EFFECTIVENESS OF HEALTH PROMOTION MEDIA IN IMPROVING PULMONARY TUBERCULOSIS PATIENTS' KNOWLEDGE OF THE HOME ENVIRONMENT
DOI:
https://doi.org/10.51878/healthy.v5i4.15449Keywords:
lingkungan rumah, media promosi kesehatan, pengetahuan, TB paru, video edukasiAbstract
Pulmonary tuberculosis (TB) remains a major public health problem in Indonesia. Preventing household transmission requires not only treatment adherence but also patients' knowledge of physical home-environment conditions, including ventilation, natural lighting, and residential density. This study aimed to analyze changes in pulmonary TB patients' knowledge of the physical home environment following health education delivered through leaflets, flipcharts, and educational videos in the service area of UPTD Puskesmas Banjar Agung. A quantitative approach with a quasi-experimental pretest-posttest design was employed involving 54 pulmonary TB patients, with 18 participants assigned to each of the leaflet, flipchart, and educational video groups. The intervention was conducted from November 2025 to January 2026 using equivalent educational content across the three groups. Knowledge was measured using a questionnaire before and after the intervention and analyzed using paired-samples t-tests at α = 0.05. The results showed an increase in knowledge in all three groups. The increase in the educational video group was statistically significant (p < 0.001), whereas the leaflet group reached the significance threshold (p = 0.050), and the flipchart group did not show a statistically significant change (p = 0.160). Based on the within-group analyses, the educational video group showed the strongest statistical evidence of improvement. However, this finding does not establish that video was statistically more effective than leaflets or flipcharts because no direct between-group comparison of changes was performed. Educational videos may therefore be considered a health promotion medium to strengthen pulmonary TB patients' knowledge of the physical home environment.
ABSTRAK
Tuberkulosis (TB) paru masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Pencegahan penularan di lingkungan rumah tangga tidak hanya memerlukan kepatuhan pengobatan, tetapi juga pengetahuan pasien mengenai kondisi lingkungan fisik rumah, seperti ventilasi, pencahayaan alami, dan kepadatan hunian. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan pengetahuan pasien TB paru mengenai lingkungan fisik rumah setelah diberikan edukasi menggunakan media leaflet, lembar balik, dan video edukasi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Banjar Agung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimental pretest-posttest yang melibatkan 54 pasien TB paru, masing-masing 18 peserta pada kelompok leaflet, lembar balik, dan video edukasi. Intervensi dilaksanakan pada November 2025–Januari 2026 dengan materi edukasi yang setara pada ketiga kelompok. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan paired-samples t-test pada α = 0,05. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada ketiga kelompok. Peningkatan pada kelompok video edukasi signifikan secara statistik (p < 0,001), sedangkan kelompok leaflet berada tepat pada batas signifikansi (p = 0,050) dan kelompok lembar balik tidak menunjukkan perubahan yang signifikan (p = 0,160). Berdasarkan analisis dalam masing-masing kelompok, video edukasi menunjukkan bukti statistik peningkatan pengetahuan yang paling kuat. Namun, hasil tersebut belum dapat diartikan sebagai bukti bahwa video secara statistik lebih efektif dibandingkan leaflet atau lembar balik karena tidak dilakukan analisis perbandingan perubahan antarkelompok. Edukasi berbasis video berpotensi digunakan sebagai media promosi kesehatan untuk memperkuat pengetahuan pasien TB paru mengenai lingkungan fisik rumah.
References
Febrilia, S. F., Lapau, B., Zaman, K., Mitra, M., & Rustam, M. (2022). Hubungan faktor manusia dan lingkungan rumah terhadap kejadian tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Rejosari Kota Pekanbaru. Jurnal Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health), 8(3). https://doi.org/10.25311/keskom.Vol8.Iss3.618
Hasina, S. N., Rahmawati, A., Faizah, I., Sari, R. Y., & Rohmawati, R. (2023). Hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis (OAT) pada pasien tuberkulosis paru. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 13(2), 453–462. https://doi.org/10.32583/pskm.v13i2.908
Idris, H., Ainy, A., Safriantini, D., & Munawarah, S. H. (2025). Peningkatan kapasitas dan peran kader tuberkulosis melalui edukasi berbasis modul dan flipchart. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), 7(1), 101–112. https://doi.org/10.33474/jp2m.v7i1.24372
Kandou, G. D., Pinontoan, O. R., Doda, D. V. D., & Kandou, P. C. (2024). Cadre-driven health education for enhanced tuberculosis treatment in North Minahasa Indonesia. Bali Medical Journal, 13(3), 1197–1202. https://doi.org/10.15562/bmj.v13i3.5214
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 tentang peraturan pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 tentang kesehatan lingkungan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Latif, A. I., & Tiala, N. H. (2022). Efektivitas video edukasi melalui WhatsApp dalam meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan penularan pasien tuberkulosis paru. Jurnal Kesehatan, 14(2), 111–115. https://doi.org/10.24252/kesehatan.v14i2.24920
Miharti, I. (2022). Hubungan kondisi fisik rumah dan pengetahuan terhadap kejadian TBC paru. Nursing Arts, 16(2), 33–40. https://doi.org/10.36741/jna.v16i2.213
Muthiah, A. N., Lubis, R., Suryati, E. S., Rajab, W., & Herlyssa. (2025). Efektivitas penggunaan media video animasi terhadap tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat mengenai tuberkulosis paru. Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes RI Pangkalpinang, 13(1), 89–98. https://doi.org/10.32922/jkp.v13i1.1140
Nes, E. R., Syamruth, Y. K., & Sir, A. B. (2024). Tuberculosis prevention behavior and related factors (Study at Naibonat Primary Health Center, Kupang Regency, 2023). Jurnal Berkala Epidemiologi, 12(3), 298–304. https://doi.org/10.20473/jbe.v12i32024.298-304
Nuryadin, R., & Banjarnahor, S. (2023). Pengaruh video edukasi terhadap tingkat pengetahuan minum obat anti tuberkulosis pada pasien rawat jalan Rumah Sakit Murni Teguh Ciledug Kota Tangerang. Indonesian Trust Health Journal, 6(2), 124–128. https://doi.org/10.37104/ithj.v6i2.191
Pratiwi, G. D., Lucya, V., & Paramitha. (2022). Efektifitas penggunaan media leaflet dalam peningkatan pengetahuan dan sikap terhadap pencegahan tuberkulosis. Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing), 8(3), 8–13. https://doi.org/10.33023/jikep.v8i3.1153
Puspitasari, M. (2024). Health education using leaflet media about multidrug-resistant tuberculosis (MDR-TB) improves knowledge of patients with pulmonary tuberculosis. Adult Health Nursing Journal, 1(1), 24–34. https://doi.org/10.33650/ahnj.v1i1.9340
Putri, K. D., Semiarty, R., & Linosefa, L. (2021). Perbedaan efektivitas media promosi kesehatan leaflet dengan video TOSS TB terhadap tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Andalas. Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia, 1(3), 343–351. https://doi.org/10.25077/jikesi.v1i3.85
Rekawati, E., & Nursasi, A. Y. (2024). Strategi pendidikan kesehatan dan penurunan stigma TB di masyarakat: A systematic review. Holistik Jurnal Kesehatan, 18(3), 398–407. https://doi.org/10.33024/hjk.v18i3.344
Reyaan, I. B. M., Faustincia, I., & Zazuli, Z. (2023). Dampak intervensi edukasi dan aplikasi pengingat minum obat terhadap pengetahuan dan kepatuhan pasien tuberkulosis paru di Puskesmas di Kota Bandung. Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi, 13(4), 256–265. https://doi.org/10.22146/jmpf.88408
Sipayung, J. S., Hidayat, W., & Silitonga, E. M. (2024). Faktor resiko yang mempengaruhi kejadian tuberkulosis (TB) paru di wilayah kerja Puskesmas Perbaungan. Jurnal Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health), 9(3), 557–566. https://doi.org/10.25311/keskom.vol9.iss3.1326
Susanto, W. H. A., Wospakrik, F., Mulyanti, M., & Rahmawati, R. (2023). Health education on tuberculosis to improve knowledge and attitude of patients in preventing tuberculosis transmission. Journal of Telenursing (JOTING), 5(2), 3900–3907. https://doi.org/10.31539/joting.v5i2.7681
World Health Organization. (2025). Global tuberculosis report 2025. World Health Organization.
Yenti, S., Mitra, M., Abidin, Z., Rany, N., & Leonita, E. (2023). Efektifitas edukasi kesehatan melalui WhatsApp terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap penderita TB dalam pencegahan penularan TB paru di UPTD Puskesmas Tapung II. Jurnal Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health), 9(1). https://doi.org/10.25311/keskom.vol9.iss1.1006
Zulaikhah, S. T., Ratnawati, R., Sulastri, N., Nurkhikmah, E., & Lestari, N. D. (2019). Hubungan pengetahuan, perilaku dan lingkungan rumah dengan kejadian transmisi tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo Semarang. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 18(2), 81–88. https://doi.org/10.14710/jkli.18.2.81-88















