ANALISIS MAKNA DENOTATIF DAN KONOTATIF DALAM KUMPULAN JUDUL-JUDUL CERPEN PILIHAN KOMPAS 2022 “IHWAL NAMA MAJID PUCUK”

Authors

  • Nailul Muna Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, STKIP PGRI Bangkalan
  • Ana Yuliati Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, STKIP PGRI Bangkalan

DOI:

https://doi.org/10.51878/educational.v6i3.11320

Keywords:

Makna Denotatif, Makna Konotatif, Ihwal Nama Majid Pucuk

Abstract

ABSTRACT

Readers’ engagement with a literary work often begins with its title, a brief textual element capable of offering clues, expectations, and potential interpretations before the main text is read in its entirety. Despite this role, semantic studies have tended to focus more on the content of literary works than on titles as the first point of interaction between a text and its readers. In response to this gap, the present study examines the meanings embedded in three short story titles from the anthology Cerpen Pilihan Kompas 2022: Ihwal Nama Majid Pucuk, namely Mbah Diman Terbang Bersayap Malam, Manusia Kelelawar, and Hawa Panas. This research adopts a descriptive qualitative design grounded in Geoffrey Leech’s semantic framework. The data were obtained through close reading and systematic note-taking of the linguistic units constituting the titles, followed by identification, classification, and interpretation of their meanings. The findings reveal that all three titles operate on multiple layers of meaning. On the one hand, they contain denotative meanings that directly refer to particular objects, actions, or conditions, providing readers with an initial understanding of the texts. On the other hand, they also generate connotative meanings associated with symbolism, social experience, and cultural associations, thereby opening broader interpretive possibilities. These findings position the title as an active paratextual element that shapes readers’ interpretive orientation while demonstrating the interplay between conceptual and associative meanings in the construction of literary meaning.

ABSTRAK

Interaksi pembaca dengan karya sastra sering kali dimulai dari judul, sebuah unsur yang meskipun singkat mampu menghadirkan petunjuk, dugaan, bahkan kemungkinan penafsiran sebelum isi teks dibaca secara utuh. Kendati demikian, perhatian penelitian semantik lebih sering diarahkan pada isi karya dibandingkan pada judul sebagai bagian yang pertama kali membangun hubungan antara teks dan pembaca. Berangkat dari kondisi tersebut, kajian ini menelaah bentuk pemaknaan yang hadir pada tiga judul cerpen dalam antologi Cerpen Pilihan Kompas 2022: Ihwal Nama Majid Pucuk, yakni Mbah Diman Terbang Bersayap Malam, Manusia Kelelawar, dan Hawa Panas. Penelaahan dilakukan dalam kerangka penelitian kualitatif deskriptif dengan memanfaatkan perspektif semantik Geoffrey Leech. Data diperoleh melalui pembacaan intensif dan pencatatan terhadap satuan bahasa yang membentuk judul, kemudian ditafsirkan melalui proses pengenalan data, pengelompokan, dan interpretasi makna. Hasil kajian memperlihatkan bahwa ketiga judul tidak bekerja hanya pada satu lapis pemaknaan. Di satu sisi, terdapat makna yang mengacu langsung pada objek, tindakan, atau keadaan tertentu sehingga memungkinkan pembaca memperoleh gambaran awal mengenai teks. Di sisi lain, muncul pula perluasan makna yang berhubungan dengan simbol, pengalaman sosial, serta asosiasi kultural yang membuka ruang interpretasi lebih luas. Temuan ini menempatkan judul sebagai unsur paratekstual yang aktif membentuk orientasi pembacaan sekaligus menunjukkan keterhubungan antara makna konseptual dan makna asosiatif dalam konstruksi makna karya sastra.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adrian, G., Nugraha, M. R. F., & Rudianto, G. (2022). Analysis of semantic relation in short story: Semantics approach. INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa, 9(2), 343–350. https://e-journal.unimudasorong.ac.id/index.php/interactionjournal/article/view/2443

Afdal, R., & Abdurahman, A. (2026). Representasi realitas sosial dan humanisme dalam cerpen Filosofi Kopi: Kajian sosiologi sastra. Journal of Literature Review, 2(1), 252–264. https://doi.org/10.63822/eknega50

Afilia, Y. (2026). Medan makna kerakusan dan kehilangan syukur dalam puisi “Melupakan Syukur” karya Mutiatuz Zahro. Diksatrasia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 10(1), 233–237.

https://jurnal.unigal.ac.id/diksatrasia/article/view/22477

Aini, A. Q., Salsabila, A. N., & Jayanti, R. (2026). Analisis makna polisemi dalam empat cerpen Indonesia terbaik tahun 2009: Kajian semantik. Paedagogie, 21(1), 105–116. https://doi.org/10.31603/paedagogie.v21i1.15905

Amaelia, F. (2022). An analysis of denotative and connotative meaning on Weird Genius song’s Lathi lyrics: A semantic perspective. In Proceeding of English Teaching, Literature and Linguistics (ETERNAL) Conference, 2(1), 163–169.

https://conference.upgris.ac.id/index.php/etll/article/view/2814

Amalia, D., Fauziyyah, D. F., & Suratiningsih, M. (2026). Representasi nilai sosial dalam cerpen Zamrud karya Danarto: Kajian sosiologi sastra. Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra), 11(1), 253–260. https://bastra.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/1953

Ardini, D. P., Cahyani, F. D., Huwaida, A. N., Firmansyah, D., & Juansyah, D. E. (2026). Analisis deiksis dalam cerpen Lelaki yang Menderita Bila Dipuji karya Ahmad Tohari. Jurnal Metamorfosa, 14(1), 1–15.

https://ejournal.bbg.ac.id/index.php/metamorfosa/article/view/3539

Azzahra, N., & Nusivera, E. (2024). Makna referensial dan nonreferensial pada kumpulan cerpen Kompas. Journal of Education Research, 5(3), 3323–3333. https://doi.org/10.37985/jer.v5i3.1434

Baharuddin, N. Y. N., & Hamzah, S. N. (2025). Makna siratan bahasa figuratif dalam cerpen pilihan karya A. Samad Said. Jurnal Wacana Sarjana, 9(1), 1–21. https://doi.org/10.17576/jws.v9i1.633

Haliza, S. N., & Putri, N. Q. H. (2026). Struktur naratif dan makna simbolis dalam legenda Naga Erau dan Putri Karang Melenu. Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 8(1). https://jurnal.ppjb-sip.org/bahasa/article/view/1828

Hayati, A. N., & Jadidah, N. N. J. N. (2022). Analisis makna denotatif dan konotatif dalam novel Dua Barista karya Najhaty Sharma (Kajian semantik). Jurnal PENEROKA, 2(1), 17–31. https://doi.org/10.30739/peneroka.v2i1.1355

Hermandra, H., Marisya, M., & Nabillah, N. (2024). Kajian semantik: Implementasi makna kiasan pada lagu “Sorai” karya Nadin Amizah. Innovative: Journal of Social Science Research, 4(2), 3216–3226.

https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/9794

Jayanti, N. K. T., & Fristyawan, I. M. J. (2024). Menemukenali bahasa figuratif dalam cerita pendek “Kisah I Swarnangkara Si Penjaga Hutan” karya I Nyoman Suarjana. Kulturistik: Jurnal Ilmu Bahasa dan Budaya, 8(1), 72–80. https://doi.org/10.22225/kulturistik.8.1.8623

Khaidir, T. A. (2022). Ihwal nama Majid Pucuk. Dalam Kompas (Ed.), Cerpen Pilihan Kompas 2022: Ihwal Nama Majid Pucuk. Penerbit Buku Kompas.

Liandara, N. (2025). Fungsi sintaksis frasa nomina dalam cerita pendek “Gincu Arang” karya Made Diva Cerpen Kompas Muda (Doctoral dissertation, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu). https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/5598/

Permata, A., Putri, D. N., Bahar, D. A. P., & Salsabila, L. I. (2025). Semantic analysis in the short story: The Gift of the Magi. Jejak Digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(4), 1704–1713. https://doi.org/10.63822/62n63457

Pratama, A. Y., & Setyawan, A. (2023). Analisis kritik sosial dalam antologi Cerpen Pilihan Kompas 2020 “Macan” (Kajian sosiologi sastra). Journal of Educational Language and Literature, 1(1), 46–53. https://doi.org/10.21107/jell.v1i1.20182

Putri, N. A. (2026). Analisis komponen makna pada diksi religius dalam cerpen “Batas Suci” karya Lusi Rahmalia. Diksatrasia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 10(1), 522–534. https://jurnal.unigal.ac.id/diksatrasia/article/view/22366

Rahayu, I. (2023). Analisis makna denotatif dan konotatif dalam cerpen Dilarang Mencintai Bunga-Bunga (Kajian semantik). Bestari: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya, 1(3). https://journal.uinjkt.ac.id/bestari/article/view/33416

Rilasari, D., Faizah, I. I., & Astuty, A. (2025). Tradisi Rongkat Kandung Kembar dalam kumpulan cerpen Kembang Selir karya Muna Masyari: Kajian semiotika. Bahtera: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 24(1), 12–22. https://doi.org/10.21009/bahtera.241.02

Sari, M., & Hosniyeh, H. (2026). Makna denotatif dan konotatif dalam lirik lagu “Tilik Jogja” karya Citra Scholastika. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 9(1), 1346–1356. https://doi.org/10.54371/jiip.v9i1.9668

Sunnatovna, S. M. (2025). The relationship between the denotative and connotative meanings of a word, and the means of expressing connotative meaning. Journal of Modern Educational Achievements, 11, 81–92.

https://www.scopusacademia.org/index.php/jmea/article/view/1496

Downloads

Published

2026-06-09

How to Cite

Muna, N., & Yuliati, A. (2026). ANALISIS MAKNA DENOTATIF DAN KONOTATIF DALAM KUMPULAN JUDUL-JUDUL CERPEN PILIHAN KOMPAS 2022 “IHWAL NAMA MAJID PUCUK”. EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran , 6(3), 1583–1592. https://doi.org/10.51878/educational.v6i3.11320

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.