ANALISIS LEGALITAS DAN ETIKA RESOURCE RATIONING DALAM ALOKASI SUMBER DAYA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL: PERSPEKTIF KEADILAN DISTRIBUTIF DAN KEPASTIAN HUKUM TENAGA MEDIS
DOI:
https://doi.org/10.51878/healthy.v5i3.12810Keywords:
JKN, Resource Rationing, Keadilan Distributif, UU Kesehatan 17/2023, Etika MedisAbstract
The National Health Insurance (JKN) program in Indonesia faces significant challenges in the form of limited fiscal resources and infrastructure, which trigger the practice of resource rationing. This article aims to evaluate the legal and ethical dimensions of these restrictions through the perspective of distributive justice, the sociological impact on vulnerable groups, and legal certainty for medical personnel. This research uses a juridical-normative method with a descriptive-qualitative approach. The results show that rationing practices are often carried out implicitly through mechanisms of denial, selection, delay, deterrence, deflection, and dilution to balance claim ratios exceeding 100%. Philosophically, there is a tension between the utilitarian paradigm, which prioritizes the stability of collective systems, and John Rawls's theory of justice, which demands priority protection for the most disadvantaged groups. Legally, although Law Number 17 of 2023 concerning Health and Ministerial Regulation Number 6 of 2024 have provided a framework for minimum service standards (SPM), legal protection for medical personnel in making difficult decisions in the field still requires more explicit and transparent clinical guidelines.
ABSTRAK
Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Indonesia, menghadapi tantangan besar berupa keterbatasan sumber daya fiscal, dan infrastruktur yang memicu praktik resource rationing. Artikel ini bertujuan, untuk mengevaluasi dimensi legalitas dan etika dari pembatasan tersebut, melalui perspektif keadilan distributif, dampak sosiologis pada kelompok rentan, serta kepastian hukum bagi tenaga medis. Riset ini menggunakan metode yuridis-normatif, dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik rationing sering kali dilakukan secara implisit melalui mekanisme denial, selection, delay, deterrence, deflection, dan dilution guna menyeimbangkan rasio klaim yang melampaui 100%. Secara filosofis, terdapat ketegangan antara paradigma utilitarianisme yang mengutamakan stabilitas sistem kolektif, dengan teori keadilan John Rawls yang menuntut perlindungan prioritas bagi kelompok paling tidak beruntung. Secara yuridis, meskipun Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan Permenkes Nomor 6 Tahun 2024 telah memberikan kerangka standar pelayanan minimal (SPM), namun proteksi hukum bagi tenaga medis dalam pengambilan keputusan sulit di lapangan, masih memerlukan pedoman klinis yang lebih eksplisit dan transparan.
References
Adiyanta, F. S. (2020). Urgensi kebijakan Jaminan Kesehatan Semesta (Universal Health Coverage) bagi penyelenggaraan pelayanan kesehatan masyarakat di masa pandemi Covid-19. Administrative Law & Governance Journal, 3(2), 272–299. https://doi.org/10.14710/alj.v3i2.272-299
Alfiyani, L., Setiyadi, N. A., Yakob, A., Mulyono, D., Rohmat, R., & Rizqi, M. F. (2023). Analysis of community satisfaction index on health service quality: CFA and gap analysis. Jurnal Berita Ilmu Keperawatan, 16(2), 193–202. https://doi.org/10.23917/bik.v16i2.2369
Alizadeh, M., Azizi, N., Mahdavi, S. R., & Baghlani, F. (2025). Unveiling the shadows: Obstacles, consequences, and challenges of information opacity in healthcare systems. Philosophy, Ethics, and Humanities in Medicine, 20(1), 6–6. https://doi.org/10.1186/s13010-025-00170-6
Ananda, B. R., Putera, R. E., & Ariany, R. (2020). Inovasi pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Pariaman. Publik (Jurnal Ilmu Administrasi), 8(2), 167–179. https://doi.org/10.31314/pjia.8.2.167-179.2019
Aritonang, R. H., Sujiwo, A., Susilo, T., Tadung, R., & Panggabean, A. D. (2025). Hukum humaniter internasional di persimpangan. JURNAL SYNTAX IMPERATIF: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, 6(3), 378–385. https://doi.org/10.54543/syntaximperatif.v6i3.700
Bruno, W., & Haar, R. J. (2020). A systematic literature review of the ethics of conducting research in the humanitarian setting. Conflict and Health, 14(1), 27–27. https://doi.org/10.1186/s13031-020-00282-0
Fatkhullah, M., Habib, M. A. F., & Nisa, K. K. (2022). Identifikasi dan manajemen risiko untuk mereduksi kerentanan pada masyarakat. Ekonomi, Keuangan, Investasi dan Syariah (EKUITAS), 3(4), 856–867. https://doi.org/10.47065/ekuitas.v3i4.1529
Febriyanti, I., Azzura, A., Aulia, C., Fikri, M., & Ramdani, F. (2025). Stratifikasi sosial dan akses kesehatan: Analisis kesenjangan dalam sistem pelayanan publik. Jurnal Mahasiswa Sosial Humaniora, 2(2). https://doi.org/10.31949/jumash.v2i2.16852
Jannati, A. S. R. (2022). Perlindungan hukum bagi pasien dalam pelayanan telemedicine di Indonesia. Jurnal JURISTIC, 3(2), 210–210. https://doi.org/10.35973/jrs.v3i02.3184
Kartika, E. N., & Sudarmo, S. (2022). Reformasi birokrasi pelayanan publik dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Dr. Moewardi (Pencanangan pembangunan zona integritas WBK & WBBM). Ministrate: Jurnal Birokrasi dan Pemerintahan Daerah, 4(2), 20–37. https://doi.org/10.15575/jbpd.v4i2.17941
Kusworo, D. L., & Fauzi, M. N. K. (2023). Implementation of litigation mediation in resolving medical negligence disputes between patients and health workers. Administrative and Environmental Law Review, 4(1), 21–36. https://doi.org/10.25041/aelr.v4i1.2858
Lestari, Y. (2025). Strategic management of health budget efficiency in Indonesia’s national health system. International Journal of Administration, Business and Organization, 6(2), 313–330. https://doi.org/10.61242/ijabo.25.571
Maharani, A., Astrid, A., Arya, A., Deti, D., Yanti, D., Sulla, F. Y., & Hafizi, M. Z. (2023). Dampak kemiskinan terhadap ketidaksetaraan pelayanan kesehatan di Indonesia. Tamaddun, 1(3), 128–136. https://doi.org/10.70115/tamaddun.v1i3.311
Nugraheni, W. P., Zahroh, A. H., Hartono, R. K., Nugraha, R. R., & Chun, C. B. (2020). National health insurance deficit in Indonesia: Identification of causes and solutions for resolution. Global Journal of Health Science, 12(13), 58–58. https://doi.org/10.5539/gjhs.v12n13p58
Nugroho, S. S., Budiyani, L., & Prayuti, Y. (2026). Akibat hukum dan kesenjangan regulasi dalam implementasi INA-CBGs di Indonesia. JURNAL USM LAW REVIEW, 9(1), 273–289. https://doi.org/10.26623/julr.v9i1.12769
Nurcholiq, A., & Hardianto. (2024). The impact of poverty on healthcare service disparities in Indonesia. Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis, 2(2), 47–50. https://doi.org/10.70716/emis.v2i2.290
Nurhayati, N., Telaumbanua, N., Daeli, L. J. H., Agustin, D., Khairunisa, S. S., Aulia, J., & Syifaurridha, N. (2025). Masalah kebijakan kesehatan. INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research, 5(4), 45–55. https://doi.org/10.31004/innovative.v5i4.20143
Ramadhani, S. S. (2023). Urgensi payung hukum tindak pidana medis dalam upaya penyelesaian sengketa medis. JATIJAJAR LAW REVIEW, 1(2). https://doi.org/10.26753/jlr.v1i2.809
Saman, S., Putri, N. A., & Hasni, H. (2026). Integrasi sistem pelayanan jantung dan pembiayaan BPJS Kesehatan: Upaya peningkatan efektivitas dan keberlanjutan layanan kardiologi. HEALTHY: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan, 5(3), 284–294. https://doi.org/10.51878/healthy.v5i3.11163
Setiawan, M. F., Purwadhi, H., & Santoso, B. (2026). Optimalisasi implementasi kegiatan monitoring dan konsultasi pada program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) di Puskesmas Cijaku Kabupaten Lebak. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 6(3), 1624–1635. https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i3.10722
Surbakti, E. F., Sahlepi, M. A., & Rahmayanti, R. (2025). Legal protection for doctors facing challenges in medical referrals for inmates at Lubuk Pakam Class II B Correctional Institution. Formosa Journal of Sustainable Research, 4(5), 919–934. https://doi.org/10.55927/fjsr.v4i5.231
Susetiyo, W., & Iftitah, A. (2021). Peranan dan tanggungjawab pemerintah dalam pelayanan kesehatan pasca berlakunya UU Cipta Kerja. JURNAL SUPREMASI, 92–106. https://doi.org/10.35457/supremasi.v11i2.1648
Sutanto, Y. S. (2024). Criminal legal protection for medical personnel in the resolution of medical disputes. POLICY, LAW, NOTARY AND REGULATORY ISSUES (POLRI), 3(3), 373–383. https://doi.org/10.55047/polri.v3i3.1243
Wijayanti, L. A. (2026). Penguatan kader kesehatan dalam deteksi dini penyakit tidak menular. COMMUNITY: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(2), 910–919. https://doi.org/10.51878/community.v6i2.10772
Wiwoho, J., Firdaus, S. U., & Hidayat, M. A. (2023). Fulfillment of legal rights protection on incentives and allowances for Indonesian health professionals during the COVID-19 pandemic. Jurnal Hukum dan Pembangunan Ekonomi, 11(1), 172–172. https://doi.org/10.20961/hpe.v11i1.76727














