https://jurnalp4i.com/index.php/community/issue/feed COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2024-02-08T02:47:21+00:00 Randi Pratama Murtikusuma, M.Pd randi.popo@gmail.com Open Journal Systems <p><strong>COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat | Terakreditasi Sinta 5</strong> diterbitkan 2 kali setahun (April dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan <em>Education Training Centre </em>UNESA. Jurnal ini berisi tulisan/artikel hasil Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. <br /><strong>e-ISSN : 2797-0159</strong><strong>| </strong><strong>p-ISSN :</strong> <strong>2797-0574</strong></p> https://jurnalp4i.com/index.php/community/article/view/2573 PELATIHAN PENINGKATAN RASA NASIONALISME SISWA KELAS 4 DAN 5 MELALUI KEGIATAN MENGARANG PUISI 2023-11-28T05:51:01+00:00 LASMA HATI BORU SAGALA florensialasmahatisagala@gmail.com FADIYAH FARADILLA florensialasmahatisagala@gmail.com AFIFAH ARLIA RAMADHAN florensialasmahatisagala@gmail.com AYUDYA WAHYU AMALIAPUTRI florensialasmahatisagala@gmail.com TANTRA SAKRE florensialasmahatisagala@gmail.com <p>Education has an important role in the continuity of the teaching and learning process. The teacher's role in instilling a sense of nationalism in students can be realized through Indonesian language subjects, poetry composing activities. Composing poetry is part of the writing lessons taught in schools, both at primary and secondary levels. Students consider the poetry material contained in learning Indonesian Language and Literature to be difficult to learn, starting from analyzing poetry, interpreting poetry, reading poetry, to writing poetry. Based on the observation data obtained when learning poetry writing skills at SDN Krembung 1, there is still a need for guidance and development in practicing skills in expressing ideas into poetry. The expected objectives of this program are: (1) increasing students' knowledge in writing poetry; (2) increase students' motivation in writing poetry; and (3) improve students' skills in writing poetry.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Pendidikan memiliki peran penting dalam keberlangsungan proses belajar mengajar. Peran guru dalam menanamkan rasa nasionalisme siswa dapat diwujudkan melalui mata pelajaran Bahasa Indonesia kegiatan mengarang puisi. Mengarang puisi merupakan bagian dari pembelajaran menulis yang diajarkan di sekolah, baik pada tingkat dasar ataupun menengah. Siswa menganggap materi puisi yang terdapat dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia sulit untuk dipelajari, mulai dari menganalisa puisi, memaknai puisi, membaca puisi, hingga menulis puisi. Berdasarkan perolehan data observasi saat pembelajaran keterampilan menulis puisi di SDN Krembung 1 masih memerlukan pembinaan dan pengembangan dalam melatih kecakapan menuangkan ide ke dalam bentuk puisi. Tujuan yang diharapkan dari program ini yaitu: (1) meningkatkan pengetahuan siswa dalam menulis puisi; (2) meningkatkan motivasi siswa dalam menulis puisi; dan (3) meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis karya puisi.</p> 2023-11-22T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://jurnalp4i.com/index.php/community/article/view/2700 WORKSHOP OPTIMALISASI BELAJAR TRANSISI PAUD KE SD MELALUI PLATFORM MERDEKA MENGAJAR (PMM) PADA SATUAN PAUD DI KOTA TANGERANG SELATAN 2024-01-25T01:42:14+00:00 NITA PRIYANTI musarofah2351211@gmail.com ARIA AHMAD MANGUNWIBAWA musarofah2352@gmail.com SITI NURASIAH musarofah2352@gmail.com MUSAROFAH MUSAROFAH musarofah2352@gmail.com WIDARTI EMILIANA musarofah2352@gmail.com MIMIN SUPARMINAH musarofah2352@gmail.com <p>The Transition Policy for Early Childhood Education (ECED) or Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) to Primary School or Sekolah Dasar (SD) that emphasizes enjoyment has been launched by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology. Various interventions and support, in the form of activities and tools, are provided, including the provision of learning resources on the Platform Merdeka Mengajar (PMM). Learning can take place online and learning resources available on various platforms, including PMM, which emphasizes an adult learning approach, fostering independence, autonomy, and encouraging collaboration, self- regulation improvement, control, and directing towards better behavior. The workshop took place on November 4th at SMPIT Baitul Mall in Jurang Mangu Pondok Aren, South Tangerang, with the aim of improving the PMM used. The workshop utilized observation methods, interviews, experiential learning, andragogy, and participatory approaches. The results showed an increase in the number of PAUD units learning who used PMM. As of October 23, 2023, out of 763 PAUD units, 19 units (2.49%) had completed the posttest but had not submitted real actions, and 23 units (3.01%) had completed the posttest and submitted real actions. As of December 4, 2023, the data showed that 22 units (2.8%) had completed the posttest had not submitted real actions, while 34 units (4.46%) had completed the posttest and submitted real actions. The final data as of January 1, 2024, indicated that 60 units (7.86%) had completed the posttest, yet had not submitted real actions, and 34 units (4.85%) had completed the posttest and submitted real actions. This signifies an increase in educational units utilizing PMM for learning the PAUD to SD transition, especially in early January, where 60 PAUD units showed an increase from the initial 19 units. These results serve as crucial input for various stakeholders involved in supporting the PAUD to SD transition, such as the Education Department, supervisors, inspectors, and workshop participants.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi meluncurkan kebijakan Transisi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke Sekolah Dasar (SD) yang menyenangkan. Ragam intervensi maupun dukungan dalam bentuk kegiatan maupun alat bantu, termasuk menyediakan sumber belajar di <em>Platform </em>Merdeka Mengajar (PMM). Pembelajaran dapat dilakukan melalui jejaring dan sumber belajar yang berada di berbagai platform termasuk PMM yang menekankan pendekatan belajar orang dewasa, yang membangun kemandirian, otonomi dan mendorong terjadinya kolaborasi, peningkatan <em>self-regulation</em>, mengendalikan dan mengarahkan perilaku yang lebih baik lagi. Workshop dilaksanakan tanggal 4 November di SMPIT Baitul Mall di Jurang Mangu Pondok Aren Kota Tangerang Selatan, dengan tujuan terjadi peningkatan satuan PAUD yang belajar transisi PAUD ke SD melalui PMM. Workshop mengunakan metode observasi, wawancara, <em>experiential learning, andragogy dan partisipatory</em>, hasilnya terdapat peningkatan jumlah satuan PAUD yang belajar Transisi PAUD ke SD di PMM, berdasarkan data di PMM per 23 Oktober 2023, dari 763 satuan PAUD sudah lulus posttest dan belum submit aksi nyata 19 satuan PAUD (2,49%) dan yang sudah lulus posttest dan submit aksi nyata 23 satuan PAUD (3.01%), data di PMM per 4 Desember 2023 dari 763 satuan PAUD sudah lulus posttest dan belum submit aksi nyata 22 satuan PAUD (2,8%) dan sudah lulus posttest dan submit aksi nyata 34 satuan PAUD (4.46%), data ter akhir per 1 Januari 2024 dari 763 satuan PAUD sudah lulus posttest dan belum submit aksi nyata 60 satuan PAUD (7,86%) dan sudah lulus posttest dan submit aksi nyata 34 satuan PAUD (4.85%) hal ini dimaknai terjadinya peningkatan satuan pendidikan yang memanfaatkan PMM untuk belajar transisi PAUD ke SD terutama di awal Januari terdapat 97 satuan PAUD yang belajar meningkat dari awalnya hanya 42 satuan PAUD. Hasil tersebut merupakan masukan utama bagi berbagai stakeholder yang berperan mendukung transisi PAUD ke SD seperti Dinas Pendidikan, pengawas dan penilik termasuk peserta yang mengikuti workshop.</p> 2024-01-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://jurnalp4i.com/index.php/community/article/view/2726 MEMPERKUAT IDENTITAS GENERASI BUDDHIS YANG UNGGUL BERLANDASKAN NILAI-NILAI BUDDHAYANA (BUDDHIS CAMP PEMUDA BUDDHAYANA SEPROVINSI NTB) 2024-02-08T02:45:55+00:00 RAPIADI RAPIADI rapiadi.rapiadi1@sekha.kemenag.go.id WISTINA SENERU rapiadi@stiab-jinarakkhita.ac.id VIKE APRILIANIN MARWINTARIA SAPUTRI rapiadi@stiab-jinarakkhita.ac.id PANNA PANNA rapiadi@stiab-jinarakkhita.ac.id ADI KRISTIANTO rapiadi@stiab-jinarakkhita.ac.id <p>The Buddhist Camp activities for Buddhayana youth throughout NTB Province which will be held on 07–09 April 2023 at Vihara Jaya Wijya, North Lombok, West Nusa Tenggara, carry the theme "Strengthening the Identity of a Superior Buddhist Generation Based on Buddhayana Values". This theme was chosen because the young generation of Buddhists is the hope for the future of Buddhism. Buddhayana Youth Buddhist Camp throughout NTB Province is an activity that aims to strengthen the identity of a superior Buddhist generation based on Buddhayana values. carried out through a series of activities, such as Dharma classes, group discussions, and meditation. Participants are given a deep understanding of Buddhist teachings and empowered to apply them in everyday life. The result is young people who are more connected to religious values and are able to use Buddhayana as a moral foundation in their actions. Buddhist Camp participants are also given the opportunity to develop themselves through various activities, such as mindfulness and art. These activities can help participants to better understand themselves and their potential. Buddhist Camp participants are encouraged to practice Buddhist teachings in their daily lives.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Kegiatan Buddhis Camp pemuda buddhayana se-Provinsi NTB yang diselenggarakan pada tanggal 07–09 April 2023 di Vihara jaya Wijya Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, mengusung tema "Memperkuat Identitas Generasi Buddhis yang Unggul Berlandaskan Nilai-Nilai Buddhayana". Tema ini dipilih karena generasi muda Buddhis merupakan harapan masa depan agama Buddha. Buddhis Camp Pemuda Buddhayana se-Provinsi NTB merupakan sebuah kegiatan yang bertujuan untuk memperkuat identitas generasi Buddhis yang unggul dengan landasan pada nilai-nilai Buddhayana. dilakukan melalui serangkaian kegiatan, seperti kelas Dharma, diskusi kelompok, dan meditasi. Peserta diberikan pemahaman mendalam terhadap ajaran Buddha dan diberdayakan untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Hasilnya adalah pemuda yang lebih terkoneksi dengan nilai-nilai agama dan mampu menjadikan Buddhayana sebagai landasan moral dalam tindakan mereka.Peserta Buddhis Camp juga diberikan kesempatan untuk mengembangkan diri melalui berbagai kegiatan, seperti mindfulness, dan seni. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat membantu peserta untuk lebih memahami diri sendiri dan potensinya.Peserta Buddhis Camp didorong untuk mempraktikkan ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari.</p> 2024-02-13T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://jurnalp4i.com/index.php/community/article/view/2730 MEMBANGUN KEPERCAYAAN DIRI DAN KOMUNIKASI EFEKTIF PADA PEMUDA BUDDHAYANA 2024-02-08T02:40:17+00:00 INE YUDHAWATI ineyudhawati1@stiab-jinarakkhita.ac.id EDI PURWANDOKO ineyudhawati@stiab-jinarakkhita.ac.id SANTI PARAMITA ineyudhawati@stiab-jinarakkhita.ac.id PANYA PANYA ineyudhawati@stiab-jinarakkhita.ac.id <p>The training "Building Self-Confidence and Effective Communication in Buddhayana Youth" in Liwa, West Lampung, is a significant effort in equipping Buddhayana youth with essential skills to overcome the challenges of modern life. By inviting 12 youth participants, this training succeeded in providing in-depth insight into Buddhist teachings and strategies for building self-confidence. Activity evaluation shows active participant participation and their ability to apply training concepts in everyday life. A theoretical foundation that includes building solid self-confidence and applying Buddhist values ??in every aspect of life, with the hope that this training will shape Buddhayana youth into individuals who are strong, empowered, and able to make positive contributions in advancing Buddhist values ??in modern society</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Pelatihan "Membangun Kepercayaan Diri dan Komunikasi Efektif pada Pemuda Buddhayana" di Liwa, Lampung Barat, merupakanan upaya signifikan dalam membekali pemuda Buddhayana dengan keterampilan yang esensial untuk mengatasi tantangan kehidupan modern. Dengan menghadirkan peserta pemuda, pelatihan ini berhasil memberikan wawasan mendalam tentang ajaran Buddhis dan strategi pembangunan kepercayaan diri. Evaluasi kegiatan menunjukkan partisipasi aktif peserta dan kemampuan mereka mengaplikasikan konsep-konsep pelatihan dalam kehidupan sehari-hari. Landasan teoritis yang disampaikan mencakup pembangunan kepercayaan diri yang kokoh dan penerapan nilai-nilai Buddhis dalam setiap aspek kehidupan, dengan harapan pelatihan ini akan membentuk pemuda Buddhayana menjadi individu yang kuat, berdaya, dan mampu berkontribusi positif dalam memajukan nilai-nilai Buddhis di tengah masyarakat modern.</p> 2024-02-13T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://jurnalp4i.com/index.php/community/article/view/2725 PELATIHAN GURU SEKOLAH MINGGU: ETIKA KOMUNIKASI DENGAN MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN MENGAJAR BERBASIS SADAR-PENUH 2024-02-08T02:47:21+00:00 WISTINA SENERU wistina_seneru1@stiab-jinarakkhita.ac.id WANDA ANTIKA wistina_seneru@stiab-jinarakkhita.ac.id MADE PARDNYA D.A wistina_seneru@stiab-jinarakkhita.ac.id <p>Training for Buddhist Sunday School teachers plays a crucial role in enhancing the quality of Buddhist religious education for children. The focus of this training is on developing teaching skills based on mindful communication ethics. The training encompasses key aspects such as self-awareness, awareness of students, and effective communication techniques. Teachers are instructed to cultivate active listening skills, understand individual differences among students, and respond with full presence in every interaction. By integrating mindful communication ethics into teaching, it is hoped that Buddhist Sunday School teachers can build better relationships with students, motivate them to learn with enthusiasm, and provide a profound understanding of Buddhist values. Thus, this training contributes to the improvement of the quality of Buddhist religious education in the Buddhist Sunday School environment.</p> <p><strong>ABSTRAK <br /></strong>Pelatihan Guru Sekolah Minggu Buddhis memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan Agama Buddha bagi anak-anak. Fokus pelatihan ini adalah pada pengembangan keterampilan mengajar yang berbasis etika komunikasi sadar-penuh. Pelatihan ini mencakup aspek-aspek utama seperti kesadaran diri, kesadaran terhadap siswa, dan teknik komunikasi yang efektif. Guru diajarkan untuk mengembangkan kemampuan mendengarkan yang aktif, mehamai perbedaan individual siswa, dan merespon dengan penuh kehadiran dalam setiap interaksi. Dengan pengintegrasian etika komunikasi sadar-penuh dalam pengajaran, diharapkan bahwa guru-guru Sekolah Minggu Buddhis dapat menciptakan hubungan yang lebih baik dengan siswa, memotivasi untuk belajar dengan antusiasme, dan memberikan pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai Buddha. Dengan demikian, pelatihan ini berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan Agama Buddha di lingkungan Sekolah Minggu Buddhis.</p> 2024-02-13T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://jurnalp4i.com/index.php/community/article/view/2728 KOMUNIKASI ANTARBUDAYA MAHASISWA DALAM MEWUJUDKAN KEHARMONISAN DI LINGKUNGAN KAMPUS 2024-02-08T02:43:01+00:00 RESDHI WIBAWA resdhi-wibawa1@stiab-jinarakkhita.ac.id EDI SUMARWAN resdhi-wibawa@stiab-jinarakkhita.ac.id TITIN AYU CAHYANI resdhi-wibawa@stiab-jinarakkhita.ac.id BODIMAN BODIMAN resdhi-wibawa@stiab-jinarakkhita.ac.id <p>Differences in student culture result in differences in the way of communication in conveying ideas, ideas, and daily behavior. This research aims to see the intercultural communication patterns of students in the STIAB Jinarakkhita environment. This research uses a descriptive qualitative approach, with data collection methods of observation, interviews and documentation. Data collection focused on six informants who came from various regions. The results showed that intercultural communication patterns that occur in students at STIAB Jinarakkhita are strongly influenced by ethnic factors, language, and social environment. Students tend to use local languages when communicating with people who have the same ethnic background, but use Indonesian when mingling with people of different ethnicities. Verbal communication is the most frequent communication pattern, but communication symbols remain an important part of intercultural communication. In addition, social media such as WhatsApp is also used as a means of communication, especially if you cannot meet directly on campus. It is hoped that understanding the intercultural communication patterns at STIAB Jinarakkhita can contribute to the development of a more inclusive multicultural education. As well as enriching the learning experience for all students in higher education institutions that have cultural diversity.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Perbedaan budaya mahasiswa mengakibatkan perbedaan cara komunikasi dalam menyampaikan ide, gagasan, dan perilaku sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pola komunikasi antarbudaya mahasiswa di lingkungan STIAB Jinarakkhita. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengambilan data difokuskan pada enam Informan yang berasal dari berbagai daerah. Hasil penelitian menunjukan pola komunikasi antarbudaya yang terjadi pada mahasiswa di STIAB Jinarakkhita sangat dipengaruhi oleh faktor etnis, bahasa, dan lingkungan sosial. Mahasiswa cenderung menggunakan bahasa daerah ketika berkomunikasi dengan orang yang memiliki latar belakang suku yang sama, namun menggunakan bahasa Indonesia ketika berbaur dengan orang dari suku yang berbeda. Komunikasi verbal menjadi pola komunikasi yang paling sering dilakukan, namun simbol-simbol komunikasi tetap menjadi bagian penting dalam komunikasi antarbudaya. Selain itu, media sosial seperti WhatsApp juga digunakan sebagai sarana komunikasi, terutama jika tidak dapat bertemu langsung di kampus. Diharapkan dengan memahami komunikasi antarbudaya di STIAB Jinarakkhita dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan pendidikan multikultural yang lebih inklusif. Serta memperkaya pengalaman belajar bagi seluruh mahasiswa di institusi pendidikan tinggi yang memiliki keanekaragaman budaya.</p> 2024-02-13T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://jurnalp4i.com/index.php/community/article/view/2727 PENGEMBANGAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SEBAGAI KUNCI KESUKSESAN WIRAUSAHA: STUDI KASUS PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN 2024-02-08T02:43:56+00:00 WIDIYANTO WIDIYANTO Widiyanto1@stiab-jinarakkhita.ac.id ARIS SETIA PUTRA widiyanto@stiab-jinarakkhita.ac.id KADEK DWIKI G widiyanto@stiab-jinarakkhita.ac.id EKA PRISTA R.S widiyanto@stiab-jinarakkhita.ac.id ADI KRISTIANTO widiyanto@stiab-jinarakkhita.ac.id <p>The development of communication skills is a critical aspect in achieving entrepreneurial success amidst the complexity of globalization and technological advancements. This article highlights the gap between ideal expectations regarding communication skills and the realities faced by entrepreneurs, identifying organizational structure complexity and workplace communication issues as primary obstacles. The research focuses on the role of communication skills in both internal and external company relationships, with an emphasis on entrepreneurship training as a potential solution. A case study was conducted at Vihara Giri Bhakti, Lampung, employing methodological steps including training, mentoring, and evaluation. The research results indicate a significant improvement in the communication skills of training participants, encompassing the ability to convey business visions clearly, overcome internal communication barriers, and enhance interactions with business partners. These findings suggest that entrepreneurship training can effectively enhance communication skills, providing a positive impact on internal company dynamics and increasing business competitiveness. In conclusion, this research provides in-depth insights into the importance of communication skills in the entrepreneurial context, and training can be an effective strategy to overcome these obstacles, unlocking the potential for business success in an ever-changing global era.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Pengembangan keterampilan komunikasi merupakan aspek kritis dalam mencapai kesuksesan wirausaha di tengah kompleksitas globalisasi dan perkembangan teknologi. Artikel ini menyoroti kesenjangan antara harapan ideal terkait keterampilan komunikasi dengan realitas yang dihadapi oleh pelaku wirausaha, mengidentifikasi kompleksitas struktur organisasi dan masalah komunikasi di tempat kerja sebagai hambatan utama. Fokus penelitian mencakup peran keterampilan komunikasi dalam hubungan internal dan eksternal perusahaan, dengan penekanan pada pelatihan kewirausahaan sebagai solusi potensial. Studi kasus dilakukan di Vihara Giri Bhakti, Lampung, dengan langkah-langkah metodologis mencakup pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan komunikasi peserta pelatihan, mencakup kemampuan menyampaikan visi bisnis dengan jelas, mengatasi hambatan komunikasi internal, dan meningkatkan interaksi dengan mitra bisnis. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan kewirausahaan dapat secara efektif meningkatkan keterampilan komunikasi, memberikan dampak positif pada dinamika internal perusahaan, dan meningkatkan daya saing bisnis. Kesimpulannya, penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang pentingnya keterampilan komunikasi dalam konteks wirausaha, dan pelatihan dapat menjadi strategi efektif untuk mengatasi hambatan tersebut, membuka potensi kesuksesan bisnis di era global yang terus berubah </p> 2024-02-13T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://jurnalp4i.com/index.php/community/article/view/2731 MEMBANGUN HARMONI DALAM KEBHINEKAAN: PERAN UMAT BUDDHA DALAM MEWUJUDKAN KEHIDUPAN BERBANGSA YANG BERMARTABAT 2024-02-08T02:34:10+00:00 SIDARTHA ADI GAUTAMA sidarthaadigautama1@stiab-jinarakkhita.ac.id YUDI DHARMA sidarthaadigautama@stiab-jinarakkhita.ac.id MITA RAHAYU sidarthaadigautama@stiab-jinarakkhita.ac.id <p>The purpose of this community service activity is to foster the attitude and active role of Buddhists in order to maintain an attitude of tolerance. This activity is for an attitude of harmony and diversity towards the differences that exist in Indonesia. Humans are God's creation and have differences in gender, ethnicity, customs, language, skin colour and religion adopted by the people of Indonesia, including the community members in Gaya Baru Village 4, Seputih Surabaya Sub-District, Central Lampung Regency, which has a variety of diversity. To be able to live in harmony between community members of different beliefs, an attitude of togetherness and tolerance between communities is fostered, by promoting an attitude of difference, beauty and tolerance will be beautifully intertwined. The implementation of the service was carried out using lecture, discussion and practice methods related to public speaking. The equipment used included: materials, laptops, LCD projectors, microphones, and sound systems.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Tujuan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menumbuhkan sikap dan peran aktif umat Buddha guna terpeliharanya sikap toleransi. Kegiatan ini untuk sikap harmoni dan kebhinekaan terhadap perbedaan-perbedaan yang ada di Indonesia. Manusia adalah ciptaan tuhan dan memiliki perbedaan jenis kelamin, suku, adat istiadat, Bahasa, warna kulit serta agama yang dianut oleh masyarakat Indonesia tidak terkecuali oleh warga masyarakat di desa gaya baru 4 kecamatan seputih Surabaya kabupaten lampung tengah yang memiliki berbagai keanekaragaman. Untuk dapat hidup secara harmonis antara warga masyarakat yang berbeda keyakinan maka ditumbuhkannya sikap kebersamaan dan toleransi antar masyarakat, dengan mengedepankan sikap perbedaan itu maka keindahan dan toleransi pun akan jalin dengan indah. Pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan metode ceramah, diskusi dan praktik berkaitan dengan berbicara didepan umum. Peralatan yang digunakan antara lain: materi, laptop, LCD proyektor, <em>microphone </em>dan <em>sound system</em>..</p> 2024-02-13T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://jurnalp4i.com/index.php/community/article/view/2729 ENGLISH IS FUN: PENGAJARAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS UNTUK MENINGKATKAN ORAL COMMUNICATION SKILL SISWA SEKOLAH MINGGU BUDDHA (SMB) 2024-02-08T02:41:15+00:00 VIKE APRILIANIN MARWINTARIA SAPUTRI vikeaprilianin-marwintariasaputri1@stiab-jinarakkhita.ac.id WISTINA SENERU vikeaprilianin-marwintariasaputri@stiab-jinarakkhita.ac.id METTA RICA PRAMUDITA vikeaprilianin-marwintariasaputri@stiab-jinarakkhita.ac.id RIMAWATI RIMAWATI vikeaprilianin-marwintariasaputri@stiab-jinarakkhita.ac.id <p>Community service is a mentoring activity that seeks to implement English language teaching for Buddhist Sunday School students in groups between lecturers and students. The purpose of this activity is to increase understanding of vocabulary in English with the use of the English is Fun program. The methods used in the English is Fun program include lectures, songs, games, and demonstrations. The results of this community service show that this English is Fun program has succeeded in increasing the interest and confidence of Buddhist Sunday School students to understand the basic material presented and practice English. This can be seen in the enthusiasm and determination of the students to complete all learning activities from start to finish. All those involved at Metta Jaya Monastery were supportive of this community service activity. Based on the results of this program, it can be concluded that the application of English learning teaching in the context of English is Fun is a means of improving the ability of Buddhist Sunday School students to understand English vocabulary effectively.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Pengabdian kepada masyarakat merupakan kegiatan pendampingan yang berupaya melaksanakan pengajaran bahasa Inggris kepada para siswa Sekolah Minggu Buddha secara berkelompok antara dosen dan mahasiswa. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman tentang kosakata dalam bahasa Inggris dengan penggunaan program <em>English is Fun</em>. Metode yang digunakan di program <em>English is Fun</em>, antara lain ceramah, lagu dan permainan dan demonstrasi. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa program <em>English is Fun</em> ini telah berhasil meningkatkan minat dan kepercayaan diri para siswa Sekolah Minggu Buddha untuk memahami materi dasar yang disajikan dan praktik bahasa Inggris. Hal ini terlihat dari semangat dan tekad para siswa untuk menyelesaikan semua kegiatan pembelajaran dari awal hingga akhir. Semua yang terlibat di Vihara Metta Jaya mendukung terhadap kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Berdasarkan hasil program ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan pengajaran belajar bahasa Inggris dalam konteks <em>English is Fun</em> menjadi sarana peningkatan kemampuan para siswa Sekolah Minggu Buddha dalam memahami kosakata dalam bahasa Inggris secara efektif.</p> 2024-02-13T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat