ANALISIS FAKTOR PERILAKU YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN MALARIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SORENDIWERI KABUPATEN SUPIORI
DOI:
https://doi.org/10.51878/healthy.v5i4.14379Keywords:
malaria, ibu hamil, pengetahuanAbstract
Malaria remains a major public health problem in endemic areas, including Supiori Regency, Papua, with pregnant women representing a vulnerable population due to the increased risk of infection and pregnancy-related complications. This study aimed to analyze the association between behavioral factors, including knowledge level, use of insecticide-treated bed nets, nighttime outdoor activities, and mosquito repellent use, and malaria incidence among pregnant women in the working area of Sorendiweri Community Health Center, Supiori Regency. A quantitative analytic study with a cross-sectional design was conducted involving 43 pregnant women (n = 43) selected through total sampling. Data were collected using structured questionnaires and medical records, then analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-Square test at a 95% confidence level. The strength of association was expressed as the Prevalence Ratio (PR). The results showed that knowledge level (p = 0.971), use of insecticide-treated bed nets (p = 0.665), nighttime outdoor activities (p = 0.343), and mosquito repellent use (p = 0.193) were not significantly associated with malaria incidence among pregnant women. However, nighttime outdoor activities demonstrated a higher tendency of risk (PR = 2.400). It can be concluded that malaria incidence among pregnant women in endemic areas is likely to be more strongly influenced by environmental conditions and vector density than by individual behavioral factors. Therefore, integrated health promotion, vector control, and consistent use of insecticide-treated bed nets should continue to be strengthened.
ABSTRAK
Malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah endemis, termasuk Kabupaten Supiori, Papua, dengan ibu hamil sebagai kelompok yang rentan mengalami komplikasi akibat infeksi malaria. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor perilaku, meliputi tingkat pengetahuan, penggunaan kelambu berinsektisida, kebiasaan keluar rumah pada malam hari, dan penggunaan obat nyamuk, dengan kejadian malaria pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sorendiweri Kabupaten Supiori. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 43 ibu hamil (n = 43) yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan rekam medis, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square pada tingkat kepercayaan 95%, dengan kekuatan hubungan dinyatakan sebagai Prevalence Ratio (PR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan (p = 0,971), penggunaan kelambu berinsektisida (p = 0,665), kebiasaan keluar rumah pada malam hari (p = 0,343), dan penggunaan obat nyamuk (p = 0,193) tidak berhubungan secara bermakna dengan kejadian malaria pada ibu hamil. Meskipun demikian, kebiasaan keluar rumah pada malam hari menunjukkan kecenderungan risiko yang lebih tinggi (PR = 2,400). Disimpulkan bahwa kejadian malaria pada ibu hamil di wilayah endemis kemungkinan lebih dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan kepadatan vektor dibandingkan faktor perilaku individu. Oleh karena itu, upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan, pengendalian vektor, serta peningkatan penggunaan kelambu berinsektisida secara konsisten tetap perlu diperkuat.
References
Allo, M. R., Iskandar, I., Adam, A., & Zamli. (2024). Analysis of achievement of malaria elimination maintenance in Sorong Selatan District. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 7(9), 2305–2316. https://doi.org/10.56338/mppki.v7i9.5823
Desai, M., Gutman, J., Taylor, S. M., Wiegand, R. E., Khairallah, C., Kayentao, K., Ouma, P., Coulibaly, S. O., Kalilani-Phiri, L., Mace, K. E., et al. (2018). Impact of malaria in pregnancy on stillbirth and neonatal mortality in low- and middle-income countries: A systematic review and meta-analysis. The Lancet Global Health, 6(10), e1100–e1111. https://doi.org/10.1016/S2214-109X(18)30336-3
Green, L. W., & Kreuter, M. W. (2022). Health program planning: An educational and ecological approach (5th ed.). McGraw-Hill Education.
Herdiana, H., Prameswari, H. D., Puspadewi, R. T., Fajariyani, S. B., Diptyanusa, A., Theodora, M., Supriyanto, D., & Hawley, W. A. (2025). Shrinking the malaria map in Indonesia: Progress of subnational control, elimination, and future strategies. BMC Medicine, 23(1), 512. https://doi.org/10.1186/s12916-025-04355-w
Hosmer, D. W., Jr., Lemeshow, S., & Sturdivant, R. X. (2013). Applied logistic regression (3rd ed.). John Wiley & Sons.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan nasional riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman nasional penanggulangan malaria. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2023.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Rencana Strategis Nasional Percepatan Eliminasi Malaria Tahun 2020–2024. Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.
Kondolele, Y., & Hasmah. (2023). Analisis hubungan faktor anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Muturi Kabupaten Teluk Bintuni Provinsi Papua Barat. An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(1), 99–102. https://doi.org/10.31602/ann.v10i1.7781
Lestari, S. (2023). Lingkungan rumah berhubungan dengan malaria pada ibu hamil. Jurnal Keperawatan Silampari, 6(2), 1205–1217. https://doi.org/10.31539/jks.v6i2.4646
Madayanti, S., Raharjo, M., & Purwanto, H. (2022). Faktor risiko yang mempengaruhi kejadian malaria di wilayah Distrik Jayapura Selatan Kota Jayapura. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 21(3), 358–365. https://doi.org/10.14710/jkli.21.3.358-365
Maziyyati, A., Alma, L. R., Supriyadi, S., & Ulfah, N. H. (2025). Analisis faktor yang berhubungan dengan kejadian malaria di Pulau Papua (Analisis data SKI 2023). Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas, 10(4), 70–81. https://doi.org/10.14710/jekk.v10i4.28444
Muñoz-Laiton, P., et al. (2024). Knowledge, attitudes, and practices related to malaria in endemic communities: A systematic review. Tropical Medicine and Infectious Disease, 9(11), 281. https://doi.org/10.3390/tropicalmed9110281
Ngongo, H. M. (2022). Hubungan antara perilaku dan kondisi lingkungan dengan kejadian malaria di beberapa daerah di Indonesia. Jurnal Keperawatan Sumba, 1(1), 61–70. https://doi.org/10.31965/jks.v1i1.863
Nurfa'izah, D. A., Juliawati, Fitriani, Afelya, T. I., & Pattipeme, T. (2024). Gambaran kejadian anemia pada ibu hamil di Kota Jayapura. Jurnal Keperawatan Tropis Papua, 8(1), 37–41. https://doi.org/10.47539/jktp.v8i1.414
Sekunda, M. S., Sawitri, A. A. S., & Januraga, P. P. (2018). Association between the use of insecticide-treated bed net and malaria infection in Ende District, East Nusa Tenggara. Public Health and Preventive Medicine Archive, 5(1), 49–53. https://doi.org/10.53638/phpma.2017.v5.i1.p11
Vitania, W. (2023). Perilaku ibu hamil dalam pencegahan malaria berdasarkan teori Health Belief Model. Jurnal Keperawatan Silampari, 6(2), 1064–1077. https://doi.org/10.31539/jks.v6i2.5296
Watunglawar, C. E. (2024). Efektivitas penggunaan kelambu berinsektisida terhadap angka kejadian malaria pada ibu hamil di Puskesmas Sentani. Jurnal Ners, 8(2), 1237–1240. https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/26280
World Health Organization. (2022). World malaria report 2022. World Health Organization.
World Health Organization. (2024). World malaria report 2024. World Health Organization.















