FENOMENA PENGGUNAAN CAMPUR KODE DALAM VIDEO TIKTOK AKUN BAYEM (@OCTATANNN) PADA KONTEN CERITA BOOMBAYAH BAGIAN 240
DOI:
https://doi.org/10.51878/language.v6i2.10589Keywords:
Campur Kode, TikTok, Media Sosial, tuturan lisan, variasi bahasaAbstract
This study aims to describe the phenomenon of code-mixing in TikTok videos uploaded by the account Bayem (@octatannn), specifically within the storytelling content "Boombayah" episode 240. A descriptive qualitative approach was employed, incorporating data reduction techniques. The data consisted of spoken utterances obtained through observation and note-taking techniques, drawn from the transcript of a video with a duration of 5 minutes and 46 seconds, with data validation conducted through triangulation. The analysis was focused on the identification and classification of code-mixing forms based on the insertion of elements in the form of words, phrases, and sentences. The findings revealed that out of 22 total data items, code-mixing at the word level was predominant, accounting for 15 instances, followed by phrase-level code-mixing with 6 instances, and sentence-level code-mixing with 1 instance. All identified data involved the insertion of English elements into Indonesian. The contributing factors underlying the use of code-mixing include habitual language practices on social media, the desire to appear contemporary, the influence of popular culture, and the intention to express emotions in a manner that is engaging to the audience. These findings affirm that TikTok, as a digital interaction space, plays a significant role in shaping linguistic variation, particularly code-mixing as a distinctive communicative style among young users. This phenomenon reflects the linguistic reality of a digitally adaptive society in response to global influences, while simultaneously demonstrating how technological advancement drives the dynamics of language variation in the modern era.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena campur kode dalam video TikTok akun Bayem (@octatannn) pada konten cerita "Boombayah" bagian ke-240. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik reduksi data. Data penelitian berupa tuturan lisan yang diperoleh melalui teknik simak dan catat, bersumber dari transkrip video berdurasi 05.46 menit, dengan validasi data menggunakan teknik triangulasi. Analisis difokuskan pada identifikasi dan klasifikasi bentuk-bentuk campur kode berdasarkan penyisipan unsur berupa kata, frasa, dan kalimat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 22 data yang ditemukan, campur kode dalam bentuk kata mendominasi dengan 15 data, diikuti bentuk frasa sebanyak 6 data, dan bentuk kalimat sebanyak 1 data. Keseluruhan data merupakan penyisipan unsur bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia. Adapun faktor pendorong penggunaan campur kode meliputi kebiasaan berbahasa di media sosial, keinginan untuk terlihat modern, pengaruh budaya populer, serta upaya mengekspresikan emosi secara menarik bagi audiens. Temuan ini menegaskan bahwa TikTok sebagai ruang interaksi digital berperan signifikan dalam membentuk variasi bahasa, khususnya campur kode sebagai gaya komunikasi khas di kalangan pengguna muda. Fenomena ini mencerminkan realitas penggunaan bahasa masyarakat digital yang adaptif terhadap pengaruh global, sekaligus memperlihatkan bagaimana perkembangan teknologi mendorong dinamika variasi bahasa di era modern.
Downloads
References
Chaer, A., & Agustina, L. (2010). Sosiolinguistik: Perkenalan awal. Jakarta: Rineka Cipta.
Dahniar, A., & Sulistyawati, R. (2023). Analisis campur kode pada TikTok podcast Kesel Aje dan dampaknya terhadap eksistensi berbahasa anak milenial: Kajian sosiolinguistik. Enggang: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya, 3(2), 55–65. https://doi.org/10.37304/enggang.v3i2.8988
Damayanti, K., Karman, A., Fefrika, A., & Kan, K. (2024). Kajian sosiolinguistik: Analisis penggunaan campur kode pada media sosial Instagram @Lesti Kejora. Jurnal Dieksis ID, 4(2), 157. https://doi.org/10.54065/dieksis.4.2.2024.530
Hikam, F. F., Santoso, F. V., & Mahdi. (2021). Analisis fenomena campur kode dan alih kode pada media sosial Twitter. Seminar Nasional Bahasa dan Sastra Indonesia Unpam, 2(1), 141. https://doi.org/10.32493/sns.v2i1.16702
Iftitah, N., Hambali, H., & Karumpa, A. (2022). Campur kode bahasa Indonesia dan bahasa Inggris di media sosial Instagram. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 2(2), 103–113. https://doi.org/10.53769/deiktis.v2i2.250
Murdiono, J., & Fadillah, A. S. (2023). Analysis of changes in speaking manners by mixing Indonesian and English: A case study of generation Z teenagers. International Journal of Applied Research and Sustainable Sciences, 1(3), 215–224. https://doi.org/10.59890/ijarss.v1i3.895
Nabila, C., & Idayani, A. (2022). An analysis of Indonesian-English code mixing used in social media (Twitter). J-SHMIC: Journal of English for Academic, 9(1), 1–12. https://doi.org/10.25299/jshmic.2022.vol9(1).9036
Nur'aini, D., & Fitriana, F. (2024). Code-switching as a communicative strategy among Indonesian university students on social media. Jurnal Tahuri, 21(2), 155–172. https://doi.org/10.30598/tahurivol21issue2page155-172
Purba, E. N., Togatorop, D. P., Simbolon, A., & Sari, Y. (2024). Analisis pengaruh media sosial terhadap keberagaman bahasa: Campur kode sebagai tren komunikasi anak muda. Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora, 2(4), 184–194. https://doi.org/10.59024/atmosfer.v2i4.1060
Rufaidah, D., Ermawati, E., & Suhita, R. (2023). Fenomena campur kode pada media sosial Instagram mahasiswa. Jurnal Sastra Indonesia, 12(2), 113–118. https://doi.org/10.15294/jsi.v12i2.67902
Sanjiwani, P. T. K., Winarta, I. B. G. N., & Marantika, I. M. Y. (2023). Perception of EFL Mahasaraswati Denpasar University students toward code mixing on social media. Elysian Journal: English Literature, Linguistics and Translation Studies, 3(1), 11–20. https://doi.org/10.36733/elysian.v3i1.4393
Shadiq, A. F. I., Konisi, L. Y., Sulfiah, & Ndita, A. W. (2025). Ragam bahasa pada media sosial Instagram: Kajian sosiolinguistik. Jurnal Pesastra (Pendidikan Bahasa dan Sastra), 2(2), 102–111. https://pesastra.com/index.php/journal/article/view/28
Solekhudin, M., Nisa, H., & Yono, R. (2022). Bentuk-bentuk campur kode dan alih kode pada halaman Facebook Kementerian Kesehatan RI: Kajian sosiolinguistik. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 8(17), 242–252. https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/2270
Syahputra, E., Fadlan, Salmanda, D., & Purba, K. N. E. (2022). Perbedaan makna bahasa tulis dan bahasa lisan. Jurnal Multi Disiplin Dehasen, 1(3), 227–230.
Tarihoran, N., Fachriyah, E., Tressyalina, & Sumirat, I. R. (2022). The impact of social media on the use of code mixing by generation Z. International Journal of Interactive Mobile Technologies (iJIM), 16(7), 54–69. https://doi.org/10.3991/ijim.v16i07.27659
Tsani, N. M., & Musthafa, I. (2024). Campur kode bahasa Indonesia–Inggris pada akun media sosial TikTok @Mrs.Corbuzier: Kajian sosiolinguistik. Rayah Al-Islam, 8(3), 1466–1477. https://doi.org/10.37274/rais.v8i3.1089
Umifa, B. A. D., Indarti, T., & Raharjo, R. P. (2022). Alih kode dan campur kode dalam video YouTube Maudy Ayunda. Jurnal Komunitas Bahasa, 10(2), 49–57. https://doi.org/10.36294/jkb.v10i2.2890
Utomo, A. F., Dinayati, S. F., Yovilandis, L., Purnomo, E., Prayitno, H. J., Duerawee, A., & Sya'adah, H. (2024). Alih kode dan campur kode dalam podcast Dedy Corbuzier bersama Jerome Polin pada media sosial YouTube. Jurnal Keilmuan dan Keislaman, 3(3), 270–288. https://doi.org/10.23917/jkk.v3i3.401
Verawati, F., Tsani, N. M., Gandari, S., Syauky, A., Dahlan, A. M., Rozak, R. W. A., & Insani, N. N. (2023). Krisis identitas nasional: Apakah campur kode merupakan ancaman bagi bahasa Indonesia? Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora, 1(2), 107–123. https://doi.org/10.59024/atmosfer.v1i2.67
Waruwu, T. K. Y., Isninadia, D., Yulianti, H., & Lubis, F. (2023). Alih kode dan campur kode dalam konten podcast Cape Mikir With Jebung di Spotify: Kajian sosiolinguistik. ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya, 3(2), 115–123. https://doi.org/10.37304/enggang.v3i2.9004
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Lupita Indah Ariyani, Desma Yuliadi Saputra, Rina Andriani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













