HUBUNGAN TOXIC PARENTING DENGAN SELF ESTEEM SISWA DI SMA KRISTEN

Authors

  • Anaci Omega Saiputa Program Studi Psikologi, Universitas Nusa Cendana Kupang
  • R. Pasifikus Christa Wijaya Program Studi Psikologi, Universitas Nusa Cendana Kupang
  • Mardiana Artati Program Studi Psikologi, Universitas Nusa Cendana Kupang
  • Marni Marni Program Studi Psikologi, Universitas Nusa Cendana Kupang

DOI:

https://doi.org/10.51878/paedagogy.v6i1.9761

Keywords:

Toxic Parenting, Self Esteem, Remaja

Abstract

Toxic parenting is a detrimental parenting pattern that can hinder adolescents’ psychological development, particularly in shaping their self-esteem. This parenting style includes excessive demands, emotional neglect, and demeaning criticism directed toward the child. This study aims to examine the relationship between toxic parenting and self esteem among students at SMA Kristen 1 Kalabahi. Employing a quantitative approach with a correlational design, the study involved 215 students aged 14-19 years selected using a quota sampling technique. The instruments used were the Toxic Parenting Scale based on the aspects proposed by Dunham, Dermer, and Carlson and the Self-Esteem Inventory developed by Coopersmith. The results indicated a significant negative relationship between toxic parenting and self-esteem (r = -0.306; p = 0.000), meaning that higher levels of toxic parenting are associated with lower levels of self-esteem. Most students were categorized as having moderate self-esteem (82.8%) and moderate levels of toxic parenting (76.3%). Regression analysis showed that toxic parenting contributed 9.36% to the variance in self-esteem, with the dismissive parents aspect being the most dominant factor in lowering students’ self-esteem. These findings highlight the crucial role of emotional bonding between parents and children in fostering healthy self-esteem, and suggest the need for parenting education interventions to promote healthier parenting practices that support adolescents’ psychological development..

ABSTRAK

Toxic parenting merupakan pola asuh yang merugikan dan dapat menghambat perkembangan psikologis remaja, terutama dalam pembentukan self esteem. Pola asuh ini mencakup perilaku orang tua yang menuntut secara berlebihan, kurang memberi dukungan emosional, serta cenderung meremehkan atau mengkritik anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara toxic parenting dengan self esteem pada siswa di SMA Kristen 1 Kalabahi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 215 siswa berusia 14–19 tahun yang dipilih melalui teknik quota sampling. Instrumen penelitian terdiri dari Skala Toxic Parenting berdasarkan aspek Dunham, Dermer, & Carlson serta Self Esteem Inventory dari Coopersmith. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara toxic parenting dan self esteem (r = -0,306; p = 0,000), yang berarti semakin tinggi tingkat toxic parenting yang dialami siswa maka semakin rendah self esteem mereka. Mayoritas siswa berada pada kategori self esteem sedang (82,8%) dan toxic parenting kategori sedang (76,3%). Analisis regresi menunjukkan bahwa toxic parenting memberikan kontribusi sebesar 9,36% terhadap variasi self esteem, dengan aspek dismissive parents menjadi faktor yang paling dominan dalam menurunkan self esteem siswa. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas hubungan emosional antara orang tua dan anak sangat penting dalam membangun self esteem yang sehat, serta perlunya intervensi berbasis edukasi parenting untuk meningkatkan pola asuh positif dalam mendukung perkembangan psikologis remaja..

 

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aprilia, E. S., Alfreda, A. Z., Jannah, A., Solikhah, M., & Pradana, H. H. (2023). Dampak toxic parents terhadap kesehatan mental remaja akhir. Psycho Aksara Jurnal Psikologi, 1(2), 210. https://doi.org/10.28926/pyschoaksara.v1i2.1037

Aziz, U. K., Lutfiya, I., & Sulaiman, I. (2021). Gambaran gangguan perilaku dan emosional pada remaja usia 10-24 tahun berdasarkan faktor sosiodemografi (analisis data susenas tahun 2015). BIOGRAPH-I Journal of Biostatistics and Demographic Dynamic, 1(2), 54. https://doi.org/10.19184/biograph-i.v1i2.27873

Claretta, D., Rachmawati, F., & Sukaesih, A. (2022). Communication pattern family and adolescent mental health for strawberry generation. International Journal of Science and Society, 4(3), 79. https://doi.org/10.54783/ijsoc.v4i3.501

Desi, D., Fretes, F. D., Rayanti, R. E., & Raswandaru, M. R. (2024). Playing the self-adventure board game to increase adolescents’ self-esteem. Community Empowerment, 9(3), 553. https://doi.org/10.31603/ce.10847

Distina, P. P. (2021). Intervensi mindful breathing untuk mengatasi stres akademik pada remaja sekolah menengah atas. Psychosophia Journal of Psychology Religion and Humanity, 3(2), 124. https://doi.org/10.32923/psc.v3i2.1756

Fadhilla, R., & Siregar, A. P. (2024). Dampak lingkungan pertemanan toxic terhadap kesehatan mental remaja. Invention Journal Research and Education Studies, 37. https://doi.org/10.51178/invention.v5i2.2017

Febrianti, F., & Subroto, U. (2023). Hubungan pola asuh dengan komunikasi interpersonal pada remaja. Journal of Social and Economics Research, 5(2), 799. https://doi.org/10.54783/jser.v5i2.183

Florensa, F., Hidayah, N., Sari, L., Yousrihatin, F., & Litaqia, W. (2023). Gambaran kesehatan mental emosional remaja. Jurnal Kesehatan, 12(1), 112. https://doi.org/10.46815/jk.v12i1.125

Huang, Y.-T., Pan, J., & Ruoqi, Z. (2024). A review of the impact of parenting styles on adolescents’ self-esteem. Journal of Education Humanities and Social Sciences, 26, 869. https://doi.org/10.54097/m158cb26

Intyas, S. D., & Muttaqin, D. (2022). Peran pengasuhan kontrol psikologis dan otonomi emosional dalam pembentukan identitas remaja. Jurnal Ilmu Keluarga Dan Konsumen, 15(2), 142. https://doi.org/10.24156/jikk.2022.15.2.142

Ita, C. S., & Sihotang, H. (2021). Harmonisasi pola asuh orang tua dalam meningkatkan prestasi belajar pada tingkat sekolah menengah atas. Jurnal Handayani, 12(1), 128. https://doi.org/10.24114/jh.v12i1.26558

Kadiwano, D. W. I., Anakaka, D. L., & Syamruth, T. T. Y. K. (2026). Skrining kesehatan mental pada ibu rumah tangga di desa ubu raya kabupaten sumba barat. CENDEKIA Jurnal Ilmu Pengetahuan, 6(1), 137. https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i1.8862

Kurniawan, K., Khoirunnisa, K., Casman, C., Wijoyo, E. B., Azjunia, A. R., Nurpadillah, E. I., Cahyani, G., Fajri, I., Wardani, L. N., Nurfadillah, N. N., Kumala, R., Srirahayu, W., & Nurrohmah, Y. A. (2023). The effectiveness of social support in adolescents to overcome low self-esteem: Scoping review. Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan, 5(1), 62. https://doi.org/10.30872/j.kes.pasmi.kal.v5i1.7517

Malaikosa, C. A., & Taopan, L. L. (2020). Teaching English at junior high school in Indonesian rural area: The implementation of scientific approach. Lensa Kajian Kebahasaan Kesusastraan Dan Budaya, 10(2), 206. https://doi.org/10.26714/lensa.10.2.2020.206-217

Mauliana, M., & Subardjo, R. Y. S. (2026). Hubungan social comparison dengan kebahagiaan pada remaja pengguna media sosial. CENDEKIA Jurnal Ilmu Pengetahuan, 6(1), 349. https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i1.8090

Muhayati, M., Fikri, M. Z., & Juniarly, A. (2022). The hubungan antara harga diri dengan resiliensi pada remaja yang orang tuanya bercerai. Psychology Journal of Mental Health, 4(1), 62. https://doi.org/10.32539/pjmh.v4i1.71

Niman, S., Parulian, T. S., & Sibarani, D. (2022). Promosi kesehatan jiwa online toxic relationship pada remaja. Jurnal Abdi Masyarakat, 5(2). https://doi.org/10.30737/jaim.v5i2.2407

Rahmah, S., Elmanora, E., & Hasanah, U. (2024). Analisis kekerasan verbal orang tua dan pengaruhnya terhadap kepercayaan diri remaja. Psikobuletin Buletin Ilmiah Psikologi, 5(2), 137. https://doi.org/10.24114/pib.v5i2.24884

Rahman, M. A. (2022). Strategi bimbingan dan konseling kelompok dengan teknik modeling untuk mengembangkan regulasi diri siswa kelas X dan XI di SMKN 2 Garut. EDUKATIF JURNAL ILMU PENDIDIKAN, 4(3), 4721. https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i3.2884

Ranimpi, Y. Y., Hyde, M., & Oprescu, F. (2023). An indigenous psychology perspective for appropriate mental health services and research in Indonesia. Buletin Psikologi, 31(2), 231. https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi.77298

Rismanda, E., Khasanah, U., Susanti, A., Bahri, S., & Baharudin, B. (2025). Kolaborasi orang tua dan guru dalam membentuk generasi tangguh melalui kajian parenting. LEARNING Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 5(2), 777. https://doi.org/10.51878/learning.v5i2.5080

Saputra, A., Syamsuri, S., Utami, T., Bistari, B., & Purnama, S. (2025). Pengaruh motivasi belajar intrinsik terhadap partisipasi belajar siswa dalam pembelajaran pendidikan pancasila di kelas VIII SMP Negeri 29 Pontianak. SOCIAL Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(4), 1409. https://doi.org/10.51878/social.v5i4.7978

Sørensen, N. U., & Nielsen, M. L. (2020). ‘In a way, you’d like to move with them’: Young people, moving away from home, and the roles of parents. Journal of Youth Studies, 24(4), 547. https://doi.org/10.1080/13676261.2020.1747603

Sulaiman, H., Shabrina, F., & Sumarni, S. (2021). Tingkat self esteem siswa kelas XII pada pembelajaran matematika daring. Mosharafa Jurnal Pendidikan Matematika, 10(2), 189. https://doi.org/10.31980/mosharafa.v10i2.652

Sumargi, A. M., & Giovanni, J. (2021). Strength-based parenting and well-being in adolescence. ANIMA Indonesian Psychological Journal, 36(1). https://doi.org/10.24123/aipj.v36i1.2788

Sururi, M. M. A., & Muslikah, M. (2020). Hubungan dukungan sosial teman sebaya dan aktualisasi diri dengan harga diri remaja panti asuhan di Purbalingga. EMPATI-Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 7(1), 36. https://doi.org/10.26877/empati.v7i1.5635

Suwandi, N., Ardani, I. G. A. I., Adnyana, I. G. A. N. S., & Windiani, I. G. A. T. (2024). Cognitive behaviour therapy pada remaja dengan percobaan bunuh diri. HEALTHY Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan, 3(2), 85. https://doi.org/10.51878/healthy.v3i2.3153

Usfal, V. F., Manafe, R. P., & Takalapeta, T. (2026). Overview; hubungan antara adverse childhood experience, regulasi emosi dan non-suicidal self-injury. CENDEKIA Jurnal Ilmu Pengetahuan, 6(1), 488. https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i1.8871

Wasono, C. W. (2021). Pengaruh resiliensi terhadap harga diri remaja di panti asuhan yatim dan tunanetra muhammadiyah purworejo. Acta Psychologia, 1(1), 1. https://doi.org/10.21831/ap.v1i1.43466

Wongsokarto, J. W., & Kurniawan, W. (2025). Metode konseling islam dalam mengatasi penyimpangan remaja (studi kasus di lembaga pembinaan khusus anak kelas II kota ternate). CENDEKIA Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(4), 1536. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i4.7139

Xiao, S. (2023). Development of emotional autonomy of adolescents in the context of family relations and academic performance in middle school. Polish Psychological Bulletin. https://doi.org/10.24425/ppb.2023.144884

Yau, P. S., Cho, Y. W., Shane, J., Kay, J., & Heckhausen, J. (2021). Parenting and adolescents’ academic achievement: The mediating role of goal engagement and disengagement. Journal of Child and Family Studies, 31(4), 897. https://doi.org/10.1007/s10826-021-02007-0

Downloads

Published

2026-03-12

How to Cite

Saiputa, A. O., Wijaya, R. P. C. ., Artati, M. ., & Marni, M. (2026). HUBUNGAN TOXIC PARENTING DENGAN SELF ESTEEM SISWA DI SMA KRISTEN . PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Psikologi, 6(1), 428-438. https://doi.org/10.51878/paedagogy.v6i1.9761

Issue

Section

Articles

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.