PELESTARIAN BUDAYA SALIM DAN UCAP SALAM SAAT BERTEMU GURU DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA

Authors

  • Ida Safitri Magister Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya
  • Najlatun Naqiyah Magister Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya
  • Ari Khusumadewi Magister Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.51878/learning.v6i1.9352

Keywords:

Budaya salam, sopan santun, komunikasi

Abstract

Culture is a vital entity passed down through generations. In the context of Indonesian education, the tradition of shaking hands and greetings holds a high urgency as a manifestation of noble character. This research is motivated by the need to strengthen character education in schools to address the decline in ethics and students' respect for educators. The main focus of this study is to analyze the implications of preserving the culture of shaking hands and greetings when meeting teachers on the formation of students' polite character. The research method applies a systematic literature study by reviewing various relevant journals over the past five years. The findings show that greetings are not merely verbal greetings, but contain a prayer for safety and a deep value of tolerance. The habit of shaking hands and greetings has consistently been proven to be able to shape polite behavior, improve the ethics of verbal and non-verbal communication, and strengthen emotional bonds and Islamic brotherhood between teachers and students. The main conclusion emphasizes that this cultural integration is very effective as an instrument for forming polite character, so it is worth preserving not only in the academic environment, but also implemented widely in students' social interactions in society.

ABSTRAK

Budaya merupakan entitas vital yang diwariskan secara turun-temurun, di mana dalam konteks pendidikan di Indonesia, tradisi salim dan mengucapkan salam memiliki urgensi tinggi sebagai manifestasi karakter luhur. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya penguatan pendidikan karakter di sekolah guna menanggulangi penurunan etika dan rasa hormat siswa terhadap pendidik. Fokus utama kajian ini adalah menganalisis implikasi pelestarian budaya salim dan salam saat bertemu guru terhadap pembentukan karakter kesantunan siswa. Metode penelitian menerapkan studi literatur sistematik dengan menelaah berbagai jurnal relevan dalam rentang waktu lima tahun terakhir. Temuan menunjukkan bahwa salam tidak sekadar sapaan verbal, melainkan mengandung muatan doa keselamatan dan nilai toleransi yang mendalam. Pembiasaan salim dan salam secara konsisten terbukti mampu membentuk perilaku sopan santun, meningkatkan etika komunikasi verbal maupun non-verbal, serta mempererat hubungan emosional dan ukhuwah Islamiyah antara guru dan peserta didik. Simpulan utama menegaskan bahwa integrasi budaya ini sangat efektif sebagai instrumen pembentukan karakter yang santun, sehingga patut dilestarikan tidak hanya dalam lingkungan akademik, tetapi juga diimplementasikan secara luas dalam interaksi sosial siswa di masyarakat.

 

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amalia, R. (2024). Relevansi budaya sopan santun di tengah gempuran digitalisasi pada siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 6(1), 445–452. https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jpdk/article/view/24101

Arum, D. P. (2020). Kesantunan berbahasa mahasiswa prodi agroteknologi UPN Veteran Jawa Timur untuk mengukur efektivitas kuliah Bela Negara. Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 13(1), 94–105. https://doi.org/10.30651/st.v13i1.3667

Diana, D. R. L., & Baadilla, I. (2023). Kesantunan berbahasa Indonesia dalam pembelajaran Akidah Akhlak menggunakan metode diskusi di kelas VII MTs Negeri 6 Jakarta. Jurnal Onoma: Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 9(2), 985–994. https://doi.org/10.30605/onoma.v9i2.2813

Faizin, M., Firdaus, E., & Fakhruddin, A. (2024). Eksplorasi wujud tradisi Maulid Nabi sebagai medium pemahaman sejarah Nabi Muhammad pada sekolah di Kota Bandung. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 4(4), 1067–1078. https://doi.org/10.51878/learning.v4i4.3485

Fitriani, A. (2020). Metode pembiasaan dalam menanamkan karakter jujur dan disiplin pada anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(1), 122–130. https://doi.org/10.31004/obsesi.v4i1.290

Hidayat, D. D. N. (2022). Penanaman karakter religius dan toleransi terhadap perkembangan sosial peserta didik tingkat sekolah dasar. EDUKATIF: Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(6), 7894–7903. https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i6.4267

Hidayat, M. T., Caswita, C., & Sari, P. M. (2021). Keteladanan guru sebagai kunci implementasi budaya salam, sapa, dan salim di sekolah. Jurnal Pendidikan Dasar, 12(2), 156–167. https://doi.org/10.21009/JPD.012.16

Kurniawan, D. (2022). Meningkatkan kecerdasan interpersonal siswa melalui pembiasaan budaya 5S. Jurnal Pendidikan Karakter, 13(1), 89–102. https://doi.org/10.21831/jpka.v12i1.44231

Kurniawan, D., Karliani, E., & Ikbal, A. (2025). Habituasi nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di SMK. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(2), 326–337. https://doi.org/10.51878/social.v5i2.5366

Lase, F. (2022). Kesantunan tindak tutur dalam amaedola ononiha untuk mendidik peserta didik nilai-nilai karakter cerdas. Educativo: Jurnal Pendidikan, 1(2), 645–654. https://doi.org/10.56248/educativo.v1i2.86

Lestari, W. (2020). Penanaman nilai-nilai karakter melalui budaya sekolah di TK Al-Ikhlas. Jurnal Pendidikan Anak, 9(2), 110–118. https://doi.org/10.21831/jpa.v9i2.34211

Miftahusalimah, P. L., Yulizah, Y., Rosmalina, E., Sari, F., & Samitra, D. (2025). Disiplin positif pada implementasi kurikulum merdeka sebagai strategi dalam menumbuhkan karakter disiplin peserta didik. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 5(1), 209–220. https://doi.org/10.51878/learning.v5i1.4331

Mulyani, S. (2023). Perkembangan moral dan etika berkomunikasi siswa dalam perspektif budaya salim. Jurnal Ilmu Pendidikan, 5(3), 2210–2218. https://doi.org/10.17977/um031v5i32023p2210

Ngadhimah, M., Ramdhani, A. A., Wachid, A., Nafi’, A., & Wibowo, A. (2023). Pembinaan karakter religius peserta didik melalui budaya sekolah di SMAN 2 Ponorogo. MA ALIM: Jurnal Pendidikan Islam, 4(2), 296–311. https://doi.org/10.21154/maalim.v4i2.7360

Nurhayati, E. (2024). Pengaruh budaya salim pagi terhadap kesiapan belajar dan kedisiplinan siswa. Jurnal Inovasi Pembelajaran, 10(1), 12–25. https://doi.org/10.22219/jinop.v10i1.28421

Pratama, A. B. (2021). Menciptakan iklim sekolah kondusif melalui budaya sapa dan salam. Jurnal Manajemen Pendidikan, 16(2), 134–145. https://doi.org/10.21009/jmp.v16i2.21542

Rahayu, S. (2025). Tantangan re-internalisasi budaya 5S pasca pembelajaran daring di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 9(1), 88–97. https://doi.org/10.31004/basicedu.v9i1.1105

Runtuwene, M., Nuchri, A. A., & Dariwu, C. T. (2026). Representasi kebudayaan kawasan perbukitan di Desa Woloan dalam arsitektur rumah adat Walewangko. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 6(1), 306–317. https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i1.8877

Salsabila, A., & Priatmoko, S. (2023). Implementasi budaya sekolah 9S dalam pembentukan karakter religius siswa. Jurnal Pendidikan Islam, 12(2), 178–190. https://doi.org/10.14421/jpi.2023.122.178

Salsabila, S., & Priatmoko, S. (2023). Pembentukan karakter religius siswa sekolah dasar melalui implementasi budaya sekolah. ZAHRA: Research and Tought Elementary School of Islam Journal, 4(2), 98–115. https://doi.org/10.37812/zahra.v4i2.841

Santoso, H. (2023). Internalisasi nilai tawadhu melalui budaya salim di Madrasah Ibtidaiyah. Jurnal Pendidikan Madrasah, 8(1), 56–70. https://doi.org/10.14421/jpm.2023.81.56

Saragih, J., Philia, I. T., Situmeang, T. A., & Yunita, S. (2025). Nilai musyawarah dalam PKN sebagai basis pembentukan modal kultural kolektif: Sebuah tinjauan pustaka tentang demokrasi deliberatif di sekolah. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(4), 1462–1473. https://doi.org/10.51878/social.v5i4.7996

Sari, D. P. (2023). Pendidikan karakter terpadu melalui optimalisasi hidden curriculum di sekolah. Jurnal Pedagogia, 12(2), 201–215. https://doi.org/10.21070/pedagogia.v12i2.1542

Suwardi, S. (2022). Budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun) sebagai pilar pendidikan karakter di sekolah. Jurnal Pendidikan Keagamaan, 10(1), 34–46. https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jpk/article/view/45321

Syahputra, R. (2022). Hubungan perilaku sopan santun dengan tingkat kenakalan remaja di sekolah menengah. Jurnal Psikologi Pendidikan, 11(2), 145–158. https://doi.org/10.15408/jp.v11i2.22341

Wijaya, K. (2021). Membangun kedekatan emosional guru dan siswa melalui tradisi salim. Jurnal Bimbingan dan Konseling, 8(1), 22–35. https://doi.org/10.24014/jbk.v8i1.12341

Yulianie, P., Anjani, M., Dotrimensi, D., & Triyani, T. (2025). Membangun identitas nasional melalui pendidikan kewarganegaraan di SMP Kristen Rehobot Palangka Raya. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(1), 105–116. https://doi.org/10.51878/social.v5i1.4626

Zahrudin, M., Ismail, S., Ruswandi, U., & Arifin, B. S. (2021). Implementasi budaya religius dalam upaya meningkatkan kecerdasan spiritual peserta didik. ASATIZA: Jurnal Pendidikan, 2(2), 98–109. https://doi.org/10.46963/asatiza.v2i2.293

Downloads

Published

2026-02-15

How to Cite

Safitri, I. ., Naqiyah, N. ., & Khusumadewi, A. . (2026). PELESTARIAN BUDAYA SALIM DAN UCAP SALAM SAAT BERTEMU GURU DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA. LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 6(1), 425-434. https://doi.org/10.51878/learning.v6i1.9352

Issue

Section

Articles