TINDAK TUTUR EKSPRESIF MENGELUH PADA KLARIFIKASI IMAM MUSLIMIN
DOI:
https://doi.org/10.51878/educational.v6i3.12240Keywords:
Tindak Tutur Ekspresif, Klarifikasi Publik, Komunikasi Digital, Youtube, Imam MusliminAbstract
ABSTRACT
This study is motivated by the increasing use of digital media as a space for public clarification, which functions not only as a medium for delivering information but also as a means of emotional expression and self-image construction. In this context, expressive speech acts are important to examine because they reflect both the speaker’s psychological state and communication strategies. This study aims to describe the forms and functions of expressive speech acts found in Imam Muslimin’s clarification on the Curhat Bang Denny Sumargo YouTube channel. This research employs a qualitative approach with a case study design. The data consist of spoken utterances in the clarification video, which were recorded and transcribed into text. The data analysis process was carried out through data reduction, categorization based on types of expressive speech acts, and interpretation of meaning according to contextual usage. The findings show that the most dominant forms of expressive speech acts are complaints and expressions of feelings. These forms not only represent the speaker’s emotional condition but also function as communication strategies to build audience empathy, strengthen self-image, and influence public opinion in digital space. Thus, it can be concluded that expressive speech acts in public clarification have a dual function, namely psychological and social functions that play a strategic role in constructing communicative meaning in digital media.
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan media digital sebagai ruang klarifikasi publik yang tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai sarana ekspresi emosi dan pembentukan citra diri. Dalam konteks tersebut, tindak tutur ekspresif menjadi aspek penting untuk dikaji karena mampu merepresentasikan keadaan psikologis sekaligus strategi komunikasi penutur. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk dan fungsi tindak tutur ekspresif yang terdapat dalam klarifikasi Imam Muslimin pada kanal YouTube Curhat Bang Denny Sumargo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data penelitian berupa tuturan lisan dalam video klarifikasi yang direkam, kemudian ditranskrip menjadi teks. Tahapan analisis data dilakukan melalui reduksi data, pengelompokan berdasarkan jenis tindak tutur ekspresif, serta interpretasi makna berdasarkan konteks ujaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk tindak tutur ekspresif yang paling dominan adalah keluhan dan ungkapan perasaan. Kedua bentuk tersebut tidak hanya merepresentasikan kondisi emosional penutur, tetapi juga berfungsi sebagai strategi komunikasi untuk membangun empati audiens, memperkuat citra diri, serta memengaruhi opini publik di ruang digital. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tindak tutur ekspresif dalam klarifikasi publik memiliki fungsi ganda, yaitu fungsi psikologis dan fungsi sosial yang bersifat strategis dalam pembentukan makna komunikasi di media digital.
Downloads
References
Apriliany, Y., Iswara, A. Z. N., Arofah, S. N., & Azizah, S. N. (2024). Tindak tutur ekspresif dalam mention confess (menfess) di akun Twitter @Convomfs: Kajian sosiopragmatik. Jurnal Keilmuan dan Keislaman, 3(2). https://doi.org/10.23917/jkk.v3i2.287
Ayuni, D. P., & Sabardilla, A. (2021). Tindak Tutur Ekspresif Pada Kolom Komentar Akun YouTube Ngaji Filsafat. Jurnal Ilmiah KORPUS, 5(2), 262–271. https://doi.org/10.33369/jik.v5i2.16307
Cahyaningsih, E., & Rahmawati, L. E. (2022). Bentuk tindak tutur ekspresif antara tutor dengan siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. LITERA, 21(2), 115–129. https://doi.org/10.21831/ltr.v21i2.44974
Darmawati, D., & Sajarwa, S. (2022). Pragmatic Equivalence of Expressive Speech Act in Television Series Bridgerton. LITE: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya, 18(1), 43–53. https://doi.org/10.33633/lite.v18i1.5630
Fata, I. A., Yusuf, Y. Q., Ulfa, N., & Delavari, H. (2022). Analyzing the use of illocutionary and perlocutionary acts of "Dilan" in an Indonesian teen novel. English Education Journal, 13(3), 424–437 https://doi.org/10.24815/eej.v13i3.28423
Hedrianti, K. (2024). Tindak tutur ekspresif pada kolom komentar YouTube film dokumenter Dirty Vote. DIKBASTRA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 7(1). https://doi.org/10.22437/dikbastra.v7i1.33551
Herawati, A. W., Astuti, C. W., & Purnama, A. P. S. (2023). Tindak tutur ilokusi ekspresif pada podcast Deddy Corbuzier. LEKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(1). https://jurnal.stkippgriponorogo.ac.id/index.php/Leksis/article/view/241
Herlina, D. (2023). Tindak tutur ekspresif netizen pada pemberitaan bom Astana Anyar. Jurnal Paradigma: Jurnal Multidisipliner Mahasiswa Pascasarjana Indonesia, 4(1). https://journal.ugm.ac.id/paradigma/article/view/81262/0
House, J., & Kádár, D. Z. (2023). Speech acts and interaction in second language pragmatics: A position paper. Language Teaching, 56(4), 540–555. https://doi.org/10.1017/S0261444822000477
Levinson, S. C. (1983). Pragmatics. Cambridge University Press.
Maryati, Y., & Ningsih, R. (2023). Tindak tutur ekspresif dalam akun TikTok @Shabiraalula&Ayah. Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, 13(2). https://journal.unpas.ac.id/index.php/literasi/article/view/8839
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2019). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.
Rahardi, R. K. (2022). Memerikan Fungsi Konteks Situasi dalam Perspektif Pragmatik Siber. Linguistik Indonesia, 40(2), 197–211. https://doi.org/10.26499/li.v40i2.286
Sbisà, M. (2022). Speech Act Theory. In J. Verschueren & J.-O. Östman (Eds.), Handbook of Pragmatics. John Benjamins. https://doi.org/10.1075/hop.m2.spe1
Searle, J. R. (1969). Speech acts: An essay in the philosophy of language. Cambridge University Press.
Searle, J. R. (1979). Expression and meaning: Studies in the theory of speech acts. Cambridge University Press.
Syafendra, N., & Fatmawati. (2023). Tindak tutur ekspresif pada kolom komentar YouTube Rocky Gerung “Gubernur NTT bikin heboh, perintahkan siswa SMA masuk jam 5 pagi. Salah paham dunia pendidikan”. Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, 13(2). https://doi.org/10.23969/literasi.v13i2.7814
Waugh, L. R. (2022). Text, discourse, context: A meta-trilogy for discourse analysis. Journal of Pragmatics, 199, 91–104. https://doi.org/10.1016/j.pragma.2022.07.002
Wiwaha, R. S. R., Andajani, K., & Harsiati, T. (2021). Tindak tutur ekspresif dalam video pembelajaran bahasa Indonesia. KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 7(2), 335–352. https://doi.org/10.22219/kembara.v7i2.17702
Yule, G. (1996). Pragmatics. Oxford University Press
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














