PEMBENTUKAN ETIKA KOMUNIKASI SISWA MELALUI PEMBINAAN ROHANI BERBASIS NILAI-NILAI KRISTIANI DI SMA KRISTEN 1 SURAKARTA
DOI:
https://doi.org/10.51878/learning.v6i3.13712Keywords:
Pembinaan Rohani, Etika Komunikasi, Nilai-Nilai Kristiani, Pendidikan Kristen, karakter siswaAbstract
ABSTRACT
Christian education aims not only to develop students’ academic abilities but also to shape their character, morality, and spirituality, which are reflected in their daily lives, including their communication ethics. However, a gap remains between the Christian values taught through spiritual formation programs and students’ actual communication behavior, as evidenced by the continued use of harsh language, ridicule, and unconstructive communication. This study aimed to analyze the role of spiritual formation in shaping students’ communication ethics at SMA Kristen 1 Surakarta. The research employed a qualitative method with a case study approach. Data were collected through observations, semi-structured interviews with eight students and one Christian Religious Education teacher who also served as a spiritual mentor, and documentation. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that spiritual formation functions as a means of internalizing Christian values, particularly love, honesty, responsibility, respect for others, and self-control. These values have begun to be reflected in students’ communication practices through the use of polite language, respect for others, honest communication, and emotional self-regulation. Spiritual formation also contributes significantly to the development of students’ communication ethics, although its implementation still faces challenges arising from family environments, peer influence, and digital media. This study concludes that spiritual formation plays a strategic role in fostering students’ communication ethics through the continuous internalization and application of Christian values.
ABSTRAK
Pendidikan Kristen tidak hanya bertujuan mengembangkan kemampuan akademik peserta didik, tetapi juga membentuk karakter, moral, dan spiritual yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam etika komunikasi. Namun, masih ditemukan kesenjangan antara nilai-nilai Kristiani yang diajarkan melalui pembinaan rohani dengan perilaku komunikasi siswa yang ditandai oleh penggunaan kata-kata kasar, ejekan, dan komunikasi yang kurang membangun. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pembinaan rohani dalam membentuk etika komunikasi siswa di SMA Kristen 1 Surakarta. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi-terstruktur terhadap delapan siswa dan satu guru Pendidikan Agama Kristen sekaligus pembina rohani, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan rohani berperan sebagai sarana internalisasi nilai-nilai Kristiani, khususnya kasih, kejujuran, tanggung jawab, penghormatan terhadap sesama, dan penguasaan diri. Nilai-nilai tersebut mulai diimplementasikan dalam praktik komunikasi siswa melalui penggunaan bahasa yang lebih santun, sikap menghargai orang lain, komunikasi yang jujur, dan kemampuan mengendalikan diri. Pembinaan rohani juga berkontribusi dalam membentuk etika komunikasi siswa, meskipun penerapannya masih menghadapi tantangan yang berasal dari lingkungan keluarga, teman sebaya, dan media digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembinaan rohani memiliki peran strategis dalam membentuk etika komunikasi siswa melalui internalisasi dan implementasi nilai-nilai Kristiani secara berkelanjutan.
Downloads
References
Adang, R. M., & Zega, A. J. (2023). Pentingnya “Kasih” dalam Surat 1 Yohanes: Tafsiran terhadap kasih Agape. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan dan Agama, 4(2), 94–102. https://doi.org/10.55606/semnaspa.v4i2.1161
Aryanto, T. N., & Sitorus, F. K. (2025). Kajian teori komunikasi Jürgen Habermas: Fondasi rasionalitas dalam interaksi sosial. NIVEDANA: Jurnal Komunikasi dan Bahasa, 6(2), 370–382. https://jurnal.radenwijaya.ac.id/index.php/NIVEDANA/article/view/1755
Fajarni, S. (2022). Teori Kritis Mazhab Frankfurt: Varian Pemikiran 3 (Tiga) Generasi Serta Kritik Terhadap Positivisme, Sosiologi, dan Masyarakat Modern. Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 24(1), 72. https://doi.org/10.22373/substantia.v24i1.13045
Ilmi, N., Sari, A. K., Ramadani, A. W., Siregar, Q. A. Q., & Sari, N. T. (2025). Hubungan antara etika berbahasa dan pengembangan karakter siswa di sekolah. Jurnal Lazuardi, 8(4), 1–10. https://doi.org/10.53441/jl.Vol8.Iss4.285
Juntak, J. N. S. (2025). Panggilan guru Kristen dalam pemberitaan Injil (N. Duniawati, Ed.; 1st ed.). Penerbit Adab.
Maulidayani, M., Lubis, F. A., Istiqomah, I., Khairuman, M. F., Nazah, N., & Solehatun, S. (2025). Peran komunikasi interpersonal guru terhadap perkembangan minat belajar siswa. Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(3), 1045–1056. https://doi.org/10.56832/edu.v5i3.2256
Munthe, H. (2023). Peran dan fungsi kurikulum tersembunyi terhadap pembentukan karakter siswa berbasis nilai-nilai Kristiani dalam Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti. Didaskalia: Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 4(1), 35–47. https://ejournal-iakn-manado.ac.id/index.php/didaskalia/article/view/1325
Mutiarani, U. P., Karimah, I. N., & Syarafa, Y. P. (2024). Etika Komunikasi dalam Penggunaan Media Sosial di Kalangan Mahasiswa. Jurnal Harmoni Nusa Bangsa, 1(2). https://doi.org/10.47256/jhnb.v1i2.301
Pickering, W. S. F. (1995). Durkheim and moral education for children: A recently discovered lecture. Journal of Moral Education, 24(1), 19–36. https://doi.org/10.1080/0305724950240102
Prabowo, E., Fajrie, N., & Setiawan, D. (2021). Etika komunikasi siswa dalam pembelajaran daring melalui aplikasi WhatsApp. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan, 5(3), 429–437. https://doi.org/10.23887/jppp.v5i3.38191
Pratiwi, K. E. L. P., & Rianto, P. R. (2023). Etika Komunikasi dalam Bermedia Sosial di Kalangan Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Kudus. Jurnal Mahasiswa Komunikasi Cantrik, 3(1), 19–34. https://doi.org/10.20885/cantrik.vol3.iss1.art2
Prawiromaruto, I. H., & Stevanus, K. (2022). Pendidikan Karakter Kristen Melalui Pengutamaan Formasi Rohani. DUNAMIS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 7(2), 543–556. https://doi.org/10.30648/dun.v7i2.926
Rachelya, T., Pujiono, A., & Komaling, H. W. (2022). Peranan Pembinaan Rohani Terhadap Pertumbuhan Karakter Pemuda Remaja. EPIGNOSIS: Jurnal Pendidikan Kristiani Dan Teologi, 1(1), 43–53. https://www.mendeley.com/catalogue/04bfc6ff-61d5-32d6-9670-2e7362c694bb/
Rahmani, D. A., Murhayati, S., & Kholis, I. (2025). Analisis data kualitatif. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2), 13540–13547. https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/27030
Romdona, S., Junista, S. S., & Gunawan, A. (2025). Teknik pengumpulan data: Observasi, wawancara dan kuesioner. JISOSEPOL: Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik, 3(1), 39–47. https://samudrapublisher.com/index.php/JISOSEPOL/article/view/238
Saingo, Y. A. (2023). Internalisasi nilai-nilai karakter religius melalui pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di SD Inpres Lili. Apostolos: Journal of Theology and Christian Education, 3(1), 1–14. https://doi.org/10.52960/a.v3i1.176
Sari, S. P., & Bermuli, J. E. (2021). Etika Kristen dalam pendidikan karakter dan moral siswa di era digital. Diligentia: Journal of Theology and Christian Education, 3(1), 46–63. https://doi.org/10.19166/dil.v3i1.2782
Sihole, I. I. P. (2026). Transformasi pembelajaran Pendidikan Agama Kristen: Integrasi teologi Alkitabiah dan spiritualitas dalam membentuk karakter peserta didik. Jurnal Teologi Pondok Daud, 9(1). https://ejournal.sttpk-medan.ac.id/index.php/pondokdaud/article/view/162
Situmorang, G. K., & Sukarna, T. (2024). Peranan pembinaan rohani Kristen dalam pembentukan karakter peserta didik SMA Negeri 1 Citeureup di era modernisasi IPTEK. Jurnal Kadesi, 6(2), 131–146. https://ejournal.sttkb.ac.id/index.php/kadesibogor/article/view/96
Ste?, M., & Kulik, M. M. (2021). The psycho-didactic approach in religious and moral education: Towards personal growth and positive mental health of students. Religions, 12(6), 424. https://doi.org/10.3390/rel12060424
Sunarko, A. S. (2021). Fungsi keluarga dalam perspektif Alkitab sebagai basis Pendidikan Agama Kristen. Jurnal Pendidikan Agama Kristen (JUPAK), 1(2), 92–107. https://doi.org/10.52489/jupak.v2i1.15
Syauqy, M. E., & Anugrah, D. W. (2024). Tindakan komunikatif Jurgen Habermas dan implikasinya terhadap podcast di Indonesia. Kediri Journal of Journalism and Digital Media (KJOURDIA), 2(1), 23–34. https://doi.org/10.30762/kjourdia.v1i2.2245
Tapilaha, S. R. (2025). Pendidikan Agama Kristen transformatif: Kunci pembentukan karakter dan pertumbuhan rohani siswa. KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta, 7(2), 383–400. https://doi.org/10.47167/bwdqxx70
Triposa, R., Sinaga, R. P., & Jatmiko, I. (2024). Implikasi Teori Tindakan Komunikasi Habermas dalam Pendidikan Kristen. Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 9(1), 121–134. https://christianeducation.id/e-journal/index.php/regulafidei/article/view/211
Zega, Y. A., & Belo, Y. (2025). Kajian Efesus 4:29 untuk membangun prinsip etika komunikasi dalam menanggapi ujaran kebencian. JURNAL LUXNOS, 11(1), 268–281. https://luxnos.sttpd.ac.id/index.php/20_luxnos_20/article/view/yanuar2025
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










