IDEOLOGI NASIONALISME DALAM TUTURAN UPACARA BENDERA: ANALISIS WACANA KRITIS WODAK PADA SISWA SMA

Authors

  • Nora Elmirna Universitas Muhammadiyah Surabaya
  • Ulfa Rahma Universitas Muhammadiyah Surabaya
  • R. Panji Hermoyo Universitas Muhammadiyah Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.51878/learning.v6i2.9685

Keywords:

nasionalisme, upacara bendera, analisis wacana kritis, model Wodak, pendidikan

Abstract

Nationalism is often considered a natural characteristic, yet it is routinely produced through educational institutions to shape students' collective identity. The main focus of this research is to examine the construction of nationalist ideology in the speech of the flag ceremony at SMA Negeri 02 Bombana using Ruth Wodak's Critical Discourse Analysis model of Discourse-Historical Approach. The research stages were conducted qualitatively through the process of transcribing the speech of the ceremony instructor, field observations, and in-depth interviews to understand the institutional context. Data analysis focused on discursive strategies that include aspects of nomination, predication, argumentation, perspectivization, and the intensification and mitigation of meaning. The research findings indicate that nationalism is constructed through the framing of the inclusive identity of "we" as the subject of the nation who bears moral responsibility. This narrative dominates all segments of the ceremony with an emphasis on the topos of obligation and the threat of being left behind to legitimize students' compliance with school rules. Furthermore, institutional power relations are disguised through the use of paternalistic greetings that make ideological instructions feel like nurturing advice. The main conclusion confirms that the flag ceremony functions as a mechanism for reproducing state ideology that is normative and sacred in nature within the educational ecosystem. This discursive practice successfully transformed critical awareness into disciplinary compliance without any open resistance through very intensive and systematic national symbolism in a sustainable manner to create pure loyalty among all students.

ABSTRAK

Nasionalisme sering kali dianggap sebagai karakter yang alami, padahal ia diproduksi secara rutin melalui institusi pendidikan guna membentuk identitas kolektif siswa. Fokus utama penelitian ini adalah mengkaji konstruksi ideologi nasionalisme dalam tuturan upacara bendera di SMA Negeri 02 Bombana dengan menggunakan Analisis Wacana Kritis model Discourse-Historical Approach milik Ruth Wodak. Tahapan penelitian dilakukan secara kualitatif melalui proses transkripsi tuturan amanat pembina upacara, observasi lapangan, serta wawancara mendalam untuk memahami konteks institusional. Analisis data difokuskan pada strategi diskursif yang mencakup aspek nominasi, predikasi, argumentasi, perspektivisasi, serta intensifikasi dan mitigasi makna. Temuan penelitian menunjukkan bahwa nasionalisme dibangun melalui pembingkaian identitas inklusif "kita" sebagai subjek bangsa yang memikul tanggung jawab moral. Narasi tersebut mendominasi seluruh segmen upacara dengan penekanan pada topos kewajiban dan ancaman ketertinggalan guna melegitimasi kepatuhan siswa terhadap aturan sekolah. Selain itu, relasi kuasa institusional disamarkan melalui penggunaan sapaan paternalistik yang membuat instruksi ideologis terasa sebagai nasihat pengasuhan. Simpulan utama menegaskan bahwa upacara bendera berfungsi sebagai mekanisme reproduksi ideologi negara yang bersifat normatif dan sakral dalam ekosistem pendidikan. Praktik diskursif ini berhasil mengubah kesadaran kritis menjadi kepatuhan disipliner tanpa adanya resistensi terbuka melalui simbolisme nasional yang sangat intensif dan sistematis secara berkelanjutan guna menciptakan loyalitas murni pada seluruh peserta didik.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ak?n, M. H., & Mardiah, R. (2025). Nilai-nilai pendidikan Islam dalam kearifan lokal pulau Pajenekang (studi tradisi tammu taung dalam pembentukan sikap sosial dan religius masyarakat). LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 5(1), 452. https://doi.org/10.51878/learning.v5i1.4614

Anggraeni, F. D., & Hidayat, R. (2020). Penguatan identitas sebagai strategi bertahan warga adat sunda wiwitan. Indonesian Journal of Sociology Education and Development, 2(2), 75. https://doi.org/10.52483/ijsed.v2i2.27

Anto, A. H. F., Rahmawati, D. A., & Martiarini, N. (2023). The integration of national and religious identity: An overview of identity development in elementary schools. Analisa Journal of Social Science and Religion, 8(2), 237. https://doi.org/10.18784/analisa.v8i2.2059

Aulia, S. S., Arif, D. B., Sofihara, I., Utami, A. P., Laelaturrohmah, L., & Arpannudin, I. (2021). Nationalist character at Muhammadiyah school. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 18(1), 172. https://doi.org/10.21831/jc.v18i1.39183

Elias, S. (2020). Comparative analysis of Indonesian presidents’ identities in wayang during the reformasi era. Insaniyat Journal of Islam and Humanities, 5(1), 1. https://doi.org/10.15408/insaniyat.v5i1.15718

Erviana, V. Y. (2021). Penanganan dekadensi moral melalui penerapan karakter cinta damai dan nasionalisme. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan, 14(1), 1. https://doi.org/10.21831/jpipfip.v14i1.27149

Hamid, S. I., Dewi, D. A., Salsabila, H., Nurnazhiifa, K., & Sati, L. (2021). Efektivitas pembelajaran jarak jauh terhadap keberhasilan pelajaran PKn dalam membangun rasa nasionalisme siswa sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 5(6), 5288. https://doi.org/10.31004/basicedu.v5i6.1616

Hasna, S., Firdaus, A. R., Dewi, D. A., & Furnamasari, Y. F. (2021). Strategi guru dalam menumbuhkan jiwa nasionalisme peserta didik melalui pembelajaran PKn. EDUKATIF: JURNAL ILMU PENDIDIKAN, 3(6), 4970. https://doi.org/10.31004/edukatif.v3i6.1570

Hidayat, M. F., & Purnomo, B. (2021). Pembentukan karakter nasionalisme peserta didik melalui ekstrakurikuler Hizbul Wathan. JEJAK: Jurnal Pendidikan Sejarah & Sejarah, 1(1), 1. https://doi.org/10.22437/jejak.v1i1.13274

Kristensen, J. E., Hultén, M., Jarning, H., Tröhler, D., Hörmann, B., Tveit, S., & Bostadt, I. (2022). The Nordic education model in context. Routledge. https://doi.org/10.4324/9781003218180

Kurniawan, D., Karliani, E., & Ikbal, A. (2025). Habituasi nilai-nilai pancasila dalam pembelajaran pendidikan pancasila di SMK. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(2), 326. https://doi.org/10.51878/social.v5i2.5366

Lestianingsih, D., Nurkamto, J., & Sumardi, S. (2023). Contesting language ideologies in the linguistic schoolscapes in an Indonesian multilingual school: A case study. Voices of English Language Education Society, 7(3), 431. https://doi.org/10.29408/veles.v7i3.23253

Masitoh, M. (2020). Pendekatan dalam analisis wacana kritis. Edukasi Lingua Sastra, 18(1), 66. https://doi.org/10.47637/elsa.v18i1.221

Muntasyiroh, D., & Arifin, Z. (2026). Pengaruh media pembelajaran papan pintar terhadap pemahaman dan kemandirian siswa pada mata pelajaran matematika. SCIENCE: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA, 6(1), 110. https://doi.org/10.51878/science.v6i1.9359

Nurasiah, I., Marini, A., Nafiah, M., & Rachmawati, N. (2022). Nilai kearifan lokal: Projek paradigma baru program sekolah penggerak untuk mewujudkan profil pelajar pancasila. Jurnal Basicedu, 6(3), 3639. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i3.2727

Oca, A., Asmara, Y., & Isbandiyah, I. (2023). Upaya guru menginternalisasikan sikap nasionalisme pada siswa kelas X melalui pembelajaran sejarah di SMA IT Annajiyah Lubuklinggau. ANTHOR: Education and Learning Journal, 2(6), 762. https://doi.org/10.31004/anthor.v2i6.256

Pandanwangi, P. S., & Widodo, P. (2022). Ideological perspective on guideline “merdeka belajar – kampus merdeka” through systemic functional linguistics. LITERA, 21(3), 334. https://doi.org/10.21831/ltr.v21i3.51277

Pradana, D. A., Mahfud, M., Hermawan, C., & Susanti, H. D. (2021). Nasionalism: Character education orientation in learning development. Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal) Humanities and Social Sciences, 3(4), 4026. https://doi.org/10.33258/birci.v3i4.1501

Pujianingsih, J. P., Wibowo, R. B. J., Prandika, R. R., & Rawanoko, E. S. (2024). Peranan upacara bendera dalam menanamkan sikap nasionalisme pada siswa sekolah dasar. Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan, 3(1), 23. https://doi.org/10.59031/jkppk.v3i1.520

Ricklefs, M. A. (2021). Functions of language use and raciolinguistic ideologies in students’ interactions. Bilingual Research Journal, 44(1), 90. https://doi.org/10.1080/15235882.2021.1897048

Rizkiyanti, A. (2024). Linguistik kritis terhadap wawancara Ganjar Pranowo dan Najwa Shihab di Universitas Gadjah Mada. Journal on Education, 6(4), 20850. https://doi.org/10.31004/joe.v6i4.6170

Rukiyati, R., Hanum, F., & Purwastuti, L. A. (2023). Excellence of the diversity value and the educational environment on student nationalism. Jurnal Cakrawala Pendidikan, 42(2). https://doi.org/10.21831/cp.v42i2.55797

Sabrina, A., Siregar, S. I., & Sosrohadi, S. (2021). Lingual dominance and symbolic power in the discourse of using the PeduliLindungi application as a digital payment tool. International Journal of Linguistics Studies, 1(2), 52. https://doi.org/10.32996/ijls.2021.1.2.8

Salouw, J. H., Suharno, S. S., & Talapessy, R. (2020). Peran guru dalam meningkatkan karakter disiplin untuk mewujudkan ketahanan pribadi siswa melalui pembelajaran PPKn (studi kasus di SMA 1 Wonreli Maluku Barat Daya). Jurnal Ketahanan Nasional, 26(3), 380. https://doi.org/10.22146/jkn.61168

Samsudin, S., & Ningsih, T. (2025). Implementation of multicultural educational values in madrasah. ELSE (Elementary School Education Journal): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar, 8(3). https://doi.org/10.30651/else.v8i3.24041

Saragih, J., Philia, I. T., Situmeang, T. A., & Yunita, S. (2025). Nilai musyawarah dalam PKN sebagai basis pembentukan modal kultural kolektif: Sebuah tinjauan pustaka tentang demokrasi deliberatif di sekolah. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(4), 1462. https://doi.org/10.51878/social.v5i4.7996

Suarno, D. T., Suryono, Y., Zamroni, Z., Irmansyah, J., & Yasin, F. (2022). The meaning and experience on nationalism among Indonesian migrant workers’ children in border area. International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE), 11(3), 1595. https://doi.org/10.11591/ijere.v11i3.21729

Susanto, H., Fatmawati, S., & Fathurrahman, F. (2022). Analisis pola narasi sejarah dalam buku teks lintas kurikulum di Indonesia. Fajar Historia: Jurnal Ilm Sejarah dan Pendidikan, 6(2), 228. https://doi.org/10.29408/fhs.v6i2.6632

Susanto, H., & Purwanta, H. (2022). Analisis pola narasi reflektif buku teks sejarah SMA untuk pencapaian empati sejarah. Yupa: Historical Studies Journal, 6(1), 45. https://doi.org/10.30872/yupa.v6i1.1066

Susanto, N. H., Nabila, U., & Muasomah, M. (2020). Cultural identity, capitalization of education, and pedagogy for liberation. Cendekia: Jurnal Kependidikan dan Kemasyarakatan, 18(2), 313. https://doi.org/10.21154/cendekia.v18i2.1900

Tibr, T. U., Fauzan, F., & Nurmaliyah, Y. (2025). Penerapan kurikulum merdeka pada pembelajaran pendidikan agama islam dan budi pekerti di SMK Sahid Jakarta. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 5(3), 1442. https://doi.org/10.51878/learning.v5i3.6652

Triani, R., & Ain, S. Q. (2023). Implementasi nilai-nilai pancasila pada siswa kelas II SDN 190 Pekanbaru. Aulad: Journal on Early Childhood, 6(1), 1. https://doi.org/10.31004/aulad.v6i1.431

Wilujeng, S. R., Syamsuddin, M. M., & Murtiningsih, R. S. (2020). Dinamika pendidikan di Indonesia dalam perspektif filsafat. HUMANIKA, 27(2), 170. https://doi.org/10.14710/humanika.v27i2.34762

Winardi, L. B. (2023). Hantu permintaan radikal: Subjek etis dalam bayang-bayang impotensi refleksif. Retorik: Jurnal Ilmu Humaniora, 10(2), 107. https://doi.org/10.24071/ret.v10i2.5742

Yulianie, P., Anjani, M., Dotrimensi, D., & Triyani, T. (2025). Membangun identitas nasional melalui pendidikan kewarganegaraan di SMP Kristen Rehobot Palangka Raya. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(1), 105. https://www.google.com/search?q=https://doi.org/10.51878/social.v5i1.4624

Zulaikha, I., & Wakhudin, W. (2023). Implementation of civic values through flag ceremony for the character development of love for the country. Proceedings Series on Social Sciences & Humanities, 12, 492. https://doi.org/10.30595/pssh.v12i.837

Downloads

Published

2026-03-15

How to Cite

Elmirna, N., Rahma, U. ., & Hermoyo, R. P. . (2026). IDEOLOGI NASIONALISME DALAM TUTURAN UPACARA BENDERA: ANALISIS WACANA KRITIS WODAK PADA SISWA SMA. LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 6(2), 795-808. https://doi.org/10.51878/learning.v6i2.9685

Issue

Section

Articles