PENGARUH EDUKASI PADA IBU BALITA TERHADAP PENGETAHUAN DETEKSI DINI PERKEMBANGAN BALITA USIA 36-47 BULAN
DOI:
https://doi.org/10.51878/healthy.v5i3.10998Keywords:
Deteksi dini, Edukasi, Pengetahuan, PerkembanganAbstract
ABSTRACT
Toddler development is an important process that needs to be monitored continuously to support the optimization of children’s motor, language, social, and independence skills. Limited maternal knowledge regarding early detection of developmental milestones often causes developmental delays in children to go unrecognized at an early stage, making health education essential as a promotive and preventive effort. This study aimed to analyze the effect of educational intervention on mothers’ knowledge regarding early detection of toddler development among children aged 36–47 months. The study employed a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest design approach. The population consisted of 94 mothers of toddlers, with 77 respondents selected using the simple random sampling technique. The intervention was conducted through health education using lecture methods supported by leaflets, PowerPoint presentations, and the Maternal and Child Health Handbook (Buku KIA). Data were collected using a Guttman scale questionnaire that had been tested for validity and reliability and were analyzed using the Wilcoxon matched pairs test. The findings indicated an increase in maternal knowledge after the educational intervention, as shown by the rise in the proportion of respondents with good knowledge from 81% to 90%, while no respondents remained in the poor knowledge category after the intervention. Statistical analysis showed a p-value of 0.013 (<0.05), indicating that education significantly influenced mothers’ knowledge regarding early detection of toddler development. Health education can serve as an effective strategy to strengthen mothers’ involvement in independently and sustainably monitoring child development.
ABSTRAK
Perkembangan balita merupakan proses penting yang perlu dipantau secara berkelanjutan untuk mendukung optimalisasi kemampuan motorik, bahasa, sosial, dan kemandirian anak. Rendahnya pengetahuan ibu mengenai deteksi dini perkembangan menyebabkan keterlambatan perkembangan anak sering tidak dikenali sejak awal sehingga diperlukan edukasi kesehatan sebagai upaya promotif dan preventif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi terhadap pengetahuan ibu mengenai deteksi dini perkembangan balita usia 36–47 bulan. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest design. Populasi penelitian berjumlah 94 ibu balita dengan sampel sebanyak 77 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Intervensi dilakukan melalui edukasi kesehatan menggunakan metode ceramah dengan media leaflet, powerpoint, dan Buku KIA. Pengumpulan data menggunakan kuesioner skala Guttman yang telah dinyatakan valid dan reliabel, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon matched pairs test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu setelah pemberian edukasi, ditandai dengan meningkatnya kategori pengetahuan baik dari 81% menjadi 90% dan tidak ditemukannya lagi kategori pengetahuan kurang setelah intervensi. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai p = 0,013 (<0,05) yang menandakan bahwa edukasi berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan ibu mengenai deteksi dini perkembangan balita. Edukasi kesehatan dapat menjadi strategi yang efektif untuk memperkuat keterlibatan ibu dalam pemantauan perkembangan anak secara mandiri dan berkelanjutan.
References
Anugerahwati, D. L., Damayanti, R., & Anshari, D. (2024). Efektivitas penggunaan aplikasi Prima untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang deteksi dini tumbuh kembang anak. Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan-Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara, 23(2), 110–120. https://doi.org/10.30743/ibnusina.v23i2.608
Aprilia, D., & Tono, S. F. N. (2023). Pengaruh status imunisasi dasar terhadap kejadian stunting dan gangguan perkembangan balita. Jurnal Kebidanan, 12(1), 66–74. https://doi.org/10.47560/keb.v12i1.496
Aprilia, K., & Kusnanto, K. (2022). Efektifitas pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu dalam penanganan kejang demam pada anak usia 1–5 tahun di Bidan Praktek Mandiri Yunita Kota Bekasi Tahun 2022. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 4(4), 58–64. https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jpdk/article/view/5162
Astuti, P., Yanti, S. N., Zakiah, M., & Rahmayanti, S. (2023). Pengaruh edukasi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan ibu dengan balita terkait MP-ASI. Pontianak Nutrition Journal (PNJ), 6(2). https://doi.org/10.30602/pnj.v6i2.1243
Dewi, I., & Sumi, S. S. (2024). Pemberdayaan kader posyandu balita melalui program pelatihan deteksi dini pertumbuhan dan perkembangan pada balita di Desa Panaikang. Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia, 5(1), 175–179. http://journal.stmiki.ac.id/index.php/jpni/article/view/636
Dey, T. N., Dyantari, P. E. Y., Armayanti, L. Y., Mestika, L. C. D., & Laksmi, N. P. C. (2025). Relationship between knowledge and parity with parental participation in child developmental screening. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 14(1), 144–151. https://doi.org/10.35816/jiksh.v14i1.319
Ginting, D. B., Sarah, M., & Astuty, M. (2025). Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan ibu dalam melakukan deteksi dini stunting di UPTD Puskesmas Suro Kecamatan Suro Makmur Kabupaten Aceh Singkil. Jurnal Kolaboratif Sains, 8(10), 6213–6219. https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/8758
Hamzah, S., Hamzah, B., & Lamonge, J. (2024). Edukasi pendampingan deteksi dini risiko stunting pada ibu balita di Posyandu SIA. Journal of Excellence Humanities and Religiosity, 1(2), 91–98. https://doi.org/10.34304/joehr.v1i2.255
Idealistiana, L., & Yanuarti, T. (2024). Empowering toddler mothers in toddler mother classes to improve the ability to monitor toddler growth and development. Batavia Community Journal of Health Sciences, 24–32.
https://e-journal.bataviascholar.org/index.php/bcjhs/article/view/26
Kemenkes RI. (2022). Profil kesehatan Indonesia 2021. Pusdatin Kemenkes RI.
Khadijah, K., Mardiana, S., Syahputri, N., & Anita, N. (2022). Analisa deteksi dini dan stimulasi perkembangan anak usia prasekolah. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 4(4), 139–146. https://www.neliti.com/publications/448247/analisa-deteksi-dini-dan-stimulasi-perkembangan-anak-usia-prasekolah
Khansa Qorina Alya, K. (2023). Efektivitas pendidikan kesehatan dengan media leaflet tumbuh kembang balita terhadap pengetahuan ibu balita di Desa Ngijo Kec. Tasikmadu Kab. Karanganyar Jawa Tengah (Doctoral dissertation, Universitas Kusuma Husada Surakarta). https://eprints.ukh.ac.id/id/eprint/5265/
Mahmudah, S. (2023). Peningkatan peran ibu melalui pendampingan dan edukasi pemantauan tumbuh kembang balita. Ejoin: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(11), 1326–1332. https://doi.org/10.55681/ejoin.v1i11.1796
Misniarti, M., & Haryani, S. (2022). Faktor-faktor yang mempengaruhi ibu dalam melakukan stimulasi tumbuh kembang pada anak toddler di wilayah kerja Puskesmas Kabupaten Rejang Lebong. Journal of Nursing and Public Health, 10(1), 103–111. https://doi.org/10.37676/jnph.v10i1.2374
Mulyanti, M. (2025). Efektifitas pelatihan terhadap pengetahuan dan keterampilan penggunaan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan oleh kader. Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah, 12(2), 215–224. https://doi.org/10.33867/JKA.679
Musonah, N., Ayuningrum, L. D., & Subarto, C. B. (2023). Hubungan peran ibu terhadap perkembangan balita usia 3–5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Gamping I. Jurnal Genta Kebidanan, 13(1), 38–44. https://doi.org/10.36049/jgk.v13i1.159
Noprida, D., Polapa, D., Imroatun, T., Agustia, W., Sutini, T., Purwati, N. H., & Apriliawati, A. (2022). Pengaruh pelatihan kader posyandu terhadap peningkatan pengetahuan tentang skrining pertumbuhan dan perkembangan balita dengan KPSP Wilayah Pasar Rebo. Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas, 1(02), 62–68. https://journals.sagamediaindo.org/index.php/jpmsk/article/view/22
Putri, A. A. Y., Roslita, R., & Adila, D. R. (2022). Hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang stunting terhadap upaya pencegahan stunting pada anak usia prasekolah. Jurnal Keperawatan Hang Tuah (Hang Tuah Nursing Journal), 2(3), 51–66. https://jom.htp.ac.id/index.php/jkh/article/view/849
Rambe, N. L., Sebayang, W. B., & Nisa, K. (2022). Penyuluhan KPSP untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang perkembangan balita. Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat (Ji-SOMBA), 2(1), 8–12. https://doi.org/10.52943/ji-somba.v2i1.1118
Rezaeizadeh, G., Mansournia, M. A., Keshtkar, A., Farahani, Z., Zarepour, F., Sharafkhah, M., ... & Poustchi, H. (2024). Maternal education and its influence on child growth and nutritional status during the first two years of life: A systematic review and meta-analysis. EClinicalMedicine, 71.
https://www.thelancet.com/journals/eclinm/article/PIIS2589-5370(24)00153-6/fulltext
Riskesdas. (2018). Laporan Provinsi Jawa Timur RISKESDAS 2018. Kementerian Kesehatan RI.
Rispoli, K. M., Norman, M. Z., & Nelson, S. R. (2024). Implementation of developmental screening in early childhood education: An investigation of process variables and acceptability. Topics in Early Childhood Special Education, 43(4), 320–332. https://doi.org/10.1177/02711214211057010
Rusmariana, A., Arifin, M., Mazaya, S., & Nafila, K. (2022). Edukasi terhadap kader kesehatan dan orang tua tentang stimulasi dan deteksi perkembangan anak, 35–39. https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/3256704
Yuliani, E., Sastriani, S., Irfan, I., Evawaty, E., & Herlis, H. (2022). Pengaruh edukasi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang pemberian MP-ASI pada balita usia 6–24 bulan. Journal of Noncommunicable Diseases, 2(2), 45. https://jurnal.poltekkesgorontalo.ac.id/index.php/JOND/article/view/533














