrasi MI Plus Walisongo menuju sistem digital yang efisien, terstruktur, dan akuntabel, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan lembaga pendidikan.</p> <p> </p>Muhammad Iqbal HatifuddinImam Junaris
Copyright (c) 2026 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-152026-01-156116417410.51878/community.v6i1.8952PENINGKATAN KAPASITAS BINAAN USAHA MIKRO MELALUI INTEGRATED FARMING DAN EKONOMI SIRKULAR
https://jurnalp4i.com/index.php/community/article/view/8949
<p>Micro-enterprises focusing on food security, particularly in the context of urban farming, play a vital role in the local economy. However, many micro-enterprises in this sector face significant challenges, including limited business management capacity, scarce resources, and insufficient technical knowledge related to efficient and sustainable agricultural practices. This community engagement program aims to enhance the capacity of micro-enterprises through the application of integrated farming and circular economy approaches to improve efficiency, sustainability, and product competitiveness. Implemented through a strategic partnership with Fita Farm an organization with expertise in integrated agriculture and community empowerment the program involves training, hands-on mentoring, and continuous evaluation to develop a more efficient and sustainable micro-enterprise model. Furthermore, it targets tangible outcomes such as scientific publications, video documentation, and the acquisition of intellectual property rights (IPR) for innovations developed during the program. Ultimately, the expected outcomes include improved business management capacity, increased income, and greater resilience and sustainability of micro-enterprises in facing economic challenges.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Usaha mikro yang berfokus pada ketahanan pangan, terutama dalam konteks urban farming, memainkan peran penting dalam perekonomian lokal. Namun, banyak usaha mikro yang terlibat dalam sektor ini menghadapi tantangan yang signifikan, seperti keterbatasan kapasitas pengelolaan usaha, keterbatasan sumber daya, dan kurangnya pengetahuan teknis terkait praktik pertanian yang efisien dan berkelanjutan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas usaha mikro melalui pendekatan integrated farming dan ekonomi sirkular, yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, keberlanjutan, dan daya saing produk usaha mikro. Program ini dilaksanakan melalui kemitraan strategis dengan Fita Farm, yang memiliki keahlian dalam pertanian terpadu dan pemberdayaan masyarakat, sebagai mitra utama dalam pelaksanaan kegiatan. Program ini melibatkan pelatihan, pendampingan langsung, serta evaluasi berkelanjutan dengan tujuan untuk menghasilkan model usaha mikro yang lebih efisien dan berkelanjutan. Di samping itu, program ini juga menargetkan hasil berupa publikasi ilmiah, dokumentasi video, dan perolehan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas inovasi yang dikembangkan. Hasil yang diharapkan adalah peningkatan kapasitas pengelolaan usaha, peningkatan pendapatan, serta keberlanjutan usaha mikro yang lebih tangguh dalam menghadapi tantangan ekonomi.</p>Budi HartonoAxel GiovanniMuchammad Khusni WafaMu'alfad Zulfikar PurwantoMirna Harsono
Copyright (c) 2026 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-152026-01-156117518410.51878/community.v6i1.8949PENDAMPINGAN ADMINISTRATIF KEPESERTAAN UNTUK EFISIENSI INPUT DATA DAN PENCETAKAN KARTU DI BPJS KETENAGAKERJAAN SURABAYA KARIMUNJAWA
https://jurnalp4i.com/index.php/community/article/view/8940
<p>BPJS Ketenagakerjaan is a public institution responsible for administering employment social security and holds a strategic role in providing administrative services, particularly in participant data entry and membership card issuance, both of which require accuracy, timeliness, and administrative order, however, in practice, various challenges persist, including inefficient data input processes, potential administrative errors, inconsistencies in participant data, and delays in card printing, especially at BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Karimunjawa, resulting in service disruptions and reduced service quality. To address these issues, a community service activity was implemented to improve the efficiency and orderliness of membership administration through direct administrative assistance using a participatory approach that involved initial observations, hands-on support in membership administration, and technical assistance in data entry and card printing processes. The results demonstrate a reduction in data entry errors, faster administrative processing times, improved accuracy and consistency of participant data, and enhanced staff understanding of more systematic and efficient administrative procedures, thereby confirming that participatory administrative assistance effectively increases service efficiency and contributes positively to the sustainable improvement of service quality at BPJS Ketenagakerjaan.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>BPJS Ketenagakerjaan merupakan lembaga penyelenggara jaminan sosial ketenagakerjaan yang memiliki peran strategis dalam penyediaan layanan administratif kepesertaan kepada masyarakat, khususnya dalam proses input data peserta dan pencetakan kartu kepesertaan yang menuntut akurasi, kecepatan, dan ketertiban administrasi. Dalam praktiknya, masih dijumpai berbagai kendala seperti ketidakefisienan proses input data, potensi kesalahan administrasi, ketidaksesuaian data peserta, serta keterlambatan pencetakan kartu kepesertaan, terutama di BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Karimunjawa, yang berdampak pada terhambatnya pelayanan dan penurunan kualitas layanan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan efisiensi dan ketertiban administrasi kepesertaan melalui pendampingan administratif secara langsung dengan pendekatan partisipatif yang meliputi observasi awal, pendampingan administratif kepesertaan, serta asistensi teknis dalam proses input data dan pencetakan kartu peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya penurunan kesalahan input data, percepatan waktu pemrosesan administrasi, serta peningkatan ketepatan dan konsistensi data kepesertaan, diikuti dengan meningkatnya pemahaman petugas terhadap prosedur administrasi yang lebih sistematis dan efisien. Dengan demikian, pendampingan administratif kepesertaan terbukti mampu meningkatkan efisiensi pelayanan dan memberikan implikasi positif terhadap peningkatan kualitas layanan BPJS Ketenagakerjaan secara berkelanjutan.</p> <p> </p>Rafli Tri NurcahyoKustini Kustini
Copyright (c) 2026 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-152026-01-156118519510.51878/community.v6i1.8940EDUKASI PENGGUNAAN APLIKASI JMO BAGI PESERTA PENSIUN DALAM LAYANAN JP BERKALA
https://jurnalp4i.com/index.php/community/article/view/8935
<p>The digital transformation of BPJS Ketenagakerjaan services through the Jamsostek Mobile (JMO) application aims to improve efficiency and accessibility, including in submitting Periodic Pension Insurance (JP) benefits. However, the implementation of this digital service still faces obstacles in the field, especially among pensioners with limited digital literacy. Initial observations indicate that many pensioners experience technical difficulties such as login issues, misunderstanding of the service flow, and difficulty navigating the Periodic JP menu in the JMO application. This community service activity aims to improve the digital competence of pensioners so they can access the Periodic JP service independently. Using a descriptive qualitative method with a pre-test, education through direct assistance, and a post-test, this activity involved pensioners at the BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Karimunjawa Office who were experiencing difficulties using the application. The results of the activity showed that the intervention in the form of direct assistance was effective in increasing participants' understanding and confidence in using the JMO application features. These findings confirm that digital assistance is a crucial strategy in bridging the digital literacy gap, making the JMO application not only an administrative tool but also an educational tool that supports participants' independence in accessing their social security rights.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Transformasi digital layanan BPJS Ketenagakerjaan melalui aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas, termasuk dalam pengajuan manfaat Jaminan Pensiun (JP) Berkala. Namun, implementasi layanan digital ini masih menghadapi kendala di lapangan, terutama pada kelompok peserta pensiun yang memiliki keterbatasan literasi digital. Observasi awal menunjukkan bahwa banyak peserta pensiun mengalami kesulitan teknis seperti kendala login, ketidakpahaman alur layanan, dan kesulitan menavigasi menu JP Berkala di aplikasi JMO. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital peserta pensiun agar mampu mengakses layanan JP Berkala secara mandiri. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan tahapan <em>pre-test</em>, edukasi melalui pendampingan langsung, dan <em>post-test</em>, kegiatan ini melibatkan peserta pensiun di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Karimunjawa yang mengalami kendala penggunaan aplikasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa intervensi berupa pendampingan langsung efektif meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri peserta dalam menggunakan fitur-fitur aplikasi JMO. Temuan ini menegaskan bahwa pendampingan digital merupakan strategi krusial dalam menjembatani kesenjangan literasi digital, menjadikan aplikasi JMO tidak hanya sebagai alat administratif tetapi juga sarana edukasi yang mendukung kemandirian peserta dalam mengakses hak jaminan sosial mereka.</p> <p> </p>Lola Aprilia Arwanda PutriKustini Kustini
Copyright (c) 2026 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-152026-01-156119620410.51878/community.v6i1.8935PEMBINAAN EKSTRAKURIKULER MAPSI DAN OSN SEBAGAI WADAH PENGEMBANGAN POTENSI, PRESTASI, DAN KARAKTER RELIGIUS SISWA
https://jurnalp4i.com/index.php/community/article/view/8946
<p>This community service activity aims to strengthen the implementation of extracurricular coaching in Islamic Subject and Arts (MAPSI) and the National Science Olympiad (OSN) as platforms for developing students’ potential, achievements, and religious character at SMP Negeri 4 Salatiga. The program was carried out collaboratively between supervising teachers and MBKM Teaching Assistance students from UIN Salatiga using a participatory and school-based approach. The activities included stages of coordination, coaching, mentoring, and evaluation conducted regularly every week. MAPSI coaching focused on developing students’ talents in Cerdas Cermat Islami (CCI), Tartil, Tilawah, Tahfidz, and Rebana, while OSN coaching emphasized analytical and problem-solving skills in mathematics and science through intensive practice. The results showed a significant improvement in students’ discipline, confidence, and enthusiasm for learning. Participation levels reached 95%, and several students achieved awards in city-level competitions. The collaboration between the university and the school successfully fostered an integrated model of religious character education and academic achievement development.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pelaksanaan pembinaan ekstrakurikuler Mata Pelajaran dan Seni Islami (MAPSI) serta Olimpiade Sains Nasional (OSN) sebagai wadah pengembangan potensi, prestasi, dan karakter religius siswa di SMP Negeri 4 Salatiga. Program ini dilaksanakan secara kolaboratif antara guru pembina dan mahasiswa MBKM Asistensi Mengajar UIN Salatiga melalui pendekatan partisipatif berbasis sekolah. Kegiatan meliputi tahap koordinasi, pembinaan, pendampingan, serta evaluasi yang dilakukan secara rutin setiap minggu. Pembinaan MAPSI berfokus pada pengembangan bakat siswa dalam bidang Cerdas Cermat Islami (CCI), Tartil, Tilawah, Tahfidz, dan Rebana, sedangkan pembinaan OSN menekankan kemampuan analisis dan pemecahan masalah siswa melalui latihan intensif di bidang Matematika dan IPA. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kedisiplinan, kepercayaan diri, dan semangat belajar siswa. Tingkat partisipasi mencapai 95%, serta beberapa siswa berhasil meraih prestasi di ajang lomba tingkat kota. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah ini berhasil menciptakan model pembinaan terpadu yang mampu mengembangkan prestasi akademik sekaligus karakter religius peserta didik.</p> <p> </p> <p> </p>Elka MelviyanaAulia MardiyahMuhammad LuthfindaSari FamularsihUmi HanikAgus Prihananto
Copyright (c) 2026 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-152026-01-156120521510.51878/community.v6i1.8946LITERASI DIGITAL MELALUI SOSIALISASI PENGGUNAAN APLIKASI JMO UNTUK MONITORING SALDO JHT PEKERJA PT. HM SAMPOERNA
https://jurnalp4i.com/index.php/community/article/view/8939
<p>The digitalization of public services requires community readiness to utilize technology-based services effectively and independently. The Jamsostek Mobile (JMO) application is a digital service innovation developed by BPJS Ketenagakerjaan to facilitate participants’ access to membership information, particularly for monitoring Old Age Security (JHT) balances. However, in practice, obstacles in using the application are still found due to limited digital literacy, especially among middle-aged workers. This community service activity aims to improve workers’ digital literacy through socialization of JMO application usage. The activity was conducted through face-to-face and individual assistance at PT HM Sampoerna Plant Rungkut Surabaya and PT HM Sampoerna Plant Malang, involving a total of 920 workers. A descriptive qualitative method was employed with data collection techniques including observation, pretests, and posttests. The socialization activities covered assistance with application installation, account registration and activation, as well as hands-on practice in using the JHT balance checking feature directly on participants’ smartphones. The results show an improvement in participants’ understanding and ability to independently use the JMO application after the socialization. These findings indicate that digital literacy socialization plays an important role in bridging the gap between digital public service innovation and users’ actual capabilities. This activity contributes to supporting the optimization of employment social security services and highlights the importance of sustainable digital literacy programs to ensure inclusive digital public service transformation.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Digitalisasi pelayanan publik menuntut kesiapan masyarakat dalam memanfaatkan layanan berbasis teknologi secara efektif dan mandiri. Aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) merupakan inovasi layanan digital yang dikembangkan oleh BPJS Ketenagakerjaan untuk memudahkan peserta dalam mengakses informasi kepesertaan, khususnya pengecekan saldo Jaminan Hari Tua (JHT). Namun, pada praktiknya masih ditemukan kendala penggunaan aplikasi yang disebabkan oleh keterbatasan literasi digital, terutama pada kelompok pekerja paruh baya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital pekerja melalui sosialisasi penggunaan aplikasi JMO. Kegiatan dilaksanakan secara tatap muka dan individual di PT HM Sampoerna Plant Rungkut Surabaya dan PT HM Sampoerna Plant Malang dengan melibatkan total 920 pekerja. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, pretest, dan posttest. Sosialisasi meliputi pendampingan instalasi aplikasi, pembuatan dan aktivasi akun, serta praktik penggunaan fitur pengecekan saldo JHT secara langsung menggunakan smartphone peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kemampuan peserta dalam menggunakan aplikasi JMO secara mandiri setelah sosialisasi dilakukan. Temuan ini menunjukkan bahwa sosialisasi literasi digital berperan penting dalam menjembatani kesenjangan antara inovasi pelayanan publik berbasis digital dan kemampuan pengguna, serta mendukung optimalisasi pemanfaatan layanan jaminan sosial ketenagakerjaan.</p> <p> </p>Imroatul Husna AnggrainiKustini Kustini
Copyright (c) 2026 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-152026-01-156121622510.51878/community.v6i1.8939GERAKAN PRAMUKA SEBAGAI SARANA PEMBENTUKAN KARAKTER DISIPLIN, MANDIRI, DAN RELIGIUS SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP)
https://jurnalp4i.com/index.php/community/article/view/8943
<p>The Scout Movement plays a strategic role as a vehicle for character education at the junior high school level, particularly in internalizing the values of discipline, independence, and religiosity. This study examines the effectiveness of scouting activities at SMP Negeri 4 Salatiga, which combine weekly routine training and camping activities as a holistic development method for students in grades VII, VIII, and IX. The main focus of the study lies in the implementation of the "Cheerful Camp" activity held from September 30 to October 2, 2025, at the Kenteng Campground, Kopeng, with the active participation of approximately 240 students. Through an experiential learning approach in the open air, students are encouraged to develop social skills and mental resilience. The findings from this activity indicate a significant increase in aspects of discipline, sense of responsibility, solid teamwork, and deepening of students' spiritual awareness. This indicates that the Scout Movement is not just an extracurricular activity, but an educational instrument that has proven effective and relevant in shaping the profile of students with strong character, independence, and a solid religious foundation in the school environment.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Gerakan Pramuka memegang peranan strategis sebagai wadah pendidikan karakter di tingkat Sekolah Menengah Pertama, khususnya dalam menginternalisasi nilai kedisiplinan, kemandirian, dan religiusitas. Penelitian ini mengkaji efektivitas kegiatan kepramukaan di SMP Negeri 4 Salatiga yang mengkombinasikan latihan rutin mingguan dan aktivitas perkemahan sebagai metode pembinaan holistik bagi siswa kelas VII, VIII, dan IX. Fokus utama studi terletak pada pelaksanaan kegiatan "Kemah Gembira" yang diselenggarakan pada 30 September hingga 2 Oktober 2025 di Bumi Perkemahan Kenteng, Kopeng, dengan melibatkan partisipasi aktif sekitar 240 peserta didik. Melalui pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman di alam terbuka, siswa didorong untuk mengembangkan keterampilan sosial dan ketahanan mental. Temuan dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek kedisiplinan, rasa tanggung jawab, soliditas kerja sama tim, serta pendalaman kesadaran spiritual peserta didik. Hal ini mengindikasikan bahwa Gerakan Pramuka bukan sekadar aktivitas ekstrakurikuler, melainkan instrumen edukatif yang terbukti efektif dan relevan dalam membentuk profil pelajar yang berkarakter kuat, mandiri, serta memiliki landasan religius yang kokoh di lingkungan sekolah.</p> <p> </p> <p> </p>Muhammad Rizky SetyabudiQonita Nur Aeni RahayuShafa AuliaSari FamularsihRosmawati Yustika AnggrainNurul Afdhilla Asy’syakurni
Copyright (c) 2026 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-152026-01-156122623710.51878/community.v6i1.8943PERAN MAHASISWA MBKM ASISTENSI MENGAJAR UIN SALATIGA DALAM MENUMBUHKAN SEMANGAT KEISLAMAN MELALUI KHUTBAH JUM’AT
https://jurnalp4i.com/index.php/community/article/view/8945
<p>This study aims to describe the role of students in the teaching assistance program in fostering Islamic spirit through Friday sermon activities at SMP Negeri 4 Salatiga. Using a qualitative descriptive approach, research data were collected through direct observation and documentation of sermon activities. The results show that students play a crucial role as planners of religious activities, sermon deliverers, and spiritual guides for students. Their participation contributes to increased religious awareness, discipline, and motivation of students in practicing Islamic teachings. In addition, the implementation of Friday sermons also strengthens the school's religious culture and helps shape Islamic character in students. For students, this activity serves as a platform for learning da'wah (Islamic preaching) and developing pedagogical skills. Overall, the teaching assistance program through Friday sermons has proven effective in bridging religious theory with practice in the school environment.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pengabdian ini bertujuan untuk menggambarkan peran mahasiswa dalam program asistensi mengajar dalam menumbuhkan semangat keislaman melalui kegiatan khutbah Jum’at Jum’at di SMP Negeri 4 Salatiga. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data pengabdian dikumpulkan melalui observasi langsung dan dokumentasi kegiatan khutbah Jum’at. Hasil pengabdian memperlihatkan bahwa mahasiswa memiliki peran penting sebagai perancang kegiatan keagamaan, penyampai khutbah Jum’at, sekaligus pembimbing rohani bagi siswa. Partisipasi mereka berkontribusi pada meningkatnya kesadaran beragama, kedisiplinan, serta motivasi peserta didik dalam mengamalkan ajaran islam. Selain itu, pelaksanaan khutbah Jum’at Jum’at juga memperkuat budaya religius sekolah dan membantu membentuk karakter Islami pada diri siswa. Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran dakwah sekaligus pengembangan kemampuan pedagogis. Secara keseluruhan, program asistensi mengajar melalui khutbah Jum’at Jum’at terbukti efektif dalam menjembatani antara teori keagamaan dengan praktiknya di lingkungan sekolah.</p> <p> </p>Salsabila SumardiMuhammad Nurul MubarokMuhamamd Nurul HudaSari FamularsihSetyo SuharmokoEka Rofiqoh
Copyright (c) 2026 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-152026-01-156123824910.51878/community.v6i1.8945PENGUATAN PERAN ORANG TUA MELALUI SEMINAR PARENTING BERTEMA PSIKOLOGI BELAJAR DAN PENGASUHAN ANAK DALAM ISLAM
https://jurnalp4i.com/index.php/community/article/view/8273
<p>The implementation of parenting seminar activities at MI Ma'arif Kumpulrejo 02 with the theme "Psychology of Learning and Child Rearing in Islam" aims to strengthen the role of parents in assisting children's learning process and character development in the digital era. This seminar is motivated by the increasing parenting challenges that are not only related to academics, but also psychological, emotional, and moral aspects of children. This study uses a descriptive qualitative method to describe the process of implementing the seminar, including planning, material delivery, and parental participation. The results showed that this seminar provides a comprehensive understanding of children's learning styles, the importance of effective communication in the family, and the application of Islamic parenting based on the example of Rasulullah SAW. In addition, participants gained insights regarding appropriate parenting styles, the role of parents as school partners, and strategies for assisting children in using gadgets. Six effective parenting techniques which include harmonious emotional relationships, exemplary behavior, acceptance without rejection, strengthening spiritual values, a supportive home environment, and parental self-awareness are proven to be relevant and applicable in family life. Overall, the seminar activities have a positive impact on increasing parental parenting literacy and strengthening cooperation between the school and the family in shaping a generation that is moral, intelligent, and adaptive to the times.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pelaksanaan kegiatan seminar parenting di MI Ma’arif Kumpulrejo 02 dengan tema "Psikologi Belajar dan Pengasuhan Anak dalam Islam" bertujuan untuk memperkuat peran orang tua dalam mendampingi proses belajar dan perkembangan karakter anak di era digital. Seminar ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya tantangan pengasuhan yang tidak hanya berkaitan dengan akademik, tetapi juga aspek psikologis, emosional, dan moral anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menggambarkan proses pelaksanaan seminar, meliputi perencanaan, penyampaian materi, dan partisipasi orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seminar ini memberikan pemahaman komprehensif mengenai gaya belajar anak, pentingnya komunikasi efektif dalam keluarga, serta penerapan pengasuhan Islami berdasarkan teladan Rasulullah saw. Selain itu, peserta memperoleh wawasan mengenai pola asuh yang tepat, peran orang tua sebagai mitra sekolah, serta strategi pendampingan penggunaan <em>gadget</em> pada anak. Enam teknik pengasuhan efektif yang meliputi hubungan emosional harmonis, keteladanan, penerimaan tanpa penolakan, penguatan nilai spiritual, lingkungan rumah yang mendukung, serta kesadaran diri orang tua terbukti relevan dan dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga. Secara keseluruhan, kegiatan seminar memberikan dampak positif terhadap peningkatan literasi pengasuhan orang tua serta memperkuat kerja sama antara sekolah dan keluarga dalam membentuk generasi yang berakhlak, cerdas, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.</p> <p> </p>Augusta Rima SalmaTsalisa Ismi MaryamFiki HumaidaGhaida Zukhruf Tsaniyatsnaini
Copyright (c) 2026 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-152026-01-156125026110.51878/community.v6i1.8273KESALAHAN PENGISIAN NILAI PROYEK DAN PENYUSUNAN PANDUAN NILAI TERMASUK PPN PADA JASA KONSTRUKSI BPJS KETENAGAKERJAAN SURABAYA KARIMUNJAWA
https://jurnalp4i.com/index.php/community/article/view/8941
<p>Administrative order in construction service participation in BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Karimunjawa still faces obstacles, particularly related to the inconsistency of project value input on Form 1. This problem predominantly occurs in projects that use Purchase Order (PO) documents, where participants often ignore the Value Added Tax (VAT) component of 11% in project value reporting, which negatively impacts the accuracy of contribution calculations and the validity of participant data. This activity aims to identify patterns of administrative errors and formulate solutions through the preparation of applicable technical guidelines. The method applied is descriptive qualitative through field observations and documentation studies of 136 registered project archives. Quantitative data findings indicate that of the total sample analyzed, there are 8 projects (5.88%) that experienced value input errors because they did not include the VAT component in their reporting. Responding to these findings, a practical, flowchart-based guide was developed to facilitate participants in determining project values ????in accordance with regulations. The main conclusion of this activity emphasized that providing simple visual guidance is crucial to minimize input errors, improve participants' understanding of administrative obligations, and ensure more accurate and accountable construction service project data governance.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Ketertiban administrasi dalam kepesertaan jasa konstruksi di BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Karimunjawa masih menghadapi kendala, khususnya terkait ketidaksesuaian penginputan nilai proyek pada Formulir 1. Permasalahan ini dominan terjadi pada proyek yang menggunakan dokumen <em>Purchase Order</em> (PO), di mana peserta sering kali mengabaikan komponen Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11% dalam pelaporan nilai proyek, yang berdampak negatif pada akurasi perhitungan iuran dan validitas data kepesertaan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola kesalahan administratif tersebut serta merumuskan solusi melalui penyusunan panduan teknis yang aplikatif. Metode yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan dan studi dokumentasi terhadap 136 arsip proyek yang terdaftar. Temuan data kuantitatif menunjukkan bahwa dari total sampel yang dianalisis, terdapat 8 proyek (5,88%) yang mengalami kesalahan input nilai karena belum menyertakan komponen PPN dalam pelaporannya. Merespons temuan tersebut, disusunlah panduan praktis berbasis <em>flowchart</em> untuk memudahkan peserta dalam menentukan nilai proyek yang sesuai regulasi. Simpulan utama kegiatan ini menegaskan bahwa penyediaan panduan visual yang sederhana sangat krusial untuk meminimalkan kesalahan input, meningkatkan pemahaman peserta terhadap kewajiban administratif, serta menjamin tata kelola data proyek jasa konstruksi yang lebih akurat dan akuntabel.</p> <p> </p>Mohammad Ravinda ArafatKustini Kustini
Copyright (c) 2026 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-152026-01-156126227110.51878/community.v6i1.8941IMPLEMENTASI PROGRAM BATINKU PADANG DALAM MENUMBUHKAN KEDISIPLINAN IBADAH SISWA DI SMP NEGERI 4 SALATIGA 2025/2026
https://jurnalp4i.com/index.php/community/article/view/8944
<p>The Batinku Padang Program is a worship habituation initiative implemented at SMP Negeri 4 Salatiga as a form of character strengthening, particularly in developing students’ discipline in performing religious practices. This study aims to explain the planning, implementation, and evaluation of the program in fostering students’ spiritual discipline. The method used is Participatory Action Research (PAR), which emphasizes collaboration and active participation among teachers, MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) Teaching Assistance students, and school stakeholders. Data were collected through observations, interviews, and analysis of student attendance records. The findings indicate that the planning of the Batinku Padang Program was carried out systematically, beginning with the formulation of objectives, the preparation of morning and noon worship schedules, and the distribution of responsibilities among teachers, students, and daily worship officers. During the implementation stage, most students participated well, although some were still late for the morning worship activities. In the evaluation stage, improvements in discipline were evident through more orderly dhuha prayer practices, high discipline during dhuhur prayer, compliance in bringing worship equipment, and improved manners during worship. Overall, the Batinku Padang Program has demonstrated a positive impact in cultivating regular worship habits and shaping students’ spiritual discipline. This study reinforces that clearly planned and well-structured worship habituation is an effective strategy for developing religious character in schools.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Program Batinku Padang merupakan suatu pembiasaan ibadah yang dilaksanakan di SMP Negeri 4 Salatiga sebagai bentuk penguatan karakter siswa terutama dalam hal disiplin dalam beribadah. Pengabdian ini bertujuan untuk menjelaskan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian dari program tersebut dalam membangun disiplin spiritual peserta didik. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang menekankan kolaborasi dan partisipasi aktif antara guru, mahasiswa MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) Asistensi Mengjar, dan pihak sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen kehadiran siswa. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa perencanaan Program Batinku Padang dilakukan secara terstruktur, dimulai dengan penetapan tujuan, penyusunan jadwal ibadah pagi dan siang, serta pembagian tugas antara guru, siswa, dan petugas ibadah harian. Pada tahap pelaksanaan, mayoritas peserta didik berpartisipasi dengan baik, meskipun ada beberapa yang terlambat dalam ibadah pagi. Di tahap evaluasi, terlihat adanya peningkatan disiplin yang ditunjukkan dengan lebih teraturnya pelaksanaan sholat dhuha, tinggiya disiplin dalam sholat dzuhur, kepatuhan dalam membawa perlengkapan ibadah, dan peningkatan adab saat beribadah. Secara keseluruhan, Program Batinku Padang terbukti memberikan dampak positif dalam menanamkan kebiasaan ibadah yang teratur serta membentuk karakter disiplin spiritual siswa. Pengabdian ini menegaskan bahwa pembiasaan ibadah yang direncanakan dengan jelas dan teratur merupakan strategi yang efektif dalam pengembangan karakter religius di sekolah.</p>Salma Khairunisa AzahroHasna Fikria RobertiSri WidianiSari FamularsihDwitjahjo KoesharjantoTri Purwanto
Copyright (c) 2026 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-152026-01-156127228210.51878/community.v6i1.8944PENERAPAN MATRAS-TBC SEBAGAI STRATEGI INTERVENSI BERBASIS KOMUNITAS DALAM ELIMINASI TB–DM
https://jurnalp4i.com/index.php/community/article/view/8951
<p>Integrated community-based screening for Tuberculosis (TB) and Diabetes Mellitus (DM) is an essential strategy to enhance early detection of communicable and non-communicable diseases. This community engagement activity was conducted in July 2024 in Kadipaten Village, Ponorogo, using four screening approaches: village hall service, Posbindu, elderly health screening, and door-to-door. A total of 265 participants underwent TB screening and 166 underwent DM screening. Results showed 16 suspected TB cases (6%) and 15 individuals (9%) with elevated blood glucose, including four new DM cases (2.4%). The door-to-door method yielded the highest detection in both TB and DM screenings. The findings support existing evidence that active case finding improves detection coverage among at-risk populations. This integrated screening emphasizes the need for structured referral pathways, community health education, cross-program collaboration, and integrated health information systems to ensure sustainable TB–DM detection programs. </p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kegiatan skrining terpadu Tuberkulosis dan Diabetes Mellitus (skrining TB-DM) berbasis komunitas merupakan salah satu strategi penting dalam meningkatkan deteksi dini penyakit menular dan tidak menular, khususnya di wilayah dengan akses terbatas terhadap layanan kesehatan. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada Juli 2024 di Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, melalui empat pendekatan, yaitu Balai Kelurahan, Posbindu, kegiatan lansia, dan <em>door-to-door</em>. Sebanyak 265 peserta mengikuti skrining TBC dan 166 peserta mengikuti skrining DM. Hasil menunjukkan 16 peserta (6%) terduga TBC dan 15 peserta (9%) dengan gula darah tinggi, termasuk 4 kasus DM baru (2,4%). Pendekatan door-to-door memberikan kontribusi temuan terbanyak baik pada TBC maupun DM baru. Temuan ini sejalan dengan bukti penelitian bahwa active case finding meningkatkan cakupan deteksi pada komunitas berisiko. Skrining terpadu ini menegaskan perlunya jalur rujukan konfirmasi, edukasi kesehatan masyarakat, kolaborasi lintas program, dan integrasi sistem informasi kesehatan untuk keberlanjutan program deteksi dini TB–DM.</p> <p> </p> <p> </p>Agung Eko HartantoHeru WiratmokoEndang PurwaningsihAgus Wiwit SuwantoYustina PurwaningsihGandes Widya Hendrawati
Copyright (c) 2026 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-152026-01-156128329410.51878/community.v6i1.8951OPTIMALISASI GREENHOUSE SEKOLAH SEBAGAI LABORATORIUM HIDUP BERBASIS QR CODE SMP NEGERI 10 SALATIGA
https://jurnalp4i.com/index.php/community/article/view/8947
<p>This community service activity aims to optimize the school's greenhouse as a digital Living Laboratory based on QR Code technology at SMP Negeri 10 Salatiga. The effort was motivated by a significant gap between the ideal potential of the greenhouse as a living laboratory for Science education and its current condition, which is poorly maintained, lacks plant identification, and is dominated by conventional teaching methods. The service focused on the problem of transforming the physical asset of the greenhouse into an interactive digital learning resource. The implementation method employed was Action-based Implementation, structured into four main stages: needs analysis, development of QR Code-based digital content, physical revitalization of the greenhouse, and installation of the QR Code system. The implementation results show successful physical transformation, marked by a clean and structured greenhouse environment (98.0% of students agree), and successful implementation of the digital system with the installation of 35 big data-integrated QR Codes. The main conclusion indicates that this innovation received very positive acceptance from students (an average of over 85%), particularly in the aspects of information access convenience (96.7%) and increased motivation in learning Science (90.0%). Thus, the integration of QR Code technology proves effective as an innovative solution for providing contextual and responsive Science learning media. Future development prospects can focus on the integration of gamification and the development of an integrated monitoring system for the evaluation of students' self-directed learning.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan <em>greenhouse</em> sebagai Laboratorium Hidup digital berbasis <em>QR Code</em> di SMP Negeri 10 Salatiga dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan potensi ideal <em>greenhouse</em> sebagai laboratorium hidup dalam pembelajaran IPA dan kondisi yang kurang terawat, minim identitas, serta didominasi oleh metode pengajaran konvensional. Dalam pengabdian berfokus pada masalah mengubah aset fisik <em>greenhouse</em> menjadi sumber belajar digital interaktif. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah Pengembangan dan Implementasi Berbasis Aksi (<em>Action-based Implementation</em>) melalui empat tahapan utama: analisis kebutuhan, pengembangan konten digital berbasis <em>QR Code</em>, Revitalisasi fisik <em>greenhouse</em>, dan instalasi sistem <em>QR Code</em>. Hasil pelaksanaan menunjukkan keberhasilan transformasi fisik, yang ditandai dengan lingkungan <em>greenhouse</em> yang bersih dan terstruktur (98,0% siswa setuju), serta keberhasilan implementasi sistem digital dengan pemasangan 35 <em>QR Code</em> terintegrasi <em>big</em> data. Simpulan utama menunjukkan bahwa inovasi ini memiliki penerimaan yang sangat positif dari siswa (rata-rata di atas 85%), terutama dalam aspek kemudahan akses informasi (96,7%) dan peningkatan motivasi belajar IPA (90,0%). Dengan demikian, integrasi teknologi <em>QR Code</em> terbukti efektif sebagai solusi inovatif untuk menyediakan media pembelajaran IPA yang kontekstual, dan responsif. Prospek pengembangan ke depan dapat difokuskan pada integrasi gamifikasi dan pengembangan sistem <em>monitoring</em> terpadu untuk evaluasi belajar mandiri siswa.</p> <p> </p>Septi Asma UlyaKhofifah Ike Umi ZarinIsnaeni Waffiq AzizahA.Reza Fais IlhamNoor Malihah
Copyright (c) 2026 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-152026-01-156129530610.51878/community.v6i1.8947IMPLEMENTASI KOMBINASI PRESS MOLDING & DEHYDRATOR PACKAGE UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS, HIGIENITAS, SERTA PROFITABILITAS USAHA TERASI QONJAMADU
https://jurnalp4i.com/index.php/community/article/view/8950
<p>QonjaMadu is a Micro, Small, and Medium Enterprise (MSMEs) which operates in the field of processing pond shrimp, especially into shrimp paste. QonjaMadu’s shrimp paste are highly demanded by consumers enabling a monthly production capacity of up to 72 kg of tiger prawns. However, based on a statement from the owner of QonjaMadu, there are several issues in the production process, especially in the drying of row materials, molding, and final drying stages, which are still performed using conventional methods that require up to 78 hours and pose a risk of reducing the product’s level of hygiene. The Objective of this science and technology implementation activity is to implement the Press Molding and Dehydrator Package as a solution to improve the productivity, hygiene, and profitability of QonjaMadu. The methods used in this activity include partner needs surveys, equipment design, fabrication, testing, implementation, and laboratory testing of the produced shrimp paste quality. The implementation of these tools has proven to provide production efficiency solution and to enhance to productivity, hygiene, and profitability of the QonjaMadu.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>QonjaMadu merupakan sebuah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang pengolahan hasil tambak udang terutama terasi. Terasi QonjaMadu banyak diminati oleh masyarakat sehingga dalam satu bulan dapat memproduksi 72 kg udang windu. Namun berdasarkan pernyataan pemilik usaha, terdapat permasalahan dalam proses produksinya, yaitu pada proses penjemuran bahan, pencetakan, dan pengeringan akhir menggunakan metode konvensional yang memerlukan waktu hingga 78 jam dan berisiko menurunkan higienitas produk. Tujuan kegiatan penerapan iptek ini adalah untuk menerapkan alat <em>Press Molding</em> dan <em>Dehydrator Package</em> sebagai solusi peningkatan produktivitas, higienitas serta profitabilitas UMKM Terasi QonjaMadu. Metode yang digunakan dalam kegiatan meliputi survei kebutuhan mitra, perancangan alat, pembuatan alat, uji coba alat, penerapan alat, dan uji laboratorium kualitas terasi yang dihasilkan. Penerapan alat tersebut telah terbukti memberikan solusi efisiensi produksi dan meningkatkan produktivitas, higienitas, serta profitabilitas UMKM Terasi QonjaMadu. </p> <p> </p> <p> </p>Sukma Puji LestariEndang IryantiKholin Gio FarelArya Gading DewantaraNaimul FalahRoaina Husnika
Copyright (c) 2026 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-152026-01-156130732210.51878/community.v6i1.8950EDUKASI PENCEGAHAN KENAKALAN REMAJA DAN PERUNDUNGAN BERBASIS HIFDZ AN-NAFS UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN MENTAL SISWA SMP
https://jurnalp4i.com/index.php/community/article/view/8617
<p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p>Juvenile delinquency and bullying are serious problems at the junior high school level that adversely affect students’ mental health. Therefore, preventive approaches that emphasize moral values and the protection of life are essential for creating a safe and supportive school environment. This community service program aimed to improve students’ knowledge, attitudes, and awareness in preventing juvenile delinquency and bullying through value-based training preceded by a needs assessment at SMP Negeri 1 Sumowono. The program employed a participatory educational approach using a pretest–posttest design. A total of 62 students participated, comprising 22 male and 40 female students. The intervention was delivered through counseling sessions, group discussions, and value reflection activities integrating topics on juvenile delinquency, bullying, psychological impacts, mental health, and the principles of Hifdz An-Nafs. Data were collected using knowledge and attitude questionnaires and student participation observation sheets and were analyzed using descriptive quantitative methods. The results indicated a significant improvement in students’ knowledge and attitudes following the intervention. The average level of knowledge increased by 39.1%, with the greatest improvement observed in students’ understanding of Hifdz An-Nafs values. The proportion of students with a good level of knowledge increased from 35.5% to 79.0%. In addition, positive attitudes toward bullying prevention and responsibility for maintaining mental health also showed a meaningful increase. In conclusion, value-based training on the prevention of juvenile delinquency and bullying grounded in a needs assessment is effective in enhancing students’ knowledge, attitudes, and mental health awareness and is relevant for development as a sustainable preventive strategy in school settings.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kenakalan remaja dan perundungan merupakan permasalahan serius pada tingkat Sekolah Menengah Pertama yang berdampak terhadap kesehatan mental siswa. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pencegahan yang menekankan nilai moral dan perlindungan jiwa untuk membangun lingkungan sekolah yang aman. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesadaran siswa dalam mencegah kenakalan remaja dan perundungan melalui pelatihan berbasis nilai yang didahului oleh <em>Need assessment</em> di SMP Negeri 1 Sumowono. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan edukatif partisipatoris dengan desain <em>pretest–posttest</em>. Peserta berjumlah 62 siswa, terdiri atas 22 siswa laki-laki dan 40 siswa perempuan. Intervensi diberikan melalui penyuluhan, diskusi kelompok, dan refleksi nilai yang mengintegrasikan materi kenakalan remaja, perundungan, dampak psikologis, kesehatan mental, serta prinsip <em>Hifdz An-Nafs</em>. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap serta lembar observasi partisipasi siswa, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan dan sikap siswa setelah pelatihan. Rata-rata pengetahuan meningkat sebesar 39,1%, dengan peningkatan tertinggi pada pemahaman nilai <em>Hifdz An-Nafs</em>. Proporsi siswa dengan tingkat pengetahuan baik meningkat dari 35,5% menjadi 79,0%. Selain itu, sikap positif terhadap pencegahan perundungan dan tanggung jawab menjaga kesehatan mental juga mengalami peningkatan yang bermakna.Pelatihan pencegahan kenakalan remaja dan perundungan berbasis <em>Need assessment</em> efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesadaran kesehatan mental siswa, serta relevan untuk dikembangkan sebagai strategi preventif berkelanjutan di lingkungan sekolah.</p>Abrori AbroriDestary PraptawatiBaihaqi Izzul HaqIka Nur Aliffiyah Suudi
Copyright (c) 2026 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-152026-01-156132333510.51878/community.v6i1.8617PENGUATAN PERAN MASYARAKAT DAN PEMERINTAH DESA DALAM IMPLEMENTASI PERMEN NO.6 TAHUN 2018 TENTANG PTSL
https://jurnalp4i.com/index.php/community/article/view/8852
<p>Complete Systematic Land Registration (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap/PTSL) is a national strategic policy aimed at accelerating the legalization of land rights and establishing orderly land administration; however, its implementation at the village level is often hindered by low levels of legal literacy, unclear procedures, and incomplete documentation. In Tupa Village, Bulango Utara District, these constraints are reflected in limited public access to information and insufficient administrative readiness among residents, including deficiencies in inheritance documents, land tenure history, and boundary clarity, as well as the absence of written village guidelines for data collection, verification, and assistance in the implementation of PTSL. This community service program focuses on improving public understanding and strengthening village institutional capacity through a problema based approach within a Participatory Action Research (PAR) framework. The implementation stages included initial coordination and observation, legal counseling through interactive lectures accompanied by question-and-answer sessions and case consultations conducted on 1 October 2025, follow-up discussions with village officials, and the preparation of a draft Village Regulation (Perdes) on the Governance of PTSL Implementation. The results indicate an increase in residents’ literacy regarding the urgency of land certification, the components of physical and juridical data, PTSL administrative procedures, and practical solutions to issues such as missing documents, inherited land, and unclear boundaries; the activities also helped correct misconceptions related to registration fees. At the institutional level, the draft Village Regulation provides a more structured operational guideline, including the establishment of an implementation team, mechanisms for data collection and verification, and coordination workflows between the village administration and the National Land Agency (BPN) thereby strengthening accountability in land services and supporting the sustainability of PTSL. In conclusion, the synergy between legal education and the formulation of local regulations effectively enhances community administrative readiness while reinforcing village-level land governance.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) merupakan kebijakan strategis nasional untuk mempercepat legalisasi hak atas tanah dan mewujudkan tertib administrasi pertanahan, namun implementasinya di tingkat desa sering terhambat oleh rendahnya literasi, ketidakjelasan prosedur, dan ketidaklengkapan dokumen. Di Desa Tupa, Kecamatan Bulango Utara, hambatan tersebut tampak pada keterbatasan informasi dan kesiapan administratif warga (misalnya dokumen waris, riwayat penguasaan, dan kejelasan batas), serta belum adanya pedoman tertulis desa untuk pendataan, verifikasi, dan pendampingan PTSL. Pengabdian ini berfokus pada peningkatan pemahaman masyarakat dan penguatan kapasitas kelembagaan desa dengan pendekatan <em>problem based approach</em> dan kerangka <em>Participatory Action Research</em> (PAR). Tahapan pelaksanaan meliputi koordinasi awal dan observasi, penyuluhan hukum berbasis ceramah interaktif disertai tanya jawab serta konsultasi kasus pada 1 Oktober 2025, diskusi lanjutan dengan perangkat desa, dan penyusunan draf Peraturan Desa (Perdes) tentang Tata Kelola Pelaksanaan PTSL. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya literasi warga mengenai urgensi sertifikat, komponen data fisik dan yuridis, alur administrasi PTSL, serta solusi praktis atas persoalan dokumen hilang, tanah warisan, dan batas tidak jelas; kegiatan juga membantu meluruskan miskonsepsi terkait isu biaya. Pada level kelembagaan, draf Perdes menyediakan pedoman kerja yang lebih terstruktur, termasuk pembentukan tim pelaksana, mekanisme pendataan dan verifikasi, serta alur koordinasi desa BPN sehingga berpotensi memperkuat akuntabilitas layanan pertanahan dan mendukung keberlanjutan PTSL. Simpulannya, sinergi edukasi hukum dan penyusunan regulasi lokal efektif meningkatkan kesiapan administratif masyarakat sekaligus memperkuat tata kelola pertanahan desa.</p>Rahmat Teguh Santoso GobelAndi M. FuadAsiv Sardadi
Copyright (c) 2026 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-162026-01-166133634410.51878/community.v6i1.8852OPTIMALISASI INFRASTRUKTUR PENUNJUK ARAH UNTUK PENINGKATAN LITERASI SPASIAL DI WILAYAH PESISIR DESA TEMBELING
https://jurnalp4i.com/index.php/community/article/view/8311
<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>The 16th community service program (KKN) of raja ali haji maritime university (umrah) was held in tembeling village, bintan regency, riau islands. The purpose of this program was to introduce spatial literacy to the community and tourists through road signs. This initiative arose due to the lack of existing signs and the damage to old and illegible information boards, which made navigation difficult for the community and visitors. The implementation process consisted of five main steps: conducting a location survey, designing the layout, preparing tools and materials, producing signs, and socializing them to the community. The results of this activity include the installation of eight directional signs at educational facilities, places of worship, community routes, and other social locations. Despite challenges such as weather conditions and material limitations, these obstacles were overcome through collaboration between students, village officials, and the local community. This program has demonstrated positive impacts by improving accessibility, strengthening spatial identity, and encouraging community participation. Therefore, these signs not only serve as navigation tools but also as symbols of collaboration and sustainable village development.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kuliah kerja nyata (KKN) ke-16 dari universitas maritim raja ali haji (umrah) dilaksanakan di Desa Tembeling, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Tujuan dari program ini adalah untuk mengenalkan literasi spasial atau ruang kepada masyarakat dan wisatawan melalui plang nama jalan. Inisiatif ini muncul karena kurangnya rambu-rambu yang ada dan rusaknya papan informasi yang sudah tua dan tidak terbaca, sehingga menyulitkan navigasi bagi masyarakat dan pengunjung. Proses pelaksanaannya terdiri dari lima langkah utama: melakukan survei lokasi, mendesain tata letak, menyiapkan alat dan bahan, memproduksi rambu-rambu, dan mensosialisasikannya kepada masyarakat. Hasil dari kegiatan ini meliputi pemasangan delapan rambu penunjuk arah di fasilitas pendidikan, tempat ibadah, rute komunitas, dan lokasi sosial lainnya. Meskipun menghadapi tantangan seperti kondisi cuaca dan keterbatasan material, kendala tersebut berhasil diatasi melalui kolaborasi antara mahasiswa, perangkat desa, dan masyarakat setempat. Program ini telah menunjukkan dampak positif dengan meningkatkan aksesibilitas, memperkuat identitas spasial, dan mendorong partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, rambu-rambu ini tidak hanya berfungsi sebagai alat navigasi, tetapi juga sebagai simbol kolaborasi dan pembangunan desa yang berkelanjutan.</p>Deni SabriyatiGalih TopatiNur AkmalMelly Putri GustiarniGina SeptianiNitia OktaviladyFhazli Maulana IkhsanNur AzniBimo Samudro
Copyright (c) 2026 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-162026-01-166134535710.51878/community.v6i1.8311EDUKASI KESEHATAN DAN PEMBUATAN PUDING DAUN KELOR UNTUK PENCEGAHAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI DUSUN DASAN LEKONG KAB. LOMBOK TENGAH
https://jurnalp4i.com/index.php/community/article/view/8851
<p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p>Anemia during pregnancy, particularly iron deficiency anemia, remains a public health problem that has serious impacts on maternal and fetal conditions, especially in rural areas with limited access to nutritional information and low utilization of local food sources rich in iron, such as moringa leaves. This condition is also found in Dusun Dasan Lekong, Selebung Village, Batu Keliang District, West Nusa Tenggara Province, indicating the need for contextual and locally based educational efforts to improve pregnant women’s knowledge as a preventive measure against anemia. This study aimed to improve pregnant women’s knowledge about anemia and the utilization of moringa leaf pudding as an effort to prevent anemia. The method used was a quantitative pre experimental approach with a one group pretest posttest design involving 15 pregnant women, conducted on July 12, 2025. The intervention consisted of educational activities through lectures, banners, visual PowerPoint media, and a healthy kitchen class on making moringa leaf pudding. Pretest results showed that most respondents had a moderate level of knowledge (86.7 percent) and a poor level of knowledge (6.7 percent). After the intervention, there was an increase in knowledge, with 93.3 percent of respondents categorized as having very good knowledge and no respondents remaining in the poor category. The mean score increased from 58.0 to 84.6 with a p value less than 0.01, indicating a very significant difference. This educational intervention was effective in improving pregnant women’s knowledge and is expected to serve as an effort to prevent anemia in the community.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Anemia pada kehamilan, khususnya anemia defisiensi besi, masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak serius terhadap kondisi ibu dan janin, terutama di wilayah pedesaan dengan keterbatasan akses informasi gizi dan rendahnya pemanfaatan sumber pangan lokal kaya zat besi seperti daun kelor. Kondisi ini juga ditemukan di Dusun Dasan Lekong, Desa Selebung, Kecamatan Batu Keliang, Provinsi Nusa Tenggara Barat, sehingga diperlukan upaya edukatif yang kontekstual dan berbasis potensi lokal untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil sebagai langkah pencegahan anemia. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang anemia serta pemanfaatan puding daun kelor sebagai upaya pencegahan anemia. Metode yang digunakan adalah kuantitatif pre-eksperimental dengan desain <em>one group pretest–posttest</em> pada 15 ibu hamil yang dilaksanakan pada 12 Juli 2025. Intervensi berupa edukasi melalui ceramah, banner, media visual <em>power point</em>, serta kelas dapur sehat pembuatan puding daun kelor. Hasil pretest menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan cukup (86,7%) dan kurang baik (6,7%). Setelah intervensi, terjadi peningkatan pengetahuan dengan 93,3% responden berada pada kategori sangat baik dan tidak ditemukan lagi kategori kurang baik. Rata-rata nilai meningkat dari 58,0 menjadi 84,6 dengan nilai <em>p</em> < 0,01, menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan. Intervensi edukasi ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan diharapkan dapat menjadi upaya pencegahan anemia di masyarakat.</p>Murtiana NingsihDewi RayaniNurain Abdurrahman AliKardi KardiWanda Januar AstawanZona AngelicaHairunisa Hairunisa
Copyright (c) 2026 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-262026-01-266135836610.51878/community.v6i1.8851PELATIHAN JURNALISME WARGA DAN MANAJEMEN KONTEN UNTUK MENINGKATKAN PUBLISITAS MEDIA SOSIAL DESA ADOBALA
https://jurnalp4i.com/index.php/community/article/view/7944
<p>In the era of information technology, publicity has become an important component in assessing the progress of a village. Increasing the publicity of a village is not only the responsibility of the village public relations officer but also the residents who live in the village. Adobala Village, Kelubagolit Sub-district, East Flores Regency, East Nusa Tenggara, has a public relations officer who is actively promoting the village. The village already has adequate publication channels. However, local residents still need digital literacy to improve the publicity of the village from the residents' perspective. Therefore, citizen journalism training is very effective in improving the publicity of the village through the village's social media channels and social media of the community that is active in village activities. Based on the results of the study, digital literacy regarding citizen journalism and content management in Adobala Village, has increased the literacy of residents and village public relations officers regarding the creation of village content. This increase in literacy can be seen from the increased publicity of Adobala Village through the improved quality of content and number of views on the @adobaladesa social media account on Instagram. There is a variety of artificial intelligence (AI)-based video content, national holiday content, and local cultural content that increases views on social media @adobaladesa.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pada era teknologi informasi publisitas menjadi komponen yang penting dalam penilaian kemajuan sebuah desa. Peningkatan publisitas desa tidak hanya menjadi tanggung jawab humas desa tetapi juga para warga. Desa Adobala, Kecamatan Kelubagolit, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur memiliki media sosial dengan publisitas yang masih terbatas. Desa sudah memiliki kanal-kanal publikasi tetapi konten yang disajikan masih sangat formal dan tidak beragam. Warga sekitar masih memerlukan literasi digital untuk meningkatkan publisitas desa dari perspektif warga. Oleh sebab itu, pelatihan jurnalisme warga dan manajemen konten dibutuhkan untuk meningkatkan keragaman jenis dan variasi konten. Berdasarkan hasil penelitian, literasi digital mengenai jurnalisme warga dan manajemen konten di Desa Adobala memberikan peningkatan literasi pada warga dan humas desa mengenai pembuatan konten desa. Peningkatan literasi ini terbukti melalui peningkatan publisitas Desa Adobala melalui peningkatan kualitas konten dan jumlah views pada media sosial @adobaladesa di Instagram. Terdapat variasi konten video berbasis <em>artificial intelligence (AI),</em> konten peringatan hari besar nasional, dan konten budaya lokal yang meningkatkan views di media sosial @adobaladesa.</p>Linda Handayani SukaemiTri SulistyaningtyasYani SuryaniHarifa Ali Albar SiregarSira Kamila
Copyright (c) 2026 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-312026-01-316136738110.51878/community.v6i1.7944MENEMUKAN IDE PENELITIAN UNTUK SKRIPSI DAN ARTIKEL ILMIAH MELALUI KEGIATAN WEBINAR NASIONAL
https://jurnalp4i.com/index.php/community/article/view/9186
<p>This community service activity aims to enhance participants’ understanding and skills in identifying and formulating research ideas that are relevant and feasible to be developed into undergraduate theses and scientific articles through the implementation of a national webinar. The activity was conducted on December 5 in an online format using the Zoom Meeting platform and was live-streamed via YouTube to reach a broader audience. The target participants were the general public, with the majority consisting of lecturers and university students from various higher education institutions in Indonesia. The implementation methods included systematic material presentation, interactive discussions, and question-and-answer sessions focused on strategies for identifying research problems, mapping research novelty, and aligning research ideas with academic and publication requirements. The results of the activity indicate an improvement in participants’ understanding of the stages involved in generating research ideas derived from current phenomena, literature reviews, and academic as well as professional experiences. In addition, participants gained practical insights into aligning research ideas with scientific writing standards and publication policies. This activity makes a positive contribution to supporting the improvement of research quality and scientific publications within the academic community.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menemukan serta merumuskan ide penelitian yang relevan dan layak dikembangkan menjadi skripsi maupun artikel ilmiah melalui penyelenggaraan webinar nasional. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 5 Desember secara daring menggunakan platform Zoom Meeting dan disiarkan secara langsung melalui YouTube agar dapat menjangkau peserta secara lebih luas. Sasaran kegiatan adalah peserta umum dengan mayoritas berasal dari kalangan dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyampaian materi secara sistematis, diskusi interaktif, serta sesi tanya jawab yang difokuskan pada strategi identifikasi masalah penelitian, pemetaan kebaruan (novelty), dan penyesuaian ide penelitian dengan kebutuhan akademik dan publikasi ilmiah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap tahapan menemukan ide penelitian yang bersumber dari fenomena aktual, hasil kajian literatur, serta pengalaman akademik dan profesional. Selain itu, peserta memperoleh wawasan praktis mengenai penyelarasan ide penelitian dengan standar penulisan ilmiah dan kebijakan publikasi. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam mendukung peningkatan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah di lingkungan akademik.</p>Muhamad Suhardi
Copyright (c) 2026 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-01-312026-01-316138238910.51878/community.v6i1.9186