GAMBARAN KULINER BETAWI DALAM MEMPERKUAT JATI DIRI BANGSA
DOI:
https://doi.org/10.51878/paedagogy.v6i1.8066Keywords:
Makanan Tradisional, Betawi, Identitas Nasional, Nilai Sosial Budaya.Abstract
This study analyzes the role of traditional Betawi food in strengthening the national identity of Indonesia through a social and cultural approach. Traditional Betawi food not only fulfills physical needs but also serves as a symbol of identity, solidarity, and the inheritance of national values. This research uses a descriptive qualitative method with a narrative approach based on a literature review. The findings reveal that traditional Betawi food reflects cultural acculturation that embodies the values of togetherness, openness, and mutual cooperation. These dishes carry historical, social, and spiritual meanings that contribute to the formation of collective identity. In addition to being local culturales symbols, traditional Betawi food also functions as an educational tool and instrument of cultural diplomacy. Therefore, its preservation is not only about maintaining regional flavors but also reinforcing awareness of the national values that shape the character of the Indonesian nation.
ABSTRAK
Penelitian ini menganalisis peran makanan tradisional Betawi dalam memperkuat jati diri bangsa Indonesia melalui pendekatan sosial dan budaya. Makanan tradisional Betawi tidak hanya memenuhi kebutuhan jasmani, tetapi juga berfungsi sebagai simbol identitas, solidaritas, dan warisan nilai kebangsaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan naratif berbasis studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan tradisional Betawi mencerminkan akulturasi budaya yang menggambarkan nilai kebersamaan, keterbukaan, dan gotong royong. Hidangan-hidangan tersebut mengandung makna historis, sosial, dan spiritual yang berkontribusi pada pembentukan identitas kolektif masyarakat. Selain sebagai simbol budaya lokal, makanan tradisional Betawi juga berfungsi sebagai sarana edukasi dan diplomasi budaya. Oleh karena itu, pelestariannya tidak hanya menjaga cita rasa khas daerah, tetapi juga memperkuat kesadaran terhadap nilai-nilai kebangsaan yang membentuk karakter bangsa Indonesia.
Downloads
References
Abror, K. T., et al. (2024). Peran Makanan Tradisional Dalam Menguatkan Identitas Nasional. Jurnal Budaya Nusantara, 7(1), 24–35. https://doi.org/10.36456/JBN.vol7.no1.8834
Afifah, A. N., et al. (2025). Studi Gastronomi: Revitalisasi Gabus Pucung Sebagai Sarana Pembelajaran Mengenal Warisan Kuliner Betawi Di Sekolah Dasar. Journal of Professional Elementary Education (JPEE), 4(1), 1–120. https://jpee.lppmbinabangsa.ac.id/index.php/home/article/view/110
Andriyanti, A., & Setiawan, B. (2024). Upaya Pelestarian dan Pengembangan Kue Tradisional Betawi. Pengembangan Jurnal Penelitian dan Pendidikan, 2(1). https://doi.org/10.47134/pjpp.v2i1.3307
Barthes, R. (2018). Toward a Psychosociology of Contemporary Food Consumption. In C. Counihan,
Cann, C. (2025). Food and Ritual. Oxford Bibliographies in Food Studies. https://doi.org/10.1093/obo/9780197764381-0052
Dewantara, Y. F. (2021). Analisa potensi wisata kuliner khas Betawi dalam pengembangan pariwisata di kota DKI Jakarta. Jurnal Sains Terapan Pariwisata, 6(1), 20–28. https://journal.polteksahid.ac.id/index.php/jstp/article/view/156
Durkheim, E. (1984). The Division of Labour in Society (1st ed.). The Macmillan Press Ltd.
Harjanto, R., & Pertiwi, S. A. (2021). Empal Gentong and Culinary Culture. Advances in Economics, Business and Management Research, Proceedings of the Ninth International Conference on Entrepreneurship and Business Management (ICEBM 2020). https://doi.org/10.2991/aebmr.k.210507.068
Humaidi. (2023). The Ulama Writing: Books by Six Betawi Scholars (1869-2006). Jurnal Pendidikan Sejarah, 12(1), 101–136. https://doi.org/10.21009/JPS.121.05
Indrawati, M., et al. (2024). Memahami Warisan Budaya dan Identitas Lokal di Indonesia. Jurnal Penelitian Dan Pendidikan IPS (JPPI), 18(1), 77–85. https://ejournal.unikama.ac.id/index.php/JPPI/article/view/9902
Julier, A. (Ed.). (2017). Food and Culture: A Reader (4th ed.). Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315680347
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2024). Pusbimdik Khonghucu dan umat berbagi takjil Ramadhan. Khonghucu Kemenag. https://khonghucu.kemenag.go.id/berita/pusbimdik-khonghucu-dan-umat-berbagi-takjil-ramadhan-vFXHF
Lan, T. J. (2017). Memahami Konsep Etnisitas di Perkotaan: Politik Inter-Ruang di Kota Multikultural. Jurnal Masyarakat & Budaya, 19(3), 435–446. https://doi.org/10.1525/aa.1979.81.2.02a00900/pdf
Lestari, N., Dewi, A. G. M., Rokhmah, S., & Natalina, H. D. (2024). Menjelajahi Warisan Kuliner Betawi: Sekilas Masakan Tradisional Gabus Pucung. Jurnal Budaya Nusantara, 6(3). https://doi.org/10.36456/JBN.vol6.no3.8513
Lupton, D. (1994). Food, Memory and Meaning: The Symbolic and Social Nature of Food Events. The Sociological Review, 42(4), 664–685. https://doi.org/10.1111/j.1467-954X.1994.tb00105.x
Purnama, S. (2025, May 13). Membuka koridor diplomasi lewat kuliner. ANTARA Ekonomi Bisnis. Retrieved from https://www.antaranews.com/ekonomi-bisnis/membuka-koridor-diplomasi-lewat-kuliner
Rahman, P. M. (2024). Fenomena non-Muslim ikut war takjil bawa keharmonisan antar agama di Ramadan 2024. iNews Bandung Raya. https://bandungraya.inews.id/read/420308/fenomena- non-muslim-ikut-war-takjil-bawa-keharmonisan-antar-agama-di-ramadhan-2024
Raza, A. (2023). Exploring the Cultural Significance of Food in Different Societies. Research Journal for Social Affairs, 1(1), 46–54. https://rjsaonline.com/journals/index.php/rjsa/article/view/10
Rizqi, M. A. (2024). Kerak telor, simbol tradisi dan identitas budaya Jakarta. kumparan. https://kumparan.com/muhammad-ade-rizqi/kerak-telor-simbol-tradisi-dan-identitas-budaya- jakarta-245d91zec5A/3
Saputra, F. A. (2024). Nilai-Nilai Budaya Pada Masyarakat Betawi Dilihat Dari Makanan Khas Tradisonal. Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah, 9(1), 94–109. https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/sajaratun/article/download/4340/2519
Seni & Budaya Betawi. (2022). Sajian Makanan dalam Fase Kehidupan Masyarakat Betawi. Seni & Budaya Betawi. https://www.senibudayabetawi.com/6929/sajian-makanan-dalam-fase- kehidupan-masyarakat-betawi.html
Sulistyo, A. (2020). Jakarta Dari Masa ke Masa: Kajian Identitas Kota Melalui Tinggalan Cagar Budaya. SANGKHAKALA: Berkala Arkeologi, 23(1), 1–17. https://sangkhakala.kemdikbud.go.id/index.php/SBA/article/view/387
The National Lottery Community Fund. (2019). The role of food in building connections and relationships. The National Lottery Community Fund.
Thijssen, P. (2012). From mechanical to organic solidarity, and back: With Honneth beyond Durkheim. European Journal of Social Theory, 15(4), 454–470. https://doi.org/10.1177/1368431011423589
Thomson, R. (2020). The emergence of national food: the dynamics of food and nationalism. Food, Culture, and Society, 23(1), 97–98. https://doi.org/10.1080/15528014.2019.1688609
Vioreza, N., et al. (2024). Tradisi Nyorog Masyarakat Betawi: Implementasi Nilai-nilai Tradisi di Sekolah Dasar. SIPENDAS: Jurnal Kreasi dan Inovasi Pendidikan Dasar, 1(1), 13–26. http://jurnal.stkipkusumanegara.ac.id/index.php/sipendas/article/view/2098
Wachidah, L. R., Subandiyah, H., Indarti, T., Ahmadi, A., & Yohanes, B. (2025). Identitas Kolektif dalam Cerita Rakyat Bertema Kuliner ASEAN: Kajian Gastronomi Sastra. GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 7(1), 307–326. https://doi.org/10.19105/ghancaran.v7i1.17902
Wachidah, L. R., Sudikan, S. Y., Darni, & Ahmadi, A. (2025). Makanan Sebagai Representasi Tradisi Sosial dan Budaya: Kajian Gastrosemiotik Dalam Cerita Rakyat Kuliner. Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Dan Ilmu-Ilmu Sosial. https://doi.org/10.19105/ejpis.v1i.19156
Wulandari, P. A. R., et al. (2025). Pewarisan kultur kedaerahan betawi melalui sinergi masyarakat adat dan pemerintah daerah. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(3), 302–316. https://journal.unpas.ac.id/index.php/pendas/article/view/31318
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Hasna Jauharah, Sutiawan Sutiawan, Syarifah Najmah Khairiyyah, Fausta Ansika Cecilia, Urip Rahmad Endarto, Sri Tiatri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.













